Sial, apa-apaan mantan kekasihnya ini?! Bagaimana bisa ia dengan seenaknya merebut ponsel Sakura dan mematikannya begitu saja.

Sebenarnya di lain sisi, Sasuke Uchiha juga sama terkejutnya. Yang barusan itu, bukan kehendaknya. Entah kenapa tubuhnya terasa bergerak sendiri. Apa mungkin ini karena kebiasaan lama yang masih belum beradaptasi?

"Yak! Sasuke Uchiha! Apa-apaan kau?"

"Hn."

"Kau lupa? Kita tak ada hubungan apapun sekarang. Kau tak berhak lagi untuk mengatur dengan siapa aku bertemu!"

"..." Hening. Sasuke tak memberikan tanggapan apapun. Sorot matanya pun terasa sulit untuk dimengerti.

Sret!

Sakura menarik kembali ponselnya. Mengabaikan Sasuke dan bergerak untuk me-recall panggilan terakhirnya. Sedangkan Sasuke saat ini terlihat kembali mencoba fokus pada siaran televisinya. Walau indra pendengarnya nampak tak bisa untuk tak peduli.

"Halo, Sasori-kun? Maaf ya tadi ada sedikit gangguan, haha." Sakura tertawa canggung memulai konversasi. Dan Sasuke di sebelahnya nampak mendengus pelan entah karena merasa tak senang atau apa.

"Santai saja, hahaha. Jadi, apakah kita bisa bertemu, hum?"

"Tentu saja. Ayo kita bertemu, Dana~" goda Sakura meniru suara khas salah satu sahabat Sasori yang bernama Deidara.

Kekehan kecil terdengar di seberang panggilan sebelum menjawab. "Aku jadi semakin tidak sabar bertemu denganmu. Tapi ... apa Sasuke tidak akan marah? Haha."

"Kami ... sudah putus, haha." Iris giok Sakura melirik sekilas ke arah Sasuke yang nampaknya masih fokus pada acara televisinya.

"Wah, benarkah? Aku ingin turut sedih untukmu, tapi jujur saja aku merasa senang sekarang. Hahaha, maaf." Sasori terdengar tertawa kecil di seberang panggilan atas pengakuan jujur yang baru saja dibuatnya.

Sakura balas mendengus geli. Dari dulu Sasuke dan Sasori memang terlihat bak orang bermusuhan walau Sakura sendiri tak tahu apa alasannya. "Yah, begitulah, haha," balas wanita gulali itu apa adanya. Karena jujur, ia juga bingung harus bereaksi seperti apa.

"Aku jujur masih merasa terkejut, haha. Bagaimana bisa? Hum, Apa dia berselingkuh?

Sakura terdiam sejenak. Membahas seseorang yang kini ada di sebelahmu bersama orang lain di seberang sana bukanlah hal yang ingin ia lakukan. "Tidak. Hanya saja ... ah, sudahlah. Lupakan saja masalah ini."

"Yah, baiklah. Kau bisa bercerita padaku kapanpun kau mau. Ah, aku tutup dulu ya teleponnya, ada panggilan masuk dari rekan kerjaku."

"Hum? Oke. Sampai jumpa~"

"Nee, sampai jumpa juga, Sakura."

Pik!

Sakura memutuskan sambungan teleponnya. Punggung mungilnya bersandar di sandaran sofa sambil menunggu balasan pesan dari Ino. Masih mencoba sebiasa mungkin bersikap di sekitar sang mantan.

"Kau akan menemuinya?" tanya Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

"Hmm, yah, tentu saja. Dan itu tidak ada urusannya lagi denganmu."

"..."

"..."

"Hn, jangan temui dia."

"Huh, kenapa? Kau sudah tak punya hak untuk mengatur hubunganku."

Sasuke terdiam, ia sendiri juga bingung kenapa. Yang ia tahu, ia tidak menyukai hal itu. "Aku ... tidak mengizinkan."

"Hah? Kau—" [ tbc ]


For some reason, rate fict ini bakal diturunin jadi . Karena gua sekarang lagi ngembangin bitchy fict, as soon as possible. Jadi demi menjaga mood gw, salah satu harus gua turunin jadi T. Dan gw milih fict ini untuk diamanin, haha. Semoga ini bisa diterima ㅠㅠ

Dan updatenya sengaja dikit-dikit biar moodnya gak kepecah dan bisa tetap konsisten, haha.

Wanna see the next chap? Review :)

—2020.08.10—