Naruto : bukan punya saya

Rate : M

Warning : gaje, typo, Manhua, fantasy, magic, romance, humor, mainstream, dll.


.

.

fic ini untuk adiku, suruh meniru Manhua tapi pakai karakter Naruto? kan gaje, ya walaupun Battle of Elemen juga cerita awalanya meniru Manhua, tapi minta dibuatkan yang lain lagi, hhh tak apalah sesekali buat dia senang..

Naruto : Author kakak yg baik Dattebayo

Author : ahaha gak juga


.

.

.

Enjoy..

Spirit Ecsence : Zero

Di dunia ini ada eksistensi mahluk hidup selain hewan, tumbuhan, dan manusia yang di namai Spirit, mereka para Spirit sudah ada sejak ribuan, jutaan bahkan miliyaran tahun yang lalu di bumi sebelum manusia, keberadaan mereka sangatlah langka tapi masih bisa di temukan untuk Spirit muda usia puluhan tahun, sedangkan yang usia nya ratusan, ribuan atau jutaan tahun sangatlah langka, yang usianya ratusan sangat sulit dicari dan kalaupun ada dipelelangan harganya sangat mahal, bahkan sebuah harga Halo dari Spirit yang usianya ribuan bisa untuk membeli sebuah kastil mewah, bayangkan saja jika yg usianya jutaan itu sama saja dengan membeli sebuah negara atau mungkin tak ternilai dengan uang karena mereka sangat langka, apalagi yang usianya miliyaran tahun itu sesuatu yang bahkan tidak bisa manusia bayangkan dan keberadaanya adalah sebuah mitos.

sedikit penjelasan Halo Spirit adalah jiwa dari Spirit itu sendiri, semakin tua usia nya maka akan semakin kuat pula, Halo Spirit bisa di dapatkan dengan cara membunuh Spirit atau bergabung langsung dengan Spirit, tapi khasus yang satu ini sangatlah langka, karena kebanyakan Halo di dapatkan dengan cara membunuh Spirit, dan tubuh manusia bisa menampung setidak nya hingga 9 Halo Spirit,

setiap naik Rank Halo Spirit pun bisa bertambah, didunia ini Rank di bagi menjadi 9 Rank, setiap naik Rank terdapat Lv dari 0 sampai 9 untuk masuk Rank selanjutnya. kadang yang normal hanya bisa menampung 6 atau 8 Halo Spirit, yang tidak beruntung hanya mampu menampung 3 sampai 5 dan orang yang terlemah yang paling parah tanpa QI ditubuh mereka hanya mampu menampung 1 sampai 2 Halo Spirit, memang tidak adil tapi itulah hukum didunia ini yang lemah akan selalu jadi yang terlemah dan yang kuat akan selalu bersinar dimanapun mereka berada.

Perbatasan Negara Api (Desa blacksmith)

sebuah desa kecil dekat perbatasan kerajaan api, desa itu dinamakan desa penempa, karena hampir sebagian penduduk nya bekerja sebagai pandai besi, dan sebagianya lagi sebagai petani. bisa dilihat para penduduk sibuk melalukan aktifitas mereka masing-masing, kita beralih ke sebuah rumah kecil yang dekat dengan hutan.

di ruang tamu terlihat bocah bersurai kuning duduk di kursi sambil memegang secarik kertas dari ayah nya, Nama bocah itu adalah Uzumaki Naruto berusia 6 tahun, tangan kecil Naruto bergetar, dia tidak tau apa yang tertulis di surat itu, karena dia tidak bisa membaca, ayah Naruto kecil tidak pernah mengajarinya membaca karena terlalu sibuk berlatih memulihkan diri, kerja sambilan sebagai penempa dan berburu, itu sebabnya dia buta huruf dan Naruto kecil tidak tau apa yang ayah nya tulis di kertas ini sunguh menyedihkan, yang Naruto tau ayah nya pergi meningalkanya sendirian, karena Naruto kecil sudah menungu ayah nya selama 5 hari ini, dan belum juga pulang, yang artinya ayah nya itu memang benar-benar pergi entah kemana dan meningalkanya sendiri.

" ayah.."

seru lirih Naruto kecil, Naruto kecil masih bertanya kenapa ayah nya pergi meningalkan dirinya, apakah dia berbuat salah? atau ayah nya memang sudah tidak peduli lagi padanya? pertama ibunya dan sekarang ayah nya yang pergi entah kemana, Naruto kecil hanya bisa berdoa semoga ayah nya baik-baik saja diluar sana, ayah nya hanya meningalkan secarik kertas dan sebuah pisau hitam aneh untuk nya.

Naruto pov

halo namaku adalah Uzumaki Naruto, aku anak dari Namikaze Minato dan maaf aku tidak tau nama ibuku, ayah tidak pernah cerita soal ibu, kata ayah ibu sudah meningal setelah melahirkanku, dan aku memakai nama keluarga ibuku yaitu Uzumaki, itu juga perintah dari ayah, saat aku bertanya kenapa bukan Namikaze? dan ayah hanya menjawab ' saat kau besar, kau pasti akan mengerti Naruto ' aku tidak tau apa yang ayahku maksud tapi aku percaya pada ayah, tapi aku tidak tau ayah pergi kemana, dan tujuanku saat ini adalah untuk mencari ayahku..

Naruto pov end.

seperti yang Naruto kecil katakan, dia sudah bersiap sedari pagi, semua barang nya sudah Naruto masukan ke gelang penyimpanan, itu adalah gelang pemberian ayah nya saat ulang tahunya tahun lalu, Naruto kecil berdiri dari duduk nya, dia melihat seisi rumah, banyak sekali kenangan dengan ayah nya, rasanya sulit meningalkan rumah ini, tapi Natuto kecil sudah menguatkan tekadnya untuk mencari sang ayah.

Naruto kecil melangkah keluar rumah, tidak lupa dia juga menutup pintu rumah, sebelum pergi Naruto kecil membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada rumah nya karena sudah memberikan kenangan indah bersama sang ayah. saat kaki Naruto mulai melangkah dia di kejutkan dengan sebuah suara.

" Narutooo! mau kemana kau? "

dari jauh terlihat gadis kecil berlari kearah Naruto, Naruto berbalik dan ternyata itu adalah Yamamaka Ino, teman pertama Naruto, Naruto dan Ino sudah berteman selama setahun, selama itu pula mereka sudah akrab, awal mula mereka bertemu secara tidak sengaja saat Naruto kecil ke hutan bersama ayah nya untuk berburu, dan saat itulah Naruto bertemu Ino kecil yang lututnya terluka, karena kasihan Naruto kecil pun menawarkan bantuan, dia mengendong ino kecil, Minato hanya tersenyum melihat kepedulian putranya. akhirnya Naruto dan ayah nya tidak jadi berburu dan malah mengantarkan Ino ke rumah nya. sejak saat itu Ino selalu bermain ke rumah Naruto dan mereka pun menjadi akrab.

" ino ada apa? "

" ada apa katamu, kemana saja kau? rumah mu terkunci selama 5 hari, kau tau aku khawatir Naruto.." ucap Ino kecil, tidak melihat Naruto selama hampir satu minggu membuat Ino tidak bersemangat, dan entah kenapa dia juga tidak nafsu makan, nenek ayah dan ibu nya juga sampai bingung dengan tingkah Ino kecil.

" maaf.. "

" hehe~ akan ku maafkan kalau kau bermain denganku seharian, jadi kita main apa hari ini? " tanya Ino kecil, dia sudah menantikan saat bermain dengan Naruto nya lagi, tapi sesaat kemudian Ino bingung melihat Naruto berbalik badan dan membelakangi nya.

" aku tidak bisa Ino.. aku akan pergi dari sini "

" apa maksudmu Naruto? "

" aku ingin mencari ayahku.. aku akan pergi "

Greb!

sontak Naruto terkejut saat Ino tiba-tiba memeluk nya dari belakang, Naruto bahkan mendengar suara isak tangis Ino, Ino menangis dia tidak mau Naruto pergi.

" (hiks) jangan pergi.. (hiks) jangan tingalkan aku Naruto..(hiks) " Ino kecil menangis, dia tidak mau berpisah dengan Naruto, dia tidak mau, ino kecil tersentak saat Naruto melepaskan tanganya yang melingkar di perut Naruto.

" maaf Ino.. tapi aku harus mencari ayah.. "

" (hiks) kalau begitu..(hiks) aku ikut Naruto "

" tidak aku tidak bisa, aku takut terjadi sesuatu padamu.. " ucap Naruto kecil, dia sadar dia lemah makanya Naruto kecil tidak mau Ino ikut, karena dia juga tidak bisa membela dirinya sendiri apalagi melindungi Ino. ino yang merasa kesal dengan jawaban Naruto melangkah maju menghadap Naruto, dan saat itulah Ino kecil terkejut melihat Naruto juga menangis.

" (hiks).. Naruto.. (hiks) (hiks) "

" maaf ino... aku harus pergi.. "

Naruto melangkah melewati Ino, Ino hanya terdiam dengan isak tangis, tapi sesaat kemudian ino kecil tau ini bukan waktunya menangis dia harus mengatakan yang selama ini dia rasakan, Ino kecil pun berbalik.

" Naruto berjanjilah.. (hiks) berjanjilah kau akan menemuiku lagi dan (hiks) dan saat itu kau harus menikahiku.. berjanjilah Narutoooo! " teriak Ino disisi isak tangis nya. Naruto menoleh ke belakang.

" iya aku janji.. " balas Naruto kecil, Naruto kecil tidak tau arti dari kata pernikahan yang barusan dia jawab, Naruto hanya menjawab iya agar Ino tidak lagi menangis.

Naruto kecil mengambil kalung dari gelang penyimpananya, itu adalah kalung sederhana dengan bandul batu ruby hijau yang dia buat sendiri mengunakan seutas benang. Naruto melemparkan kalung itu dan Ino menerima nya.

" jaga itu dengan baik Ino.. sampai kita bertemu lagi.. " ucap Naruto, setelah itu Naruto kecil langsung berlari memasuki hutan, meningalkan Ino sendiri, Ino masih menangis, dia mengengam kalung pemberian Naruto, akan selalu Ino jaga kenangan dari Naruto itu sampai mereka bertemu kembali.

setelah beberapa saat tangisan Ino mereda, dia menghapus sisa air matanya dan berlari kerumah nenek nya. kali ini Ino kecil akan setuju dengan usul ayah dan ibunya untuk lekas pergi pulang ke ibukota kerajaan Api, karena tidak ada lagi yang bisa dia lakukan di desa ini tanpa Naruto, Ino bahkan tidak mau menetap lama di tempat nenek nya ini, jika bukan karena Naruto, itu karena dia sebelum nya adalah tuan putri kecil yang manja.

benar Yamanaka adalah satu dari empat pilar keluarga utama kerajaan, mereka empat pilar keluarga adalah yang berperan penting di kerajaan Api ini, Yamanaka juga keluarga terkaya no 2 setelah Uchiha, dan paling berpengaruh di kerajaan Api. Yamanaka Inoichi mendapatkan kepercayaan penuh dari sang Raja, maka dari itu keluarga lain tidak berani menyingung keluarga Yamanaka, bahkan ke tiga pilar keluarga utama yang lainya.

kembali ke Naruto, setelah meningalkan Ino, Naruto kecil berlari tak menentu arah, dia hanya ingin berlari dan berlari, Naruto kecil juga merasa sedih berpisah dari Ino, karena hanya Ino teman yang Naruto punya di desa itu. tapi mau bagaimana lagi, mencari ayah nya lebih penting, Naruto harus dengar sendiri apa alasan ayah nya meningalkan dirinya.

Bruk!

" uhgg "

Naruto kecil terjatuh saat kakinya tersangkut akar pohon, dia melihat lutunya yang terluka, Naruto kecil baru sadar kalau dirinya berada jauh di dalam hutan, awalnya dia hanya ingin menyusuri pingiran hutan hinga menuju jalan utama, tapi setelah bertemu Ino, dia malah lari dan disinilah dia sekarang, Naruto bahkan tidak ingat dari arah mana dia tadi berlari, karena rimbunya pepohonan hutan.

" dimana aku? "

ucap Naruto kecil, di tengah kebingunganya dia merasakan hawa yang tidak enak, hawa itu dia rasakan hampir di seluruh wilayah hutan, yang artinya hutan tempatnya saat ini sangatlah berbahaya, ia pun mencoba berdiri, Naruto kecil melangkah perlahan dengan lututnya yang terluka. Naruto kecil terus melangkah menyusuri rimbunya hutan tanpa arah tujuan yang jelas.

5 jam kemudian..

tidak terasa waktu cepat berlalu, Naruto kecil sudah menyusuri hutan itu selama 5 jam lebih, lututnya sudah dia obati dengan daun dan di ikat kain, daun yang Naruto kecil gunakan itu type obat-obatan yang ayah nya pernah ajarkan padanya, walaupun dia lupa nama nya tapi Naruto kecil masih ingat bentuknya. melihat hari yang mulai gelap Naruto kecil beristirahat sejenak, di bawah rimbunya pepohonan, dia mengeluarkan botol air dari gelang itu dan sisa makanan yang dia bawa. Naruto kecil makan dengan perlahan.

" ayah..."

Naruto kecil menangis dia teringat saat makan bersama ayah nya, dan dia rindu saat dimana mereka berburu dan makan bersama-sama, kenapa? kenapa ayah pergi? ayah apa Naru berbuat salah? ..fikir Naruto kecil.

Naruto kecil berhenti makan, dia merasa ada yang mengawasi nya, mahluk itu sepertinya bergerak sangat cepat, hari yang sudah mulai gelap membuat pandangan Naruto kecil agak buram, tapi dia bisa melihat semak-semak itu bergerak, dan benar saja sesuatu melompat keluar dari semak itu..

bentuk mahluk itu seperti macan tapi berwarna biru dan lagi tubuhnya bercahaya, Naruto kecil yang baru pertama kali melihat Spirit beast, tubuhnya bergetar ketakutan saat Spirit beast itu melihatnya dengan tatapan tajam, tidak mau diam saja dan mati, Naruto kecil langsung bangun dan berlari menjauh dari Spirit beast itu. tapi gerakan dari Naruto malah memicu Spirit beast itu untuk mengejarnya.

Naruto kecil mati-matian berlari secepat yang dia bisa, walaupun lututnya terasa sangat sakit, tapi dia harus kuat, dia tidak boleh mati sekarang, dia masih belum menemukan ayah nya. tapi sepertinya Spirit beast itu lebih cepat dia melompat dari pohon ke pohon mengejar Naruto kecil, dan setelah dekat dia melompat menyerang Naruto.

Slass!

" Arrrggggg! "

Naruto kecil menjerit saat pungung nya kena cakar, ia pun jatuh tersungkur, rasanya sangat sakit, dalam fikiran Naruto kecil apa dia akan mati disini? bahkan sebelum bertemu dengan ayah nya. melihat mangsa nya jatuh Spirit beast itu mendekati tempat Naruto. walaupun sangat sakit tapi ini bukan waktunya untuk mengeluh, Naruto kecil mencoba merangkak, Naruto kecil melihat Spirit beast itu semakin mendekat. tidak punya pilihan lain dia mengeluarkan alat dari gelang penyimpanan yang ayah nya berikan, dan itu adalah sebuah bola biru bercahaya. Naruto ingat apa yang ayah katakan waktu itu..

Naruto.. jika kau dalam kesulitan gunakan ini, tapi ingat nak, gunakan jika kau benar-benar dalam bahaya.. karena ayah tidak selalu ada untuk melindungi mu.. putraku

" ayah.. maafkan Naru! "

Naruto meremas bola biru itu hinga hancur, di saat yang bersamaan juga Spirit beast itu melompat menerkam Naruto, tubuh Naruto mengeluarkan cahaya biru dan yang selajutnya terjadi adalah...

Duaaaar!

ledakan kuat terjadi meluluhlantarkan pepohonan di sekitarnya bahkan Spirit beast tadi langsung lenyap jadi debu, dari kepulan debu bekas ledakan itu keluar bola biru transparan, bisa dilihat di dalam bola itu terdapat tubuh Naruto kecil yang terluka, bola itu terpental jauh akibat dari ledakan tadi, bola itu terus bergerak dan berakhir saat masuk kedalam celah tebing yang mengarah langsung kebawah tanah yang sangat gelap.


Dataran Langit (gunung iblis)

sedangkan itu di wilayah yang di sebut dataran langit yang ada di kaki gunung iblis, Namikaze Minato atau ayah dari Naruto sedang meditasi di sebuah goa bawah tanah, Minato tiba-tiba membuka matanya.

" Naruto..! "

ucap Minato, dia terkejut saat merasakan hawa keberadaan putranya itu menghilang, sebelumnya dia masih bisa meraskan hawa keberadaan Naruto, tapi beberapa menit yang lalu sudah menghilang, apa yang sebenarnya terjadi pada Naruto? nak apa kau baik-baik saja? fikir Minato cemas.

Minato lalu bangkit, dia ingin memastikan keadaan Naruto, bagaimanapun juga dia adalah ayah nya, jadi sudah sewajarnya Minato khawatir saat keberadaan Naruto hilang dari jangkauanya.

" kau mau kemana Minato? " tanya seseorang.

" aku ingin mencari putraku! " balas Minato.

" apa kau melupakan dendamu? "

Minato terdiam, dia tidak mungkin melupakan dendam nya, selama bertahun-tahun, Minato masih teringat dengan jelas apa yang sudah mereka semua lakukan pada dirinya, merebut tahta miliknya, memusnahkan seisi keluarga nya dan bahkan mereka ingin melenyapkan putranya yaitu Naruto, yang saat itu masih bayi.

" aku mengerti.." ucap Minato, dia kembali meneruskan meditasi nya, meskipun dengan berat hati, Minato sangat ingin mencari dan memastikan keadaan Naruto, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada putra nya itu, tapi dia juga tidak bisa meningalkan meditasi nya, demi menyembuhkan luka dalam dan menjadi lebih kuat untuk membalas mereka yang sudah merengut semua darinya.

' maaf ..Naruto ' batin Minato sedih. dia tidak bisa berbuat apa-apa di saat putranya sendiri sedang dalam kesulitan, ternyata dendam di dalam diri Minato lebih besar dari pada kasih sayang nya sebagai seorang ayah.

Back to Naruto

putih? dimana aku ini? apa aku sudah mati? apa ini tempat yang pernah ayah katakan? jadi apa ini adalah alam kematian? apa ini surga?

bukan ini bukan surga..

siapa itu? tunjukan dirimu!

itu agak sulit.. karena dari awal aku tidak memiliki wujud..

ja-..ja-jadi kau ..HANTU!

ahahaha.. bukan aku bukan hantu.. aku adalah serpihan jiwa, kau bisa mengangapku jiwa dari Spirit beast...

eh? jiwa Spirit beast? tapi itu tidak mungkin, kata ayah Spirit beast itu hanyalah kumpulan QI Elemen jahat perusak tubuh dan tidak punya jiwa..

ahaha kau membuatku tertawa bocah.. itu salah.. setiap Spirit beast juga memiliki jiwa.. sama seperti kalian manusia.. ayah mu mengatakan itu, karena dia tidak ingin kau memasuki dunia seni bela diri..

kenapa ayah berbohong pada Naru, padahal Naru ingin jadi seperti ayah..

dia melakukan itu untuk kebaikan mu, karena tubuhmu itu tidak normal..

apa maksudnya tubuh Naru? tidak normal?

ya aku merasakan kau tidak memiliki akar spiritual QI dalam tubuh mu, normal nya anak seusia mu memiliki QI di tubuh mereka, tapi kau tidak dan mungkin itu yang membuat Minato, tidak ingin kau memasuki dunia seni bela diri..

eh? kau kenal ayahku?

siapa yang tidak kenal dengan ayahmu, dia adalah orang kuat yang berada di tingkat Legenda, ayahmu juga yang memberikanku padamu Naruto..

Naru tidak mengerti?

intinya ayah mu adalah orang yang sangat kuat, dan pisau hitam yang dia berikan padamu terdapat serpihan jiwaku..

Naruto kecil hanya menganguk, walaupun dia tidak mengerti, tapi itu kedengaranya hebat, ayah nya adalah orang yang kuat, dan Naruto kecil ingin menjadi seperti ayah nya.

apa Naru bisa seperti ayah?

bisa jika kau berlatih sunguh-sunguh, kau bahkan bisa melampaui Minato, tapi untuk itu kau membutuhkan jiwa Spirit, karena tubuhmu tidak memiliki QI..

apa kau bisa jadi Spirit Naru?

ahahaha.. itulah pertanyaan yang aku tungu, tapi jika kau memilihku kau tidak akan bisa memiliki Spirit lain Naruto..

itu tidak apa, Naru tidak butuh banyak Spirit hehehe..

aku memang tidak salah memilih mu, kau bocah yang menarik Naruto, untuk beberapa tahun kedepan pelatihanya akan sangat berat apa kau siap?

Naru siap!

bagus kita akan mulai.. oh ya dan namaku adalah... Zero


7 tahun kemudian...

tujuh tahun telah berlalu semenjak Naruto kecil berlatih dengan Zero di alam bawah sadarnya, Naruto kecil berlatih sangat keras selama tujuh tahun pelatihan yang seperti neraka itu, kini dia sudah tumbuh menjadi anak yang kuat di usia nya yang masih 13 tahun, Naruto kecil selalu bertanya pada Zero kenapa dia tidak merasakan lapar ataupun haus, dan Zero hanya menjawab tubuhmu di suplay energi dari luar, lebih tepatnya dari bola biru transparan yang membungkus tubuh Naruto kecil.

[kecepatan Ilahi pembelah langit]

Naruto kecil bergerak sangat cepat, Naruto dengan lincah memainkan pedang hitam di tanganya, menebas menusuk dengan gabungan gerakan cepat tubuhnya, pisau hitam yang sebelumnya berubah menjadi pedang hitam pekat setelah menyatu dengan tubuh Naruto. tidak hanya pedang Naruto juga bisa merubahnya bentuknya menjadi sabit hitam, dia mengayunkan sabit itu, menebas nebas dan melemparkanya, gagang sabit itu terhubung dengan rantai hitam di lenganya, Naruto menarik lagi sabit itu ketanganya, dan dengan kecepatanya ia kembali ke posisi awal. sabit itupun lenyap dari gengaman tangan Naruto.

bagus.. bagus sekali, kau sudah melampaui expentasiku Naruto, kau yang sekarang tidak akan sulit hidup didunia luar..

terimakasih Zero, terimakasih telah mengajariku banyak hal tentang dunia ini, aku belajar banyak darimu, aku tidak akan mengecewakan mu, aku akan menjadi yang terkuat seperti yang kau inginkan, dan menemukan tubuh untukmu..

kau masih ingat itu? aku senang Naruto, tapi aku sudah tidak butuh tubuh baru, aku ingin selalu bersama mu..

tidak masalah kita akan selalu bersama, dan lagi dengan kekuatan ini aku bisa mencari ayahku, ayah tungulah ..Naru akan datang!

semangat yang luar biasa, mungkin sudah saat nya kau keluar dari sini Naruto, ini bukan perpisaan kau bisa kapanpun datang kesini menemuiku.

iya terimakasih dan sampai jumpa... Zero

setelah mengucapkan selamat tingal, jiwa Naruto melebur dan kembali ke tubuh asli nya, Naruto membuka matanya, dia masih ada di dalam bola transparan itu, terlihat energi dari bola itu sudah menipis bahkan bisa pecah kapanpun, untung nya itu bisa tahan melindungi dan mensuplay tubuh nya selama 7 tahun, jika tidak mungkin Naruto sudah jadi kerangka, bola biru itu tersangkut di celah jurang, Naruto mengeluarkan pedang hitam nya untuk memecahkan bola itu, bola itu pun pecah dan Naruto jatuh kedalam celah, Naruto langsung mengubah bentuk pedang nya menjadi rantai, dia melemparkan rantai itu dan menancap tepat di bebatuan dinding jurang.

' fiuh.. untung aku punya Zero, jika tidak aku mungkin akan mati, tapi jurang ini aneh sekali, dan ada Qi yang sangat kuat di bawah sana.. ' batin Naruto saat merasakan Qi yang sangat kuat, mungkin itu dari Divine Beast.

Divine Beast adalah evolusi atau tingkatan selanjutnya dari Spirit Beast, mereka jauh lebih kuat dari Spirit Beast biasa, mahluk itu jarang ditemui dan langka, karena tidak semua Spirit Beast bisa berevolusi menjadi Divine Beast, Naruto sudah belajar banyak hal pada Zero jadi dia tau. karena penasaran Naruto pun turun dengan memanjangkan rantai nya, setelah beberapa saat Naruto mencapai dasar dari jurang itu, didasar jurang itu ternyata ada batu cahaya, batu itu memang berfungsi sebagai penerangan, jadi Naruto bisa melihat disekitarnya. Naruto mengikuti arah Qi kuat yang dia rasakan sebelumnya, itu membawa Naruto kesebuah goa, ternyata ada goa bawah tanah di dasar jurang. Naruto masuk kedalam goa itu, sesaat kemudian dia terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.

" apa ini? "

Naruto terkejut saat menemukan bangkai Spirit Beast raksasa berbentuk burung gagak, tidak Qi yang Naruto rasakan bukan Spirit Beast tapi Divine Beast, mungkin Spirit Beast ini gagal evolusi, hinga menewaskan dirinya sendiri, itu juga yang di ajarkan Zero. ketika Spirir Beast ingin berevolusi dia akan memacu Qi dalam jumplah besar di tubuhnya, jika tidak seimbang dengan jumplah yang dikeluarkan maka Qi itu akan jadi racun dan membunuh nya dalam hitungan detik. dilihat dari bangkai nya mungkin Spirit setangah Divine Beast ini sudah mati lebih dari enam bulan.

" beristiratlah dengan tenang dan mohoh maafkan aku, aku ingin mengunakan kekuatanmu.." ucap Naruto, dia melangkah maju mendekati bangkai Divine Beast.

" [Surga dan Bumi menyatulah Spirit Ecsence!] "

setelah mengucapkan itu bangkai Divine Beat itu tersedot dan masuk kedalam telapak tangan Naruto, otomatis Qi yang melimpah dari bangkai Divine Beast tadi menyatu dengan tubuh Naruto, kekuatan Naruto meningkat pesat, semua indra di tubuh nya juga meningkat terutama penglihatan Naruto yang semakin tajam dan tangan Naruto juga bisa di ubah menjadi cakar burung, tidak hanya itu pungung Naruto juga menumbuhkan sayap burung gagak raksasa, Naruto bisa memunculkan dan menghilangkan sayap nya, itu juga berlaku untuk cakar di tantanya.

" ini luar biasa.." ucap Naruto saat merasakan peningkatan kekuatan di tubuh nya, terimakasih pada Zero dan kekuatan utama nya yang bisa menyedot dan miliki kemampuan Spirit Beast ataupun Divine Beast lain yang dia sedot. Naruto melihat di dalam goa itu banyak sekali harta benda, mulai dari emas, senjata pusaka dan ada juga pakaian, bicara soal pakaian Naruto jadi ingat kalau pakaianya sudah robek sana-sini, pantas saja dia merasa kedinginan, tanpa banyak bicara lagi Naruto melepas semua pakaian robek itu dan menganti dengan pakaian baru, Naruto memakai baju hitam lengan pendek dan celana hitam panjang, oh dia juga menemukan sepasang sepatu putih di tumpukan harta itu, lalu Naruto pun memakai nya, ukuranya bisa langsung di sesuaikan denganya, mungkin sepatu itu adalah benda pusaka atau sejenis nya. Naruto juga menemukan jubah cokelat di tumpukan harta itu, Naruto memakai nya, Naruto merasa tubuh nya tiba-tiba jadi berat setelah memakai jubah itu seperti membawa batu besar di pungung nya, Naruto menduga jubah ini juga benda pusaka, lebih seperti pusaka untuk melatih tubuh, ini bagus untuk nya, Naruto seperti mendapat berkah dari surga, keberuntungan Naruto terus berlanjut dia juga menemukan pedang yang juga benda pusaka, pedang itu terlihat indah dengan permata biru di gagang nya, Naruto menyimpan pedang itu di gelang penyimpanan miliknya, dia juga menyimpan sisa harta yang lainya. tumpukan emas dan benda pusaka tadi sudah lenyap masuk kedalam gelang penyimpanan Naruto. setelah menguras seisi harta didalam goa itu Naruto pun pergi keluar.

" baiklah ayo coba ini.."

Naruto menyadari sepatu yang dia pakai itu memiliki fungsi merendam suara langkah kaki, juga memberinya kemampuan menempel dimanapun dan bisa berpijak di udara. Naruto mulai mengambil ancang-ancang, lalu dia melesat berlari di dinding jurang, dia berpindah kesisi lain dinding dan terus berlari, Naruto mompat menginjak udara dan berpindah kedinding sebelumnya, Naruto terus berlari dan berpindah-pindah sampai dia keluar dari celah jurang itu, setelah keluar yang pertama Naruto lihat adalah hamparan tanah gersang, dan jauh di hadapanya ada hamparan hutan yang luas.

Naruto mengeluarkan sayap gagak dari pungung nya dan melesat terbang kelangit, di udara Naruto bisa melihat banyak hal, tapi kebanyakan adalah pepohonan hutan dan pegunungan. Naruto terbang dengan kecepatan sedang, tujuanya saat ini adalah ke desa atau kota terdekat, sudah lebih dari 30 menit Naruto terbang menyusuri hutan, Naruto melambat saat melihat sebuah kota kecil tidak jauh darinya, tidak ingin menarik perhatian Naruto pun mendarat di dalam hutan, Naruto menghilangkan sayap nya dan memakai tudung jubah nya. dia menuju kearah kota sambil jalan kaki menyusuri hutan.

" Kyaaaaaaaa! "

langkah kaki Naruto berhenti saat mendengar teriakan seseorang, karena penasaran Naruto pun bergerak menuju asal dari suara itu, setelah sampai Naruto disuguhi penandangan yang mengerikan, banyak mayat mengenakan armor seperti prajurit berserakan. tidak jauh dari hadapanya Naruto melihat 2 gadis kecil seumuran denganya yang di kepung 3 orang dewasa.

" khe khe.. bos kita dapat tangkapan besar kali ini.. kita pasti akan kaya .." ucap salah satu dari tiga orang itu.

" kau benar dilihat dari penampilanya, mereka pasti anak orang kaya.. ahaha " mereka bertiga tertawa bersama, salah satu dari dua gadis kecil itu maju.

" me-menjauh dariku, apa kau tidak tau? aku adalah putri dari Hyuga Hiashi, papa akan datang dan membunuh mu jika aku terluka! " acam gadis itu yang ternyata adalah Hyuga Hinata, dari keluarga besar Hyuga dan putri dari salah satu pilar kerajaan Api Hyuga Hiashi.

" bo-bos! dia anak Hyuga Hiashi, jika benar itu ayah nya kita akan dalam masalah serius! " ucap salah satu dari tiga bandit itu, yang ketakutan setelah mendengar nama Hyuga Hiashi. siapa yang tidak takut coba dengan Hyuga Hiashi, dia dijuluki iblis putih dan pernah membantai lebih dari ribuan tentara musuh saat terjadi perang dengan ibukota kekaisaran Angin, dia juga salah satu orang yang paling disegani di ibukota kekaisaran Api, dan meraih posisi tingi di ibukota sebagai pilar kerajaan, menyingung nya berati mati.

" apa kau percaya omongan gadis kecil? dia hanya membual, Hyuga Hiashi tidak akan ceroboh membiarkan anak nya keluar dengan penjagaan yang lemah seperti ini..! "

" k-kau akan menyesal saat papaku datang, tungu saja kematian kalian, kalian akan d-di rebus, dikukus dan dibakar lalu p-papa ku akan me-mencincang kalian! " ancam Hinata kecil dengan nada bergetar, sebenarnya dia juga takut tapi dia harus melindungi sahabatnya sekaligus tuan putri atau anak dari Ratu kerajaan Api sendiri yaitu Senju Shion.

" Hi-Hinata-chan.." Shion ketakutan dan mengengam tangan Hinata. ini pertama kalinya mereka keluar dari ibukota kerajaan Api, mereka keluar secara diam-diam, karena Shion ingin sekali melihat dunia luar dan Hinata lalu mengajaknya untuk melihat dunia luar, mereka bahkan tidak membawa pengawal dan hanya membawa prajurit rendahan berperingkat Bronze yang menjaga perbatasan, jika tau akan terjadi hal seperti ini mereka akan membawa pengawal tingkat Silver ataupun tingkat Gold.

" gadis kecil kau banyak membual, aku akan mulai darimu dulu! " ucap Bos bandit dia mencengkram rambut Hinata kecil.

" Kyaaaaaaaaa! "

" Hey.. hentikan! "

mereka di kejutkan dengan suara Naruto, dari semak-semak dia berjalan keluar, penampilan Naruto yang memakai jubah dengan tudung itu membuat wajah nya tidak terlihat. salah satu dari bandit itu memdekat dan mengacungkan golok pada Naruto

" bocah aku sarankan kau pergi, sebelum- "

Brass!

Hinata, Shion dan kedua bandit itu melotot saat lengan Naruto yang berubah menjadi cakar burung itu menembus perut bandit itu, sontak rekanya marah melihat temanya mati dan langsung menyerang Naruto.

" bocah b*ngs*t! "

Brass!

sama seperti nasib rekanya belum juga mengayunkan goloknya, cakar Naruto sudah terlebih dulu menembus perutnya. alahasil dia pun harus mati dengan cepat di tangan Naruto. si Bos bandit terlihat geram dengan Naruto yang sudah membunuh anak buahnya yang setia. dia melepaskan cengkaram pada rambut Hinata dan menghadap Naruto.

" bocah kau menyingung orang yang salah, tidak peduli siapa kau, kau akan mati disini! " ucap nya, lalu di belakang bandit itu muncul Halo Spirit berusia 400 tahun berwarna cokelat gelap.

' hm..jadi itu Halo Spirit? warna nya melambangakan type Tanah.. ' batin Naruto saat pertama melihat Halo Spirit.

" bocah rasakan ini, [Tinju penghancur batu] " bandit itu datang menyerang Naruto dengan tinju nya.

Krak!

Naruto bergerak menghindari tinju nya, hembusan angin dari pukulan tadi sangat kuat, bahkan pohon di belakang Naruto sampai berlubang. bandit itu kembali menyerang Naruto, kali ini dia menyerang secara membabi buta dengan pukulanya, tapi Natuto masih dengan santai menghindari setiap pukulan dari lawanya. dengan pelatihan yang seperti di neraka selama 7 tahun bersama Zero, ditambah dengan penglihatan super Naruto yang ia dapat dari menyerap bangkai Divine Beast, membuat Naruto merasa pukulan itu bahkan terkesan sangat lambat sekali.

" sial.. sial bocah sialan! [Tinju puluhan banteng] "

bos bandit itu terlihat kesal, dia sampai mengeluarkan skill terkuatnya, dan secara membabi buta menyerang Naruto, Naruto sendiri masih dengan santai nya menghindari setiap serangan lawanya, meski serangan itu terlihat cepat tapi bagi Naruto yang memiliki mata gagak itu sangatlah lambat.

Duak!

" uhgg! (kimochi) " mata bos bandit itu melotot.

Naruto membalas serangan dengan menendang bandit itu, tendangan Naruto tepat pada si Junior, itu sangat menyakitkan dan membuat ngilu. bos bandit itu pun jatuh bersujud sambil memegangi biji nya yang pecah.

" maafkan aku...! "

Brass!

Naruto dengan keji nya menginjak kepala si bandit itu hinga hancur, Hinata dan Shion yang melihat kebrutalan Naruto pun tidak percaya dan menutup mulut mereka, Shion sampai mengigil ketakutan begitu juga dengan Hinata, mereka tambah takut saat Naruto berbalik melihat mereka.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue..

selesai juga ..hhh rencananya mau dibuat OneShoot 1 chapter saja, tapi terasa aneh kalau Naruto tumbuh lebih cepat, jadi dijadikan beberapa chapter, mungkin hanya 3 chapter atau 7 lalu cerita tamat atau jika banyak yang minat mungkin Author tambah jadi 12 chapter dan tamat, update selanjutnya tergantung mod Author ..ya itu saja.

.

.

[Bio data karakter]

Naruto Uzumaki (Namikaze)

Umur : 13

Spirit : Zero (umur?)

Skill : [Surga dan Bumi menyatulah Ecsence Spirit] kemampuan yang dapat menyerap Skill dan QI Spirit Beast lain dan menjadikanya miliknya. [Kecepatan ilahi pembelah langit] bergerak cepat menyerang dari berbagai arah, dengan pedang, sabit, ataupun rantai, dan kembali ketempat semula secepatnya

Rank : [Rank1] level 5 (Bronze)


Minato Namikaze

umur : 33

Spirit : (?) (?) (?) (?) (?) (?)

Skill : (?) (?) (?) (?) (?) (?)

Rank : [Rank7] level 9 dulu sebelum terluka, dan saat terluka turun jadi [Rank5] level 0 lalu (7 tahun kemudian) saat ini [Rank?] level ?


Bos Bandit

umur : 24

Spirit : Banteng gunung (umur 400 tahun)

Skill : [Tinju pemecah batu] pukulan kuat yang dilapisi Qi yang mampu menghancurkan batu, [Tinju puluhan banteng] memukul secara bertubi-tubi dengan aura QI Banteng.

Rank : [Rank1] level 8 (Bronze)


.

.

Tingkatan kekuatan dalam cerita ini

Bronze : [Rank1] level 0 sampai [Rank2] level 9

Silver : [Rank2] level 0 sampai [Rank3] level 9

Gold : [Rank3] level 0 sampai [Rank4] level 9

Diamond : [Rank4] level 0 sampai [Rank5] level 9

Soul Mythic : [Rank5] level 0 sampai [Rank6] level 9

Divine Lengend : [Rank6] level 0 sampai [Rank7] level 9

Great Imortal : [Rank7] level 0 sampai [Rank8] level 9

Heaven King Imortal : [Rank8] level 0 sampai [Rank9] level 9


.

.

itu saja.. sampai jumpa lagi di Chapter selanjutnya..

Shiro log out..