Sudah tiga minggu berlalu sejak hubungan Sakura Haruno dan Sasuke Uchiha berakhir. Akan tetapi, dari pihak sang wanita, maupun sang pria, sepertinya tidak ada tanda-tanda berusaha saling menghubungi terlebih dahulu. Entah karena memang sibuk atau hanya sekadar karena gengsi.

"Ahh, dasar pria brengsek! Bisa-bisanya dulu aku jatuh cinta padanya," umpat Sakura yang tengah berguling di sofa apartemen sahabat pirangnya, Ino Yamanaka.

"Ck, kau yang memutuskan padahal. Tapi justru kau yang malah terlihat menyedihkan," cibir Ino yang tengah mengemasi tasnya.

Iris klorofil Sakura berotasi malas dan mendengus cukup keras, "Diam kau! Ayo cepat, syutingnya satu jam lagi. Ayame-nee akan mengomeli kita jika terlambat lagi."

"Iya, aku sudah selesai. Ayo," balas Ino menenteng tasnya yang sudah ia penuhi dengan segala peralatan khas wanita, mulai dari tisu hingga make up.

Sakura mengangguk dan beranjak malas dari sofanya. Ikut melangkahkan kaki menyusul Ino menuju basement. Ya, dua wanita cantik berbeda tone rambut ini adalah seorang selebriti yang tergabung dalam sebuah group berisikan dua orang atau biasa disebut sebagai duo. Selain menyanyi, tentu saja mereka juga seorang model dan bintang CF. Bahkan juga pernah tergabung dalam sebuah drama.

"Kau bilang syutingnya dimana tadi?" tanya Sakura memastikan.

"Everland Resort. Kenapa?" Ino yang sedang memperbaiki riasan wajahnya melirik sekilas ke arah Sakura yang tengah mengemudi.

"Tidak, hanya memastikan kita tidak salah arah."

"Syuting CF-nya akan berlangsung selama dua hari. Kita akan menginap di hotel terbaru mereka sebagai privilege. Uwah, aku jadi tidak sabar."

"Kita ke sana untuk bekerja."

"Sekalian cuci mata, hahaha. Siapa tahu kau bisa menemukan pria tampan yang bisa menggantikan Sasuke."

"Yak! Berhenti membahas pria itu."

"Kenapa? Takut gagal move on?" goda Ino lewat satu kerlingan jahil.

"Kalau kau sudah tahu, diamlah!"

"Makanya, cari pacar baru sana~"

Sakura terdiam tak memberikan jawaban. Hanya dengusan kecil dan segera kembali fokus untuk menyetir.

.

.

"Baiklah, syuting hari ini telah selesai. Terimakasih atas kerja kerasnya. Silakan nikmati istirahat kalian!" seru seorang pria paruh baya yang berperan sebagai penanggung jawab syuting CF kali ini —yang mana merupakan sebuah kerjasama dari beberapa produk kenamaan.

Sakura dan Ino membungkuk hormat kepada para kru dan staff. Sebelum kemudian, berbalik untuk kembali ke hotel yang sudah disediakan untuk mereka.

"Aku mau berkeliling sebentar. Biasa, mencari hiburan," pamit Ino saat mereka sampai di persimpangan jalan menuju lobby hotel.

Sakura hanya mendengus pelan dan mengangguk sebahai respon. Ia pribadi saat ini lebih tertarik untuk kembali ke kamar hotelnya dan berendam air hangat. Menikmati aroma terapi sambil menonton siaran televisi. Sepertinya itu ide yang sempurna.

Asik dengan pikirannya, Sakura hampir saja akan tergelincir ke kolam di sisi samping jalan, jika saja seorang pria bersurai merah tidak dengan sigap menarik lengan mungilnya. Membuat tubuhnya bergerak ke arah tarikan dan berakhir mencengkeram bahu kokoh sang pria sebagai tumpuan. Kedua netra dengan iris hijau serupa dan hanya berbeda opasitas itu saling bersirobok dan nampak terkejut.

"Kau tak apa, Nona?" tanya pria itu memastikan. Manik jade dinginnya memandang datar tanpa ada emosi berarti.

Sakura nampak terkesiap dan segera melepaskan cengkeramannya, "Ah, aku baik-baik saja berkat Anda. Humm, aku Sakura Haruno, terimakasih banyak sudah menolongku." Sakura sedikit membungkuk hormat sebagai ucapan terimakasih.

Pria bersurai merah itu terdiam sesaat, nampak menimbang apakah ia perlu memperkenalkan diri atau tidak, "Aa, Sabaku no Gaara."

"Hum, kalau begitu, terimakasih banyak Sabaku-san." Sakura mengulang ojigi sebagai tanda ia benar-benar sungguh berterimakasih.

Sabaku no Gaara melempar senyum tipis sebagai respon. Membuat Sakura entah kenapa jadi merasa canggung sendiri melihatnya.

"Ahahaha, kalau begitu aku permisi dulu, sekali lagi terimakasih," ujar Sakura dalam bahasa semi formal.

Gaara mengangguk dan membiarkan Sakura berlalu melewatinya. Iris hijau pucatnya menatap punggung mungil yang mulai menghilang dari horizon pandang. Kepalanya terasa dipenuhi sesuatu sekarang.

Jadi, Sakura Haruno ya?

.

.

Setelah insiden yang hampir membuat dirinya terjatuh ke dalam kolam, Sakura melangkah kembali ke arah hotel. Kaki jenjangnya menyusuri koridor untuk menuju lift yang akan membawanya ke lantai kamarnya. Iris hijaunya sedikit membola saat melihat seorang pria berjas rapi memasuki lift dan hendak menutup pintunya.

"Tunggu sebentar!" seru Sakura yang segera berlari ke arah lift di sisi samping kanan koridor.

Untung saja pria itu mau berbaik hati menekan tombol penahan pintu untuk menunggu Sakura masuk. Akan tetapi, sesampainya wanita gulali itu di depan pintu lift yang terbuka, ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memekik melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini.

"Kau!" seru wanita khas bunga musim semi itu terkejut saat mendapati Sasuke Uchiha tengah berdiri di hadapannya.

Di lain sisi, Sasuke tentu juga sama terkejutnya. Hanya saja, pria prodigy itu bisa segera menguasai dirinya dan kembali ke sorot datarnya yang biasa ia tampilkan, "Hn."

Sial, apa yang harus Sakura lakukan sekarang?! - [ tbc ]


Apa ada yang berharap ini lanjut? lol.

—2020.08.08—