STRONG FATHER

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Dan karakterlain dari anime lain

Rate : M

Genre : family, humor, romance, fantasy

Pair : Naruto U x Harem

Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakan.

"Hello" : orang bicara

"Hello" : orang membatin

"Hello" : monster bicara

"Hello" : monster membatin

.

.

Chapter 2

.

Pagi hari di rumah sederhana 2 lantai yang memiliki 4 kamar di lantai 2 dan 2 kamar serta ruang tamu di lantai 1. dengan fasilitas dapur yang sudah memiliki perlengkapan yang lengkap serta kamar mandi di setiap kamar masing-masing.

Dapat dilihat disalah satu kamar rumah tersebut kini terlihat seorang pria dewasa yang baru saja bangun dari mimpinya untuk memulai hari barunya.

.

"HOAMMM!"

.

Pria tersebut menguap sambil beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

.

#Skip time

.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian. kini pria itu berada di dapur dan sedang memasak sesuatu.

"Pagi Tou-San," ucap Menma menghampiri Naruto dengan pakaian yang sudah rapih (alias sudah mandi).

"Pagi," jawab singkat Naruto.

"Yang lain belum turun Tou-San?" tanya Menma. "Belum, kau bangunkan mereka sana," jawab dan perintah Naruto.

"hai hai," kata Menma sambil melangkah ke lantai 2.

.

#skip time

.

Dapat dilihat kini terlihat di ruang makan keluarga terdapat 5 orang sedang makan dengan hikmat tanpa bersuara sampai selesai makan. Dan setelah acara sarapan selesai kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga yang sepertinya sedang membahas sesuatu.

"Kalian kemarilah, Tou-san ingin membicarakan sesuatu kepada kalian," kata Naruto mengawali pembicaraan.

"Ingin membicarakan apa? Tou-san," tanya Menma duduk di sofa diikuti Naruko, Vivi dan Minato.

"Tou-san hanya ingin memberitau bahwa mulai besok kalian akan sekolah kecuali Menma karena dia sudah kuliah," jawab Naruto memberitau.

"OOOO, Cuma itu," kata mereka bersamaan.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

.

"APAAAAAA!"

.

Suara teriakan Minato memenuhi ruangan tersebut karena baru sadar apa yang di ucapkan oleh ayahnya.

"JANGAN TERIAK-TERIAK RUBAH KAMPRET!" bentak Naruko keras sedangkan Menma dan Vivi hanya menutupi telinga mereka.

"Mungkin aku salah dengar Tou-san? apa tadi? Sekolah?" ucap Minato tidak percaya.

"kau tidak salah dengar Minato," jawab Naruto santai.

"OH TIDAK! huruf-huruf aneh (rumus), angka yang tidak ada ujungnya dan tulisan panjang yang membosankan, aduh ini mimpi buruk. otakku tidak bisa menampung semua itu!" kata Minato bermonolog sendiri sambil terus memegang kepalanya frustasi.

"Makanya sekolah biar otakmu tidak sebesar bijimu itu," ucap Menma mengejek.

"Apa yang kau bilang Menma-Nii! kau meremehkan biji punyaku ya, dasar Siscon!" balas Minato tidak terima.

.

"APA KAU BILANG MANIAK RAMEN!"

"OTAK PAKAIAN DALAM!"

"RUBAH PEMALAS!"

"JOMBLO ABADI!"

.

"OHOK!"

.

Kata-kata Minato mengalahkan secara telak ejekan Menma sedangkan Naruto hanya tersenyum karena perdebatan mereka sudah menjadi hiburan tersendiri. Lain halnya dengan Naruko yang sudah keluar urat-urat kekesalan di kepalanya.

.

"DIAM KALIAN!" bentak Naruko yang sudah di ujung kesabaran.

"KAU YANG DIAM NONA PEMARAH!" bentak balik Menma dan Minato bersamaan.

.

"DUAK! DUAK!"

.

Sebuah pukulan keras mendarat mendarat tepat di kepala Menma dan Minato dan pelaku pemukulannya adalah Naruko yangan kepalan tangan serta aura horor yang keluar dari tubuhnya.

"Aduh! kenapa aku juga kena Ruko-Chan," ucap Menma sambil mengelus kepalanya yang berasap.

"Karena kalian berisik!" bentak Naruko.

"Sudah-sudah," kata Naruto melerai perdebatan anak-anaknya.

.

#SKIP DI TEMPAT LAIN

.

Di suatu ruangan luas yang bernuansa putih yang di dalamnya kini berkumpul banyak orang, ralat Dewa-Dewi penting yang sedang membicarakan sesuatu hal penting hingga 2 jam akhirnya selesai dan dewa-dewi tersebut membubarkan diri masing-masing hingga menyisakan 5 Dewa Dewi yang masih duduk di singgasananya.

"Tadi itu keputusan yang tepat, Zeus!" ujar Poseidon "Hmm, aku juga tidak menyangka kau bisa sebijak itu," timpal Hades.

"Aku hanya ingin yang terbaik untuk kaumku saja," balas Zeus.

"Aku juga tidak menyangka, kau mau mengundangku kesini lagi," sambung Hades menambahkan ucapannya.

"Aku merasa heran, kau terlihat berubah selama 4 tahun belakangan ini. bisakah kau beritahu aku wahai adikku" ucap Hestia yang dari tadi diam dan diikuti anggukan oleh yang lain kecuali Zeus.

"Apa maksud kalian?" jawab Zeus pura-pura tidak tau.

"jangan pura-pura tidak tau Zeus! aku merasakannya, bahwa kau telah berubah dari dulu yang sangat arogan, egois, dan selalu menang sendiri, tapi kini kau sebaliknya bahkan kau sangat perhatian kepada Hera dan kudengar akhir-akhir ini kau sering mengunjungi Hephaestus, selaku anak yang kau usir dari sini di dunia manusia," sahut Hestia membuat Hera kaget, pasalnya Hera tidak tau bahwa Zeus sering mengunjungi anak pertamanya.

"Kau selalu tau saja ya Hestia," ucap Zeus sambil menerawang langit-langit ruangan.

"karena aku selalu memperhatikan saudara-saudaraku, jadi aku tau apa pun itu," kata Hestia tenang.

"Apa benar begitu Zeus?" ucap Hera penasaran.

"Ya! semua yang dikatakan Hestia benar" jawab Zeus tenang.

"Lalu kenapa kau mengunjunginya? dan kenapa kau tidak mengajakku juga?" tanya Hera ingin tau.

"Mau bagaimanapun dia tetaplah anakku, mungkin kau akan senang setelah melihatnya" balas Zeus menghela nafas.

"Memang apa yang terjadi dengannya?" tanya Poseidon juga tertarik dengan pembicaraan saat ini.

"Hmm, sepertinya menarik. Bisa kau beri tau Zeus," timpal hades yang penasaran dengan anak pertama Zeus dan Hera.

"Sekarang dia sudah sembuh dari pincangnya, dan kalian tau sekarang dia sudah menikah lagi dan memiliki anak yang lucu, Hmm aku tidak sabar ingin melihat cucuku yang cantik bin imut itu lagi" kata Zeus bersemangat dengan saat menyebutkan kata cucu.

Sontak ucapan Zeus membuat semuanya terkejut dan syok untuk Hera, karena Hera merasa dirinya tidak tau apa-apa dengan anak pertamanya.

.

"APAAA!"

.

teriak Hestia, Poseidon dan Hades karena terkejut sedangkan Hera masih syok tak tau harus mengucapkan apa.

"Yang benar saja Zeus! Bukannya kaki Hephaestus dinyatakan tidak bakal sembuh seumur hidup oleh dokter terbaik di sini?" sahut Hestia tidak percaya diikuti anggukan Poseidon dan Hades bersamaan.

"Mungkin ini sebuah keajaiban dari seseorang," balas Zeus tenang menghiraukan reaksi yang ditunjukkan mereka saat ini.

"SESEORANG?" kata yang lainya bingung.

"Ya, akan kuceritakan nanti, dan sekarang aku malah jadi kasihan terhadap Aphrodite saat ini," kata Zeus mengalihkan topik.

"Ya, aku juga merasa kasihan dengannya, setelah dia bercerai dengan hephaestus, sekarang dia seperti wanita murahan yang selalu berganti ganti pria" sahut Poseidon mengingat kelakuan Aphrodite.

"YA, kau benar adikku, dia memiliki anak tanpa dasar cinta tulus, itu membuat diriku sebagai perempuan tersakiti," kata Hestia menambahkan.

"Dia itu salah satu wanita yang paling dibenci oleh orang yang menyembuhkan Hephaestus," kata Zeus sambil mengingat seseorang.

"Apakah dia seorang Dewa dari Mitologi lain?" tanya Hades bingung.

"Bukan, dia hanya seorang manusia biasa," balas Zeus membuat yang lain kaget, pasalnya Zeus sangat benci dengan manusia.

"Tidak mungkin! Seorang manusia tidak terpengaruh oleh pesona Aphrodite yang katanya bisa membuat Dewa lain tergila-gila dengannya, contohnya saja Ares anakmu Zeus, sampai-sampai memiliki keturunan darinya tanpa pernikahan" ucap Poseidon membuat Zeus dan Hera termenung atas perbuatan anaknya.

"Aku pikir Aphrodite itu hanya tidak bisa memanfaatkan pesonanya saja sehingga dia dimanfaatkan menjadi budak sexs oleh orang lain," kata Hades "Tapi aku heran dengan manusia yang kau sebut tadi itu Zeus, kenapa dia bisa mengatakan benci kepada Aphrodite, pasalnya manusia yang mendengarkan nama Aphrodite saja langsung memuji-mujinya," sambung Hades kepada Zeus.

"Kau hanya belum tau Hades, dia itu bukan manusia biasa bahkan malaikat tercantik di surga saja dia tolak" jawab Zeus memuji.

"TIDAK MUNGKIN!" teriak Hades dan Poseidon bersamaan.

"Bahkan malaikat tercantik yang katanya kecantikannya melebihi Aphrodite saja dia hiraukan" ucap Poseidon tidak percaya "Pasti temanmu itu sudah tidak waras Zeus!" sambung Poseidon sngat tak percaya.

"Kau salah Poseidon, dia itu pria yang sempurna di dunia ini, bahkan kalau di bandingkan dengan seluruh mahkluk di dunia ini dia tidak ada bandingannya," kata Zeus membela membuat yang lain kaget lagi, pasalnya Zeus tidak pernah memuji seseorang seumur hidupnya bahkan istrinya saja tidak pernah ia puji.

"Aku jadi penasaran dengan orang itu Zeus, sampai-sampai kau membelanya bahkan sampai kau memujinya," ucap Poseidon penasaran diikuti anggukan yang lain.

"Ya aku juga penasaran" timpal Hades.

"Dia itu orang yang menyadarkanku dan merubahku lebih baik selama ini," bakas Zeus santai.

"Benarkah Zeus?" ucap Poseidon senang, dengan senyuman aneh sambil melirik Hestia. Dan Hestia yang merasa dilirik oleh Poseidon hanya merinding ngak jelas.

"Ya, benar sekali" jawab Zeus meyakinkan, membuat senyuman Poseidon bertambah lebar dan Hestia semakin merinding.

1 detik

2 detik

3 detik

"YES! INI BERITA YANG LUAR BIASA!" teriak Poseidon semangat membuat yang lain heran, sedangkan Hestia merasakan hal buruk akan terjadi.

"Kenapa kau senang sekali Poseidon?" tanya Zeus heran.

"karenaaa" kata Poseidon mengantung.

"karenaaa" kata yang lain penasaran dan Hestia bertambah merasakan firasat buruk akanbterjadi.

"karenaaa" kata Peseidon lagi.

"CEPAT KAMPRET! JANGAN BUAT KAMI MATI PENASARAN!" kesal Hades yang sudah tidak bisa lagi menahan penasarannya.

"Karena, HESTIA SELAKU KAKAK TERTUA AKAN MENIKAH! ini harus di rayakan!" teriak lantang Poseidon semangat.

.

"KRIK! KRIK!"

.

"EEHHHHHH!"

Kaget mereka semua kecuali Hestia yang sudah diam mematung.

"Apa maksudmu ini Poseidon?" tanya Hera terkejut setelah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Poseidon.

"Sudah kubilang, sebentar lagi Hestia akan menikah," balas Poseidon meyakinkan.

"Bukannya Hestia sudah bersumpah untuk tidak akan menikah seumur hidupnya?" tanya Hera bingung.

"Sebenarnya Hestia bersumpah akan menikah dengan seseorang yang bisa menyadarkan Zeus, suamimu itu Hera. Apabila yang menyadarkannya laki-laki. kalo perempuan akan dia anggap saudara. kalau masih anak-anak akan diangkat menjadi anak kandungnya, bukan begitu Hestia?" balas Poseidon memberitau sambil melirik Hestia yang diam mematung di temlat duduknya. Sontak ucapan Poseidon membuat Hestia gelagapan.

"Apa benar begitu Hestia?" tanya Hera menoleh ke arah Hestia.

"Ah it-itu me-memang be-benar," kata Hestia gagap sambil menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah malu.

"Hmm, jika itu benar aku sangat setuju kau menjadi istrinya, dan akan aku angkat dia menjadi Dewa Olympians kalau dia mau," kata Zeus setelah sadar dari kagetnya

.

Sedangkan dibalik pintu ruangan tersebut terdapat 2 wanita yang sedang menguping pembicaraan mereka di dalam.

" Siapa orang itu yang bisa membuat ayah memujinya? aku harus mendengarkannya sampai selesai," batin Athena penasaran sedang menempelkan telinga kanannya di pintu.

"Apa-apaan tadi! siapa arang itu yang tidak terpengaruh pesonaku, sampai-sampai mereka menghinaku. Ini tidak akan kubiarkan, akan kubuat pria itu berlutut di hadapanku," batin kesal Aphrodite atas hinaan orang yang ada di dalam.

.

Kembali ke dalam ruangan tempat Zeus serta yang lainya berada, yang kini sedang terdiam setelah mendengarkan ucapan yang terlontar dari mulut Zeus.

"Tapi aku belum tau orangnya Zeus, mungkin saja aku tidak tertarik dengannya," ucap Hestia mencoba menyangkalnya.

"Kau yakin Hestia, kau akan menyesal karena mengucapkan hal seperti itu," balas Zeus tersenyum menyerigai.

"Entahlah, mungkin aku akan tertarik apa bila kau mau menceritakan pengalamanmu itu," kata Hestia mengangkat bahunya tak leduli.

"Baiklah," singkat Zeus.

.

.

#Flash back on

.

DUARR!

.

Suara ledakan di suatu hutan yang disebabkan oleh hasil benturan sebuah jurus dan berhasil meratakan pepohonan hingga sejauh 100 meter. Kini terlihat di tengah-tengah hasil ledakan terdapat seorang pria berambut kuning jabrik atau Naruto sedang menatap dingin seorang yang memakai pakaian Zirah Perang yang sudah hancur tergeletak mengenaskan di hadapannya dengan kondisi sudah salah satu tangannya terputus dan pingsan yaitu Ares.

Tiba-tiba Naruto mengangkat Katana berkaratnya tapi tidak dengan aura yang dikeluarkan Katana itu yang bisa menjanjikan kematian nyata untuk musuh-musuhnya.

.

"MATILAH!"

.

Teriak Naruto dengan kemarahan yang meluap-luap sambil mengayunkan Katananya ke arah leher Ares yang tergeletak di hadapannya.

.

DUARR!

.

Tiba-ba saja sambaran petir mengarah ke Naruto sebelum Katananya menyentuh leher Ares yang tergeletak sehingga Naruto harus melompat menjauh untuk menghindari sambaran petir tersebut.

"Wow, datang lagi pria brengsek lainya," kata Naruto setelah merasakan ada seseorang dari balik debu bekas sambaran petir, yaitu Zeus.

"BERANI SEKALI KAU MELUKAI ANAKKU!" teriak Zeus sangat marah.

"Anakmu pantas mendapatkannya atas apa yang telah diperbuatnya," balas Naruto dengan tatapan datar menatap Zeus.

.

WUSH!

.

GREP

.

Tiba-tiba Zeus menerjang Naruto dengan tinjunya yang sudah di aliri percikan listrik tapi ditahan dengan mudah oleh Naruto menggunakan tangan kirinya.

.

DUAGH!

.

Zeus terpental sejauh puluhan meter setelah mendapatkan tendangan dari Naruto tepat di perutnya.

Tiba-tiba di sebelah kanan Naruto muncul lingkaran Teleport dan menampakkan seorang pria dewasa sedikit gemuk membuat Zeus terkejut, pasalnya pria yang muncul itu sangat tidak asing baginya.

"Anakmu sudah aman bersama istriku, Naruto," ucap pria yang baru muncul di samping Naruto. "Mereka sekarang sedang diobati," sambungnya.

"Terima kasih Hep, maaf merepotkanmu" jawab Naruto kepada pria di sebelahnya. "Tidak masalah, itu gunanya saudara" sambung orang yang dipanggil Hep atau Hephaestus.

.

"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN HEPHAESTUS!" teriak Zeus "KENAPA KAU TIDAK MEMBANTU ARES, SAUDARAMU!" sambung Zeus masih berteriak.

"Apa kau bilang Pak tua?" ucap Hephaestus dingin sambil menoleh kearah Zeus. "saudara katamu, JANGAN BERCANDA! SAUDARAKU CUMA DIA!" sambung Hephaestus berteriak marah dengan tangan kanannya sambil menunjuk Naruto.

"APA KAU BILANG! DASAR ANAK SIALAN!" teriak Zeus sambil tiba-tiba menerjang Hephaestus.

.

DUARR!

.

"JANGAN SEBUT AKU ANAKMU, SIALAN!" bentak Hephaestus sambil menahan tinju petir Zeus menggunakan prisai baja di tangan kirinya.

.

DUAGH!

.

Zeus mundur beberapa meter setelah mendapatkan pukulan keras Hephaestus di wajahnya.

"Naruto! biar ini aku yang mengurusnya," kata Hephaestus kepada Naruto "Kau istirahat saja," sambung Hephaestus dan dibalas anggukan Naruto, kemudian Naruto pun melompat mundur lumayan jauh.

.

TAP! TAP! TAP! TAP!

.

Langkah Hephaestus mendekati Zeus yang tidak jauh darinya membuat Zeus terkejut atas apa yang dilihat sekarang bahwa Hephaestus bisa berjalan normal.

"Terkejut bukan, dulu kakiku yang lumpuh kini bisa berjalan normal," kata Hephaestus tepat 2 meter di hadapan Zeus.

"Bagaimana bisa?" kejut Zeus tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Itu tidak penting!" balas hephaestus sambil menatap tajam Zeus. "Dan sekarang aku bisa membalas perbuatan kalian" sambung Hephaestus bersiap-siap untuk menerjang Zeus..

"Berani sekali kau menantang Ayahmu Nak," ucap Zeus yang sudah kembali normal dari terkejutnya.

"Apa tadi kau bilang? Ayah? " ucap Hephaestus sambil menggeratkan gigi-giginya karena emosi. "AYAH MANA YANG MEMBUANG ANAKNYA KARENA CACAT DAN LEMAH!" sambung Hephaestus membentak sangat keras karena sangat emosi.

.

WUSH!

.

DUAGH!

.

Zeus terpental ke udara karena pukulan hephaestus di dagunya "INI UNTUK HINAAN KALIAN SELAMA INI!" teriak Hephaestus yang tiba-tiba di atas Zeus yang melayang sambil menyatukan kedua tangan mengepal.

.

BUAGH!

.

DUARRR!

.

Zeus melesat ke bawah karena hasil pukulan kedua tangan Hephaestus di punggungnya sehingga menghasilkan suara ledakan di permukaan. "INI UNTUK KAKIKU YANG KALIAN PANDANG JIJIK!" teriak Hephaestus dari udara melesat ke bawah dengan kaki kanan terlebih dahulu.

.

BOOOOOM!

.

AARGHH!

.

Teriak kesakitan Zeus saat kaki Hephaestus menghantam punggungnya sehingga menghasilkan kawah yang lumayan luas dengan kedalaman 3 meter.

" kenapa ini? Kenapa perlakuan Hephaestus terhadapku seolah-olah memang pantas kudapatkan" batin Zeus yang merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan sesuai kehendaknya.

.

"Uhhhh" dari kejauhan tampak Ares sudah mulai sadar dari pingsannya. " tadi itu sangat menyakitkan" batin Ares setelah sadar lalu terkejut saat dirinya melihat Ayahnya tergeletak di hadapan Hephaestus atau Kakaknya yang siap memukul wajah Zeus. " Cih! dasar sudah lemah, lebih baik aku kabur daripada nanti bertemu Rubah gila itu lagi," batin Ares lalu menciptakan sihir Teleport dan kabur

.

DUAGH!

.

"DAN INI UNTUK ARES ATAS TINDAKAN HINANYA SELAMA INI KAU BELA!" teriak Hephaestus sangat murka memukul wajah Zeus sangat keras, lalu Hephaestus mengambil pedang besar di punggungnya.

"DAN INI UNTUK RASA SAKIT YANG SELAMA INI KURASAKAN ATAS PERLAKUANMU!" sambung hephaestus berteriak mengayunkan pedangnya ke leher Zeus yang sudah pasrah seolah-olah memang pantas menerimanya.

.

SRING!

.

GREP!

.

Pedang yang diayunkan oleh Hephaestus terhenti saat ujung pedangnya digenggam erat oleh Naruto sehingga darah keluar dari sela-sela jarinya.

"Kau tidak seharusnya membunuhnya Hep," ucap Naruto "Mau bagaimanapun dia tetaplah orang tuamu," sambung Naruto menasehati.

"Ini pantas atas apa yang telah dia lakukan terhadapku, Naruto!" jawab Hephaestus sedikit keras dan di balas galengan oleh Naruto.

"Seburuk-buruknya orang tua pasti ada maksud yang baik Hep," ucap Naruto menasehati.

"tapi..."

"Coba kau bayangkan, apabila saat itu kau tidak diusir dari Olympians, apa yang akan terjadi," ucap Naruto memotong ucapan Hephaestus "Kau pasti tidak akan bertemu denganku dan istrimu apabila kau benar-benar masih di Olympians," sambung Naruto membuat Hephaestius termenung.

.

" Benar juga apa yang dikatakan Naruto, apabila aku tidak diusir dari Olympians maka kakiku tidak akan sembuh dan diriku tidak akan hidup bahagia saat bertemu istriku," batin Hephaestus menunduk lalu melemaskan genggaman pedangnya " Dan kalau aku masih di sana, yang ada aku akan bertambah sakit saat melihat Mantan istriku melakukan hal hina bersama Ares di hadapanku," sambung batin Hephaestus merasa sudah mengerti maksud ucapan Naruto.

"Kau benar juga Naruto, terima kasih telah mengingatkanku," ucap Hephaestus yang masih menundukkan kepala.

"Itulah yang namanya saudara, saling mengingatkan apabila salah satu dari kita berbuat kesalahan," jawab Naruto menepuk-nepuk pundak Hephaestus.

"Bawalah dia," sambung Naruto sambil menunjuk Zeus yang sudah pingsan "Kita obati, kurasa luka hasil amukanmu cukup parah," perintah Naruto langsung dilaksanakan Hephaestus lalu mengangkat Zeus seperti membawa karung beras kemudia menghilang bersama Naruto menggunakan Teleport kilat milik Naruto.

.

#Skip di rumah Hephaestus

.

"Uhh," erangan Zeus mulai sadar dari pingsannya "Di mana aku?" sambungnya saat sudah membuka matanya.

"Kau berada di rumahku," tiba-tiba terdengar suara Hephaestus yang duduk di samping kasur tempat Zeus berbaring, lalu Zeus menoleh ke sumber suara. "Kau pingsan selama 4 jam dan sudah aku obati luka-lukamu," sambung Hephaestus tiba-tiba berdiri lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Kenapa kau menyembuhkanku? bukankah kau sangat benci diriku," tanya Zeus lemah dan heran atas apa yang dilakukan Hephaestus sekarang saat ini.

"Aku memang benci denganmu, tapi seseorang telah menyadarkanku apa arti peduli," jawab Hephaestus yang terhenti di depan pintu keluar kamar tersebut.

"Berterima kasihlah kepada temanku yang memaksaku untuk memaafkanmu," ucap Hephaestus lalu keluar meninggalkan Zeus seorang diri di kamar tersebut, sedangkan Zeus tersenyum senang atas ucapan Hephaestus.

Beberapa menit kemudian pintu terbuka kembali dan menampakkan Naruto yang memasuki kamar tersebut lalu duduk di samping kasur yang di tempati oleh Zeus.

"Terima kasih," kata Zeus tiba-tiba bersuara setelah Naruto duduk di samping ranjang.

"Untuk apa?" tanya Naruto yang bingung mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.

"Aku tau, kau yang memaksa Hephaestus untuk memaafkanku kan," kata Zeus memberi tau "Jadi aku sangat berterima kasih kepadamu," sambung Zeus.

"Huh," helaan nafas keluar dari mulut Naruto. "Tidak perlu berterima kasih, aku hanya memberitahunya bahwa sifat benci dan dendam itu tidak ada gunanya," kata Naruto menjelaskan.

"Kata-katamu seperti seorang pemimpin saja ya," puji Zeus kagum dengan kata-kata bijak yang diucapkan oleh Naruto.

" Aku memang seorang pemimpin, pemimpin rumah tanggaku pastinya," balas Naruto santai.

"Tapi dengan sikapmu itu, kau seperti bukan sekedar pemimpin keluarga saja," sangkal Zeus.

"Kau hanya belum tau saja, pemimpin rumah tangga dan pemimpin sebuah negara itu sama saja, yaitu menjaga ketenteraman dan kedamaian orang-orang di sekitarnya. yang membedakan hannyalah bayak sedikit orang yang dipimpin," kata Naruto memberi penjelasan membuat Zeus mengangguk mengerti.

"Kurasa aku orang yang gagal sebagai pemimpin ya," gumam Zeus sambil melihat langit-langit kamar. "Menjaga ketenteraman keluarga saja tidak becus apa lagi menjaga seluruh kaumku," sambung Zeus sambil menerawang jauh.

"Setiap mahkluk di dunia ini pasti memiliki kesempatan, tinggal diri kita saja mau merubahnya atau tidak," kata Naruto menasehati.

"Apakah tidak terlambat untuk memulainya ya?" gumam Zeus lirih tapi masih terdengar oleh Naruto.

"Tidak ada kata terlambat untuk memulainya meski seseorang itu sedang sekarat sekalipun," kata Naruto menjawab gumaman Zeus.

.

TOK! TOK! TOK!

.

"Kak? Apa kau di dalam?" suara perempuan dari balik pintu memanggil seseorang yang ada di dalam ruangan,. Sontak Naruto dan Zeus menoleh kesumber suara.

"Ya! Aku di dalam Reiya(oc), ada apa?" jawab Naruto dari dalam ruangan.

"Makan malam sudah siap, yang lain sudah menunggu," balas Reiya memberi tahu "Tolong ajak Ayah bila sudah sadar untuk makan bersama," sambung Reiya membuat Zeus tidak mengerti dengan sebutan Ayah yang diucapkan oleh orang di balik pintu.

"Ya! Aku akan segera turun!" sahut Naruto.

"Ayah?" bingung Zeus.

"Suara itu adalah istri Hephaestus sekarang," kata Naruto menjawab bingungnya Zeus.

Setelah itu Naruto dan Zeus turun ke bawah keruang makan untuk makan bersama. setelah sampai Zeus melihat ada 6 orang dan 1 bayi di gendongan wanita cantik dengan rambut pirang yaitu Reiya di sebelah Hephaestus.

"Lihatlah itu Levi(oc)," ucap Reiya yang sedang menggendong bayi sambil mengarahkan pandangan bayi itu ke arah Zeus "Itu Kakekmu," sambung Reiya membuat Zeus melebarkan mata terkejut bahwa bayi itu ternyata adalah cucunya.

"Aku tau, kau pasti banyak pertanyaan setelah ini," kata Naruto menyadarkan Zeus dari terkejutnya. "Duduklah, kita harus makan dulu," sambung Naruto menawarkan Zeus untuk duduk dan makan.

.

"Kenapa Aku dan Vivi makan bubur si?" ucap Naruko menggerutu. "Padahal Aku dan Vivi sudah baikkan," sambungnya sambil menatap tidak suka bubur di hadapannya.

"Lukamu masih belum sembuh Naruko, Ayah Cuma bisa meregenerasi luka-lukamu, tapi kalau fungsi organ tubuh masih butuh pemulihan lagi," jawab Naruto kepada Naruko.

"Sudahlah Naruko, omongan Ayah ada benarnya juga kok," kata Menma. "Luka dalammu dan Vivi itu lumayan parah," sambung Menma memberitau membuat Naruto tambah mengerutu sedangkan Vivi hanya diam saja.

.

"Woy Kak! Di mana kau sembunyikan Ramen cupku!" tanya Minato kepada Menma

"Mana aku tau?" jawab Menma cepat.

.

"JANGAN BOHONG KAKAK MESUM!"

"APA KAU BILANG MANIAK RAMEN!"

"SISCON AKUT!"

"RUBAH KAMPRET!"

"JOMBLO NGENES!"

"OHOK!"

Hinaan Minato yang terakhir membuat hati Menma seperti tertusuk pedang tepat di jantungnya.

"Aku bukan Jomblo, aku hanya belum mengetahui jodohku saja hu hu hu," kata Menma pundung sambil menangis lebay dengan awan hitam di atas kepalanya.

"Hahahaha!"

Dan akhirnya suara tawa memenuhi ruangan tersebut atas tingkah konyol mereka, sedangkan Zeus yang menyaksikan tingkah mereka hanya tersenyum saja.

.

" Apakah keluargaku bisa seperti ini ya," batin Zeus iri dan menginginkan suasana tersebut terjadi di keluarganya.

.

Setelah selesai acara makanya, kini Naruto, Hephaestus dan Zeus berada di teras depan rumah. Untuk anak-anak Naruto mereka sudah pulang yang ternyata rumahnya bersebelahan dengan Hephaestus, sedangkan untuk istri Hephaestus sudah ke kamar untuk menidurkan anaknya.

"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Naruto mengawali pembicaraan.

"Sebenarnya aku hanya ingin tau, bagaimana kau dan Hephaestus bisa saling bertemu" tanya Zeus. "Dan bagaimana caramu menyembuhkan kaki Hephaestus," sambung Zeus menambahkan lagi pertanyaanya.

"Sebenarnya-"

"Biar aku saja yang memberitahunya," kata Hephaestus memotong ucapan Naruto dengan cepat.

.

.

# Hephaestus Pov On

.

Sebenarnya setelah Ayah mengusir dan membuangku di tengah hutan, aku menangis dan kecewa terhadap keluargaku, aku sempat berpikir, apakah karena kondisi fisiku dan lemahnya kekuatanku aku dibuang dan tidak dianggap keluargaku sendiri?

Aku juga tidak habis pikir dengan Ayahku yang menganggap kelakuan adikku hal biasa saat ketahuan melakukan hubungan intim dengan mantan istriku yang saat itu masih istriku. bukanya memberi solusi bagaimana jalan keluarnya, dengan mudahnya ayahku menyalahkanku dengan menganggap diriku tidak becus untuk mendidik mantan istriku dulu. ayah mengusirku karena aku tidak berguna sama sekali dan adikku dengan bangga menghina kecacatanku, sedangkan mantan istriku dia tidak merasa bersalah sama sekali atas kelakuannya. saat itu pula aku menaruh rasa benci kepada keluargaku sendiri kecuali ibuku yang masih membelaku walaupun pada akhirnya ibuku termakan omongan ayahku untuk menyetujui pengusiranku. dan mulai saat itu aku bertekat akan menghancurkan hidup Ares adikku dan mantan istriku atas rasa sakit yang disebabkan oleh mereka.

Hidup di hutan dengan kondisi fisiku yang tidak sempurna membuatku kesusahan dalam mencari makanan, yah walaupun hanya sekedar memanjat pohon untuk memetik buah itu sangat sulit sekali. 1 minggu tidak makan membuatku jatuh pingsan, tapi entah keajaiban atau apa Naruto menemukanku yang tergeletak di hutan dan membawaku ke rumahnya.

1 minggu aku pingsan dan saat pertama kali kulihat adalah ruangan kamar. tapi betapa terkejutnya aku saat aku mau turun dari termpat tidur bahwa kakiku bisa bergerak semuanya, ya walaupun masih ada rasa sakitnya saat digerakkan dan kulihat di paha kaki kananku terdapat bekas jahitan. tiba-tiba saja Naruto datang ke kamar sambil membawa makanan yang jelas untukku dan menyuruhku untuk makan dan istirahat atas pemulihan kakiku. saat aku tanya bagaimana kakiku bisa sembuh, Naruto hanya menjawab bahwa kakiku diganti dengan kaki buatan dari sel tubuhnya. aku sangat terkejut mendengarnya, pasalnya penyambungan organ tubuh sangat lah mustahil, apalagi yang disambung kaki.

1 bulan berlalu aku menjalankan terapi hingga kakiku benar-benar sembuh total di rumah Naruto, banyak hal terjadi mulai dari anak-anak Naruto yang sudah menganggapku keluarganya dan aku yang menceritakan siapa diriku sebenarnya. tapi Naruto dan anak-anaknya tidak terkejut sama sekali pasalnya Naruto tau bahwa diriku adalah anak dari Dewa petir, yaitu Zeus.

6 bulan berlalu aku dan Naruto benar-benar seperti saudara, aku menganggap Naruto seperti kakakku sendiri walaupun tampang tuaan diriku, tapi aku benar-benar menganggapnya kakak, itu karena Naruto selalu menasehatiku bagaimana buruknya sifat benci dan dendam saat aku mengatakan bahwa aku sangat benci keluargaku dan dendam terhadap adik dan mantan istriku. Dia juga mengajarkanku sifat peduli, menyayangi dan masih banyak lagi sifat baik yang dia ajarkan padaku. Aku juga sering ikut Naruto berpetualang ke berbagai wilayah dan negara untuk berlatih mengontrol kekuatan bersama anak anaknya. Hingga 5 bulan berlalu aku sudah bisa mengontrol kekuatanku dengan sempurna walaupun cara pengajaran Naruto cukup ekstrem.

Suatu hari aku ijin dengan Naruto untuk keluar mencari bahan untuk alat tempur, ya untuk berjaga-jaga apabila nanti ada hal buruk terjadi di keluarga Naruto. Aku pergi ke pegunungan Everest bagian Nepal untuk mencari Kristal Es Abadi. saat perjalanan pulang aku menemukan seekor Serigala putih yang terluka parah. karena diriku merasa iba aku pun membuat tenda dan langsung mengobati Serigala tersebut. Tapi betapa terkejutnya diriku saat bangun pagi dari tidurku, di sampingku ada seorang wanita cantik dengan telinga dan ekor Serigala, lebih parahnya lagi dia telanjang. Akhirnya aku pun tau bahwa wanita itu bernama Reiya Grin, istriku sekarang ini adalah manusia serigala yang sudah punah karena diburu oleh mahkluk Supranatural lainya untuk dijadikan bahan percobaan, akhirnya aku pulang membawa Reiya dan aku mendapatkan omelan ngak jelas Naruto yang katanya harus bertanggung jawab karena telah menculik wanita.

1 bulan berlalu akhirnya aku dan Reiya benar-benar menikah karena kami sama-sama saling mencintai atas kebersamaan kami dan Reiya menganggap Naruto kakak sedangkan anak-anak Naruto menganggap kami paman dan bibi. Betapa bahagianya diriku saat Naruto mengucapkan selamat atas pernikahanku dan Reiya walaupun ada sedikit kecewa karena bukan keluarga kandungku yang mengucapkannya.

1 minggu berlalu aku benar-benar sangat bahagia saat Reiya istriku dinyatakan hamil, dan mulai saat itu aku berpisah rumah dengan Naruto walaupun hanya bersebelahan tapi tetap saja Naruto dan anak anaknya sering berkunjung dan makan bersama. Hingga 9 bulan akhirnya Reiya melahirkan anakku yang berjenis kelamin perempuan dan kuberi nama Levi Grin mengikuti marga ibunya. Aku sangat menyayangi anakku, aku tidak ingin anakku mengalami hal buruk sepertiku.

Oh ya, aku juga mendirikan kedai sederhana bersama Naruto saat kami mulai hidup dirumah baru di sebelah Naruto. itu si saran Naruto yang katanya demi kebaikanku untuk masa depan nantinya bersama anak anakku. sungguh saudara yang luar biasa bukan, walaupun aku bukan saudara sedarah tapi Naruto masih sempat-sempatnya memikirkan masa depanku. Aku sangat menghormatinya melebihi apa pun dan aku sungguh bahagia bisa memiliki istri yang sangat mencintaiku dan saudara seperti Naruto membuatku mulai lupa dengan keluarga kandungku sendiri.

Hingga 1 tahun berlalu atau lebih tepatnya sekarang ini, kejadian buruk terjadi. 2 anak perempuan Naruto diculik oleh seseorang yang tidak salah lagi adalah Ares adikku yang menculiknya. Saat itu aku benar-benar ketakutan saat Naruto mengeluarkan kemarahan yang sangat murka menghajar Ares dengan sangat brutal, bahkan Ares tidak diberi kesempatan untuk melawan sedikit pun, apalagi dengan Katana Berkarat miliknya yang bisa membelah apa pun, bahkan dimensi sekalipun bisa dibelah. '' inikah jiwa seorang ayah milik Naruto ketika anaknya dilukai orang lain'' batinku waktu itu.

Selagi Naruto menghajar Ares, aku mencari keberadaan Naruko dan Vivi selaku anak Naruto yang diculik Ares yang ternyata berada di gua yang tidak jauh dari tempat Naruto bertarung, lalu aku membebaskan mereka yang diikat langsung berteleport ke rumahku menyuruh istriku untuk mengobatinya.

Setelah membaringkan Naruko dan Vivi ditempat tidur, aku langsung berteleport lagi ke tempat Naruto untuk membantunya, tapi setelah sampai di tempat Naruto membuatku terkejut dengan tempat hasil pertarungan yang sudah tidak ada lagi sisa pohon serta Ares yang sudah tergeletak pingsan dengan luka parah di seluruh tubuhnya, dan ternyata kini Naruto berhadapan dengan Ayahku sendiri. Dan selanjutnya pasti tau apa yang akan terjadi.

.

#Hephaestus Pov off

.

"Seperti itulah," kata Hephaestus mengakhiri ceritanya membuat Zeus sedih atas perbuatannya waktu dulu.

"Maafkan aku Nak, atas perlakuanku waktu dulu," ucap Zeus menundukkan kepalanya sedih.

"Tidak masalah, semuanya sudah kumaafkan," jawab Hephaestus. "Aku juga bersyukur kalau dulu aku tidak kau usir, maka aku tidak seperti saat ini," sambung Hephaestus tenang.

"Terima kasih telah memaafkan kami Nak, ibumu pasti sangat senang saat mendengar kabarmu saat ini," ucap Zeus lega.

"Tapi maaf, aku tidak ingin mereka tau keadaan diriku, cukup dirimu yang tau saja," tolak Hephaestus membuat Zeus bingung tak tau maksud ucapan Hephaestus.

"Kenapa? Bukannya kau menginginkannya?" ucap Zeus bingung.

"Tidak! Aku sama sekali tidak menginginkannya," kata Hephaestus membantah ucapan Zeus.

"Tapi—"

"Kau tidak mengerti juga ya Zeus," potong Naruto yang dari tadi diam mendengarkannya.

"Apa maksudmu?" tanya Zeus bingung. "Bukanya dia berhak berada di Olympians lagi?" sambung Zeus tapi dijawab gelengan kepala Naruto.

"Setiap orang memiliki HAK Zeus, jangan kau paksa HAK seseorang itu akan membuatnya tersakiti," kata Naruto menasehati membuat Zeus diam memikirkannya.

"Apabila dia dipaksa di sana maka dia akan tersakiti kembali oleh orang-orang yang dulu pernah menyakitinya," kata Naruto menjelaskan. "Maka biarkanlah Hephaestus hidup bahagia tanpa paksaan siapa pun di sini," sambung Naruto membuat Zeus menganggukkan kepala mengerti.

"Baiklah aku mengerti," jawab Zeus "Asalkan aku boleh berkunjung kesini lagi, aku ingin memulai dari awal lagi bersama kau Nak," sambung Zeus memohon kepada Hephaestus.

"Tidak masalah" singkat Hephaestus menyetujui. "Asalkan jangan beritau mereka, walaupun itu ibu sekalipun jangan sampai tau," sambung Hephaestus tenang.

"Ya!" jawab singkat Zeus "Aku berjanji," sambung Zeus membuat Hephaestus tersenyum tipis.

"Oh ya kau—"

"Naruto, Uzumaki Naruto," ucapan Zeus terpotong oleh Naruto "Dan panggil aku Naruto saja," sambung Naruto memberi tau.

"Baiklah Naruto" singkat Zeus "Hmm begini, aku sangat penasaran dengan aura anak-anakmu itu Naruto?" sambung Zeus bertanya.

"Apa maksudmu? aku tidak mengerti," jawab Naruto pura-pura tidak tau.

"Aku merasakan ketiga anakmu itu adalah Iblis dan yang satunya adalah Yokai sedangkan dirimu adalah manusia," kata Zeus memberitau "Apakah mereka bukan anak kandungmu?" sambung Zeus bertanya lagi.

"Huh," helaan nafas Naruto. "Mereka semua adalah anak kandungku," jawab Naruto "Ya walaupun lahir dari rahim wanita yang berbeda-beda," sambungnya membuat Zeus tidak mengerti maksudnya.

"maksudmu, mereka hasil hubungan gelapmu gitu?" tanya Zeus menyimpulkan.

"Bukan begitu," balas singkat Naruto. "Mereka itu anak dari wanita-wanita yang kunikahi, walaupun sekarang kemungkinan sudah menjadi mantan," sambung Naruto menjelaskan sendu dengan menekankan kata kemungkinan.

"Maaf membuatmu mengingat hal buruk," ucap Zeus merasakan kesedihan saat Naruto menjelaskan.

"tidak apa-apa, itu sudah menjadi masa laluku," jawab Naruto yang kembali tenang.

"Kenapa kau tidak mencari wanita lagi Naruto?" kata Hephaestus tiba-tiba bersuara. "Setidaknya bisa membantumu untuk merawat anak-anakmu" sambungnya.

"Kalau aku mau sudah dari dulu Hep," balas Naruto "Kau tidak lihat singa-singa di rumahku ya?" sambung Naruto membuat Hephaestus merinding ngeri setelah mengingat sesuatu.

"Oh ya aku lupa hehe," cengengesan Hephaestus. " kau dulu pernah menolak Saraph tercantik di surga karena tidak mendapat restu dari anakmu ya" sambung Hephaestus setelah mengingat kejadian tersebut membuat Zeus terkejut.

"APA!, kau menolaknya," kejut Zeus "Sungguh tidak dipercaya" sambungnya.

"Karena bagiku, kebahagiaan anakku yang terpenting," balas Naruto atas keterkejutannya Zeus "Ini juga berlaku untukmu Zeus! " sambung Naruto serius membuat Zeus terdiam. "Mantan istri mungkin ada untuk kita para laki-laki, tapi mantan anak tidak ada di dunia ini Zeus, ingat itu baik-baik," jelas Naruto membuat Zeus menunduk mengerti.

"Aku mengerti" balas Zeus singkat.

"Dan kuperingatkan padamu, jika kaummu berani melukai anak-anakku maka kau yang pertama kucari," ancam Naruto kepada Zeus sambil mengeluarkan KI-nya membuat Zeus dan Hephaestus berkeringat dingin.

.

" ku-kuat sekali, bahkan aku tidak bisa menyakalnya" batin Zeus sesak nafas.

.

"ba-baik aku mengerti" jawab Zeus sambil menahan KI Naruto, lalu Naruto menurunkan KI-nya membuat Zeus dan Hephaestus bernafas lega, tapi masih tetap dengan tatapan tajamnya kepada Zeus.

"Kenapa aku mencarimu duluan? karena kau adalah pemimpin yang teledor jika itu terjadi," kata Naruto dingin sambil menatap tajam Zeus.

"Oke-oke, akan kuusahakan semua kaumku untuk tidak mengusikmu," balas Zeus ngri dengan tatapan tajam Naruto yang ditunjukkan untuknya.

"Baiklah, akan kupegang omonganmu," kata Naruto kembali tenang. "Hmm, sepertinya sudah larut, aku akan pulang duluan," sambung Naruto berpamitan.

"Kau benar, aku juga akan kembali ke Olympians sekarang," timpal Zeus "Mau keluar bersama," ajak Zeus kepada Naruto dan dijawab anggukan Naruto lalu menoleh le arah Hephaestus.

"Kami pulang dulu Hep," ucap Naruto lalu berdiri diikuti Zeus. "Ayah akan mengunjungimu lagi" timpal Zeus dan dijawab anggukan Hephaestus.

"Ya!" nalas singkat Hephaestus.

Lalu Naruto dan Zeus melangkah pergi keluar rumah Hephaestus, dan setelah melewati pintu rumah Hephaestus tiba-tiba Zeus berhenti langkahnya.

"Menurutmu, bagaimana caraku merubah segalanya?" tanya Zeus membuat Naruto menghentikan langkahnya yang menuju ke rumah sebelah.

"Rubahlah sifat dan kelakuanmu lebih baik lagi," balas Naruto hanya melirik dari ekor matanya. "Kau adalah pemimpin, sikap dan kelakuanmu itu adalah contoh untuk bawahanmu," sambung Naruto.

"Hmm, akan kucoba saranmu itu," bakas Zeus mengangguk mengerti.

"Huh jujur saja. kau, Ares dan mantan istri Hephaestus adalah Dewa-Dewi Olympians yang sangat kubenci," kata Naruto tanpa menoleh kebelakang.

"Kenapa bisa begitu?" tanya Zeus ingin tau apa kesalahannya.

"Dengan sifat sombong dan arogan serta kelakuan yang sering meniduri wanita tanpa bertanggung jawab itu membuatku muak!, kau dan Ares tidak beda jauh dengan binatang. Dan untuk mantan istri Hephaestus, aku akan langsung bilang menjijikkan bila bertemu dengannya. Dia adalah wanita jalang yang dengan seenaknya mengumbar tubuhnya untuk pria-pria bangsat. maaf saja aku tidak akan terpengaruh dengan pesona murahannya," kata Naruto menjelaskan dan dengan lantang menghina Dewa-Dewi Olympians yang dimaksud dengan berani di hadapan Zeus yang juga ikut dihina membuat Zeus menunduk karena itu memang fakta.

"Kau memiliki istri yang setia Zeus, jangan sia-siakan itu," sambung Naruto membuat Zeus melebarkan mata terkejut.

.

" Benar juga yang dikatakannya, aku memiliki istri yang setia. Buktinya saja dia yang sering aku khianati tapi masih bersamaku walaupun aku tidak tau perasaannya, maafkan aku Hera," batin Zeus sadar dari kesalahannya.

.

"Terima kasih telah menyadarkanku," ucap Zeus lirih "aku memang laki-laki brengsek," sambungnya.

"Baguslah kalau kau sadar," kata Naruto, "Tanamlah sifat pedulimu untuk memulainya 'TEMAN'" sambung Naruto lalu melangkah menuju rumahnya tanpa menoleh kebelakang.

" TEMAN ya," batin Zeus tersenyum lalu hilang dengan sihir petirnya menuju Olympians.

Sejak saat itu Zeus sering mengunjungi Hephaestus, Zeus sangat menyayangi cucunya sampai-sampai setiap berkunjung dengan alasan ingin mengunjungi cucunya. istri Hephaestus juga senang karena anaknya dimanjakan oleh ayah mertuanya.

Zeus juga sering bertemu dengan Naruto di kedai atau di rumah Hephaestus jika Naruto berkunjung ke rumah Hephaestus. Dan Zeus juga sering meminta saran dan masukan dari Naruto atas tindakan yang akan dilakukan.

Naruto sendiri sudah menganggap Zeus sebagai temanya walaupun terlihat Zeus lebih tua darinya. Sifat dan kelakuan Zeus juga berubah lebih baik membuat Dewa-Dewi Olympians gempar karena Zeus sangat memanjakan Hera istrinya yang tidak biasanya.

Hingga 1 tahun dan Naruto pindah entah ke mana, tapi sebelum pindah Naruto menitipkan Katana berkaratnya kepada Hephaestus untuk disimpan dengan baik, karena Katana itu sangat berbahaya dan hanya Naruto saja yang bisa menggunakannya dan suatu saat Naruto akan mengambilnya ketika dibutuhkan dan berpesan.

" jika kedamaian bisa dilakukan dengan kepala dingin, maka lakukanlah dan apabila harus dengan kekerasan, maka hindari sebisa mungkin. Percayalah kelakuan baik tidak akan menghianati hasilnya walau kadang berat dilakukan,"

Pesan Naruto saat akan berpisah dan masih teringat oleh Zeus sampai sekarang.

.

# Flas back Off

.

"Wow, ternyata kau bisa dikalahkan dengan kata-kata ya Zeus," kata Hades setelah mendengar cerita dari Zeus "Hmm, kau benar juga Hades," sambung Poseidon menyetujui.

"bukan hanya kata-katanya yang bijak, tapi KI-nya sangat kuat, seperti pernah membantai ribuan orang, tidak! Tapi ratusan ribu orang," kata Zeus membuat Poseidon dan Hades terkejut tidak percaya.

"ternyata kau berteman dengan Monster Zeus" kejut Hades.

"Hiiiiiii!, kalau aku bertemu dengannya, tolong beritau aku untuk tidak mengganggunya," timpal Poseidon ngeri..

.

"bukan hanya kuat dan bijak, tapi dia juga penyayang anak-anak," guman Hestia tanpa sadar dari kagumnya.

"Dan dia juga sangat menghormati wanita," timpal Hera menambahkan.

"YA, dia terlalu sempurna untuk menjadi suamiku dan anak-anakku kelak" ucap Hestia yang masih belum sadar dari kagumnya membuat para pria di situ terbengong dengan mulut yang menganga lebar, sedangkan Hera malah tersenyum menyerigai.

.

"Hestia! Kau sadar atas apa yang kau ucapkan barusan kan?" tanya Poseidon yang sudah sembuh dari terbengongnya membuat Hestia kaget dan kemudian muka Hestia langsung merah padam setelah mengingat ucapannya.

"Kau benar Zeus, Hestia pasti tertarik dengan pria itu," kata Hades.

"Ya kau benar," timpal Poseidon menambahkan.

"Hehehe," cekikikan Hera "kau imut sekali Hestia, dengan wajah malumu itu," kata Hera sambil menggoda Hestia.

.

"DIAM KAU HERA! JANGAN MEMBUATKU MALU!" teriak Hestia yang mukanya masih merah padam

.

"HAHAHAHAHAHAHA!"

.

Dan ruangan tersebut akhirnya dipenuhi dengan suara tawa yang keras serta Hestia sebagai bahan tertawaannya.

Sedangkan dibalik pintu ruangan tersebut 2 wanita yang tadi menguping sekarang masih menguping pembicaraan Dewa-Dewi yang ada di dalam ruangan tersebut.

" SIALAN PRIA ITU! Akan kubalas atas hinaannya itu yang beraninya menyebutku jalang menjijikkan! Aku bersumpah akan kubuat dia bertekuk lutut di hadapanku dan akan kubuat dia tergila gila padaku!" batin Aphrodite sangat kesal.

" Wah, sudah kuat, bijak, penyayang lagi, ditambah dia menghargai derajat wanita. Sempurna sudah untuk jadi calon suamiku, aku harus menemukannya sebelum bibi Hestia," batin Athena kagum.

" Hmm, Uzumaki Naruto. Aku harus menemukannya," batin Aphrodite dan Athena bersamaan lalu melangkah pergi menjauhi pintu ruangan tersebut

.

.

#kembali ke dalam ruangan

.

"Akan kuberitahu cara mendekatinya Hestia, apa kau mau?" ucap Zeus membuat Hestia mengangguk malu-malu sambil memalingkan wajahnya yang merona.

"Caranya adalah dekati anaknya dulu," ucap Zeus memberitau, "yaitu kau harus menyayangi anak-anaknya seperti anakmu sendiri," sambung Zeus memberi penjelasan dan dijawab anggukkan Hestia mengerti.

.

.

#SKIP TEMPAT LAIN

.

Di suatu tempat di pinggiran sungai yang dangkal terdapat seorang pria dewasa dengan rambut uniknya yang berbeda warna, kuning dan hitam. Pria tersebut sedang memancing seharian tapi tidak dapat ikan satu pun.

.

SRING!

.

Tiba-tiba Naruto datang dengan jurus kilatnya tepat di samping pria tersebut.

"Yo, Azazel! Masih menunggu celana dalam nyangkut lagi," sapa Naruto kepada pria yang bernama Azazel.

"Cih! Si tampan sialan!" balas Azazel sebal hanya melirik dari ekor matanya.

"Ayolah Azazel, jangan pasang muka menyebalkan seperti itu?" kata Naruto langsung duduk di sebelah Azazel. "Kau tidak terlihat keren kalau seperti itu," sambung Naruto.

"WOY! Ini juga karena dirimu, karena wajah tampan sialanmu itu membuat para wanita yang kugaet jadi berpindah haluan kedirimu!" balas Azazel teriak-teriak ngak jelas sambil menunjuk-nunjuk wajah Naruto.

"Ma Ma, setiap orang pasti memiliki sisi kerennya masing-masing dari sudut pandang yang berbeda," kata Naruto cengengesan ketika melihat reaksi Azazel yang ditunjukkan saat ini.

"Jadi ada perlu bantuan apa, Temanku yang sok sibuk ini datang menemuiku?" tanya Azazel berwibawa yang sudah kembali tenang .

"Hanya berterima kasih atas bantuan keperluan yang kubutuhkan disini," balas Naruto santai lalu menoleh ke arah Azazel, "Dan Woy! Bukanya yang sering meminta bantuan itu dirimu untuk memberantas bawahanmu yang membangkang itu," sambung Naruto menunjuk-nunjuk wajah Azazel.

"Tidak bisakah kau membuat diriku terlihat berwibawa sekali saja sebagai pemimpin Naruto!" kata Azazel menghela nafas pasrah

"hehehe," dan dibalas cengengesan oleh Naruto.

"Huh" suara helaan nafas Azazel. "Kapan kau akan ambil tuh 3 orang yang kau tolong waktu itu? aku sudah tidak tahan dengan perdebatan mereka yang selalu menyebut namamu dan anakmu di kantorku," kata Azazel sambil memijat kepalanya pusing

"Bawalah besok ke kedai baruku, mungkin bantuan mereka akan kubutuhkan," jawab Naruto.

"Oke!" singkat Azazel. "Dan siapkan ramen gratis untukku" sambung Azazel.

"Tenang saja" balas singkat Naruto.

.

SREK!

.

"Baiklah, mungkin Cuma itu yang ingin kusampaikan, aku pergi dulu" kata Naruto sambil beranjak dari duduknya dan sekarang sudah berdiri.

"Tunggu dulu Naruto!" kata Azazel yang baru mengingat sesuatu. "Aku butuh bantuanmu lagi," sambung Azazel membuat Naruto menoleh ke arahnya.

"Kapan?" tanya singkat Naruto "Tolong hentikan kekacauan Kokabiel besok, mata mataku sudah memberitahuku," jawab Azazel.

"Aku tidak janji untuk terjun langsung, mungkin anakku yang akan terjun menghentikannya," kata Naruto lalu berbalik badan.

"Tidak masalah" jawab singkat Azazel membuat Naruto mengangguk.

.

SRING!

.

"KAMPRET! AKU DAPAT CELANA DALAM LAGI!" teriak Azazel kesal setelah mengangkat pancingannya yang mendapatkan celana dalam setelah Naruto menhilang.

.

.

#KEMBALI KE OLYMPIANS

.

SRING!

.

Tiba-tiba lingkaran teleport muncul di ruangan tempat Zeus berada dan menampakkan seorang prajurit gagah dengan pakaian Zirah serta helm perang dan langsung bersujud hormat.

"My Lord, ada tamu yang ingin menemuimu" kata Prajurit tersebut sambil bersujud hormat.

"Siapa?" tanya Zeus penasaran.

"Maou Lucifer dari dunia bawah My Lord" jawab Prajurit tersebut dengan hormat dan seketika membuat Dewa-Dewi di ruangan tersebut terkejut.

"Bawa dia kemari!" perintah Zeus dan langsung dilaksanakan oleh Prajurit tersebut kemudian menghilang dengan lingkaran Sihirnya.

"kau serius Zeus, memperbolehkan bangsa Iblis memasuki wilayah kita?" tanya Hades.

"Tidak masalah, mungkin dia ada keperluan sangat penting sehingga harus menemuiku langsung," jawab Zeus tenang.

Tiba-tiba 2 lingkaran teleport muncul di ruangan tersebut dan menampakkan prajurit Olympians membawa 2 orang yang muncul di ruangan tersebut, lalu prajurit tersebut membungkuk hormat dan menghilang lagi.

"Ada perlu apa? Sampai-sampai seorang Maou Lucifer datang langsung menemuiku?" ucap Zeus berwibawa memulai pembicaraan.

"Maaf kelancanganku," jawab Sirzech membungkuk diikuti bawahannya Souji Okita.

"Saya datang kemari hanya ingin menanyakan, apakah Olympians kedatangan 2 iblis?" tanya Sirzech memberitau penjelasannya membuat Dewa-Dewi menaikkan sebelah alisnya karena penasaran.

"Kami belum kedatangan iblis yang kau maksud," jawab Zeus tenang. "Apakah iblis itu sangat berbahaya?" sambung Zeus bertanya.

"TIDAK! Mereka hanya ingin mencari seseorang di daerah Olympians," jawab Sirzech cepat.

"Bisa kau beri tahu ciri-cirinya, mungkin kami bisa membantu," kata Zeus membuat Sirzech terkejut tidak percaya bahwa Olympians akan menawarkan bantuan.

"Ini," jawab Sirzech menyerahkan 2 foto yang menampilkan 2 gadis remaja dengan rambut yang berbeda yaitu hitam dan putih silver.

"Lalu siapa yang mereka cari," tanya Zeus setelah mendapatkan 2 foto tersebut.

"Naruto, Namikaze Naruto," jawab Sirzech membuat Dewa-Dewi terkejut, lalu Zeus memasang wajah serius.

"Ada apa sampai mereka mencari Naruto?" tanya Zeus datar menatap tajam Sirzech.

"Kau mengenalnya?" bukan jawaban melainkan pertanyaan yang keluat dari mulut Sirzech karena terkejut.

"Ya! Aku mengenalnya, tapi nama keluarganya yang berbeda yaitu Uzumaki Naruto," jawab Zeus memberitau.

"Bisa kau beritahu ciri-cirinya? ini sangat penting untukku," kata Sirzech memohon sambil membungkuk.

"Sebelum kuberitahu, apa maksud dari mereka untuk menemui Naruto?" tanya Zeus sangat serius "Kalau sampai ada maksud buruk, akan kubantai mereka ditempat," sambung Zeus dengan KI yang besar membuat Sirzech dan Souji menelan ludah dengan kasar.

.

" Ku-kuat sekali," bati Sirzech dan Souji bersamaan.

.

"Me-mereka adalah anak kandung Naruto," jawab Sirzech sambil menahan KI Zeus.

.

"APAAA!"

.

teriak Dewa-Dewi yang ada di ruangan tersebut terkejut dan KI Zeus seketika menghilang karena terkejut juga.

"Mereka ingin menebus Dosa atas kesalahannya terhadap Naruto," tambah Sirzech membuat Dewa-Dewi tersebut kembali tenang.

"Hmm, jadi begitu," kata Zeus mengerti "4 tahun yang lalu aku bertemu dengan Pria dewasa bernama Uzumaki Naruto, dengan rambut kuning keemasan, dia bersama 4 anaknya Menma, Naruko, Vivi, dan Minato nama anaknya," sambung Zeus memberitahu ciri-cirinya membuat Sirzech melebarkan matanya terkejut langsung tegak berdiri.

"BERITAHU AKU DIMANA ORANGNYA! Ciri-ciri yang kau sebutkan dan nama ketiga anaknya aku sangat mengenalinya," tanya Sirzech memohon dengan nada tinggi "Orang tersebut yang selama ini mereka cari!" sambung Sirzech.

"Aku tidak tahu, kami berpisah 4 tahun yang lalu dan aku tidak tahu ke mana perginya," jawab Zeus "Jika orang yang kusebutkan itu sama dengan mereka cari, maka kami akan membantumu mencari mereka," ucap Zeus sambil menunjuk 2 foto yang diterima tadi. "Dan kami akan segera mengantarnya ke dunia bawah, karena aku berencana untuk membuat Aliansi dengan Fraksi iblis," sambung Zeus membuat Sirzech kaget lagi.

"Datanglah 1 minggu dari sekarang, kami akan mengadakan pertemuan 3 Fraksi Injil (Malaikat, Malaikat Jatuh, Iblis), Mitologi Shinto, Mitologi Nordik, dan bangsa yokai untuk membuat Aliansi di Kuoh, Jepang," jawab Sirzech memberitahu.

"Baiklah aku akan datang, akan kupastikan mereka kubawa dalam pertemuan," kata Zeus "Terima kasih" ucap Sirzech bernafas lega.

"Kami pamit dulu, aku sangat berharap kehadiranmu di pertemuan nanti," ucap Sirzech berpamitan "Dan terima kasih atas bantuannya," sambungnya.

"Ya, tidak masalah. Terima kasih atas undangannya," jawab Zeus lalu Sirzech dan Souji membungkuk kemudian menghilang dengan lingkaran sihirnya.

"Apa tidak masalah Zeus?" tanya Poseidon setelah Sirzech dan Souji menghilang.

"Tidak masalah, jika pertemuan ini bertujuan untuk kedamaian, Kenapa tidak " jawab Zeus tenang.

"Baiklah kalau begitu keputusanmu, kami akan mengikutinya" ucap Poseidon bernafas lega dan diikuti anggukan yang lainya.

"Hestia! Kau cari mereka," kata Zeus melempar 2 foto kepada Hestia. "Itu kesempatanmu," sambung Zeus.

"Kenapa aku?" jawab Hestia bingung dengan maksud Zeus

"Mereka adalah anak dari calon suamimu, kau pasti tau apa maksudku," ucap Zeus menjelaskan.

"Oke, Aku mengerti! Akan kucari mereka segera!" jawab Hestia semangat langsung berdiri dari duduknya dan menghilang dengan sihir telepornya membuat Dewa-Dewi di situ terheran-heran dengan semangatnya Hestia saat ini.

"Aku tidak pernah melihat Hestia sangat semangat seperti itu sejak dulu," ucap Hera tiba-tiba bersuara.

"kau benar Hera," balas Zeus.

"Aku akan ikut ke pertemuan, aku berharap bisa bertemu dengan orang yang bernama Naruto itu, untuk berterima kasih," kata Hera kepada Zeus.

"Ya, kau boleh ikut. aku juga berharap bisa bertemu dengannya lagi," jawab Zeus.

"Boleh aku ikut," ucap Hades

"Aku juga," timpal Poseidon.

"Kalau kalian ikut, terus siapa yang akan menjaga Olympians," jawab Zeus membuat Poseidon dan Hades mengangguk mengerti.

"Aku cuma membawa Hera dan Hestia saja dalam pertemuan," ucap Zeus. "Mungkin Athena juga akan kubawa untuk mengatur Strategi pertemuan nantinya," sambung Zeus dan dijawab anggukan oleh yang lainya.

.

.

#SKIP TEMPAT TIDAK DIKETAHUI

.

TAP! TAP! TAP!

.

Suara langkah kaki seseorang dari lorong menuju sebuah ruangan yang berisi satu orang yang memiliki ciri telinga lancip tak seperti manusia pada umumnya.

"Semua persiapan sudah selesai tuan," ucap seseorang yang baru masuk dengan nada hormat.

"Bagus! Kau boleh keluar," jawab orang yang berdiri di depan orang yang masuk tadi, dan orang yang tadi masuk membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Sebentar lagi, Sebentar lagi tujuanku akan terwujud Ha Ha Ha Ha!" ucap seseorang di ruangan tersebut lalu tertawa mengerikan.

.

"TUNGGULAH GREAT WAR KE 2"

.

.

End

.

Mohon maaf masih banyak kesalahan

.

See you next chap...