Has Ended

Disclaimer:Naruto dan DXD bukan milik saya

Warning:Author new, Typo betebaran, bahasa Terlalu kaku.

Genre:Horror, Thriller, Tragedy, Mystery, Drama, Romance, Ecchi, Harem (mungkin?)

Rate : M (buat Jaga-jaga)

Author: Shiraki

Pairing : ...?

Summary: Dunia yang lama sudah berakhir, kini Manusia hidup di jaman yang lebih keras dari jaman batu, dengan kondisi seperti ini. Ribuan nyawa hilang karena sebuah wabah, wabah yang memberikan kesengsaraan dan menjadikan Manusia sebagai mahluk yang terancam punah.


"Sial! tidak ada Ramen instan!" gerutu Naruto, ia melihat beberapa makanan yang ia masukan kedalam tas, disana terdapat beberapa Roti, snack dan beberapa dan beberapa jenis makanan lainnya

"Naru, jika kau membawa sesuatu seperti Ramen instan, bagaimana caranya kau memasaknya?" tanya Kuroka kepada Naruto, gadis itu tampak membawa juga tas yang berisi beberapa minuman mineral, soda atau lainnya.

Naruto yang mendengar itu tiba-tiba mematung, "Aku tidak terpikirkan hal itu," Kuroka yang mendengar jawaban Naruto hanya menghela nafasnya, ia sudah duga jika pria pirang ini tidak bisa berpikir dengan benar jika menyangkut kesukaannya.

Kuroka mengalihkan pandangannya, ia memandang sekitarnya dengan pandangan sedih, pasalnya ia dapat melihat banyaknya mayat yang tidak utuh tergeletak. Ia bahkan dapat melihat sebuah kepala yang tergeletak di sana, tampak kepala itu berada dibawah kaki salah satu mayat yang tubuhnya terkoyak habis, banyak bagian tubuh yang sudah terpotong kemana-mana menambah kengerian tempat yang biasanya dipakai untuk makan untuk semua murid.

"Jangan dipaksakan, jika kau tidak mampu melihatnya maka jangan dilihat." celetuk Naruto tiba-tiba membuat Kuroka teralihkan perhatiannya, ia melihat Naruto yang sibuk menyusun makanan dan memasukkan didalam tasnya. "Lagipula itu normal saja, kita yang selalu hidup dengan kedamaian tiba-tiba merasakan sebuah Apocalypse." lanjut Naruto yang menutup resleting tas itu, lalu ia berdiri dan menggendong tas itu di punggung sambil melihat kearah Kuroka. "Yang terpenting sekarang ialah, jangan putus semangat." ucap Naruto sambil tersenyum cerah kearah Kuroka, sedangkan Kuroka yang melihat itu langsung tersentak.

Grepp!

Naruto langsung menggandeng tangan Kuroka, ia menarik gadis itu untuk keluar dari tempat semacam itu, tapi tampak ekpresi Naruto berbeda dari yang tadi tersenyum kini menjadi dingin.


Disisi Issei, Shikamaru dan Sasuke. Mereka kini tampak berbincang dengan santai, meskipun sesekali mereka akan mendengarkan suara pintu yang di dorong kasar, tampaknya mereka sudah beradaptasi dengan hal itu.

"Jadi sekarang hanya Naruto saja yang disana? bukankah kalian agak ceroboh dengan meninggalkan Naruto disana dengan para perempuan?" tanya Sasuke kearah Shikamaru, sedangkan yang ditanya hanya menghela nafas lelah.

"Mau bagaimana lagi? tidak mungkin kan jika hanya aku atau Issei seorang kesini?" balas Shikamaru yang cukup masuk akal.

"Tapi bukannya itu akan membuat Dobe kesulitan? melindungi banyak perempuan bersamaan?"

"Ya meskipun terlihat berisiko, tapi itu harus di lakukan, toh siapa tau ada yang selamat juga kan? jadi mereka bisa langsung merekrutnya ke tim kita." balas Shikamaru malas, sedangkan Sasuke hanya bisa sweatdrop. "Untuk sekarang lupakan itu, sekarang waktunya kita memikirkan rencana untuk keluar dari sini." lanjut Shikamaru sambil melihat kearah pintu UKS yang sedang ditutupi dengan berbagai benda berat, meskipun begitu tampak sesekali akan ada dorongan cukup keras.

Sasuke yang mendengar itu melirik pintu UKS sebentar, "Kau benar, Shika." balas Sasuke setuju, lalu ia melihat Issei yang tampaknya sedang sibuk dengan sesuatu.

"Kau kenapa Issei? apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke kepada Issei yang tampak sedang mencari sesuatu, terbukti ia tampak berusaha mengambil sesuatu di celah-celah perabotan UKS.

Issei tidak menjawab sama sekali, ia masih sibuk mencari sesuatu dengan serius, Sasuke yang merasa diabaikan terdiam dengan raut wajah datar, sedangkan Shikamaru hanya melirik kepala coklat itu.

"Ah! ini dia!" teriak Issei yang mengagetkan mereka semua, bahkan Rossweise-Sensei meloncat kaget hampir menjatuhkan obat-obat yang ia bawa. Shikamaru dan Sasuke melihat kearah Issei atau lebih tepatnya apa yang Issei pegang dengan ekpresi datar.

"Apa-apaan tatapan kalian itu hah!?" Sasuke dan Shikamaru malah makin memandang Issei rendah, sedangkan para wanita bersemu merah karena sesuatu yang dibawa Issei.

"Berikan aku alasan bagus sebelum melempar mu ke kerumunan Zombie, Issei." ucap Sasuke dengan pandangan yang tampak semakin merendahkan Issei, apalagi nada bicaranya yang makin tak bernada atau monoton.

Issei yang dilihat seperti itu tampak gugup, "Sebenarnya ini adalah majalah porno yang kusimpan disini," ucap Issei sambil tersenyum canggung, sedangkan Sasuke sudah siap mengangkat tangannya untuk mengampar Issei. "Tu-Tunggu! biar kujelaskan dulu! ini sebenarnya untuk perlindungan diri!" lanjut Issei sambil menahan tangan Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu tampaknya menghiraukan pembelaan Issei, ia masih ingin tetap memukul kepala coklat itu. Tapi itu terhenti tiba-tiba karena ada yang menyentuh pundaknya, terlihat itu adalah Shikamaru yang menatapnya sebelum menganggukan kepalanya.

"Oke Issei, apa maksudnya dari perlindungan huh?" tanya Shikamaru kepada Issei, sedangkan Issei melepaskan cengkraman Sasuke di kerah bajunya.

"Kau ingin membunuh ku hah!?" marah Issei kearah Sasuke yang hanya menatap dirinya datar, Issei yang melihat itu menghela nafas sebelum mengalihkan pandangannya pada Shikamaru.

"Sebenarnya..."


Naruto dan Kuroka kini berada disebuah kelas, mereka masuk ke kelas itu karena tiba-tiba ada segerombolan Zombie yang datang dari arah berlawanan dari mereka, karena jumlahnya yang terlalu banyak membuat mereka memutuskan untuk masuk kedalam kelas untuk menghindari Zombie dengan jumlah itu.

Naruto mengintip dari jendela disana, ia melihat masih ada banyak Zombie di depan kelas mereka. "Sial, mereka banyak sekali, meskipun kita punya senjata tapi jika sebanyak itu akan tetap sia-sia. Apa kita langsung terobos saja?" gumam Naruto yang melihat para Zombie diluar, tiba-tiba Naruto merasakan tarikan pada bajunya dan membuatnya menoleh. Disana ada Kuroka yang menatap dirinya, lalu ia menggelengkan kepalanya.

"Jangan gegabah Naru, kita tunggu disini untuk beberapa saat." ucap Kuroka kepada Naruto.

Naruto menghela nafasnya pelan, "Maaf Kuroka, kau benar." balas Naruto pelan, lalu Naruto duduk disebelah Kuroka menunggu para Zombie pergi, Kuroka tersenyum lalu menyenderkan kepalanya di bahu kekar Naruto.

"Nee Naru-kun," panggil Kuroka pelan, ia menatap kedepan dengan pandangan lurus.

"Hmm? ada apa Kuroka?" jawab Naruto sambil menoleh kearah Kuroka, ia dapat mencium bau harum dari rambut hitam Kuroka itu.

"Seandainya aku dan Akeno berubah menjadi Zombie, apa kau bisa membunuh kami?" tanya Kuroka tiba-tiba, tentu saja pertanyaan itu membuat Naruto kaget.

"Hah!? pertanyaan macam apa itu! berhentilah bercanda Kuroka! itu tidak lucu!" balas Naruto marah, ia langsung membuang wajahnya kedepan dengan ekpresi datar.

"Aku hanya bertanya saja, apa tidak boleh? " balas Kuroka pelan, ia melirik Naruto dari sudut matanya, dapat Kuroka lihat Naruto yang tampaknya kesal tapi ditutupinya dengan ekpresinya yang datar. Kuroka menghela nafas pelan, lalu kembali menatap kedepan.

"Itu tidak akan pernah terjadi, karena aku akan melindungi kalian sekuat tenaga. Tapi jika itu benar-benar terjadi, maka aku akan membunuh kalian beserta diriku sendiri." balas Naruto dengan nada datar, Kuroka yang mendengar itu tersentak.

Kuroka tersenyum sedih, lalu ia menutup matanya sebentar lalu memandang wajah Naruto dari samping, tangan Kuroka bergerak menuju pipi yang memiliki kumis seperti kucing itu, ia mengelus pipi itu pelan membuat Naruto tersentak dan mengalihkan pandangannya pada Kuroka.

"Aku mencintaimu, Naru." ucap Kuroka tiba-tiba, itu membuat Naruto kaget dan memundurkan wajahnya hingga sedikit jauh dari tangan Kuroka yang tadi membelai pipinya.

"A-Apa yang kau katakan!? sudah ku-kubilang berhenti bercanda!" balas Naruto dengan tergagap, sedangkan Kuroka hanya tersenyum nakal kearahnya. Naruto yang melihat itu malah semakin salah tingkah karena itu.

Naruto bangun dari duduknya, ia membuang wajahnya ke samping berusaha untuk tidak melihat Kuroka dan menyembunyikan rona merah diwajahnya.

Kuroka bangun dari duduknya, ia melihat Naruto yang sedang mengalihkan pandangannya tapi Kuroka tau bahwa pria pirang itu sedang malu.

Cup!

Tanpa peringatan Kuroka langsung mencium pipi yang dihiasi kumis itu, sontak itu membuat Naruto terkaget bahkan memundurkan dirinya sambil melihat Kuroka, ia juga memegang pipinya.

"A-Apa ya-yang ka-kau lakukan!?" bentak Naruto sedikit keras, sedangkan Kuroka yang jadi pelakunya hanya tersenyum.

"Hihi, apa itu kurang?" tanya Kuroka dengan genit yang malah makin membuat Naruto salah tingkah.

Kejadian yang sangat romantis, bahkan suara para Zombie diluar seakan-akan hanyalah angin yang lewat.

"Berhentilah bermain-main Kuroka!" ucap Naruto kepada Kuroka, tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu dari luar dan dengan sontak mendorong Kuroka ke tanah.

Ternyata ada Zombie yang memiliki penampilan aneh diluar sana, bagaimana tidak jika ia bisa melihat seekor(?) Zombie yang memiliki badan besar juga tinggi yang hampir menyentuh langit-langit lorong sekolah, tadi entah kenapa Naruto merasakan bahwa mereka tidak boleh terlihat oleh Zombie itu, instingnya mengatakan bahwa itu berbahaya.

"A-Apa...," ucapan Kuroka terhenti saat Naruto meletakkan salah satu jarinya dibibir Kuroka untuk menyuruhnya tidak bersuara, Kuroka yang paham mengikuti perintah Naruto dan diam.

Naruto melihat kearah Zombie itu, ia melihat bahwa Zombie itu mulai perlahan menjauh, Naruto menghela nafas lega, pasalnya jika ini sebuah Film pasti mahluk itu adalah evolusi dari para Zombie.

"Na-Naru..." Naruto yang mendengar nada gagap Kuroka menoleh dan dirinya bisa melihat wajah Kuroka tampak memerah bak sebuah tomat sambil mengalihkan pandangannya.

"Kuroka? Kenapa wajahmu memerah? Apa kau sakit? "

"Ti-Tidak... Ha-hanya saja... Ta-tanganmu. " Naruto uang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya lalu menoleh ke arah tangannya dan ia tersentak karena saat ini salah satu tangannya tengah memegang gumpalan daging yang menjadi aset seorang perempuan. Entah sengaja atau tidak tangan Naruto meremas benda empuk nan lembut itu.

"Mhhnn..., Na-Naru...,"

Sontak Naruto langsung berdiri dari atas Kuroka dengan wajah memerah.

Kuroka sendiri juga bangun dan terduduk sambil menyilangkan tangannya menutupi dadanya, wajahnya juga masih merah bahkan sampai ke telinganya.

"Naru Ecchi...," gumam Kuroka pelan, tapi tidak terlalu pelan karena Naruto masih bisa mendengarnya.

Naruto yang mendengar ucapan Kuroka merasa bersalah, meskipun harus ia akui sensasi tadi masih sangat jelas diingatannya, apalagi tangannya masih bisa merasakan kelembutannya.

"Ma-Maaf, aku benar-benar minta maaf." gumam Naruto pelan.


UKS.

Sasuke, Shikamaru dan Issei kini berdiri didepan pintu UKS, tampaknya mereka ingin membuka pintu dan segera pergi.

"Aku tidak tau kau makan apa Issei, tapi ide ini sungguh bagus." ucap Shikamaru sambil melihat kearah Issei yang tersenyum lebar, sedangkan Sasuke hanya melirik mereka sambil tersenyum kecil.

"Ya ini ide bagus, meskipun barang laknat tapi benda ini bisa membantu kita." kata Sasuke sambil melihat kearah tangannya, terdapat buku porno Issei yang membungkus tangannya dari telapak tangan sampai bawah siku.

"Hei! setidaknya itu berguna!" bentak Issei kesal kearah Sasuke, sedangkan Sasuke masa bodo dengan Issei dan lebih memilih untuk melihat Rossweise dan Sakura yang sedang memasukkan semua obat-obatan yang ada.

"Issei! ambil ini! kau jadi Berseker." Shikamaru melemparkan pemukul baseball kearah Issei, lalu ia mengambil sebuah tiang penyangga infus yang akan ia gunakan sebagai tombak.

Sasuke sendiri tampaknya tidak menggunakan senjata melainkan sebuah besi penyangga infus, sedangkan Shikamaru yang sendiri hanya membawa tas yang berisi obat-obatan yang seharusnya dibawa oleh para perempuan, tapi karena terlalu berat jadi ia saja yang membawa tas berat itu dan menyerahkan urusan menyerang dan bertahan pada Sasuke dan Issei.

Shikamaru sudah siap membuka pintu UKS, "Kalian siap?" tanya Shikamaru pada Sasuke dan Issei yang akan menyerang dan membuka jalan untuk mereka.

Issei dan Sasuke hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Bragh! Bugh Crass! Craatt!

Setelah pintu terbuka sedikit, mereka langsung menghabisi semua Zombie yang jumlahnya sudah berkurang. Mereka langsung berlari keluar disusul Shikamaru dan para wanita yang mengekor dibelakang Issei dan Sasuke yang sedang membunuh para Zombie, meskipun itu tidak akan terlalu berguna karena separah apapun luka mereka, para Zombie itu akan tetap bangkit seperti tidak bisa mati, tapi itu bisa dihentikan jika mereka mengambil Parasite dibelakang kepala para Zombie itu.

Mereka sampai disebuah lorong, mereka semua terkejut karena melihat banyaknya Zombie disana, apalagi mereka bisa melihat bahwa semua Zombie yang bergeletak itu memiliki luka yang sama, yaitu di belakang kepala mereka atau tengkuknya.

Shikamaru dengan inisiatif nya mendekati salah satu mayat Zombie itu, lalu ia mencoba untuk melihat kebelakang kepala para Zombie yang sudah berlubang itu dan seperti dugaannya semua Gel Parasite itu sudah menghilang.

'Mereka semua sudah tidak memiliki Gel Parasite, berarti ada yang sudah tau kelemahan mereka?' batin Shikamaru bertanya-tanya, lalu ia melihat Zombie itu yang memiliki luka seperti cakaran diwajahnya yang tampaknya Zombie ini bertengkar satu sama lain.

"Oi? bukannya ini aneh?" tanya Issei sambil melihat sebuah mayat Zombie di kakinya, Sasuke yang berada di dekatnya mengangkat alisnya bingung.

"Aneh kenapa?" tanya Sasuke kepada Issei, bukannya langsung menjawab Issei melainkan memeriksa tangan Zombie dibawahnya.

"Mereka semua memiliki luka cakaran? tapi tangan mereka semua tidak lah tajam atau pun memiliki kuku yang panjang?" jelas Issei membuat Shikamaru tersentak, lalu Shikamaru memeriksa semua tangan para Zombie bersama yang lainnya.

"Memang benar, tangan para Zombie lainnya tidak ada yang tajam." kata Rossweise sambil mengangkat tangan Zombie itu.

"Ini tampak seperti mereka dihabisi oleh sesuatu." Sakura mengatakan itu karena ia bisa melihat bahwa beberapa Zombie itu seperti memberikan perlawanan, itu terlihat dengan beberapa kondisi Zombie yang habis bertarung.

Sasuke yang juga sedang memeriksa para Zombie itu tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan diujung lorong yang bergerak cepat, Sasuke memutuskan untuk coba mengeceknya.

Issei yang melihat Sasuke menjauh dari mereka memiringkan kepalanya bingung, "Hoi! Sasuke? kau mau kemana?" tanya Issei setengah berteriak karena jarak Sasuke yang cukup jauh, Sasuke sendiri tidak menjawab pertanyaan Issei melainkan mengangkat sebelah tangannya untuk tanda menyuruh Issei diam.

Issei yang paham dengan maksudnya menurut saja, tapi ia masih bingung dengan kelakuan teman sok cool nya ini.

Shikamaru yang melihat itu menyenggol Issei, "Dia kenapa?" bisik Shikamaru pelan, Issei yang mendengar pertanyaan dari teman pemalas-nya itu hanya bisa mengangkat bahunya, pasalnya ia juga bingung.

Disisi Sasuke sendiri, ia masih berjalan mengendap-ngendap dengan langkah yang sangat hati-hati, hingga akhirnya Sasuke kini berada di persimpangan lorong.

Sasuke melihat ke semua arah, tapi ia tidak melihat apapun. Hanya ada mayat para Zombie yang bergeletakan, merasa tidak ada apa-apa Sasuke berniat kembali kearah rombongannya, tapi sebelum ia benar-benar kembali ia melihat lagi daerah sekitarnya dan masih tidak ada apa-apa.

"Ada apa Teme? apa kau melihat hantu?" tanya Issei sambil menyelipkan sebuah candaan kecil, Sasuke yang mendengar itu hanya memandang datar Issei yang cengegesan.

Sasuke menghela nafas pelan, "Tidak, aku hanya memeriksa jalan didepan, siapa tau ada Zombie lagi." balas Sasuke bohong, ya Sasuke terpaksa berbohong karena jika ia mengatakannya maka itu hanya akan membuat mereka panik dan cemas akan sesuatu yang belum pasti, semua yang mendengar itu hanya mengangguk percaya, tapi tampaknya Shikamaru sebagai orang yang paling pintar menaruh curiga dengan Sasuke, tapi ia lebih memilih untuk menanyakan hal itu nanti.

"Sudah lebih baik kita lanjutkan, semakin cepat kita berkumpul semakin baik." ucap Shikamaru memberikan perintah, Sasuke yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, berbeda dengan Issei.

"Tidak bisa kah kita bersantai sebentar?" rengek Issei yang membuat Shikamaru dan yang lainnya Sweatdrop.

"Jika kau ingin mati, maka silakan." balas Shikamaru kesal lalu berjalan di ikuti Sasuke, Sakura dan Rossweise.

"Oi! aku hanya bercanda!" teriak Issei, tapi tampaknya itu sia-sia karena Shikamaru dan yang lainnya sudah berjalan cukup jauh. "Oi jangan ditinggal napa!?"


Naruto Side

Naruto dan Kuroka sudah sampai di kelas dimana Akeno, Temari dan Rias menunggu, begitu mereka sampai Naruto langsung disambut oleh Akeno, sedangkan untuk Temari dan Rias mereka tampak sedang melihat keluar jendela.

"Aku mendapatkan banyak makanan dan juga beberapa senjata," ucap Naruto menunjukkan tas yang ia bahwa bersama Kuroka, Akeno sendiri menerimanya dan membukanya sedikit tas itu dan tampak banyak makanan seperti roti dan snack yang bisa bertahan lama.

Naruto yang melihat bahwa Issei dan Shikamaru belum kembali menaikan alisnya, "Apa mereka belum kembali?" tanya Naruto kepada Akeno, sedangkan Akeno hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Mereka belum kembali Naru, kami sempat terpikirkan bahwa mereka sudah menj-! " ucap Akeno yang tidak terselesaikan karena Naruto menutup mulutnya dengan jarinya.

Naruto lalu dengan reflek menaruh tangannya di pucuk kepala Akeno, "Jangan seperti itu, mereka pasti kembali." balas Naruto sambil tersenyum lima jari.

"Mou! berhentilah bermesraan Nyaa!" ucap Kuroka yang tiba-tiba menganggu momen itu, Naruto yang mendengar nya sedikit gugup tapi ia berhasil mengendalikan dirinya.

"A-Apa yang kau ka-katakan hah?!"

"Mou~ Naru tukang selingkuh, padahal tadi sudah meraba dadaku, tapi sekarang malah selingkuh!" ucap Kuroka sambil memeluk tubuhnya, Naruto yang mendengar itu langsung merona karena tiba-tiba adegan yang dimaksud Kuroka terlintas dipikirannya.

"S-Sudah kubilang itu tidak sengaja!" teriak Naruto dengan wajah memerah.

"Nee? Naruto-kun~ boleh aku tau apa itu?" ucap Akeno dengan nada manis, tapi itu berbeda dengan aura yang keluar dari tubuh Akeno, bahkan Naruto sempat melihat bayangan topeng Shinigami.

"Tentu Nyaa! Naru sangat suka dengan dadaku sampai dia meremasnya." ucap Kuroka yang entah mengapa terdengar sombong.

Saat mereka dalam keadaan seperti itu, dimana Naruto sedang dalam kesulitan karena dua perempuan yang sedang saling kontes menatap dan terdapat sebuah kilatan dan percikan petir. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara pintu, Naruto langsung menuju kearah pintu berniat melihat siapa yang mengetuk dan juga kabur dari dua perempuan itu.

"Naruto! buka ini kami!" ucap sebuah suara yang Naruto kenali sebagai Shikamaru, tanpa pikir panjang Naruto langsung membuka pintu itu dan benar saja terdapat Shikamaru, Issei, Sasuke dan Sakura juga seorang guru yang Naruto kenali sebagai perawat UKS di sekolahnya.

Mereka langsung masuk setelah Naruto membuka pintunya, terlihat Issei dan Shikamaru yang langsung dipeluk oleh Rias dan Temari, sementara Sasuke, Sakura dan Rossweise terduduk sambil bernafas lega, tampaknya mereka sudah melewati banyak hal.

Naruto yang melihat itu membuka salah satu tas yang ia bawa tadi bersama Kuroka, lalu ia mengambil beberapa kaleng minuman dan melemparkan itu kearah Sasuke yang dengan sigap ditangkap oleh pemuda berambut hitam tersebut.

"Tampaknya kau belum mati ya? Teme? " ucap Naruto dengan seringai kearah Sasuke.

"Itu tidak mungkinDobe," balas Sasuke yang membuat Naruto tersenyum lebar.

TBC :v


Author Note : Yoo apa kabar kalian semua? oke disini saya udah mengupdate HE yang banyak ditanyakan, perlu kukatakan jika HE itu adalah genre Survival yang pastinya lebih ribet dan butuh banyak pikiran.

Oke disini Naruto dan Sasuke tim udah ketemu, chapter depan adalah waktu dimana mereka harus pergi dari Sekolah setelah menginap selama 1 hari, kenapa harus menginap di sekolah dulu? soalnya menurut saya pribadi lebih baik mereka diam di satu tempat selama 24 jam untuk melihat apa ada bantuan yang datang, meskipun memang tidak ada, tapi ini lebih baik karena pemerintah memang semestinya akan menyelamatkan warga sipil.

Ya sekian dulu bacotnya. See you Next Later.

Adiueee!