"Baiklah, aku akan mereinkarnasikan mu!"

"Apa!? Dimana ini!? Siapa kau? Apa hak mu mereinkarnasikan ku!?"

Di ruang hampa serba gelap itu, hadir 2 sosok humanoid dengan warna tubuh yang hampir serupa, meski dengan wujud yang sama sekali berbeda. Yang satunya berwujud ksatria dengan tubuh yang didominasi warna hitam dan dilengkapi armor-armor warna emas berkilau. Satunya lagi lebih pantas disebut monster mengingat gigi-gigi tajam pada mulutnya, tubuh berwarna putih diselingi warna hitam dan armor-armor berwarna emas. Mereka saling berhadapan. Yang satunya berdiri tegak dan satunya lagi duduk mengambang diudara.

"Tak perlu panik begitu, Ohma Zi-O. Atau aku harus memanggilmu Sougo?" Ujar sosok humanoid yang duduk mengambang di udara. "Perkenalkan, namaku Chimerazor. Lebih akrabnya dipanggil Z. Selamat datang di alam mimpi ku."

"Alam mimpimu? Apa yang sebenarnya terjadi pada ku?" Tanya sosok yang dipanggil Sougo alias Ohma Zi-O dengan nada suara nan terkesan berat.

"Kau tidak ingat saat dirimu, Tokiwa Sougo yang masih muda mendapat kekuatan Ohma Zi-O dan dia memutuskan untuk mereset aliran waktu dimana dirimu seharusnya berada? Akibatnya kau terbuang di lorongdimensi ruang dan waktu. Lalu berakhir di sini." Z balik bertanya. "Haha, aku tak menyangka kau akan membiarkan dirimu terhapus dari garis waktu."

"Itu benar." Balas Ohma Zi-O. "Yah,meski begitu aku tetap bersyukur. Setidaknya dengan begini, dia bisa mendapat masa depan yang lebih baik dari ku. Aku tak menyesalinya. Bertemu dengannya, adalah hal yang paling aku syukuri dalam hidupku."

"Kau terlalu baik untuk ukuran seorang raja iblis, Sougo-kun."

"Kita kesampingkan hal emosional itu dulu. Jadi, kenapa aku bisa berada di sini?" Ohma Zi-O meluruskan pembicaraan mereka kembali.

"Ah iya, aku sampai lupa. Mengingat terhapusnya kau dari garis waktu mu, kau terlempar ke lorong dimensi ruang dan waktu seperti yang aku katakan sebelumnya. Itu merupakan sebuah anomali yang sangat berbahaya. Jadi aku menyelamatkanmu dan membawamu kemari untuk menghindari dampak serius pada aliran ruang dan waktu. Juga untuk menyelamatkan dirimu dari garis waktu lainnya agar keberadaan mereka tak terpengaruh olehmu." Terang Z panjang lebar.

"Segawat itu kah?"

"Garis waktu bukanlah hal yang bisa dipermainkan sesuka hati, kau pun pasti tahu hal ini. Ini adalah masalah yang kompleks. Satu-satunya pilihan yang aku punya saat itu adalah membawamu ke alam mimpiku ini, baru setelah itu kita tentukan nasibnya selanjutnya."

Ohma Zi-O memperhatikan sekeliling. Sepertinya dia kebingungan. "Ini alam mimpi mu? Lalu dimana kau yang sebenarnya?" Tanya dia lagi.

"Tertidur. Aku menidurkan diriku sejak 800 juta tahun yang lalu. Rasanya hidupku sudah sempurna saat itu, jadi aku berencaca untuk beristirahat dengan tenang sambil terus menunggu ajal datang menjemputku."

"800 juta tahun?" Ohma Zi-O memiringkan kepalanya. "Alam mimpimu? Garis ruang dan waktu? Tunggu dulu, kau bukanlah makhluk hidup biasa. Kau... Apakah kau ini dewa?"

"Hahaha, bukan. Aku hanyalah monster tua biasa yang hidup berkelana dari satu alam semesta ke alam semesta mana yang tak dapat diselamatkan, dan menyelamatkan mana yang masih memiliki harapan. Yah, itu dulu sih. Sekarang aku lebih suka duduk sendiri disini, bermain dengan mimpiku." Z menjentikkan jarinya. Dengan begitu, ruang hampa itu dipenuhi oleh bintang-bintang nan indah layaknya di luar angkasa. "Kurang lebih seperti itu."

"Bukankah itu sudah pantas disebut dewa?"

"Entahlah. Memangnya apa standart untuk menjadi dewa? Kalau memang begitu, itu berarti kau pun juga sudah pantas untuk disebut sebagai dewa bukan?"

Suasana menjadi sedikit hening sejenak. Namun Ohma Zi-O kembali memulai pembicaraan.

"Jadi selanjutnya apa yang akan terjadi padaku?" Ohma Zi-O mempertanyakan nasibnya.

Z nampak berfikir. "Tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu. Saat ini, aku hanya punya 2 pilihan; mereinkarnasikan mu ke dunia yang lain dimana tidak ada Tokiwa Sougo di dalamnya, atau melenyapkanmu sepenuhnya. Aku tak bermaksud ingin memaksamu, tapi aku menganjurkanmu untuk direinkarnasikan ke dunia yang aku pilih. Setidaknya dengan begitu kau tidak mati sia-sia. Karena meskipun kau ini dijuluki raja iblis di dunia asalmu, tetap saja kau pernah menyelamatkan dunia mu dari kehancuran. Kau tetaplah seorang pahlawan. Itu adalah potensi yang tak ingin aku sia-siakan dari mu, Sougo-kun."

"Kalau aku boleh tahu, dunia macam apa yang akan aku tinggali?" Tanya Ohma Zi-O lagi.

"Yang pastinya, di dunia itu tak ada Kamen Rider. Di dunia asalmu, dunia ini mungkin lebih dikenal dengan sebuatan dunia fantasi. Isekai, semacam itulah. Kalau tidak salah,anime bergenre isekai fantasi cukup tenar pada tahun 2015-an di dunia mu bukan? Kau tidak pernah nonton? Kau tahu, seperti Overlord dan Tate no Yuusha. Kira-kira hal serupa akan terjadi padamu."

"Maksudmu seperti Sword Art online? Aku tak terlalu suka nonton anime sih, aku hanya tahu dari teman-temanku saja. Aku lebih suka nonton hal-hal berbau sejarah seperti film dokumenter dan sejenisnya."

"Hah, apa itu Sword Art Online? Ah, lupakan. Jadi bagaimana pilihan mu, Toki no Ouja?"

Ohma Zi-O terdiam. Dia berfikir keras. "Aku tak yakin pak tua sepertiku pantas untuk di-reinkarnasikan kembali. Tapi kurasa aku tak punya pilihan ya?"

"Heh, baguslah!" Z bertepuk tangan gembira. Dia mengangkat tangan kananya, mengumpulkan sedikit energi miliknya yang kemudian memadat dan membentuk sebuah Ridewatch berwarna emas-hitam dengan corak nan indah, dan bergambar wajah dirinya. Ditambah juga tanda ∞ pada penanda tahunnya. " Sebagai tanda persahabatan kita, aku ingin kau memiliki ini."

"Ridewatch kekuatanmu? Luar biasa!" Ucap Ohma Zi-O terkagum-kagum. Diraihnya Ridewatch itu, lalu dia sematkan pada armor bahu bagian kirinya.

Z berdiri. "Baiklah, langsung saja. Apa kau siap, Ohma Zi-O?"

"Ya." Balas Ohma Zi-O mantap. "Aku rasa, aku bisa melakukannya!"

.

.


.

.

Go Isekai! Ohma Zi-O!

Chapter 1

That Time i Got Reincarnated as Ohma Zi-O

.

.


.

"Arghhh. Apa yang terjadi?"

"Akhirnya kau bangun juga! Bagaimana? Aku mereinkarnasikan mu kembali ke wujud dirimu yang masih muda. Saat ini kau adalah Tokiwa Sougo yang berusia 18 tahun!"

Ohma Zi-O alias SOuo yang telah direinkarnasikan menjadi dirinya yang masih muda tersadar dirinya tengah berada di hamparan padang rumput yang sangat luas. Dengan Ridewatch bergambar wajah Z melayang-layang di hadapannya.

"Z? Kau kah itu?" Tanya Sougo muda.

"Ya! Dengan begini, kita bisa tetap saling berkomunikasi. Jadi jika ada yang ingin kau tanyakan, tinggal aktifkan saja Ridewatch ini."Balas Z melalui Ridewatch itu.

"Jadi ini dunia yang kau maksud? Kira-kira apa yang harus aku lakukan disini?" Tanya Sougo lagi.

"Semua terserah pada mu Sougo-kun. Seperti yang aku katakan, dunia ini adalah dunia fantasi. Daratan yang kau pijaki saat ini dikenal sebagai tanah Athea. Ada 8 Kerajaan besar yang menduduki tanah ini dan masing-masingnya di kuasai oleh ras-ras yang berbeda seperti Manusia, Manusia setengah hewan, Orc, Elf, Undead, Dwarf dan segala macamnya. Kau boleh saja membuat kerajaan barumu atau menghancurkan kerajaan yang kau inginkan jika kau mau. Bahkan jika kau mau, kau boleh saja menghancurkan alam semesta ini." Jawab Z.

"...Jangan-jangan, awalnya kau ingin menghancurkan alam semesta ini?"

"...Ya. Begitulah rencanaku pada awalnya. Perang berkepanjangan, alam yang mulai mereka rusak, dan tindakan biadab yang tanpa henti. Tujuanku utamaku mereinkarnasikan mu kedunia ini, adalah agar setidaknya dunia ini bisa menjadi lebih baik. Jadi, gunakanlah kekuatanmu, untuk mengubah dunia ini."

"...Aku mengerti..."

"Oh iya, aku hampir lupa. Aku sudah menambahkan pemahamanmu sehingga kau bisa mengerti bahasa dan tulisan di dunia ini. Dengan begitu, ku harap kau tak akan ada kesulitan ke depannya. Semua aku serahkan padamu. Dah ya!"

Dengan begitu, Ridewatch itupun mati dan jatuh ke tanah. Beruntung Sougo dengan sigap meraihnya. Tepat 10 centimeter sebelum benda itu mencium tanah. "Dasar. Dia tak tahu seberapa rapuhnya benda ini." Keluh Sougo.

Sougo berdiri. Dilihatnya sekeliling hanya ada hamparan rumput yang membentang luas. Gunung-gunung yang menjulang tinggi terlihat jelas dari kejauhan. Dunia yang begitu indah. Terlalu indah untuk di hancurkan. Dia jadi bingung sendiri harus pergi kemana.

"Yah, daripada memusingkan hal itu. Ada 1 hal penting yang harus aku pastikan." Sougo memunculkan sebuah Ridewatch dari tangan kirinya. Ia putar Ridewatch itu, lalu dia tekan switch pada bagian atasnya. [Ryuga]. Dengan begitu, sebuah cermin seukuran tubuhnya muncul dihadapannya, memantulkan sosoknya.

"Hmm...ternyata benar. Ini wujudku saat aku berusia 16 tahun. Sudah lama sekali ya..." Ujarnya saat melihat pantulan dirinya di cermin itu. Sesosok anak muda bersurai coklat mengenakan kemeja berwarna pink dan celana berwarna krem. Dandanan favoritnya. "Jadi aku kembali menjadi remaja 16 tahun dan tetap memiliki kendali penuh atas kekuatanku. Subarashi... Z memang hebat."

Sougo memutuskan untuk melangkahkan kakinya pergi menurutkan instingnya yang sudah terlatih puluhan tahun di medan perang. Sebagai Ohma Zi-O, di sudah banyak terlibat pertempuran yang tanpa dia sadari telah menghancurkan dunianya sendiri. Meskipun pada awalnya, bukan itulah niatnya. Dia hanya ingin memperbaiki dunia yang sudah rusak oleh ulah Swarzt. Kehilangan teman-temannya, membuat Sougo menjadi pribadi yang berbeda. Dia menjadi sangat brutal dan tak akan segan-segan menghabisi nyawa mereka yang menentangnya. Hingga akhirnya, dirinya yang masih muda datang dari masa lalu dan mengingatkan dia akan siapa dirinya yang sebenarnya. Sejak saat itulah, dia selalu berusaha untuk membantu dirinya dari masa lalu itu untuk menjadi lebih kuat agar bisa menghadapi Swarzt dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Dan dia berhasil.

Sougo mengeluarkan sebuah Ridewatch bergambar wajah Kamen Rider Accel. Dia berencana untuk mensummon Accel dan merubahnya menjadi kendaraan untuk dia kendarai ke kota terdekat. Namun kemudian dia teringat kalau dunia fantasi ini berlatar abad pertengahan. Akan terlalu mencolok jika tiba-tiba saja ada orang yang mengendari sepeda motor di era ini.

Dari kejauhan, Sougo mendengar suara gemuruh kaki kuda dan dentingan baja. Suara itu mengisyaratkan ada lebih dari satu kuda yang saat ini sedang melaju kearahnya. Dari kejauhan, terlihat segerombolan ksatria dengan armor berwarna perak menghampirinya. Tapi bukan hanya ksatria itu, dibelakangnya juga ada sesosok monster humanoid bermata satu, bertubuh gendut dengan tinggi kurang lebih 5 meter mengejar mereka.

"Anak muda! Menjauh dari sana! Kau bisa mati dimakan oleh Cyclops!" Seru salah satu dari ksatria itu pada Sougo.

Sougo tak mempedulikannya. Dia keluarkan satu lagi Ridewatch. Dia putar, lalu dia tekan switch pada bagian atasnya. [Wizard! - Flame Please!]. Begitu Ridewatchnya diaktifkan, sebuah lingkaran sihir muncul di hadapan Sougo. Sougo kemudian menempelkan telapak tangannya ke lingkaran itu. Begitu telapak tangannya bersentuhan dengan lingkaran sihir, Api panas menyembur layaknya flamethrower dan membakar segala yang ada di depannya. Para ksatria itu lantas menjatuhkan kuda mereka dan tiarap ditanah sehingga monster besar yang dipanggil cyclops itu kena telak. Cyclops itu hangus terbakar dalam sekejap dan jatuh menjadi abu di tanah.

Sougo menyimpan Ridewatch miliknya kembali. Dia hampiri para ksatria itu. Mereka masih menatap penuh rasa tak percaya apa yang baru saja terjadi. "Untunglah kalian menghindar. Aku tidak yakin kalian masih bisa hidup jika sampai kena tadi." Ujar Sougo.

"S-Siapa kau? Bagaimana bisa bocah sepertimu punya kekuatan sebesar itu?" Tanya salah seorang ksatria itu. Dia berada paling depan dengan armor yang sama persis seperti rekan-rekannya. Hanya saja ada beberapa bagian yang berbeda dan dilapisi emas. Boros sekali.

"Begitukah caramu menanyai seseorang? Gunakan adabmu!" Balas Sougo tak terima. "Sampai jumpa lagi, kuharap kalian tak bertemu lagi dengan monster menyedihkan seperti tadi." Ucapnya pamit sambil berlalu meninggalkan mereka.

"Hei tunggu!" Ksatria berlapis emas tadi bangkit diikuti oleh anak buahya mereka berniat mengejar Sougo.

"Satu langkah lagi, maka kalian akan berakhir sama seperti makhluk itu." Sougo mengancam dengan nada suara berat khas Ohma Zi-O miliknya.

Ksatria berlapis emas itu membungkuk. "Aku minta maaf karena sudah bersikap kasar padamu. Setidaknya, izinkanlah berterima kasih atas pertolonganmu!" Pintanya.

Sougo berbalik. "Berterima kasih...?"

.

.

.

.

.

.

Kerajaan Manusia - Wahl

"Ahh...Bir ini benar-benar enak. Ini bir terenak yang pernah aku minum!" Seru Sougo selepas meneguk segelas bir yang diberikan padanya. "Ah...rasanya seperti hidup kembali setelah dihidupkan kembali. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku minum bir seenak ini."

"Haha! Benar kan! Ini rasa terima kasih kami karena kau sudah menyelamatkan nyawa kami dari kejaran Cyclops barusan." Balas ksatria dengan armor berlapis emas tadi. Aku benar-benar tak menyangka anak seumuran mu bisa minum sebanyak ini. Tunggu sebentar, rasanya perutku mulai mual."

"Komandan!"

Di luar dugaan, para ksatria itu menjamu Sougo di sebuah bar mewah di ibukota kerajaan milik manusia, Wahl. Sougo yang sudah lama sekali tak bersenang-senang pun tak punya asalan untuk menolak. Dengan berkuda dia dibawa ke ibukota kerajaan. Disana, dia mendapati hal-hal yang sangat berbeda dengan apa yang dia harapkan. Tak ada bangunan bergaya gotik ataupun Romanesque yang khas abad pertengahan, malah terlalu modern. Kebudayaan yang sama sekali berbeda dan banyak hal lagi yang tak sesuai ekspresinya. Hal ini membuatnya sedikit kecewa dan lega disaat yang bersamaan.

"Ini makanannya tuan!" Seorang pelayang mengantarkan sepiring besar daging bakar yang masih panas ke atas meja. Para ksatria itu bersama komandan mereka pun langsung melahapnya dengan nikmat. Sougo hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka. Boys will be boys.

"Hei tuan komandan. Aku mau tanya." Sougo memulai pembicaraan.

"Ng? Jangan panggil aku begitu. Aku tidak sedang dalam tugas kau tahu." Balas pria berambut pirang itu. perawakannya sangat mirip dengan Jin Kisaragi dari seri Blazblue. "Panggil saja aku Nolan."

"Y-Yah. Baiklah Nolan-san. Tadi aku melihat ada beberapa bangsa elf, manusia setengah binatang dan dwarf di luar sana. Aku kira harusnya kalian saling berperang?" Tanya Sougo.

"Kau tidak tahu ya? Akibat penyerangan para dewa 20 tahun yang lalu, ke-6 kerajaan terpaksa bersatu agar tetap bisa bertahan hidup." Jawab Nolan.

"Penyerangan para dewa?"

"Yah. 20 tahun lalu, Sembilan dewa turun dari langit ke bumi dan meluluh lantakan segalanya. Mereka mengatakan kalau hari itu adalah hari penghakiman bagi kami. Kami yang tak mampu melawannya terpaksa hanya bisa lari dan bersembunyi dari mereka. Hanya kerajaan undead lah satu-satunya kerajaan yang mampu menahan kekuatan mereka. Sementara malangnya, kerajaan Lizardmen lenyap tak bersisa akibat ulah mereka dan mereka menggantinya menjadi kerajaan baru yang dihuni oleh minion mereka yang mengerikan."

"Memangnya kenapa para 'dewa' itu sampai menyerang kalian? Apa kalian berbuat salah?"

Nolan menggeleng. "Kami tak tahu. Hari itu, tiba-tiba saja mereka turun dari langit dan langsung menghancurkan segala yang ada dimata mereka. Penyerangan itupun berlangsung selama 5 bulan tanpa henti. Hingga mereka merasa cukup dan pergi meninggalkan tanah Athea ini. Meski begitu, mereka berkata suatu hari nanti mereka akan kembali. Dan saat itu akan menjadi akhir bagi kami semua."

Sougo meneguk lagi bir di gelasnya. "Jadi enam kerajaan tersisa bersatu untuk menghadapi serbuan mereka? Lalu bagaimana dengan yang satu lagi? Bukankah harusnya ada 7 kerajaan sekarang?"

"Yah. Yang satu lagi itu kerajaan Undead. Dari dulu mereka sudah menjadi musuh 7 kerajaan lainnya. Jadi bisa dibilang mustahil mereka mau bergabung." Balas Nolan lagi.

"Dasar. Sudah jelas hidup kalian dalam bahaya, kalian masih saja sempat saling bertarung." Sougo meneguk bir untuk yang kesekian kalinya. Dia termenung. "Ini sedikit berbeda dengan deskripsi yang diberikan oleh Z. Tapi garis besarnya cukup sama." Gumamnya.

Nolan keheranan sendiri melihat Sougo. "apa kau bilang sesuatu Sougo?"

"Eh, tidak. Lupakan saja. Aku hanya sedang bergumam." Jawab anak itu.

Mereka lanjut menikmati hidangan yang tersedia di meja.

Tiba-tiba saja pintu masuk bar didobrak dari luar. Di pintu itu, berdiri seorang ksatria berarmor perak berdiri tertatih-tatih dengan nafas yang memburu kencang. "Komandan! Ini Gawat! Ribuan Minion datang menyerbu benteng di sebelah barat ibukota!" Katanya tergesa-gesa.

Serentak semua prajurit yang ada disana langsung berteriak. "APA!?" Mereka langsung bangkit, mengenakan kembali perlengkapan mereka dan langsung buru-buru keluar dari bar itu. "Sougo, carilah tempat berlindung yang aman!" Seru Nolan sebelum menghilang dari pandangan.

"Hari pertamaku di dunia ini dan aku sudah dilingkupi banyak masalah." Gumam Sougo. Dia tersenyum simpul penuh arti. Diteguknya gelas bir terakhir yang ada di atas meja. "Sepertinya dunia ini cukup menyenangkan."

.

.

.

.

.

ToBeContinued...