THE PACIFIER IS FRAGILE

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Rate : M

Genre : romansa, friendship, humor

Pair : nanti saja

Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin bayak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, geje, ooc dan lain sebagainya)

.

.

CHAPTER 1

.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!

.

Suara alarm jam weker di sebuah Apartemen sedang tapi rapih dan bersih. Alarm tersebut membangunkan sosok remaja berambut kuning jabrik yang tidur di kamar dan mulai menggeliat bertanda dirinya akan bangun.

"HOOOOAAAAAMM!"

Remaja tersebut terbangun sambil menguap lalu membentangkan tangannya sangat lebar seperti biasa setiap bangun dari tidurnya.

"Jam berapa sekarang ya?" remaja tersebut menggumam sambil melirik jam weker yang menunjukkan jam 05:14. Sontak remaja tersebut langsung melebarkan mata kemudian bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka.

" Sial! Aku telat bangun!" umpatnya dalam hati sambil bergegas menyambar jaket yang mengantung di dinding langsung keluar Apartemennya entah ke mana tujuannya.

.

Jam 06:31

.

KRIEEEET

.

"Huh lelahnya, untung saja koran hari ini tak begitu banyak," ucap remaja yang tadi pagi terburu-buru keluar dan sekarang sudah kembali dengan tubuh yang lumayan kelelahan setelah menjalani pekerjaan paruh paginya yaitu sebagai pengantar koran pagi.

Remaja tersebut langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dan berselang 13 menit akhirnya remaja tersebut keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar di bawah perutnya langsung melangkah ke kamarnya. Dan tak lama kemudian remaja tersebut keluar kamar dengan pakaian seragam sekolah yang sudah rapi nan bersih langsung menuju dapur mengambil sekotak susu dan roti di kulkas kemudian membawanya ke ruang tengah.

"hmm masih ada waktu 15 menit, buat makan roti dan susu ini pasti tak akan terlambat lagi," kata remaja tersebut setelah melirik jam dinding menunjukkan pukul 06:58 lalu melanjutkan memakan roti dan susu yang telah tersaji di hadapannya. Dan 5 menit kemudian acara sarapannya selesai langsung menyambar tas sekolah dan keluar apartemennya langsung menuju sekolahannya yang tak jauh dari apartemennya yaitu Kuoh Gakuen.

.

#Pov on

.

Yo perkenalkan namaku Naruto, Cuma itu saja, Aku tidak memiliki nama keluarga karena aku yatim piatu sejak lahir dan tak tau siapa orang tuaku. Sekarang umurku 17 tahun dan bersekolah di Kuoh Gakuen kelas 11 di tahun ini.

Kalian pasti penasaran kenapa aku bisa hidup sendiri sampai sekarang. Begini, dulu waktu aku masih bayi, aku ditemukan di depan sebuah panti dan akhirnya aku dirawat di panti itu hingga 7 tahun lamanya. Kenapa hanya sampai 7 tahun? Begini, pada saat itu salah satu anak panti mengejekku anak haram dan buangan dengan lantang, aku yang diejek seperti itu tak terima dan langsung menghajar anak yang mengejekku hingga babak belur sampai kritis dibawa ke rumah sakit. Sontak karena kelakuanku itu, anak-anak panti jadi takut terhadapku dan puncaknya ibu panti juga marah padaku dan mengusirku, karena yang kuhajar adalah anak dari pemilik panti.

Dan semenjak itu aku hidup di jalanan tanpa tau arah tujuan. Perkelahian, tawuran, mencuri dan merampok menjadi teman kehidupanku hingga umurku 13 tahun.

Entahlah pada saat umurku 13 tahun atau lebih tepatnya awal tobatku di jalanan. Waktu itu aku habis berkelahi dengan preman di wilayah, ah malas menyebutkan tempatnya, intinya di sana habis berkelahi. Dengan luka di sekujur tubuh sambil melangkah entah kemana aku bertemu seorang nenek rentan di gang sempit nan gelap. Nenek tersebut tiba-tiba saja ambruk disitu. sontak diriku langsung menghampiri nenek itu berniat menolongnya. Yah walaupun diriku brengsek tapi aku masih memiliki jiwa penolong jika melihat seseorang yang kesusahan dan aku tak pernah berbuat masalah duluan.

Pada saat itu aku dibuat benar-benar takut dan khawatir oleh kondisi nenek tersebut. Pasalnya nenek tersebut telah menutup usia setelah kubantu berjalan. Tapi sebelum menutup usia, nenek tersebut mengatakan sesuatu terhadapku dan terdengar jelas di telingaku " Hati manusia memang sulit ditebak ya? Kadang kuat dan rapuh secara bersamaan" ucap nenek tersebut kepadaku tapi kuhiraukan ucapannya sambil kucoba membantunya berdiri. " Seperti dirimu nak? Kau memiliki hati yang kuat karena kau menikmati kehidupanmu, tapi kau rapuh oleh kesepian yang terpancar di matamu," sambung nenek tersebut membuatku sedikit bersuara.

"Inilah kehidupan nek, semua itu sudah menjadi teman perjalananku," balasku sambil membantu nenek tersebut berjalan. Dan entah kenapa nenek tersebut malah tersenyum tulus padaku. sontak hatiku sangat senang mendapatkan senyuman tulus dari seseorang karena itu baru pertama kali bagiku sejak aku lahir.

" Pertahankanlah sifat pedulimu itu dan rubahlah kelakuanmu lebih baik lagi, nenek yakin suatu saat ada seseorang yang akan peduli denganmu untuk mengisi kekosongan hatimu," ucap nenek tersebut menasihatiku dan itu adalah ucapan terakhirnya karena nenek tersebut langsung lemas tak bernafas lagi saat kupapah berjalan. Aku menjadi sangat takut, sedih, panik menjadi satu. Takut jika nanti dikira aku sebagai seorang pembunuh, sedih karena nenek itu adalah satu-satunya orang yang telah memberikan sebuah senyum tulus yang kuinginkan dari dulu, panik karena aku bingung mau berbuat apa dengan situasi saat itu. Dan akhirnya ada seorang warga melihat kami langsung menolong dan membantu memakamkan si nenek tersebut dan aku juga ikut ke pemakaman nenek tersebut sampai semua warga membubarkan diripun aku masih tetap disitu sambil memandang batu nisan si nenek.

"Baik nek, aku akan berubah lebih baik lagi, aku menginginkan ucapan nenek menjadi kenyataan," kataku yang terakhir kali saat tak kuat menatap batu nisan nenek tersebut lalu kutaruh sebuah bunga di atas makam nenek dan selanjutnya aku pergi dari pemakaman.

Dan mulai saat itu diriku mulai berubah lebih baik lagi, menghindari hal-hal yang pernah kulakukan dulu, yah walau perkelahian kadang terjadi, tapi aku tak pernah memulainya.

Pada pada saat itu aku beralih profesi menjadi pengamen antar bis kota. Dan tujuan terakhirku tepat di kota Kuoh yang kutinggali sampai saat ini. Karena pada saat 2 tahun lalu atau lebih tepatnya pas umurku baru 15 tahun, aku membaca sebuah brosur lowongan pekerjaan bangunan setelah turun dari bis antar kota, Dan aku langsung melamar dan diterima. 1 bulan pekerjaanku akhirnya aku bisa menyewa apartemen sederhana yang harganya terjangkau.

Terkadang aku iri sekali melihat anak-anak seusiaku memakai seragam sekolah berjalan dengan tawa bahagia bersama teman-temanya. Tapi biarlah fokusku hanya bekerja, tak mungkin kan ada sekolahan yang mau menerimaku, pikirku waktu itu.

5 bulan pekerjaan proyek selesai dan aku bingung mau cari pekerjaan apa lagi. Akhirnya kucari lowongan pekerjaan di setiap sudut kota yang tak memakai persyaratan yang kucari. Hingga 1 hari pencarian pekerjaan akhirnya aku menemukan sebuah lowongan pekerjaan tanpa persyaratan di sebuah kedai yang tak jauh dari apartemenku. Akhirnya aku melamar dan langsung diterima. tau lah awal pekerjaannya pasti bagian belakang, yap bagian pencuci piring. Tapi walaupun dapatnya bagian itu tetap kujalani dengan sepenuh hati tanpa mengeluh.

Bosku si pemilik kedai sangat baik padaku, dia juga memiliki seorang anak perempuan yang usianya lebih tua 1 tahun dariku. Dan setelah 6 bulan bekerja di kedai tersebut, diriku dibuat senang sekali, Karena bosku telah mendaftarkanku sekolah. Mungkin karena si bos sering melihatku memandang iri anaknya ketika memakai seragam sekolah, dia berbaik hati mendaftarkanku sekolah. Dan mulai saat itu aku bekerja hanya waktu pulang sekolah sampai tutup tapi sudah dibagian pelayan dan pengantar, tidak lagi sebagai pencuci piring.

Karena kebaikan si bos aku jadi tambah semangat menjalani kehidupan. Otomatis aku jadi giat bekerja di kedainya setelah pulang sekolah sebagai balas budiku.

Kalau untuk sekolahan, hmmm biasa saja, tak ada yang istimewa. karena sampai sekarang diriku tak pernah mendapatkan teman dan hanya anak pemilik kedai yang mau berteman denganku. Yah walau jarang bertemu si di sekolahan karena dirinya kakak kelas yang pastinya tugasnya lebih banyak dariku.

Yang paling kubenci di sekolah yaitu banyak sekali yang memandangku aneh dan jijik. Apalagi hinaan mereka yang mengataiku anak ngak jelas atau terbuang membuatku ingin menghajarnya saja. Tapi untung saja ada anak dari pemilik kedai yang selalu membelaku jadi diriku tak gampang emosi.

Hingga sekolahku berlanjut sampai sekarang, dan diriku sudah kelas 11 untuk tahun ini, serta 2 bulan yang lalu aku mendapatkan kerja paruh tambahan sebagai pengantar koran di pagi hari dan entah kenapa di sekolahan mulai ada yang mau akrab denganku akhir-akhir ini, entahlah aku juga tak tau sebabnya.

Yap itu sajalah tentangku karena aku sudah sampai di gerbang masuk sekolah dan sudah disambut oleh ketua Osis super jutek terhadapku, yang tidak jauh dari siswa-siswi serta guru lainya yang memandangku aneh.

.

Pov off

.

"Hey kau!" tiba-tiba siswi berambut hitam model bob serta kacamata yang bertengger di hidungnya yaitu Sona Sitri sang Kaicho memanggil sambil menunjuk remaja berambut kuning janbrik yaitu Naruto yang akan masuk gerbang sekolah. Sontak Naruto langsung terhenti langkahnya dan menoleh kepadanya.

"Apa lagi si Kaicho? Bukannya aku tidak telat hari ini?" kata Naruto menyahuti panggilan Sona.

"Jangan banyak alasan, kau telat 1 menit barusan," kata Sona datar membuat Naruto menghela nafas langsung menoleh arah depan lagi.

"Kau tau Kaicho, caramu meluapkan kekesalan itu tidak benar," balas Naruto tanpa menoleh membuat Sona menaikan sebelah alisnya tak mengerti.

"Apa maksudmu?" bingung Sona.

"Tidak apa-apa, Cuma tadi malam aku melihat sepintas burung merpati yang terbang tanpa arah karena ditinggal pasangannya," balas Naruto lalu melangkah masuk sekolahan meninggalkan Sona yang terkejut atas ucapan Naruro.

.

" A-apa dia tau?" batin Sona mengerti maksud ucapan Naruto.

.

TAP! TAP! TAP! TAP!

.

Langkah Naruto melewati karidor sekolahan menuju kelasnya yang dihiasi tatapan aneh para siswa-siswi kepadanya. tapi Naruto hanya biasa saja dan terus melangkah ke kelasnya menghiraukan itu semua.

"Woy Naruto-san!" tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada remaja berambut coklat memanggilnya dan langsung menghanpirinya.

"Ah Issei-san, belum masuk kelas juga?" balas Naruto setelah remaja yang di panggil Issei di hadapannya.

"Baru saja nyampe, mau bareng?" ajak Issei dan dijawab anggukan Naruto. Sontak mereka langsung melangkah menuju kelas bersamaan.

Jangan ditanya jika Issei bisa akrab dengan Naruto. Mungkin Cuma dirinya selain anak pemilik kedai yang mau akrab denganya akhir-akhir ini. Sejak 2 minggu lalu setelah Naruto menyelamatkan Issei dari pemalakan salah satu anggota Geng jalanan yang bernama Akatsuki, dan entah kenapa Issei jadi akrab dengan Naruto sejak saat itu.

.

"Lihat itu, anak ngak jelas asal-usulnya,"

"Um, kau benar, kenapa kepala sekolah menerima dia sekolah disini ya?"

.

Berbagai bisikan dari siswa-siswi sangat terdengar jelas ditelinga Naruto, tapi dihiraukan oleh Naruto langsung melangkah menuju kursi duduknya yang paling belakang diikuti Issei di belakangnya yang memang duduknya Issei berada pas di depan Naruto.

"Hiraukan saja ucapan mereka Naruto-san, jangan di ambil hati," kata Issei setelah duduk di hadapan Naruto.

"Hmm, tenang saja," balas singkat Naruto lalu menopang dagunya menghadap luar jendela kelas.

.

"Hey liat itu! Anak ngak jelas lagi rajin hahaha!" tiba-tiba dari bibir pintu kelas muncul beberapa siswa laki-laki kelas tersebut. dengan siswa berambut merah jabrik yaitu Namikaze Menma anak dari Namikaze Minato, pemilik perusahaan Elektronik terkenal di kota Kuoh dan Uzumaki Kushina, guru mapel Biologi di sekolahan ini langsung menghina Naruto dengan bangga. Dan di sebelahnya ada Siswa seumurannya berambut hitam model pantat ayam yang wajahnya datar yaitu Uchiha Sasuke anak dari Uchiha Fugaku pemilik Perusahaan Otomotif terkenal di kota Kuoh dan Uchiha Mikoto guru mapel Sejarah di sekolah ini serta di belakangnya ada siswa berambut hitam dengan tanda lahir segitiga terbalik di setiap pipinya yaitu Inuzuka Kiba anak dari pemilik toko hewan di kota Kuoh dan di sebelahnya ada siswa gendut yang selalu memakan keripik kentang di mana saja yaitu Akimichi Choji anak dari pemilik Restoran Yakiniku terkenal di kota Kuoh, dan satunya lagi ada siswa berambut hitam diikat model nanas yang memiliki tampang bosan hidup yaitu Nara Shikamaru anak dari menteri penasihat gubernur. Merekalah salah satu rombongam siswa primadona kelas 11 kecuali Choji pastinya.

Karena mendapat acuhan dari Naruto. Mereka berlima langsung menghampiri tempat duduk Naruto dengan wajah arogannya.

.

BRAK!

"WOY ANAK NGAK JELAS! BUAT APA KAU SEKOLAH DISINI!"

.

Tiba-tiba saja Menma langsung menggebrak meja pas di meja Naruto tapi masih diacuhkan oleh Naruto, Sedangkan Issei sudah merinding takut langsung menghadap ke depan. Merasa tak ada respon sedikit pun dari Naruto, tiba-tiba saja Menma mengepalkan tangannya langsung dilancarkan ke arah wajah Naruto.

.

GREP!

.

Tapi kepalan tangan penuh emosi milik Menma ditangkap dengan mudah oleh Naruto tanpa menoleh sedikit pun, Sontak membuat siswa-siswi yang melihatnya terkejut. Pasalnya Menma adalah anggota bela diri karate yang kemampuannya tak diragukan lagi, tapi kini pukulan Menma dapat ditahan dengan mudah tanpa dilihat oleh Naruto.

"Huh, bocah yang masih bersembunyi di pantat ibunya ternyata punya mulut anjing juga ya," kata Naruto santai tanpa menoleh tapi masih menggenggam kepalan tangan Menma. Sontak Menma yang tak terima dengan hinaan Naruto langsung melancarkan tendangan, karena kepalan tangannya digenggam erat oleh Naruto jadi tak bisa dilepaskan.

.

"HENTIKAN KALIAN!"

.

Tiba-tiba ada suara yang menghentikan tindakan Menma yaitu ketua kelas ini Senju Shion anak dari kepala sekolah yaitu Senju Tsunade dan Jiraiya sang wakil kepala sekolah. Sontak Naruto langsung melepaskan genggamannya dan semua siswa-siswi di kelas tersebut langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing karena tak ingin kena semprotan pedas ketua kelas yang galak, menurut mereka.

"Awas kau! urusanku belum selesai denganmu," kata Menma mengancam kepada Naruto sambil melangkah ke tempat duduknya dan lagi-lagi hanya diacuhkan oleh Naruto.

"Na-Naruto-san, Menma itu anak pemilik perusahaan lo, apa kau tak takut nantinya," bisik Issei kepada Naruto setelah Menma tak ada.

"Dia masih makan Nasi, buat apa aku takut dengannya," balas Naruto santai membuat Issei cengo.

.

"Apa kaitannya dengan nasi?" batin Issei tak mengerti.

.

Dan tak berselang lama seorang guru memasuki kelas tersebut dan memulai pelajarannya seperti biasa tiap harinya.

.

.

#Skip pulang sekolah

.

Setelah diberi banyak materi yang menguras pikiran, akhirnya waktu pulang sekolah yang di tunggu-tunggu oleh siswa-siswi sekolahan tersebut pun terjadi. Ada yang langsung pulang, ada yang mampir ke tempat-tempat hiburan, ada yang malah berpacaran dan lain sebagainya.

Tapi tidak dengan Naruto yang langsung menuju tempat kerjanya yaitu ichiraku. Tapi baru 20 meter keluar dari gerbang sekolah, Naruto diberhentikan oleh 3 orang dengan jaket senada, yaitu memiliki motif awan merah di jaketnya. Dan kejadian tersebut tertangkap mata oleh siswa-siswi yang hendak keluar gerbang langsung berkumpul dan pandangan matanya ke arah tempat Naruto berada.

"Liat itu, bukanya itu Geng jalanan bernama Akatsuki yang terkenal kejam itu," kata Kiba.

"Pasti mereka ingin menghajar si anak ngak jelas itu," balas Menma di samping Kiba ketika melihat 3 orang anggota Akatsuki meyeret Naruto dengan paksa ke sebuah gang sepi. "Bagaimana menurutmu Sasuke," sambung Menma kepada Sasuke di sebelahnya.

"Hm, yang jelas si anak ngak jelas nanti pulang tak selamat," balas Sasuke cuek.

"Dengan begini, aku tak perlu repot-repot menghajarnya hahahaha!" kata Menma tertawa senang.

.

#15 menit kemudian

.

"Cih! Baru saja menjadi Geng jalanan kemarin sore saja sudah sok kuat saja," desis Naruto keluar dari gang sepi tersebut dengan sedikit darah di sudut bibirnya langsung berjalan santai ke tempat kerjanya meninggalkan 3 anggota Geng Akatsuki yang sudah tergeletak tak berdaya di gang tersebut.

Sontak semua siswa-siswi yang masih berkumpul di depan gerbang terkejut melihat Naruto yang keluar gang dengan selamat. Dan tak berselang lama keluar 3 anggota Geng Akatsuki yang sempoyongan dengan luka lebam di wajah mereka.

"Bagaimana bisa!" kejut Menma dan Kiba sedangkan Sasuke, Shikamaru dan Choji hanya memasang wajah biasa saja tapi dalam hatinya juga terkejut.

Dan mulai saat itu juga pandangan siswa-siswi terhadap Naruto pun berubah. Dan hari esok di sekolahan akan menjadi hal berbeda bagi Naruto nantinya.

.

.

.

.

.

Next...

.

.

Yo, dengan diriku dan story baru wkwkwkwk.

.

Btw akhir-akhir ini ffn agak sepi ya hmmm...apa kalian merasakanya?

.

Begini saja,kutambahin ni Story biar ada Story baru untuk dibaca...yah walaupun kutaktau Storyku bagus atau ngaknya si menurut kalian...

.

Itu saja lah...mohon reviewnya, kasih saran dan kritikkan yang banyak oke...