STRONG FATHER

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Dan karakter lainnya dari Disclaimernya masing-masing, saya hanya meminjamnya.

Rate : M

Genre : family, humor, romance, fantasy

Pair : Naruto U x Harem

Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahanan, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakkan.

"Hello" : orang bicara

"Hello" : orang membatin

"Hello" : monster bicara

"Hello" : monster membatin

.

.

Chapter 1

.

#Bandara London, pagi.

.

Di suatu bandara terlihat 4 orang berbeda gender dengan 2 pria tampan tapi berbeda usia dan 2 perempuan cantik yang memiliki umur yang sama.

"Dimana si Minato? pergi ke toilet kok lama banget," ucap pria tampan yang paling dewasa di antara mereka, dia adalah Uzumaki Naruto sang ayah dari mereka semua.

"Mungkin dia kena diare Tou-Chan, soalnya tadi malam dia makan ramen pedas terlalu banyak," ucap salah satu wanita cantik yang masih remaja duduk di belakang Naruto.

"Apa benar, Naruko?" tanya Naruto kepada anaknya yang bernama Naruko. (Female Naruto tanpa kumis kucing di setiap pipinya)

"Um," angguk Naruko.

"Anak itu, tidak ada bosannya dengan ramen," gumam Naruto menghela nafas sambil melihat jam tangannya.

"Seperti Tou-Chan dulu," kata perempuan lain yang seumuran dengan Naruko di samping Naruko.

"Itu kan dulu Vivi, Tou-san yang sekarang kan ngak," kata Naruto membela dirinya.

"Tapi benar kan Tou-Chan," kata perempuan itu yang ternyata bernama Vivi. (Vivi Nafertari : One Piece dengan rambut warna putih perak)

"Haik, haik, anak Tou-san memang selalu benar," ucap Naruto mengalah.

"Hehe..." dan di jawab cekikikan oleh Vivi.

"Menma! cepat kau susul Minato, sebentar lagi kita berangkat," ucap Naruto memerintahkan pria yang lebih muda darinya yang berada di sampingnya.

"Tidak usah di susul Tou-san, itu orangnya," kata Menma (Jellal Fernandes : Fairy Tail dengan rambut warna coklat dan tanpa tatto di area matanya) sambil menunjuk remaja 16 tahunan sedang berlari terburu-buru. (Minato chunin tapi lebih tinggi dengan rambut kuning kemerahan).

"Mana?" Naruto menoleh ke arah yang di tunjuk Menma.

"Maaf hah, lama," ucap Minato setelah sampai di depan Naruto dengan nafas terputus-putus. "Tadi keluarnya bayak banget," sambung Minato sudah mulai tenang.

"NGAK NANYA!"

Teriak Menma, Naruko, dan Vivi bersamaan.

"Sudah-sudah, karena sudah berkumpul semua, ayo kita naik sebentar lagi berangkat." Kata Naruto melerai anak-anaknya.

.

.

.

#Bandara Kyoto, Siang.

.

Setelah sampai di bandara Kyoto, Naruto berjalan keluar menunggu seseorang yang akan menjemputnya. Setelah cukup lama menunggu, tiba-tiba ada mobil hitam berhenti di depan mereka.

"Dengan Uzumaki Naruto,"

Kata pria paruh baya berambut hitam sepunggung, memakai kemeja putih yang di balut jas hitam dan memakai celana bahan hitam dengan sepatu hitam serta kacamata hitam bertengger di hidungnya yang keluar dari mobil di hadapan Naruto.

"Bukan,"

Singkat Naruto dengan bersedekap dada menatap pria tersebut, karena dia sudah tau siapa pria tersebut.

"Hmm, ternyata kalian tidak mengenaliku ya," gumam pria itu sambil melepas kacamatanya.

Sontak mereka yang melihat pria itu melepas kacamatanya kaget, kecuali Naruto. karena pria yang di hadapan mereka sangat dikenali oleh mereka semua.

"PAMAN TENGU!" kejut anak-anaknya Naruto.

"Hah... siapa yang suruh paman untuk berpenampilan seperti pengusaha? Sangat tidak cocok, " kata Minato sudah kembali tenang dari terkejutnya dan di balas anggukan oleh Menma, Naruko, dan Vivi.

"Huaaa, kalian jahat banget,"

Tengu langsung pundung di depan ban depan mobil sambil menangis lebay. Sontak membuat anak-anak Naruto sweatdrop melihat tingkah Tengu yang begitu konyol di mata mereka.

"Tengu-san ayo berangkat, Kasihan anak-anak sudah terlihat lelah, pengen cepat pulang," kata Naruto tenang membuat Tengu kembali kemode biasa.

"Baiklah Naruto-san, ayo," ajak Tengu lalu memasuki mobil diikuti oleh yang lainya.

.

.

.

#Kyoto.

.

Kini Naruto dan anak-anaknya telah sampai rumahnya yang begitu besar, lalu Naruto dan yang lainya memasuki rumah tersebut langsung menuju ruang utama yang di pandu oleh Tengu. Di setiap langkah kaki mereka, bayak sekali pasang mata yang merona saat berpapasan dengan mereka, khususnya perempuan dan mereka hanya tersenyum melihat itu semua.

"Tidak banyak berubah ya, selama 10 tahun kepergianku dan anak-anak," gumam Naruto disetiap langkahnya sambil melihat sekeliling lorong ruangan.

"Disini memang tidak banyak berubah, tapi dirimu dan anak-anakmu yang berubah," kata Tenggu membalas gumaman Naruto sambil membuka pintu ruang utama.

"Hehe, tidak juga Tengu-san," cengengesan Naruto.

"TOU-CHAAAAAAAN!"

Tiba-tiba dari dalam ruangan terdengar teriakan seorang gadis kecil berambut kuning pucat langsung menerjang Naruto setelah pintu terbuka.

"Kunou-chan, biarkan Tou-Chanmu duduk dulu," kata perempuan dewasa berambut kuning dengan kimono kuning bercorak hitam yang memperlihatkan belahan dada besarnya. Sedangkan Naruto dan yang lainya hanya tersenyum melihat itu semua.

"Tadaima," ucap Naruto dan anak-anaknya yang berada di belakang Naruto.

"Okarinasai," balas perempuan itu dan Kunou yang masih memeluk Naruto.

"Mou Kaa-Chan, aku kangen sama Tou-Chan tau," kata Kunou masih memeluk Naruto.

"Tapi Tou-Chanmu baru saja pulang Kunou-Chan," kata perempuan itu membujuk Kunou.

"Tidak apa-apa Yasaka-Chan, aku tau kok perasaannya," kata Naruto tersenyum membuat perempuan yang bernama Yasaka merona karena tak kuasa dengan senyuman Naruto.

"Tapi Naru-kun, kamu pas..."

"Kaa-Chan juga sebenarnya ingin memeluk Tou-Chan, iya kan?" kata Kunou memotong ucapan Yasaka. Sontak Yasaka langsung bersemu merah karena ucapan Kunou barusan.

"Kunou-Chan, kamu ngomong apa si?" kata Yasaka sedikit gagap dengan wajah merah malunya.

"Hahahahaha...!"

Sontak orang-orang yang melihat wajah malu Yasaka pun tertawa, sedangkan Yasaka kini sudah tambah malu dengan wajah merah padamnya.

.

.

.

#Malam.

.

Dapat dilihat disebuah kamar yang cukup lebar, dan tempat tidur king size diisi oleh dua orang berbeda gender dengan sang wanita yang lagi memeluk tangan kanan sang pria dan kepalanya di sandarkan di bahu sang pria.

"Ne Hime, sampai kapan kau akan memelukku?" kata Naruto tenang.

"Sampai aku puas Anata," balas Yasaka tenang juga.

"Kalo begini kapan kita tidurnya?" kata Naruto sambil mengelus pucuk kepala Yasaka.

"Maaf Anata, tapi malam ini kau harus menemaniku sampai pagi," kata Yasaka langsung mendorong Naruto hingga terjatuh di atas kasur dengan posisi Yasaka menduduki Naruto.

*Glek!*

Naruto yang mendengar itu pun langsung menelan ludah kasar membayangkan betapa mengerikannya Yasaka ketika bermain di ranjang.

"Kau tau Anata, aku sudah menahan ini selama 10 tahun karena dirimu," kata Yasaka yang sudah mengeluarkan ekor dan telinga rubahnya sambil melepas satu per satu pakaiannya.

" Kurama, bantu aku!" batin Naruto kepada Kurama di dalam tubuhnya.

"Itu urusanmu Gaki! Nikmati saja," balas Kurama cuek.

" Dasar bola bulu kampret!" batin kesal Naruto.

"Apa kau bilang duren kam—Woy! Jangan asal putus pembicaraan duren kampret!" kesal Kurama di dalam mindscape karena link-nya diputus langsung oleh Naruto.

Setelah Naruto memutuskan link dengan Kurama, kini Naruto sudah disuguhi pemandangan yang sangat menggoda dengan Yasaka yang sudah tidak memakai sehelai benang apa pun.

*Croot!*

Seketika Naruto langsung mengeluarkan darah dari hidungnya setelah melihat dua buah gunung kembar yang menggantung di dada Yasaka.

"Ternyata kamu masih mesum juga ya, Naru-kun~~" kata Yasaka menggoda sambil melepas kancing baju Naruto.

"Ini juga karena dirimu Ya-Chan," balas Naruto pasrah atas perlakuan Yasaka sekarang.

Dan akhirnyan hanya tersisa celana bokser Naruto saja yang belum terlepas. Dengan perlahan Yasaka merogoh isi dalam bokser tersebut dan mengeluarkan apa isinya membuat Yasaka tambah merona setelah melihat penis Naruto yang belum mengeras secara total kini terlihat di hadapannya.

Tanpa pikir panjang Yasaka langsung mengelus penis Naruto secara perlahan dan lama-kelamaan menjadi cepat elusannya.

"Uhhhh,"

Erangan Naruto saat kocokkan Yasaka pada penisnya mulai dipercepat.

*Sruuppph...*

Tanpa tak terduga, Yasaka memasukkan penis Naruto ke dalam mulutnya dan menaik turun kepalanya membuat Naruto mengerang kenikmatan dengan pelayanan yang dilakukan oleh Yasaka.

Cukup lama Yasaka memainkan maju-mundur mulutnya di penis Naruto, hingga tak berselang lama Yasaka menghentikan acara tersebut karena merasa penis Naruto sudah full tegang (kayak tiang listrik). kemudian Yasaka berdiri di atas tubuh Naruto dengan kedua paha Yasaka dibuka lebar-lebar serta posisi vagina basahnya berada tepat di atas penis tegang Naruto serta ekor dan telinga Yasaka sudah menghilang karena terlalu mengganggu untuk acara yang akan dilakukannya.

Dengan pelan Yasaka mulai menurunkan pantatnya ke bawah.

*Bleeessss…..*

Penis Naruto pun masuk ke dalam vagina Yasaka tanpa hambatan karena lubang vagina Yasaka yang basah membuat penis Naruto masuk dengan mudahnya.

"Ahh~~ ah~~"

Yasaka mulai menaik-turunkan pantatnya sehingga membuatnya mendesah pelan karena mulai merasa kenikmatan.

"Ahh, kau memang terbaik sayang,"

Erangan Naruto yang merasa keenakan dengan pelayanan yang di lakukan oleh Yasaka saat ini.

"Ahh~~ apa pu, Ahh~~ untukmu sayang, Ahhhh~~"

Balas Yasaka disela-sela desahannya sambil menaik-turunkan pantatnya sehingga penis Naruto keluar masuk vaginanya.

Karena tak tahan melihat payudara Yasaka yang mengantung bebas, akhirnya tangan Naruto terangkat untuk meremas-remas kedua payudara Yasaka, sehingga membuat desahan Yasaka semakin keras.

Hingga tak berselang lama Naruto merasakan penisnya berdenyut dan bersamaan dengan cengkeraman otot vagina Yasaka yang seakan-akan mau menelan penis Naruto.

"Uh... Sayang aku mau keluar, uh..."

"Ahh~~ Keluarkan, Ahh~~ bersama-sama Naru,"

"Uhh..."

"Ahh~~ Naruuuu!"

Karena Naruto sudah tak tahan akhirnya Naruto menghentakkan pinggulnya sambil memegangi kedua paha Yasaka agar tertahan sehingga penis Naruto masuk seutuhnya ke dalam vagina Yasaka.

*Crot… Croott… Crooottt…*

Sperma Naruto disemprotkan ke dalam vagina Yasaka dalam jumlah banyak dan Bersamaan dengan itu, Yasaka juga mendapatkan orgasmenya.

*Bruk!*

Yasaka langsung ambruk tengkurap dengan posisi di atas Naruto serta nafas terputus-putus. Dengan pelan Yasaka mengeluarkan penis Naruto dan langsung berbaring di samping Naruto sehingga sperma di dalam vagina Yasaka meluber keluar.

"Hah... Hah... Hah... sepertinya dia masih menginginkan lagi,"

Kata Yasaka sambil menunjuk penis Naruto yang masih tegang seakan tak terpengaruh apa pun padahal habis mengeluarkan sperma di dalam vagina Yasaka.

"Hmm, kau benar,"

*Srek!*

Dengan cepat Naruto langsung terbangun dari berbaringnya dan pindah di hadapan Yasaka yang sedang terbaring. Yasaka yang seakan tau maksudnya langsung melebarkan kedua pahanya dan memperlihatkan vaginanya yang masih mengalir sperma milik Naruto.

*Bleess*

"Ahh~~"

Tanpa pikir panjang Naruto langsung memasukkan penisnya ke dalam vagina Yasaka dan memaju-mundurkan pinggulnya sehingga mengakibatkan suara desahan Yasaka kembali terjadi.

"Ahh~~ Ahh~~ Ahh~~ Ahh~~"

Dan malam itu di kamar itu terus diisi suara desahan-desahan kenikmatan oleh sepasang suami-istri disepanjang malam itu

.

.

.

#Pagi.

.

Di pagi yang cerah dengan kicauan burung membangunkan seseorang di sebuah kamar yang terdapat sepasang suami istri sedang terlelap tanpa pakaian dan hanya ditutupi oleh selimut. Dan kini tampak sang pria sudah mulai terbangun dari tidurnya.

"Hoammmmh..." Naruto menguap setelah terbangun dari tidurnya, kemudian Naruto menoleh ke samping tidurnya. " Aduh, badanku sakit semua, tadi malam ya-Chan sangat bersemangat sekali," batin Naruto sambil melihat wajah tidur bahagia Yasaka sambil tersenyum. Dan Setelah itu Naruto beranjak dari termpat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.

#Skip time.

Terlihat Naruto keluar dari kamar mandi hanya di balut handuk putih yang menutupi area bawah perutnya saja.

"Kenapa kau tidak membangunkanku Naru-kun?" tanya Yasaka yang baru terbangun dari tidurnya.

"Karena aku tidak tega melihat wajah cantikmu pas tidur, hime," balas Naruto sambil memakai pakaian, dan Yasaka langsung merona setelah mendengar pujian dari Naruto.

"Ah kamu ini, Naru-kun," ucap Yasaka tersipu.

"Sebaiknya kamu segera mandi, hime, mungkin sebentar lagi anak-anak akan bangun," kata Naruto tanpa menoleh.

"Baiklah," balas Yasaka yang kemudian turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.

.

.

.

#Ruang makan.

.

"Ohayo kaa-sama," sapa Menma kepada Yasaka yang sedang menata sajian makanan di atas meja.

"Ohayo Menma-kun," sapa balik Yasaka sambil tersenyum.

"Oh ya kaa-sama, di mana yang lainya?" tanya Menma.

"Hmm... Naruko-Chan dan Vivi-Chan sedang mandi, Kunou-Chan sedang membangunkan Minato-kun, kalo Tou-Chanmu dia ada di depan," balas Yasaka memberitau panjang lebar dan Menma hanya mangut-mangut saja.

.

.

.

#Di ruang tamu dengan Naruto dan Yasaka.

.

"Kau yakin Anata, untuk tinggal di sana?" tanya Yasaka memulai berbicara setelah beberapa menit keheningan.

"Hmm... itu sudah menjadi keputusanku," balas Naruto sambil menganggukkan kepalanya.

.

.

#Flashback On

.

"Hah... Hah... bisakah kita istirahat sebentar ya-Chan?" kata Naruto yang sekarang sedang di peluk Yasaka.

"Baiklah, tapi kita lanjutkan lagi sampai pagi," jawab Yasaka dan terjadilah keheningan beberapa saat.

"Ne Tsuma,"

"Hmm... Nani?"

"Aku akan tinggal di kota Kuoh," ucap Naruto membuat Yasaka menaikkan sebelah alisnya yang tandanya bingung dengan maksud perkataan Naruto. "Aku akan tinggal bersama anak-anak," sambungnya membuat Yasaka tambah bingung.

"Kenapa kau harus pindah ke sana, Naru-kun? apakah di sini kau kurang nyaman? atau kau sudah tak lagi mencintaiku?" tanya Yasaka yang bingung.

"Tidak kok ya-Chan, aku masih mencintaimu kok," balas Naruto meyakinkan.

"Terus kenapa kamu mau pergi lagi dari sini?" tanya Yasaka meminta penjelasan.

"Kau tau kan, kalau aku dan anak-anak bukan bangsa Yokai, apa lagi ketiga anakku yang lahir dari perempuan bangsa iblis, pasti nanti akan menimbulkan perselisihan bangsa Yokai dan bangsa iblis nantinya," balas Naruto menjelaskan.

"Maksudmu, ketiga anakmu akan menjadi alasan bangsa iblis untuk memulai perselisihan?" tanya Yasaka yang mulai mengerti maksud dari perkataan Naruto.

"Tepat sekali,"

"Tapi mana mungkin mereka yang akan di jadikan alasannya kan?" kata Yasaka menolak pendapat Naruto.

"Kau tau sendiri kan sifat alami bangsa iblis, terutama iblis-iblis lama," kata Naruto.

"Serakah kah?" kata Yasaka dan hanya di balas anggukan Naruto.

"Bangsa iblis akan menggunakan segala cara untuk menguasai daerah bangsa lainnya, apalagi mereka memiliki darah iblis, maka akan menjadikan alasan kuat bangsa iblis menyerang bangsa Yokai," balas Naruto memberitau.

"Baiklah, tapi dengan syarat," ucap Yasaka.

"Syarat?" bingung Naruto.

"Syaratnya bila nanti ada wanita yang mencintaimu tulus apa adanya selain diriku, jangan kau tolak," kata Yasaka memberitau alasannya.

"Kenapa?" tanya Naruto penasaran dengan alasannya.

"Karena aku seorang wanita, aku tau rasanya di tolak sama orang yang sangat di cintainya," bakas Yasaka menjelaskan.

"Baiklah kalau itu keinginanmu," kata Naruto pasrah.

"Tapi!"

"Tapi apa lagi?" bingung Naruto.

"Kalau wanita itu meminta kau nikahi, maka harus mendapat ijin dariku," kata Yasaka.

"Aduh ya-Chan, aku tidak berpikiran sejauh itu tau," balas Naruto.

"Hmm... lihat saja nanti kedepannya," kata Yasaka.

"Baiklah-baiklah, aku mengerti," balas Naruto pasrah lagi. Dan tiba-tiba Yasaka beranjak dari berbaringnya.

"Baiklah, sepertinya istirahatnya sudah cukup, ayo sayang kita lanjutkan lagi," kata yasaka memulai aksinya yaitu melakukan hubungan intim dengan Naruto sampai pagi.

.

#Flasback Off.

.

.

"Baiklah bila itu keputusanmu aku hanya bisa mendukungmu, aku tau keputusanmu pasti demi bangsa Yokai juga," kata Yasaka setelah mengingat percakapannya tadi malam dan sekarang sedang duduk di samping Naruto.

"Terima kasih Tsuma, kau memang selalu mengerti diriku," balas Naruto lalu mengecup kening Yasaka, dan Yasaka yang di perlakukan seperti itu langsung merona dan seketika langsung memeluk Naruto. "Aku akan melindungi bangsa Yokai dari luar," sambung Naruto yang sedang dipeluk oleh Yasaka.

"Dan aku akan berkunjung setiap minggunya," balas Yasaka dan dijawab anggukan oleh Naruto kemudian terjadi keheningan beberapa menit.

"Lalu kapan kau akan berangkat ke Kuoh," tanya Yasaka setelah beberapa menit terdiam.

"Nanti sore," singkat Naruto.

.

.

.

#Tempat lain.

.

Di sebuah ruangan dengan banyak tumpukan kertas-kertas penting yang terdapat 3 orang berbeda gender, 1 pria dan 2 wanita sedang membicarakan sesuatu di ruangan tersebut.

"Sir-tan, apakah kau sudah menemukan keberadaan mereka?" tanya perempuan berambut hitam di ikat twintail kepada pria dengan rambut merah panjang sepunggung.

"Maafkan aku Serafall, sejauh ini aku dan para Paregeku belum menemukannya," balas pria itu kepada perempuan yang bernama Serafall.

"Hiks, kenapa begitu sulit Hiks, menemukannya kami sam-Aarghhhhh!" ucapan Serafall terputus karena merasa kesakitan tiada tara di kepalanya dan langsung memegangi kepalanya.

*Grep!*

Tiba tiba sepasang tangan memeluk sarafall.

"Hiks, ini juga salahku, karena keegoisanku kita kehilangan orang yang paling sempurna di dunia ini," kata wanita berambut putih silver yang memeluk Serafall yang ikut terisak sedih.

"Hiks, tidak Grayfia, ini juga kesalahanku sehingga dia pergi," kata Serafall yang terisak sedih di ikuti oleh Grayfia yang juga ikut menangis. Sedangkan pria yang dari tadi di situ sudah memalingkan wajahnya dan ikut bersedih juga.

" Aku berjanji akan menemukanmu kawan baikku, aku percaya kau masih hidup di suatu tempat,"

Batin satu-satunya pria di ruangan itu yang sudah menghadap ke belakang agar tidak melihat kesedihan Serafall dan Grayfia.

*BRAK!*

Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dengan paksa oleh seorang remaja tampan berambut kuning serta dengan nafas yang terputus putus masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Hah! Okaa-sama, Rin-Chan dan Mira-Chan Hah!" ucap remaja itu sambil mengatur nafasnya.

"Ada apa dengan Rin dan Mira, Gray-kun?!" tanya Serafall panik yang sudah membaik dari kesedihannya.

"Tenang dulu Sera, kita dengarkan penjelasan Gray-kun dulu," kata Grayfia mengajak Gray untuk duduk.

"Jadi, ada apa dengan Rin dan Mirajene, Nak?" tanya Grayfia setelah Gray duduk.

"Okaa-sama, Serafall Kaa-sama. Rin-Chan dan Mira-Chan kabur lagi dari rumah," ucap Gray (Gray Fulbuster : Fairy Tail dengan rambut warna kuning) yang sudah mulai tenang.

"APAAAAAA!"

Kejut Sirzech, Serafall dan Grayfia bersamaan bersamaan kecuali Gray. pasalnya Rin dan Mirajane sudah mencoba kabur ke dunia atas sebanyak 14 kali selama 5 tahun belakangan ini hanya demi mencari seseorang yang sangat dirindukan.

"Ke mana tujuan mereka sekarang Gray?" tanya Sirzech tenang pasalnya dia tau kalau Gray selalu mengawasi adik-adiknya.

"Tujuan mereka sekarang adalah Mitologi Yunani paman Sirzech," balas Gray serius membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut tambah terkejut.

"Kau tidak bohong kan Gray-kun?" tanya Serafall sangat panik dan cemas begitu pula dengan Grayfia yang begitu panik dan cemas tapi ditutupi oleh ketenangannya.

"Itu benar Serafall Kaa-sama, aku mendengar sendiri pas lagi lewat kamar mereka," balas Gray memberitau dan seketika Serafall langsung pingsan langsung ditangkap oleh Gray.

"Lucifer-sama maafkan aku, bisakah aku minta tolong padamu, tolong bawalah kembali mereka aku sangat khawatir dengan mereka, aku tau Mitologi Yunani tidak akan segan terhadap penyusup, hanya Sirzech-samalah yang bisa saya minta tolong saat ini," mohon Grayfia sambil membingkuk.

"Tidak perlu meminta tolong Grayfia, mereka sudah aku anggap keponakanku sendiri, jadi aku akan membantumu sebisaku," balas Sirzrch.

"Sekali lagi saya minta maaf Sirzech-sama," kata Grayfia masih membungkuk. "Dan terima kasih atas bantuannya," sambung Grayfia yang sudah berdiri tegak dengan raut khawatir dan sedikit air mata, tidak mencerminkan Grayfia yang seperti biasanya yang selalu datar dan tegas, tapi sekarang malah sebaliknya, terlihat rapuh.

"Grayfia, kau bawa Serafall ke kamarnya, dan kau Gray, kau jaga mereka oke," kata Sirzech memerintah dan langsung dijawab anggukan Gray.

"Hai Lucifer-sama," jawab Gray lalu berjalan keluar ruangan sambil menggendong Serafall ala pangeran di ikuti Grayfia di belakangnya.

" Oke, aku harus cepat sebelum terlambat,"

batin Sirzech lalu menciptakan sihir teleportnya setelah tidak ada seseorang pun di ruangan itu.

.

.

.

#Tempat lain.

.

" Maafkan aku Okaa-sama/Kaa-sama, aku hanya tidak bisa berdiam diri sedangkan yang lain mencarinya,"

Batin 2 gadis remaja berbeda warna rambut yaitu hitam dan putih silver sedang berjalan di kota yang begitu ramai.

"Apa tidak apa Mira-Chan? kita pergi dengan cara seperti ini lagi," tanya gadis berambut hitam panjang di ikat twintail kepada remaja di sebelahnya yang di panggil Mira atau Mirajane (Mirajane Straus : Fairy Tail)

"Entahlah Rin-Chan, mungkin kita akan dikurung dan tak boleh keluar lagi," balas gadis berambut putih silver membalas ucapan remaja yang dipanggil Rin. (Rin Tohsaka : Fate/Stay Night)

"Mungkin saja, kita sudah sejauh ini tidak mungkin kembali kan?" tanya Rin.

"Pasti! kita berdua sudah bertekat mencarinya," balas Mirajene yakin.

"Kita pasti akan menemukannya, pasti!" timpal Rin juga semangat.

.

.

" Tou-Chan, aku merindukanmu,"

Batin Mirajane dan Rin bersamaan sambil membayangkan sosok yang mereka rindukan.

.

.

.

.

Tbc