Naruto menatap desa kelahiran nya dari atas kepala Yondaime dengan wajah sendu.

Dia ingat beberapa bulan yang lalu, mungkin dia tidak akan bisa bermimpi untuk melihat pemandangan yang menenangkan ini. Bagaimana desa nya terlihat damai dan tentram, dengan orang-orang nya yang dengan santai bercengkrama ria tanpa beban, tak menyadari bahwa beberapa tahun ke depan dunia ini akan dalam bahaya yang mengancam kelangsungan ekosistem kehidupan mereka semua. Tidak ada yang tahu bagaimana mengerikannya itu semua, kecuali dia.

Naruto menghela napas, mencoba berpikir ke arah apa yang belakangan ini sedang ia kerjakan.

Jika kalian berpikir seperti apa yang kalian pikirkan, maka ya, Naruto memang telah kembali ke masa lalu dari masa depannya yang sangat gelap. Masa depan dimana Kaguya berhasil memporak-porandakan dunia dan Naruto dan yang lain tidak bisa menghentikannya. Masa depan dimana semua orang mati, dan tidak ada yang bisa dilakukan dengan itu. Kaguya terlalu kuat bagi tiga anak yang tak pernah menghadapi perang mengerikan, seorang pria yang hidup nya masih selalu dalam dukacita, seorang pria yang seharusnya sudah mati menjadi pahlawan di Perang Dunia Shinobi ke Tiga, dan empat mayat hidup, untuk dihadapi. Mereka kalah kekuatan. Dan kegilaan.

Dalam waktu lima tahun, tidak ada yang tersisa. Naruto dan Sasuke sudah dapat membebaskan semua orang dari Mugen Tsukoyomi, tapi itu semua hanya menempatkan mereka dalam situasi berbahaya. Kaguya dengan mudah menghabisi para pasukan Aliansi Shinobi, dan menyisakan beberapa orang dalam grup survivor nya. Semua gugur, menyisakan team 7, Obito, dan empat Edo Tensei Hokage.

Di menit-menit terakhir sebelum Naruto dan Sasuke mengaktifkan jutsu perjalanan waktu dengan sisa-sisa kekuatan yang Rikūdõ Sannin berikan, Obito gugur karena mengulur waktu untuk mereka. Lalu Sakura, yang gugur saat dia menghalangi sebuah duri panjang yang besar yang akan menembus tubuh Sasuke, dia masih se-cinta itu dengan si Uchiha. Dan kemudian Kakashi, yang gugur di pelukannya, berkata bahwa dia bangga karena memiliki nya sebagai murid, dan meminta maaf karena telah gagal menjadi guru yang baik bagi mereka. Keempat Hokage telah lama tidak terlihat wujudnya.

Lalu, disaat-saat terakhir, disaat mereka sudah siap untuk pergi, Sasuke meloncat keluar dari rangkaian Fūin yang mereka buat. Menghalangi Kaguya dan pasukannya untuk mendekat. Berkata bahwa Naruto harus pergi sendiri, mereka tidak bisa pergi bersama. Berkata bahwa dia berterima kasih karena telah menjadi temannya, sahabatnya, saudaranya. Dan meminta agar 'dirinya' nanti disadarkan segera dari keinginan balas dendam yang kelam itu.

Naruto menangis. Berkata bahwa dia pasti akan melakukannya. Dia berjanji akan melakukannya. Lalu pergi dan sampai di tengah-tengah hutan yang tadinya (atau nantinya?) akan menjadi arena pertarungan antara mereka dan Kaguya.

Selama satu setengah bulan, Naruto berkelana dan memburu para member Akatsuki dan memberikan kepala mereka yang bernilai tinggi. Naruto pergi menemui Nagato dan Konan, menyadarkan mereka bahwa mereka hanyalah boneka yang sedang digunakan, dan memberikan tempat persembunyian sementara untuk mereka. Dia masih tidak bisa bertemu Obito, karena sekarang dia masih terpengaruh sekali dengan Zetsu sialan. Dan Itachi masih berpikir bahwa pembantaian para Uchiha adalah salahnya, dan dia perlu dihukum.

Cih, dasar masokis. Itu kata Kurama.

Jadilah, Naruto pergi ke Konoha. Untuk kembali merasakan Rumah. Untuk kembali melihat semua wajah dari orang-orang yang disayanginya. Untuk melihat dirinya yang lebih muda.

Naruto mengatakan semuanya pada Sandaime-jiji. Semuanya. Bahwa dia dari masa depan, dia tahu siapa sosok ayah dan ibunya, alasan mengapa jiji tidak memberitahukan nya. Lalu di lanjut dengan semua kejadian mengerikan yang akan datang, tentang Invasi Oto dan Suna, tentang kematian Jiji ditangan Orochimaru, tentang Tsunade baa-chan yang menjadi Godaime Hokage, tentang training trip nya bersama Ero Sannin, tentang Akatsuki yang memburu para Bijū, tentang rencana Mata Bulan, tentang perang Dunia Shinobi ke Empat, tentang Madara Uchiha, tentang kebangkitan Kaguya, dan tentang kehancuran dunia karena Dewi sialan itu.

Itu semua dilakukan hinga seharian. Dengan bantuan dari Yamanaka Inoichi, Sandaime-jiji melihat kedalam pikirannya bersama dengan Nara Shikaku. Ikut melihat semua kengerian di masa depan. Naruto tidak bisa melarang mereka jika ingin dipercaya.

Dan di akhir Naruto diterima dengan tangan terbuka lebar. Sandaime-jiji meminta maaf karena ketidakmampuan nya, membuat hidup Naruto penuh dengan kesedihan karena kesepian. Tapi Naruto pikir itu tak masalah, semua itulah yang membuatnya menjadi seperti sekarang.

Naruto menyugar rambut panjang merahnya yang berkibar karena hembusan angin musim semi.

Kurama membantu nya mengubah penampilan secara permanen. Dia tidak lagi memiliki rambut kuning vibrant yang menyaingi matahari, tetapi rambut merah darah seperti ibunya, seperti seorang Uzumaki yang seharusnya. Tanda kumis di kedua pipinya tak lagi ada, sekarang pipinya mulus dan tak berbekas. Dan mata nya tak lagi sebiru langit, melainkan kehijauan seperti air danau. Penampilan seorang Uzumaki Naruto yang dulu telah hilang tak berjejak.

'Tidakkah kau punya janji temu, kit?' Suara Kurama menggema di kepalanya.

'Nah, biarkan sedikit lebih lama lagi, ku dengar dia lebih pintar dariku dulu sewaktu seumuran dengannya. Kalau aku benar, dia pasti telah mendengar rumornya.'

Kurama hanya menggeram di dalam kepalanya, seperti saat dia sedang bersiap untuk tidur siang. 'Terserah kau saja.'

Naruto terkekeh, mengingat satu fakta yang diberikan Sandaime-jiji saat Naruto menyarankan nama lain untuknya karena dirinya yang lebih muda pasti telah memiliki nama yang sama.

"Kau bisa menyimpan nama mu, Naruto," kata Sandaime-jiji tersenyum.

Naruto mengangkat kedua alisnya dengan bingung. "Kenapa? Lalu diriku yang lain bagaimana?"

"Namanya Narumi. Dan dia adalah seorang gadis 12 tahun yang cantik dan cerdas."

Saat itu Naruto hampir saja pingsan, mengetahui bahwa dia bukannya kembali ke masa lalu, melainkan ke dimensi lain. Dan dirinya yang lain adalah perempuan. Kurama hanya tertawa karena itu.

Tapi tak apa, Naruto akan tetap melindungi dunia ini. Karena dia tak ingin siapapun mengalami hal yang sama sepertinya di dunianya dulu. Naruto akan tetap melindungi orang orang yang dia sayang disini.

'Ayo kita kunjungi imouto ku dan dirimu yang lain, Kurama.'

'Hmm,'

.

.

.

.oOo.

Huahahaha! Kembali dengan cerita Self Insert ke Naruto. Padahal yang satunya aja masih jauh banget dari kata selesai :v

Aku selalu membayangkan. Akan jadi apa kalau seorang SI sama time traveller ketemu? Satunya punya pengetahuan tentang masa depan karena mengalami, satunya punya pengetahuan karena menonton.

Dan jadilah aku bereksperimen!

Gak kayak di 'To Be Naruto' dimana self-insert nya punya keresahan berlebihan dengan sifat yang agak unik dan mulut pedas, self-insert disini agak kasar dan gak pedulian sama dunia. Mana gitu ketemu pula sama tipe-tipe future!Naruto yang udah mengalami masa-masa gelap karena Kaguya yang menuntutnya jadi agak berbayang meski masih punya sifat kayak sunshine.

Aku gak tau kalau projek ini bakal berjalan atau enggak, karna ini adalah eksperimen disaat gabut. Jadi mohon maaf ya kalau suatu saat ff ini bakal berhenti total.