Seorang Mafia Boss sedang memandangi Email yang dikirim padanya oleh Kementerian Pertahanan Italia.

'Apa pemerintah sangat putus asa hingga meminta bantuan dari organisasi kriminal?'pikir Mafia Boss itu,atau yang biasa dikenal dengan nama Sawada Tsunayoshi. Dia membaca-baca keterangan misi yang tertera dalam E-mail tersebut,lalu dia melihat permintaan yang tertulis secara langsung pada bagian bawah E-mail.

Selamat Siang,Tsunayoshi Sawada.

Ada mungkin bertanya-tanya bagaimana kami mendapat Alamat E-mail anda,tapi untuk sekarang,kita hentikan saja permusuhan sepihak ini. Seperti yang anda tahu,bulan telah diledakkan sekitar 70% bagiannya. Dan anehnya,beberapa bulan lalu,makhluk itu meminta secara langsung untuk mengajar di SMP Kunugigaoka,Jepang. Semula kami menolaknya,tapi akhirnya kami pun menerimanya. Pertama,agar dia tidak pergi kemana-mana,dan kedua,agar ada kesempatan untuk membunuhnya. Oleh karena itu,kami memberikan permintaan untuk anda mengirimkan seorang Hitman terbaik anda,yang masih berusia 15 tahun kesana. Dan jika dia berhasil membunuhnya,hadiah 81 juta Euro akan diberikan kepada anda. Beberapa pembunuh yang sudah dikirimkan kesana adalah Irina Jelavich,AI milik pemerintah,dan Horibe Itona. Kami memohon dengan seberat-beratnya,dan sebagai gantinya,kami akan melepaskan semua anggota Vongola yang kami tahan.

Menteri Pertahanan Italia,Ortius Draco

'81 Juta Euro,itu tidak terlalu besar,tapi mereka bilang akan membebaskan semuanya,baiklah akan kulakukan'pikir Tsuna sambil memanggil seorang pelayan. "Arfono,bisakah kau panggilkan Lighning ku?"pinta Tsuna.

"Baiklah,Decimo sama"balas seorang pria tua dengan pakaian pelayan sambil membungkukkan badan.


Beberapa hari kemudian...

Seorang anak lelaki dengan rambut hitam nya yang ikal dan mata hijau yang menyorotkan aula pemalasnya sedang mendaki gunung sambil menggerutu.

"Ya ampun,siapa pula orang gila yang mempunyai ide untuk membuat sekolah di gunung!?"gumamnya. Dia sudah bosan memanjat ratusan tangga sejak tadi. Bukannya dia lelah,karena seorang anak kecil sadis pernah memaksanya memanjat Himalaya bersama Tsuna nii nya. Tapi jujur,dia bisa melakukan seratus hal lain dalam waktu yang di habiskannya sekarang.

Dia masih mengingat percakapan yang dilakukan dengan kakaknya dua hari lalu.

Flashback"Apa maksudmu,Tsuna nii?,nilaiku cukup bagus,jadi kenapa aku harus masuk Class E SMP Kunugigaoka?Heck,Tsuna nii,aku tahu seperti apa sekolah itu!itu dipenuhi oleh orang-orang yang merasa dirinya spesial!"Protes Lambo kepada kakaknya."Tenang,Lambo,aku tahu nilaimu jauh lebih baik dari orang kebanyakan,aku juga tahu kau bisa mendapat nilai sempurna bahkan tanpa berusaha keras,tapi,ini misi,oke?"Balas Tsuna sambil tersenyum. "Ini menyangkut tentang kehancuran bulan..."."Lalu?apa hubungannya itu denganku?tunggu,kau tak berencana mengatakan aku tak sengaja melakukan Elettrico Cornata dalam tidur dan menghancurkan bulan kan?"ucap Lambo sambil memakan permen anggur simpanannya."Tentu tidak...ini misi pembunuhan,aku ingin kau membunuh orang yang menhancurkan bulan..."."Lalu?apa yang akan kauberikan jika aku berhasil?"."Aku akan memberikan segala jenis permen didunia untukmu"."Hah?"Lambo bertanya seolah-olah Tsuna akan memberikan air putih padanya. "Kau tahu,aku bisa mendapatkan itu sendiri,kau tahu?"."Hhh,aku akan meminta Reborn untuk tidak merebutnya"."Deal".Flashback EndLambo akhirnya berhasil mencapai ke bagian akhir tangga. Dia langsung memerhatikan bangunan tua didepannya. 'Ya ampun,diskriminasi di sekolah ini benar-benar keterlaluan,kenapa gedung ini bahkan tidak diperbaiki hanya karena ini milik kelas E?'pikir Lambo. Dia juga melihat kesekeliling. Harusnya ada yang menunggunya disana,dia tidak bisa langsung masuk dan mengucapkan 'hai!' kan?.

Tiba-tiba,muncul seseorang dari dalam gedung. Dia memiliki rambut yang berduri dan wajah ekstra serius. Dia menghampiri Lambo yang hanya berdiri disana.

"Halo,kau pasti Bovino Lambo,namaku Karasuma Tadaomi,aku akan menjadi Guru P.E mu"ucapnya merpekenalkan diri. "Aku akan membawamu ke kelas,ikuti aku".

"Hai..."balas Lambo dengan malas-malasan.

Bagian dalam gedung itu,walaupun bersih,bahkan lebih reot daripada luarnya. Lambo bertanya tanya kapan itu akan runtuh. Well,Jepang sering mendapat banyak gempa bumi,jadi tempat ini sepertinya sangat tidak aman.

Mereka akhirnya masuk kedalam kelas. 'What the Heck?Merah?Hijau?Biru?apakah sekolah ini mengizinkan murid-muridnya mewarnai rambut?'Pikir Lambo. Yah,dia banyak bertemu orang berambut aneh juga,tapi dia bahkan tidak percaya kalau itu normal sejak lahir,seperti Byakuran atau Verde misalnya,atau mungkin Chrome atau Mukuro. Dia masih bersikeras pada pendiriannya kalau mereka mewarnai rambut mereka.

"Kelas,ini adalah Bovino Lambo,dia akan menjadi anggota kelas ini,mulai hari ini,ada pertanyaan?"ucap Karasuma.

Seorang anak berambut coklat muda bernama Maehara mengangkat tangannya. "Siapa kau?"tanyanya. "Apakah kau datang kesini untuk membunuh Koro Sensei?".

"Aku Hitman,dan yeah,aku datang untuk membantu kalian membunuh Koro Sensei"jawab Lambo sambil bersandar ke dinding.

"Ne,ne,kenapa kau memiliki tanduk?"Tanya seorang anak perempuan berambut hijau.

Lambo baru menyadari kalau dia masih memakai tanduknya. Itu membuatnya sangat malu,kenapa dia lupa melepasnya,sialan!. Lalu dengan secepat kilat,dia langsung melepas tanduknya.

"Eh...itu...senjataku,ada masalah?"balas Lambo. Shit,dia kelepasan mengatakan itu senjata,sekarang semua orang akan tahu kalau itu bukan tanduk biasa. Ahodera akan memukulnya jika dia tahu ini.

"Hee..."ucap seorang anak berambut merah. "Jadi selain gurita,kita memiliki sapi juga disini".

"Diamlah!"ujar Lambo. "Karasuma Sensei,aku yakin tempat dudukku di belakang kan,jadi-".

Ucapannya terhenti saat dia melihat 'seorang?' gurita raksasa dan seorang wanita yang memakai pakaian yang terbuka.

"Nufufu,kenapa kau tidak memberitahuku ada anak baru yang sangat menarik,Karasuma sensei?"tanya SiGurita.

Karasuma hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.

"Ara,Kau sangat tampan,biarkan aku memberikan mu ciuman selamat datang"ucap wanita itu sambil menghampiri Lambo.

Lambo langsung menjauh. "Persetan aku akan mau mendapatkan itu,Bitch!"Ucapnya sambil menunjuk wanita itu dengan jari kiri nya,yang jelas-jelas memperlihatkan Vongola Ring nya.

Wanita itu,atau yang sering dipanggil 'Bitch Sensei' melihat cincin itu,dan jelas-jelas mengenalnya. "Vongola Ring?Karasuma,jangan bilang...anak ini...".

Karasuma mengangguk,sementara si gurita,atau Koro sensei menghampiri Lambo. "Itu cincin yang sangat indah,Lambo kun,sepertinya bentuknya agak berubah sejak terakhir kali aku melihatnya ya?".

"Eh,kau mengenalnya,Tako/Koro Sensei?"tanya Lambo dan Kelas E bersamaan.

"Ya,tentu saja aku tahu!itu adalah benda yang sangat berharga di Dunia bawah!"jawab Korosensei.

"Tunggu!,jangan kau berani-berani menjelaskannya,Tako!kau akan melanggar Omerta!"ucap Lambo pada Koro Sensei.

"Aku tahu,Lambo kun,nah sekarang,pergilah ke tempat dudukmu,kelas akan dimulai!"Ucap Korosensei.

TBC~~~


A/NAhaha,daridulu aku selalu ingin menulis ini. Kadang-kadang aku agak penasaran,kenapa dalam Crossover cerita tentang Lambo jarang dibuat. Ngomong-ngomong,inilah beberapa penjelasan dalam Fanfic ini! ,saat Lambo berusia 15 tahun. VG nya telah diubah menjadi cincin,agar dia tetap mudah membawanya (Kau tak bisa membayangkan seorang remaja membawa helm kemana-mana kan?). Tapi dia masih bisa merubahnya menjadi VG sesukanya. Lambo!aku tidak akan menambahkan 'Yare yare...' atau 'Ore sama'khasnya. Karena aku terlalu malas. Disini Lambo akan menjadi orang yang pintar,karena ia sudah banyak mendapat privat dari Gokudera dan Reborn.3. Waktu Ankyou disaat Season 2 mulai,setelah mereka pulang dari Okinawa.Apakah aku harus memunculkan I-Pin juga?karena aku agak tertarik membuat LamboxI-Pin. Ini Fanfic pertamaku,jadi nikmati dan RR!