Has Ended

Disclaimer:Naruto dan DXD bukan milik saya

Warning:Author new, Typo betebaran, bahasa Terlalu kaku.

Genre:Horror, Thriller, Tragedy, Mystery, Drama, Romance, Ecchi, Harem (mungkin?)

Rate : M (buat Jaga-jaga)

Author: Shiraki

Pairing : ...?

Summary: Dunia yang lama sudah berakhir, kini Manusia hidup di jaman yang lebih keras dari jaman batu, dengan kondisi seperti ini. Ribuan nyawa hilang karena sebuah wabah, wabah yang memberikan kesengsaraan dan menjadikan Manusia sebagai mahluk yang terancam punah.


Pagi tiba, Matahari kini menyinari dunia dengan cahayanya yang hangat, tapi itu tidak bisa mencairkan suasana mencekam yang sedang terjadi kini.

"Ugghh..., sudah pagi kah?" gumam seseorang berambut pirang yang tak lain adalah Naruto, ia membuka matanya dan beberapa kali mengerjapkanya untuk menyesuaikan dengan sinar ultraviolet yang terang itu.

Srett! Grepp!

Naruto yang ingin bangkit dari tempatnya, tapi ia tidak bisa bangkit karena sesuatu menahan kedua tangannya. Naruto melihat ke samping tubuhnya dan ia bisa melihat surai ungu dan hitam yang memeluk tangannya dengan erat. Akeno dan Kuroka kini sedang memeluknya dengan erat, wajah keduanya terlihat damai dalam tidur mereka hingga membuat Naruto tidak enak untuk membangunkan kedua gadis ini.

Naruto berusaha melepaskan pelukan Akeno dan Kuroka dengan pelan, ia melakukannya agar mereka tidak terbangun. Naruto berhasil melepaskan tangannya dari dekapan Kuroka, lalu ia mencoba sisi satunya tapi sayangnya Akeno malah terbangun.

"Ahhh..., Pagi Akeno." ucap Naruto saat melihat Akeno yang terbangun, Akeno sendiri langsung melepaskan dekapannya dari Naruto dan mengusap matanya.

"Pagi, Naruto-kun." balas Akeno yang masih terlihat mengantuk, Naruto mencubit pipi Akeno pelan.

"Bersihkan dirimu, lihat ini sampe ngiler." ucap Naruto yang masih mencubit pipi Akeno, sedangkan Akeno berusaha untuk melepaskan cubitan Naruto.

"Iyha iyha! behhenti mechubhit pwipi khu!" teriak kecil Akeno, Naruto hanya tertawa renyah dan melepaskan cubitannya.

"Hahaha! maaf-maaf, habisnya pipi mu seperti minta dicubit." ucap Naruto dengan nada jahil, Akeno sendiri mengusap pipinya yang memerah.

Keributan kecil yang Naruto dan Akeno buat membuat semua terbangun, Kuroka yang berada di samping mereka dan melihat kejadian itu entah kenapa menjadi kesal.

Grepp!

"Akeno! jangan mencuri start lagi!" teriak Kuroka yang langsung memeluk Naruto dari belakang, tak lupa ia menekankan dadanya ke punggung Naruto.

Naruto yang merasakan sesuatu yang lembut menekan punggungnya hanya berkeringat dingin, sedangkan Shikamaru, Temari, Issei dan Rias hanya melihat adegan itu dengan santai, pasalnya ini bukan hal yang aneh mereka sudah melihat kejadian seperti ini seringkali hingga membuat mereka terbiasa.

"Apa maksudnya itu?" tanya Akeno dengan nada yang dibuat polos, Kuroka yang mendengar nada polos yang dibuat-buat Akeno menjadi kesal.

"Jangan bertingkah polos! Kuchisake Onna!"

"Apa maksudnya itu hah! Dorobo Neko!"

"Sudahlah kalian berdua, ini masih pagi. Jika kalian terlalu berisik para Zombie akan datang kesini." pisah Naruto kepada dua gadis itu, dapat terlihat percikan listrik diantara mereka. Setelah mendengar ucapan Naruto itu mereka langsung membuang muka mereka kearah lain dengan 'hmph' khas perempuan. "Kuroka bisa kau lepaskan pelukanmu? aku ingin melihat keadaan." bujuk Naruto agar Kuroka mau melepaskan pelukannya.

Setelah beberapa penjelasan yang cukup alot, akhirnya Kuroka melepaskan pelukannya hingga membuat Naruto bisa berjalan menuju jendela.

Naruto masih melihat dilapangan banyak Zombie, tapi saat dia melihat kearah kota Naruto hanya tersenyum miris. 24 jam sejak bencana Zombie menyerang, umat manusia kini sudah porak poranda, bangunan-bangunan banyak yang mengeluarkan asap atau gedung pencakar langit yang bisa runtuh kapan saja itu.

"Sekarang terlihat, bahwa manusia tidak se-Superior itu. Hanya satu kata untuk manusia sekarang, yaitu 'musnah'." ucap Naruto dengan pelan, lalu Naruto melihat kearah Shikamaru yang sudah di sampingnya.

"Ya, bagaimana sekarang?"

"Aku tidak tau, tapi kita harus pergi dari sini."

"Mungkin kita bisa mencari Teme dulu, soalnya kemarin aku berpisah dengannya." timpal Issei yang mulai ikut dalam obrolan, Naruto dan Shikamaru menaikan alisnya tanda bingung.

"Teme? memang dimana dia sekarang?" tanya Naruto kepada Issei, Shikamaru hanya mendengarkan tapi matanya tetap melihat kearah luar sekolah.

"Kemungkinan sih di UKS, soalnya kemarin kami berpencar." Issei mengatakannya dengan wajah santai, Naruto dan Shikamaru saling melihat satu sama lain dengan sedikit bingung.

"Baiklah, Issei kau dan Shika jemput si Teme itu. Aku akan mencari senjata di sekitar sini." kata Naruto membuka jendela di ruangan itu, ia melihat kebawah dimana ia melihat seseorang gadis yang ia kenal sebagai teman sekelasnya yang sudah menjadi Zombie dengan kepala yang sedikit hancur.


Naruto kini sudah berpisah dengan Issei dan Shikamaru yang menyusul Sasuke ke UKS, sedangkan dirinya sedang memasuki ruang klub-klub seperti klub pemanah. Lalu ia teringat bahwa Akeno mengikuti klub ini, mungkin ia bisa mengambil busur dan beberapa anak panah untuk Akeno.

Sedangkan Akeno sendiri masih di klub sastra bersama para perempuan, mereka para laki-laki sengaja untuk menyuruh para perempuan untuk menunggu di klub sastra untuk keamanan mereka.

Naruto mengambil beberapa anak panah, lalu ia mengambil busur yang dalam kondisi bagus. Selesai dengan kegiatannya itu Naruto keluar dari ruangan, tapi ia sempat untuk mengistirahatkan salah satu mayat yang ada disana.

"Sekarang kita pergi ke klub soujutsu." Naruto langsung berjalan dengan menggedong busur dan anak panahnya menuju klub soujutsu, klub yang memperdalami cara bertarung dengan tombak.

Naruto berjalan cukup jauh hingga ia melewati klub kerajinan, ia memutuskan untuk masuk karena mungkin klub kerajinan memiliki beberapa alat-alat tajam untuk kerajinan mereka yang mungkin akan berguna untuknya.

Saat ia ingin membuka pintu, tanpa diduga Naruto dikejutkan dengan Zombie yang melompat kearahnya, Zombie itu berusaha mengigit Naruto dengan giginya yang sudah berlumuran darah, Naruto dengan sekuat mungkin menahan leher Zombie itu agar tidak menggigitnya.

"Sial! aku tidak mau mati disini!"

Naruto yang merasakan anak panahnya yang berantakan berusaha meraihnya sambil menahan Zombie itu, tapi entah kenapa kekuatan Zombie itu sangat besar membuat Naruto menahannya mati-matian.

Grepp!

Srassshh!

Naruto berhasil mengambil anak panah itu dan langsung menusukan kayu itu tepat dileher Zombie itu sampai menembus kebelakang lehernya, darah mengucur dengan deras membuat Naruto terkena cipratan darah itu yang membuat wajahnya penuh darah.

Sreet!

Bruk!

Naruto menyingkirkan mayat itu dari atas tubuhnya, ia menarik nafas lega lalu memandang mayat Zombie itu dengan wajah penasaran.

'Apa kelemahan mereka ada dileher?' tanya Naruto saat melihat bahwa Zombie itu langsung mati, ia bangkit dari acara tiduranya.

"Cuih!" Naruto mengeluarkan dara Zombie yang sempat memasuki mulutnya, untung saja ia tidak menelan itu karena mungkin saja ia akan menjadi salah satu dari mereka.

Naruto lalu mengusap wajahnya yang berlumuran darah Zombie itu dengan tangannya, setelah membersihkan wajahnya dari darah menjijikkan para Zombie Naruto mengambil anak panah yang sempat ia tusuk tadi di leher Zombie itu.

Alangkah terkejutnya saat dia melihat sebuah batu yang tertancap diujung anak panahnya, Naruto mengambil anak panah itu lalu mencabut batu yang terlihat berlubang karena anak panahnya.

"Benda apa ini? apa ini ada hubungannya dengan Zombie itu yang tiba-tiba mati?" tanya Naruto entah pada siapa, sempat bingung akan hal itu tapi akhirnya Naruto memutuskan untuk mengabaikan itu untuk sementara dan mencabut batu itu dari anak panahnya dan menaruhnya disaku miliknya. Ia berniat untuk memberitahukan ini pada Shikamaru, karena mungkin Shikamaru mampu memecahkannya.

Ia bangkit dan memutuskan untuk masuk menuju klub kerajinan tangan, ia melihat pintu yang terbuka dan melihat banyaknya mayat yang sudah mati.

Naruto memasuki ruangan klub kerajinan dan dia banyak menemukan senjata tajam yang mungkin biasanya dipake untuk memahat, ia mengambil palu, kapak dan sebuah Katana yang memiliki sarung hitam biru, gagangnya berwarna biru tua yang makin terlihat seperti senjata di anime atau manga. Ia langsung menarik bilahnya yang berwarna perak terang dengan sedikit warna hitam dipunggung Katana itu.

"Aku tidak menyangka, mereka membuat hal keren seperti ini." kagum Naruto sambil terus memperhatikan bilah Katana itu, lalu ia melihat Zombie di dekatnya dan memutuskan untuk menguji coba ketajamannya.

Naruto mengangkat tangannya tinggi-tinggi, lalu kemudian.

Sringg!

Crassh!

Naruto memotong kepala Zombie itu dan terlihat kepala itu menggelinding karena terpisah dari tubuhnya, ia hanya bisa terpana melihat ketajaman Katana ini yang sangat baik, bahkan hampir saja ia mengira bahwa ini Katana yang dipesan Khusus ke pengerajin Katana yang profesional.

Naruto kembali menyarungkan Katana itu, lalu ia menaruhnya di tempat anak panah untuk lebih mudah membawanya.

"Sekarang apa aku teruskan atau kembali dulu untuk menaruh barang-barang ini?" gumam Naruto sambil memegang dagunya.


Shikamaru dan Issei kini sedang berjalan dengan hati-hati, mereka berusaha untuk menuju ke UKS untuk mencari Sasuke.

"Sial! mereka sangat banyak disana! bagaimana kita bisa lewat Shikamaru?" tanya Issei saat melihat kumpulan Zombie yang berada di lorong, Shikamaru yang melihat itu terlihat berpikir sejenak.

Shikamaru melihat Issei yang membawa besi dan dirinya yang membawa tongkat baseball, lalu ia melihat kearah kerumunan Zombie itu untuk melihat presentasi mereka bisa lewat.

Tapi sekeras apapun ia berpikir, ia tidak menemukan jawabannya karena tidak mungkin mereka bisa mengalahkan hampir 20 Zombie itu, sementara mereka hanya dua orang dan senjata yang tidak bisa bertahan lama.

Shikamaru dan Issei yang masih berpikir untuk mencari cara agar bisa terhindar, tiba-tiba mereka mendengar suara gaduh yang saat mereka lihat adalah siswa yang selamat, tapi siswa itu malah membuat kegaduhan yang memancing para Zombie mengejar mereka.

"Sial! apa yang mereka lakukan!?" maki Issei pelan saat melihat sekitar empat orang siswa yang tiga adalah siswa laki-laki dan satu siswi perempuan.

Shikamaru mengamati mereka karena tidak mungkin mereka bisa menyelamatkan orang-orang itu, Shikamaru melihat ada dua orang yang tertangkap Zombie tapi satunya berhasil lepas dengan luka gigitan ditangannya, lalu beberapa detik kemudian orang itu malah berubah menjadi Zombie dan menangkap siswi perempuan itu dan langsung menyerangnya.

"Shika..., kau lihat itu kan?" tanya Issei yang masih tidak bisa melepaskan matanya dari orang-orang yang dikejar Zombie itu, ia sendiri melihat sebuah fakta mengejutkan hingga membuatnya terdiam.

"Ya, virus itu bereaksi dengan cepat." balas Shikamaru pelan, lalu ia melihat kerumunan Zombie yang sedang mengigiti orang-orang tadi. "Jika kau tergigit, maka kau akan game over..." lanjut Shikamaru sambil menyandarkan tubuhnya ke tembok. 'Kenapa mereka langsung berubah? apa yang membedakan mereka dengan Takumo?' batin Shikamaru saat ia mengingat bahwa Takumo tidak langsung berubah.

Brak!

Issei memukul tembok didepan nya dengan kuat, hingga membuat suara bising, tapi tidak sebising yang dibuat oleh orang-orang itu hingga para Zombie tidak menuju kearah mereka, tapi tangan Issei yang memukul tembok hingga retak perlahan darah keluar dan mengalir turun dari tembok.

"Sialan!" hanya itu yang bisa terlontar dari mulut Issei.

Shikamaru juga hanya bisa diam, karena ini memang sudah menjadi neraka yang akan selalu menyakitkan. Mereka tetap disana untuk beberapa menit, karena mereka sekarang harus menenangkan gejolak batin mereka.

"Shika, kita pergi sekarang. Meskipun aku benci Sasuke, tapi aku tidak bisa membiarkan kawanku mati." kata Issei yang sepertinya sudah tersadar, Issei menggenggam erat besi miliknya tidak ada pancaran keraguan disana.

"Tentu," balas Shikamaru dengan senyum tipis melihat wajah bersemangat Issei, mereka langsung berjalan dengan langkah yang sepertinya sudah mantap tanpa keraguan.

Mereka terus berjalan tanpa peduli dengan suara Zombie yang membuat ramai, mereka juga menyerang beberapa Zombie yang menuju kearah mereka, tapi hanya bisa menghentikannya sesaat karena meskipun mereka sudah memukul kepala Zombie itu dengan keras mereka masih bangkit.

"Kita masih belum tau kelemahan mereka," kata Issei sambil memukul kepala Zombie perempuan.

"Kau benar, ini masih terlalu banyak misteri." balas Shikamaru dengan menginjak kepala Zombie tua yang terlihat seperti guru, tapi ia tidak memedulikan itu karena yang ia injak hanyalah Zombie yang bukan lagi manusia.

Mereka terus berjalan hingga tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan pintu UKS, Shikamaru dan Issei langsung mengetok pelan.

"Sasuke! kau didalam? jawablah!" tanya Issei sambil mengetuk pintu, Shikamaru sedang melihat kearah sekitar untuk memastikan keadaan aman dan tidak ada Zombie itu.

"Jangan berteriak bego!" bentak Shikamaru sambil memukul kepala Issei.

"Apaan sih?! kau juga berteriak!" balas Issei kesal.

Pertengkaran itu terus berlanjut dengan Shikamaru dan Issei yang saling tatap, tapi perhatian mereka tiba-tiba teralih saat pintu UKS terbuka dan ada tangan yang menarik kerah baju mereka untuk masuk.

Issei dan Shikamaru yang tidak siap akan tarikan itu terjungkal dengan posisi yang tidak elit, ternyata pelakunya adalah Sasuke sendiri dengan tatapan datar yang diarahkan ke mereka.

Di UKS itu Shikamaru dan Issei hanya melihat tiga orang yang tak lain ialah Sasuke, Sakura dan guru kesehatan mereka yang tidak lain adalah Rossweise. Issei sempat melihat banyaknya kantung mayat di ruangan itu dan sedikit terkejut.

"Apa yang kalian lakukan hah?" tanya Sasuke dengan nada khasnya, sedangkan Shikamaru dan Issei langsung berdiri dari duduknya.

"Tentu saja kami menyusulmu," balas Issei singkat, Shikamaru malah berjalan menjauh dan mendekati Rossweise dan Sakura yang sepertinya sangat sibuk.

"Oi Sasuke! mereka melakukan apa?" tanya Shikamaru sambil menunjuk Rossweise dan Sakura, sedangkan Sasuke yang tadi perhatiannya pada Issei langsung mengalihkan pandangannya pada Shikamaru.

"Mereka sedang meneliti," jawab Sasuke singkat, padat dan jelas. Issei yang mendengar itu langsung sweatdrop atas jawaban santai Sasuke, lain halnya dengan Shikamaru ia mencoba untuk mendekat dan mengintip apa yang sedang mereka teliti.

Shikamaru mendekat dan melihat sebuah batu berwarna hijau, tapi anehnya batu itu seperti memiliki akar.

"Apa itu batu giok?" tanya Issei yang ternyata sudah berada disamping Shikamaru beserta Sasuke, Shikamaru mengalihkan kepalanya menghadap Issei dengan tanpa ekpresi.

Issei yang melihat tatapan Shikamaru yang tidak mengenakan baginya lalu bertanya.

"Apa?"

"Kau bodoh," dengan mulusnya Shikamaru menghina Issei tanpa keraguan sama sekali. "Itu bukan batu giok! lihat lebih dekat bego." lanjut Shikamaru dengan nada kesal.

"Mana kutahu! itu sekilas seperti batu giok!"

"Itu batu yang ditemukan dimayat Zombie." Sasuke tiba-tiba memasuki percakapan mereka, Shikamaru dan Issei serentak mengalihkan pandangannya pada Sasuke.

"Maksudmu?" tanya mereka berdua serempak, sedangkan Sasuke masih menatap ketempat Rossweise dan Sakura.

"Mungkin itu adalah penyebab dari wabah ini, waktu kami menemukan itu. Batu itu berada disaraf otak kita yang terhubung ke seluruh badan, bisa dibilang Zombie yang sebenarnya adalah batu itu." jelas Sasuke dengan bersedekap dada, ia mengatakan itu karena hanya itulah prediksi dan teorinya sekarang. Pasalnya mereka masih belum menemukan banyak info, jadi hanya dengan informasi terbatas ini mereka harus menebak-nebaknya.

"Jadi apakah masih ada harapan untuk menyelamatkan orang-orang?" tanya Issei penuh harap, karena itu artinya masih ada harapan untuk menyelamatkan semua orang.

"Tidak Issei, pada dasarnya mereka memang sudah mati, jika ada vaksin maka itu hanya vaksin untuk meningkatkan tubuh kita untuk kebal dari virus itu." balas Sasuke dengan nada datar dan sekali lagi harapan Issei jatuh dan hancur, Shikamaru yang mendengar itu hanya melirik Issei yang masih memiliki rasa manusiawi yang cukup besar.

"Sasuke, aku ingin menanyakan satu hal." kata Shikamaru sambil menatap Sasuke.

"Soal apa?" balas Sasuke melirik Shikamaru dari sudut matanya.

"Jika memang batu ini yang penyebabnya, maka cara untuk mengalahkan mereka adalah dengan mengambil batu itu?"

"Ya, untuk saat ini hanya itu yang bisa kita percayai, kita serang tengkuk mereka dan mengambil batu itu maka Zombie itu hanya akan menjadi mayat." balas Sasuke santai, ia tidak keberatan membagikan semua informasi miliknya kepada rekan-rekannya. "Aku juga memikirkan satu hal, jika ini wabah Zombie biasa seperti di film, maka seharusnya mereka akan mengalami pembusukan mayat dalam beberapa hari. Tapi aku tidak yakin itu untuk sekarang, bisa saja batu itu memiliki kemampuan untuk mencegah tubuh Zombie membusuk." lanjut Sasuke dengan hipotesis miliknya, Shikamaru yang mendapatkan semua informasi itu kini sedang mencernanya didalam otak jenius miliknya itu.

"Aku butuh informasi lebih banyak, karena masih banyak celah dan tanda tanya tentang ini." jawab Shikamaru sambil menggosok wajahnya.

"Informasi itu akan kau dapatkan nanti, kita harus menunggu mereka yang sedang meneliti batu itu." balas Sasuke yang langsung berjalan kesalah satu kasur disana, Shikamaru terduduk didepan pintu sedangkan Issei berdiri didepan jendela dengan raut wajah yang tidak terbaca.


Naruto kini sedang berjalan kembali menuju ruang klub sastra di mana para perempuan berada, pasalnya ia juga harus mengecek keadaan mereka.

Ia berjalan santai melewati mayat Zombie, tapi tatapannya masih tertuju kepada batu berwarna biru itu, apalagi Naruto juga mendapatkan banyak batu yang sama tapi berbeda warna dari menghabisi para Zombie dijalan.

"Kalo dipikir-pikir, batu ini adalah milik Zombie yang ganas tadi, kenapa warnanya berbeda dari Zombie lainnya?" gumam Naruto sambil mengarahkan batu itu kearah sinar matahari, anehnya isi batu itu dapat tertembus sinar matahari. "Ini berwarna biru, dan yang lainnya berwarna hijau..., apa maksudnya?" lanjut Naruto sambil berjalan ditumpukan Zombie, ia lewat dan menginjak-injak para tubuh itu tanpa rasa bersalah.

Naruto akhirnya sampai didepan pintu klub sastra, ia cukup yakin didalam hanya ada para perempuan karena Shikamaru dan Issei ke UKS yang berada disisi lain gedung, Naruto mengetuk pintu dengan pelan untuk tidak memancing Zombie.

"Hoi! ini aku Naruto, bukakan segera...," teriak Naruto sambil mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat Kuroka yang membukakan pintunya.

"Kenapa lama?" tanya Naruto, Kuroka hanya tersenyum kecil.

Naruto yang melihat senyuman Kuroka sempat tersipu, sepertinya Kuroka masih tau bagaimana cara mengembalikan moodnya.

"Apa kau mendapatkan banyak senjata Naru?" tanya Kuroka sambil melihat kebelakang punggung Naruto.

"Aku hanya menemukan busur dan anak panah untuk Akeno, oh aku juga menemukan ini." ucap Naruto sambil memperlihatkan busur dan anak panahnya, lalu ia juga menunjukkan sebuah Katana yang ia pungut atau ambil.

Kuroka yang melihat Katana itu cukup kaget, karena ia merasa pernah melihat Katana itu.

"Naru? apa kau mengambilnya dari klub kerajinan?" tanya Kuroka, Naruto yang mendengar pertanyaan itu menaikan sebelah alisnya, kenapa Kuroka tau bahwa ia mengambilnya dari klub kerajinan.

"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Naruto bingung, lalu tak lama kemudian Akeno datang mendekati mereka.

"Tentu saja aku tau! ini salah satu barang berharga di sekolah, bagaimana kau bisa tidak tau akan barang berharga ini?!" ucap Kuroka yang membuat Naruto bingung, Naruto memiringkan kepalanya bingung.

"Lalu? ini akan lebih berguna untuk melawan para mayat hidup itu, toh aku juga tidak peduli ini barang berharga atau murahan, yang terpenting adalah kegunaannya." jawab Naruto santai, Kuroka yang mendengar itu menghela nafas berat, pasalnya Naruto tidak akan terlalu peduli akan masalah seperti ini.

"Ara~ ara~ seperti Naruto-kun biasanya." ucap Akeno sambil tertawa kecil, Naruto hanya menaikan alisnya bingung melihat kelakuan dua gadis teman masa kecilnya itu.

Akeno mengambil busur itu dan mengangkatnya, ia melihat bahwa ini memang busur miliknya karena ada tanda khusus di sana.

"Naruto-kun? apa kau hanya menemukan ini?" tanya Akeno sambil memandang Naruto, sedangkan yang ditanya hanya melirik sebentar.

"Sebenarnya aku masih belum ke ruang klub soujutsu, aku ingin mengambil tongkat disana untuk Kuroka." ucap Naruto dengan santai, Kuroka yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak tersipu.

Akeno yang melihat itu hanya tersenyum kecil, lalu ia melihat kearah Naruto kembali.

"Bagaimana jika kali ini kau ajak Kuroka? mungkin dengan dua orang, kalian bisa mengumpulkan senjata lebih banyak." ucap Akeno menyarankan, sebenarnya ia juga ingin membantu Kuroka karena ia tau bahwa Kuroka juga memiliki perasaan yang sama.

"Kurasa bukan ide yang buruk? bagaimana Kuroka? apa kau mau?" tanya Naruto sambil melihat Kuroka, tentu saja yang ditanya langsung menganggukkan kepalanya.

"Tentu-nyaa! kita pergi sekarang!" ucap Kuroka yang langsung menarik Naruto, sedangkan Akeno yang melihat itu hanya tertawa kecil.

"Oi! jangan terlalu bersemangat Kuroka!" ucap Naruto yang ditarik-tarik oleh Kuroka.

"Ara~ Kuroka semakin agresif," ucap Akeno dengan tersenyum kecil.


Beralih ke Shikamaru, Sasuke dan Issei yang berada di UKS, mereka kini sedang dalam keadaan terdesak saat Issei tidak sengaja menjatuhkan sebuah mangkuk besi yang membuat para Zombie menuju mereka.

"Ini salahmu Aho! lain kali perhatikan jalanmu! jika kita mati tidak akan ada lain kali!" maki Shikamaru kepada Issei, mereka semua sedang berusaha untuk mendorong kerumunan para Zombie yang mencoba masuk.

"Bukannya sudah kukatakan itu tidak sengaja! berhenti memaki-makiku pemalas!" balas Issei tidak terima, meskipun ini salahnya tapi dia sudah minta maaf.

"Jangan berisik kalian berdua! itu malah mendatangkan banyak dari mereka!" tengah Sasuke untuk menghentikan mereka, pasalnya Zombie terus berdatangan karena keributan mereka berdua.

Shikamaru dan Issei langsung diam, sepertinya mereka sudah tau bahwa jika mereka melanjutkan pertengkaran mereka maka itu akan menjadi lebih buruk.

Para Zombie itu makin banyak berkumpul dan mereka bertiga mulai kelelahan, Shikamaru yang melihat bahwa mereka cepat atau lambat akan mati jika terus begini mulai berpikir.

'Sial! apa yang harus kulakukan!? andaikan ada sesuatu yang lebih berisik dan gaduh untuk membuat mereka tertarik.' batin Shikamaru sambil berpikir keras untuk mengeluarkan mereka dari situasi ini.

"Sialan! aku tidak kuat lagi!" kata Issei yang sepertinya hampir mencapai batas.

DING! DING! Dong!

Tiba-tiba ada suara dari speaker, yang tentunya membuat para Zombie tertarik, tak lama kemudian para Zombie itu bergerak menuju sumber suara. Shikamaru dan Sasuke yang merasakan bahwa para Zombie di depan sudah menghilang dan menuju sumber suara speaker yang berada di lapangan.

"Huff~ huff~ entah siapa yang menyalakannya, aku bersyukur." ucap Shikamaru dengan nafas terengah-engah karena kelelahan, ia bersyukur karena kemungkinan para Zombie itu akan menuju ke lapangan dimana speaker yang biasanya dinyalakan di taman.

"Kau benar, itu keajaiban." ucap Sasuke dengan nada datar, tapi bisa dilihat bahwa ia juga kelelahan itu bisa dibuktikan dengan melihat keringat yang di dahinya.

"Ahh untunglah, kukira kita akan mati." ucap Issei sambil terduduk dengan lemas dilantai.

"Kalian tidak apa-apa?" tanya Rossweise dan Sakura yang tampaknya sudah selesai, mereka sempat heran kenapa para perempuan itu tidak terganggu dengan kedatangan para Zombie itu, tapi mereka lebih memilih menghiraukannya karena mungkin saja mereka berdua terlalu fokus dalam pengujiannya.

"Rossweise-sensei? apa kau sudah selesai? apa kau tau apa benda itu?" tanya Shikamaru kepada Rossweise, sedangkan ditanya melihat Shikamaru dengan pandangan serius tapi juga cemas.

"Ya, aku sudah tau apa benda itu dan beberapa kemampuannya." jawab Rossweise kepada mereka.

"Lalu apa itu?" tanya Shikamaru kepada Rossweise, mereka semua menunggu jawaban Rossweise dengan perasaan cemas.

"Ini adalah Parasit, aku tidak bisa bilang ini sepenuhnya Parasit yang merusak." jawab Rossweise dengan memandang baru itu, ia mengangkat batu itu lalu mengarahkannya kearah sinar matahari. Mereka melihat sesuatu yang mengejutkan saat melihat batu itu.

"I-itu apa?!" tunjuk Issei saat ada sesuatu berwarna hitam tepat di dalam batu itu, Shikamaru dan yang lainnya sungguh terkejut kecuali Rossweise dan Sakura.

"Itulah Parasit nya, aku masih belum tau semuanya, ini akan membutuhkan waktu yang lama." jawab Rossweise lalu kembali menaruh batu itu, ia menaruhnya ke sebuah tempat kaca karena ia tidak tau apa itu akan berbahaya jika terkena kulit manusia.

"Tapi kita tidak bisa disini terlalu lama, kita harus segera meninggalkan sekolah ini secepatnya," balas Shikamaru yang sepertinya menolak untuk tetap tinggal disekolah ini lebih lama, pasalnya akan semakin berbahaya dan ditambah pasokan makanan yang terbatas.

"Aku tau, maka dari itu kita juga akan pergi, tapi tidak sekarang." ucap Rossweise kepada Shikamaru, "Pasalnya, mereka pasti berkumpul di lapangan bukan? kita bisa pergi dengan bis atau mobil, tapi kita harus menunggu mereka tenang lebih dulu." lanjut Rossweise saat ia melihat keluar jendela, ia melihat banyak Zombie yang tertarik karena suara tadi.

"Baiklah jika begitu, lebih baik Sensei bawa semua barang yang diperlukan, kita harus menemui yang lainnya." balas Shikamaru kepada mereka.

"Maksudmu?" tanya Sasuke.

"Ya! kita harus bertemu dengan Naruto dan yang lainnya di area klub." balas Shikamaru dengan senyuman kecil, Issei tersenyum kecil.

"Kira-kira apa yang sedang dilakukan si kuning itu ya?" gumam Issei dengan memikirkan Naruto.


Naruto dan Kuroka kini sedang menghabisi para Zombie dengan mudah, Naruto yang menyayat leher belakang mereka sedangkan Kuroka yang menusuk leher mereka dengan tombak yang ia dapat di ruang klubnya.

Mereka terus menghabisi para Zombie dengan mudah karena Naruto sudah tau kelemahan mereka, jadi mereka tidak terlalu kesulitan untuk mengalahkan mereka.

"Apa yang kau katakan benar Naru, mereka dengan mudah dikalahkan." ucap Kuroka sambil melihat tumpukan Zombie itu, sedangkan Naruto sedang mengumpulkan sesuatu dari leher belakang Zombie itu, ia menemukan banyak batu yang sama tapi berbeda dari batu yang ia temukan pertama kali.

'Kenapa mereka berwarna hijau? kukira berwarna biru.' batin Naruto sambil terus mengamati batu itu, Kuroka yang entah kapan sudah berada di belakangnya hanya melihat benda yang Naruto pegang.

"Apa itu?" tanya Kuroka tepat disamping Naruto, sedangkan Naruto yang merasakan ada yang bernafas disebelahnya terjengit kaget.

"Kuroka?! apa yang kau lakukan?" tanya Naruto sambil memegang telinganya.

"Kenapa kau kaget begitu?"

"Tentu saja kaget! kenapa kau berbicara tepat di sebelah telingaku?!"

"Ehh? itu karena Naru melamun sih, jadi aku memutuskan untuk lebih dekat." ucap Kuroka dengan seringai, Naruto yang melihat itu hanya bisa mengutuk dirinya.

'Sial! aku terlalu fokus! untung saja Kuroka menyadarkanku, jika dia tidak ada aku bisa mati diterkam para mahluk itu!' batin Naruto.

"Nee Naru-kun? itu apa?" tanya Kuroka pada Naruto, ia masih penasaran apa benda yang Naruto pegang.

"Ohh ini? sebenarnya aku juga tidak tau, tapi aku akan mencari taunya nanti bersama Shikamaru, tapi Kuroka saat kau menyerang mahluk itu kita harus mengincar ini." kata Naruto memberitahu Kuroka, sedangkan perempuan itu hanya menganggukan kepalanya, meskipun ia tidak sepenuhnya paham tapi ia tahu bahwa itu adalah kelemahan mereka.

Naruto dan Kuroka akhirnya selesai mengambil barang batu itu, mereka memutuskan untuk mencari banyak peralatan untuk bertahan hidup.

Mereka kini memutuskan untuk melanjutkan pencarian mereka, sekarang mereka menuju ruang klub Kendo dan mengambil beberapa Boken kayu yang tampak akan berguna nanti. Dalam perjalanan mereka juga menemukan dua buah tas yang besar, Naruto memutuskan untuk memakai salah satu tas itu untuk membawa barang-barang yang ia dapatkan.

"Untung saja, kita menemukan ini." ucap Naruto sambil memasukkan beberapa benda tajam, Naruto lalu melihat tas yang dipegang Kuroka, ia berpikir untuk apa tas yang dibawa Kuroka, pasalnya ia tidak boleh meninggalkan tas besar yang akan berguna itu.

"Nee Naru! bagaimana jika kita menggunakan ini untuk mengumpulkan pasokan makanan dan minuman untuk bertahan hidup bukan? lagipula ada satu kantin lagi disekitar sini." usul Kuroka kepada Naruto, entah kenapa Naruto tidak terpikirkan itu.

"Ide bagus Kuroka! kau mengatakan sesuatu yang tidak kupikirkan!" balas Naruto yang setuju dengan ide gadis berambut hitam dengan bando kucing itu, "Mungkin kita bisa membawa pasokan makanan selama dua minggu di sana nanti!" lanjut Naruto saat ia mulai memperkirakan berapa besar tas itu, ia cukup yakin bahwa itu bisa membawa pasokan makanan untuk dua minggu dalam tas itu.

"Tentu Nyaa!" balas Kuroka dengan tersenyum lebar saat melihat Naruto yang kembali bersemangat.

"Baiklah! kita pergi!" ajak Naruto sambil menunjuk kearah depan, Kuroka langsung berjalan ke sisi pirang itu dengan tawa kecil karena melihat tingkah Naruto yang tampak normal.

"Aku senang kau kembali seperti dulu, Naru." ucap Kuroka pelan, lalu perempuan itu memberanikan dirinya untuk mengenggam tangan besar Naruto. Sempat gagal ia mencoba kembali dan akhirnya berhasil.

Naruto yang merasakan tangan kecil yang sedang menggenggamnya menoleh kearah Kuroka yang tersenyum, Naruto membalas genggaman Kuroka disertai senyuman khasnya.

Mereka pergi menuju kantin, tapi tanpa mereka sadari ada sepasang mata berwarna hijau terang yang menyala dibalik kegelapan, mata itu menatap mereka dengan pandangan tajam lalu menghilang.

TBC :v


Author Note : Yoo bagaimana kabar kalian? apa masih ada nunggu fic gaje ini up? haha kurasa tidak ada, tapi aku akan tetap mengupdate cerita ini..., selama dapet ide.

Oke disini kemunculan batu atau Gel itu sudah ane hadirkan kembali, dan seperti yang kalian tau kenapa reaksinya virusnya cepat dan Takumo lambat? sebenarnya itu adalah masalah mentalnya, karena Gel ini akan mengambil alih saraf otak yang memang memiliki mental lemah, sedangkan Takumo ia meminta mental yang kuat agar tetap sadar, dan masih ada beberapa orang yang seperti Takumo, tapi mereka tidak akan mati seperti Takumo melainkan menjadi Zombie Mutant karena keinginan mereka untuk tetap hidup, Dan yeah aku memberi tahu ini agar kalian tau kenapa ada Zombie Mutant.

Zombie Mutant yang memiliki mental kuat ingin mengambil Gel zombie lainnya agar mereka menjadi manusia kembali, jadi alasan kenapa Zombie mutant ingin mengambil Gel ane jelaskan disini, karena ane mungkin akan lupa atau tidak menulisnya.

Dan jika tidak keberatan berikan Review karena itu akan membantu, karena cerita dengan Alur Alternatif Universe sedikit susah untuk dikerjakan.

Akhir Kata See You Next Time!

Adieu!