Suasana dalam bilik perbincangan sunyi sepi. Kesemua Kapten divisi tidak memahami tujuan Kapten Komandan mereka menyuruh Byakuya dan Soi Fon membawa Kapten Toshiro ke bilik perbincangan itu lagi.

Pada saat itu, Toshiro yang dihadapkan berdepan dengan Yamamoto Genryusai, kapten divisi 1 juga gelaran yang diberi padanya iaitu kapten komander yang merupakan sosok teragung dan yang terkuat antara semua Shinigami, captain muda pada saat itu terlihat tenang, tidak menunjukkan sebarang ekspresi di wajah selain wajah dinginnya.

"Kapten Toshiro Hitsugaya, aku sebagai Kapten divisi 1 dan selaku Kapten Komandan Gotei 13, aku berhak untuk menjatuhkan hukuman buatmu meskipun itu adalah hukuman mati. Kamu mengerti?"

"Saya mengerti, Kapten Komandan Sama"Toshiro mengangguk pelan, tidak mengangkat kepalanya. Mendapat tindak balas daripada tahanannya, Kapten Yamamoto mengalih pandangannya pada

setiap para kapten yang bersama dengannya dalam menara tahanan itu. "Kalian ada bantahan?"

Mereka semua geleng kepala. Tidak ada seorang pun para kapten yang berani membantah keputusan lelaki tua itu. Terlebih lagi Kapten Yamamoto adalah sosok shinigami yang teragung dan terkuat di Sereitei, Soul Society.

"Baiklah"Kapten Yamamoto kembali mengalih perhatiannya pada sosok kapten shinigami yang berwujud anak kecil itu.

"Kapten Toshiro Hitsugaya"sebaik namanya disebut Toshiro mengangkat kepalanya, memandang ke arah kapten Yamamoto.

"Ya, kapten komandan Sama"Toshiro bersujud dengan hormat pada lelaki tua itu.

"Kapten Toshiro Hitsugaya, kapten divisi 10, anda disabitkan bersalah kerana bercinta dengan gadis manusia, menjalin hubungan cinta terlarang bersama dengan seorang gadis manusia adalah salah satu kesalahan berat yang harus dihukum mati..."Kapten komandan Yamamoto terdiam kemudian bersuara kembali.

"Seperti yang aku katakan semalam di ruangan meeting anda sepatutnya diberikan hukuman mati di Sōkyoku Hill tetapi memandangkan aku terlupa bahwa puncak tiang Sōkyoku telah pun di musnahkan oleh ryouka yang bernama Ichigo Kurosaki dan kamu juga telah banyak berkhidmat untuk Sereitei, maka hukuman kamu akan di ringankan..."

Pada saat ini bukan saja Toshiro terkejut mendengar hukumannya akan di ringankan, setiap kapten yang satu ruangan dengannya juga terkejut dengan keputusan terburu-buru kapten komander Yamamoto.

"Kapten komandan, anda pasti ke dengan apa yang kamu katakan?"Pada saat itu yang mulai berbicara adalah Soi Fon.

"Mungkin apa yang kalian fikirkan keputusan aku jelas terburu-buru dan tidak masuk akal tetapi hal ini juga bagi mengelakkan perkara yang sama terjadi seperti sebelum ini di mana pelaksanaan hukuman mati dijalankan pada Leftenan divisi ke-13, Rukia Kuchiki"

"Apakah kamu menjangka ryouka Half shinigami(Ichigo) itu akan menyusup masuk ke Sereitei lagi dan menyelamatkan kapten Hitsugaya?"Byakuya Kuchiki berkata, wajahnya masih terlihat dingin semasa mengatakan itu.

"Boleh dikatakan begitulah. Itu bakal menyusahkan shinigami di Sereitei juga, sebelum ini banyak para shinigami tercedera gara-garanya dan sekarang kekuatannya telah meningkat pesat dan kini kekuatannya telah setara dengan kekuatan para kapten divisi atau mungkin melebihi kekuatan kapten yang sekarang"Kapten Yamamoto mengurut hidungnya.

"Jadi, hukuman apa yang menurut kapten komandan setimpal dengan dosa yang telah dilakukan kapten Hitsugaya tanpa menjalankan hukuman mati untuknya?"Kini Kapten Ukitake, kapten divisi 13. mengutarakan soalannya. Walau nada suaranya terdengar seakan mengutuk Toshiro tetapi ia tidak dapat menyembunyikan kelegaan yang terpancar di wajahnya apabila mendengar kata putus daripada kapten Komandan Yamamoto untuk tidak menjalankan hukuman mati untuk kapten kecil yang termuda itu.

"Dengar sini semua. Kapten Toshiro Hitsugaya disabitkan kesalahan menjalin hubungan terlarang dengan gadis manusia, setelah di siasat dan usul periksa anda akan dijatuhkan hukuman dilucutkan jawatan sebagai Kapten devisi 10, dilarang memasuki area Seiretei, Soul Society dan penghapusan Reiryoku (Berdasarkan novel Cultivation dengan menghapuskan kuasa spiritual seseorang dengan menghancurkan meridian mereka. Dengan itu mereka menjadi manusia biasa tanpa kuasa), dengan itu anda akan menjalani kehidupan baru sebagai penduduk biasa di desa Rukongai"kata putus Kapten Yamamoto muktamad, tiada usul pembantahan.

Kesemua para Kapten bersetuju tanpa membantah. Mendengar hukuman yang bakal dijalaninya, Toshiro merasakan sekujur tubuhnya berkeringat dingin, tanpa sedar genggaman tangannya pada lantai semakin diperketat. Penghapusan Reiryoku sama saja dengan beratnya hukum mati. Dia yang telah hidup lama dengan kekuatan spritual energinya itu harus menjalani kehidupan biasa sebagai penduduk Rukongai, itu akan memakan waktu untuk dia dapat membiasakan dirinya dengan tubuh tanpa spritual energi.

Lebih menyakitkan dia tidak akan dapat berhubung dengan Hyorinmaru lagi. Memikirkan itu rasa penyesalan mulai terbit di lubuk hatinya, sekiranya dia mengikut kata Hyorinmaru dan memulakan hidup baru tanpa gadis itu Hyorinmaru mungkin tidak akan berpisah dengannya. Tetapi, hendak buat macam mana, nasi sudah jadi bubur. Dia sudah terlanjur mencintai gadis manusia itu. Perasaan yang dirasainya itu bukan untuk dijual beli dan mudah untuk dihapuskan dengan serta merta.

"Baiklah...perbincangan kita sele-"sebelum kalimat itu habis diucapkan sosok seorang lelaki yang rambutnya oren cerah menerjah masuk ke ruangan perbincangan. Sosok itu tidak lain tidak bukan adalah Kurosaki Ichigo dalam wujud Shinigaminya.

"Gawat!Mana kapten chibi tu?Sesuatu telah terjadi pada Hinata!"Ichigo menghela nafas lega selepas melihat Toshiro dalam keadaan aman. Sekarang semua pasang mata memandang ke arahnya, membuatnya merasa kekok.

"Ichigo Kurosaki, apa maksudmu ini?Menerjah masuk ke ruangan perbincangan tanpa mendapat keizinan daripada Kapten Komandan"Soi Fon menjeling tajam pada pendatang baru tanpa izin itu tetapi dia hanya dibalas dengan ketidakpedulian pemuda rambut oren cerah itu.

"Kau!-"Soi Fon menggeram. Dia berniat untuk menyerang lelaki itu dengan zanpakuto tetapi ditahan oleh Ukitake.

"Lepaskan aku!"Soi Fon memberontak tetapi dihiraukan Ukitake dan dia dibantu oleh Shunsui Kyoraku, kapten divisi 8 yang menahan gerakannya.

"Maa...Fon chan, biar dia jelaskan dulu kedatangannya ke mari, tidak begitu Kapten Komandan?"usulan suaranya diperdengar oleh Kapten Komandan dan lelaki tua itu mengangguk, mengiyakan. Melihatkan itu, Soi Fon terus berhenti meronta. Dia memandang ke arah lain dengan wajah yang bersemu merah.

"Tadi apa yang ingin kamu kamu bicarakan, Kurosaki Ichigo-kun?"Ukitake bersuara. Suaranya yang lembut dan juga terkesan dingin, membuat pemuda yang disebutnya melihat ke arahnya kemudian sekeliling ruangan tenpat setiap kapten berkumpul.

"Hinata, dia-" "Kenapa dengan Hinata?Lekas bagitau aku!"Toshiro bershunpo depan half shinigami itu,membuatnya tersalah tingkah dan Toshiro menarik kerah lengan Ichigo, kearahnya.

"Oi, Chibi. Tak perlu lah berkasar seperti itu"Ichigo merungut tetapi sebaik terpandangkan wajah cemas Toshiro dia tidak dapat menahan melepas keluhan panjang.

"Hinata, dia semalam kemalangan. Dan juga dia telah meninggal di tempat kejadian. Aku telah melakukan permurnian roh terhadapnya mungkin gadis itu sekarang berada di rukongai district sekarang ini cuma aku tidak pasti dimana district dia berada sekarang"Ichigo menggaru kepalanya yang tidak rasa gatal.

"Me-meninggal?"tubuh Toshiro bagaikan mati rasa, wajah terkejutnya jelas terlihat. Perlahan, dia melepaskan genggaman pada lengan Ichigo. Ada terbit rasa sedih dan juga lega jauh di lubuk hatinya. Rasa sedih kerana gadis itu berpisah dengan rakan dan keluarganya yang masih hidup dan lega kerana akhirnya dia dapat bersama dengan gadis itu memandangkan dia tidak akan dihukum mati oleh Kapten Komandan.

"Gadis manusia itu telah meninggal?"Kapten Yamamoto bersuara. Jari jemarinya yang berkeriput dengan urat yang menjalar pada tangannya membelai janggutnya yang panjang.

"Aah, semalam dia meninggal selamatkan seorang kanak-kanak yang hampir kena langgar. Tapi sayang pergorbanan dia sia-sia saja kerana anak kecil yang diselamatkan itu adalah seorang roh"Ichigo mengeluh.

"Kamu sudah menjalankan konso pada anak kecil itu?"Yamamoto bertanya.

"Tentulah sudah. Kamu fikir aku ni apa, orang tua?"Ichigo tersengeh kemudian raut wajahnya berubah sesaat.

"Orang tua, hukuman apa yang kamu berikan pada Toshiro?Bukan hukuman mati kan?"Dia memandang serius pada Kapten Yamamoto. Soi Fon menggerutu.

"Oi!Beraninya kau panggil Kapten Komandan orang tua!"wanita itu memberi jelingan maut pada Ichigo. Tetapi Ichigo mengabaikan wanita itu.

"Kapten Toshiro Hitsugaya tidak akan dihukum mati tetapi dia akan dilucutkan jawatannya sebagai kapten divisi 10. Dia dilarang menjejak kakinya di Sereitei, Soul Society selamanya. Dan juga, reiyoku juga akan dihapuskan serta merta"kali ini yang menjawab pertanyaan Ichigo bukan Kapten Yammamoto melainkan Shunsui Kyoraku. Kapten divisi ke 8 itu mengeluh nafas berat, dia mengusap jambang di dagunya.

"Penghapusan reiyoku?Itupun boleh?"Ichigo terkejut. Dia tidak tahu reiyoku, kekuatan spiritual bagi shinigami boleh dihapuskan.

"Boleh, dengan menggunakan satu artifak terlarang yang tidak pernah diguna sejak ribuan tahun. Artifak itu di simpan dalam Seireitei dan tiada siapa pun yang tahu lokasi artifak itu kecuali Kapten Komandan sendiri"Kapten Unohana menjawab. Wanita itu terlihat resah memikirkan hukuman yang terdengar kejam itu harus dilalui oleh kapten muda itu. Kehilangan spritual energy sama saja seperti hilang kaki dan tangan mereka. Tetapi Unohana pasti itu tidak akan memgambil masa yang lama bagi Toshiro untuk membiasai dengan kehidupan barunya sebagai penduduk biasa di desa Rukongai.

'Sekurang-kurangnya itu lebih baik daripada dihukum mati' itulah yang wanita itu fikirkan.

"Tetapi, sekarang ni gadis itu sudah meninggal, tidak hidup lagi. Dan aku yakin gadis itu sekarang sudah tidak mengingat Toshiro lagi memandangkan dia baru saja meninggal dan kebanyakan roh yang baru tiba di desa Rokungai akan kehilangan memori masa hidupnya selepas mati. Toshiro baru saja kehilangan seorang kekasih yang tidak mengenalnya dan juga bakal kehilangan kekuatan spritual energi yang merupakan sumber kekuatan dan talian yang menghubungkan dia dengan soul spritnya,Hyorinmaru. Tidak ke kamu rasa hukuman itu terlalu berat untuk Toshiro sekarang?"Pemuda rambutnya bewarna oren cerah itu menjelaskan.

Kesemua para kapten terdiam mendengar penjelasannya. Kapten Yamamoto pun tidak terkecuali.

Tanpa menunggu balasan, Ichigo kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan perbincangan itu. Dia lekas kembali ke dunia manusia melihat Toshiro dalam keadaan aman dan memandangkan urusan nya di Sereitei telah selesai.

"Kapten Komandan Sama, apa yang dikatakan Kurosaki-kun itu betul, haruskah kita mengura-"Ukitake baru saja ingin mengusulkan pendapatnya tetapi terus di tolak mentah-mentah oleh kapten Yamamoto.

"Tidak. Penghapusan reiyoku diharuskan bagi memberi pengajaran pada shinigami muda untuk tidak melanggar larangan yang ditetapkan dalam peraturan. Itu semua tidak boleh diubah. Keputusanku muktamad. Titik!" kata putus Kapten Yamamoto membungkam para shinigami yang bersependapat yang sama dengan Ukitake. Dengan aura yang memancar keluar dari tubuhnya, Kapten Yamamoto shunpo keluar dari ruangan perbincangan itu disusuli oleh para kapten yang lain.

Toshiro dibawa kembali ke Isolation Tower sambil dijaga oleh Kapten Byakuya dan Soi Fon.


Bertahun tahun kemudian.

Rukongai dibahagikan kepada 320 daerah. 80 daerah di Rukongai Utara, 80 daerah di Barat Rukongai, dan lain-lain, masing-masing bernombor dalam urutan menurun sejauh mana mereka dari pusat; ini mengakibatkan daerah-daerah yang lebih tinggi dan lebih jauh merosot ke dalam kawasan kumuh. Oleh itu, sementara Daerah 1 adalah aman dan sah, seperti gaya hidup antiseptik awal Edo Era Kyoto, sementara daerah 80 adalah kawasan yang penuh huru hara, ganas, jenayah yang lebih menggambarkan era Heian Kyoto.

Tuntutan hidup di Rukongai menurun secara mendadak melampaui distrik kelima puluh, dengan kemunculan penduduk roh baru di setiap distrik, peningkatan jangka hidup juga mendadak bertambah. Ini menyebabkan ramai penduduk di Rukongai distrik terutamanya area distrik 50-80 kekurangan tempat tinggal dan sumber makan dan minuman.

Bagi menampung kehidupan mereka banyak samseng di daerah kawasan kumuh berani menculik dan menjual mangsa mereka sebagai alat pemuas nafsu kepada pedagang kaya demi mendapatkan keuntungan dan hal ini terjadi dalam perdalaman desa distrik 50.

Seorang gadis cantik yang memiliki sepasang mata indah dengan retina matanya bewarna lavender dipadankan dengan wajahnya seputih salju namun tercela dengan beberapa tompokan kotoran gelap pada wajahnya kerana debu berlari melepasi lorong gelap, melarikan dirinya daripada pengejarnya.

Gadis itu adalah Hinata Hyuga, setelah meninggal dia mendapati dirinya di Rukongai daerah distrik 50, penempatan di situ terlihat tidak tersusun atur dan ramai penduduk di sana hanya mengenakan kimono yang mulai pudar warna coraknya dan sepasang sandal yang terlihat lusuh.

Pada saat itu Hinata yang tidak mengetahui apa-apa mengenai masa silamnya ditemukan oleh sepasang pasangan tua yang hidup sebuah gubuk lama. Kerana mereka tidak mempunyai zuriat meskipun telah lama menginginkannya akhirnya kedua pasangan itu menjadikan Hinata sebagai anak angkat mereka.

Semenjak itu Hinata tinggal bersama mereka dan gadis itu dianggap bagai anak mereka sendiri. Bagi membantu kedua keluarga angkatnya yang menyara hidupnya Hinata merencana untuk membuat kerja sampingan. Dengan menggunakan kemampuan memasaknya, dia menjual beberapa kudapan kepada tuan kedai makan dan penduduk distrik, mendapat keuntungan dari hasil jualannya.

Hari itu seperti hari biasanya Hinata menjaja makanan. Selama 10 tahun dia menjaja makanan di sana hasil jualannya sering kali laku hingga kesemua kudapan nya laris dijual, tiada yang tersisa. Gadis itu terlalu gembira mendapat keuntungan yang banyak hingga tidak sadar beberapa samseng jalanan memperhatikan dia dari kejauhan.

Dalam perjalanan pulang ke gubuk tua, Hinata melepasi beberapa lorong yang agak suram. Ia adalah jalan singkat untuknya kembali ke sana.

Dalam tidak sadar, 10 minit sudah berlalu lima samseng yang mengincarnya tiba-tiba muncul dihadapan Hinata, menghadang laluan gadis itu. Hinata terkejut. Dia berganjak ke belakang, menjauhi mereka.

"Hehehe...ke mana kamu lari gadis cantik?Tidak mahu teman abang di sini?"salah seorang samseng tersengeh, mempamerkan deretan giginya yang kekuningan.

Hinata mengerutkan keningnya, tidak suka. "Apa yang kalian mahu?Aku tidak mempunyai barang berharga untuk diserahkan pada kalian!"

"Oh. Kamu tidak sadar gadis cantik?Kamulah yang berharga bagi kami. Dengan kecantikan yang dimiliki kamu kami pasti kamu akan laris dijual oleh pedagang kaya. Kami akan untung besar setelah menjual kamu"samseng kedua yang bersuara.

Mendengarkan itu wajah Hinata memucat.

"Maa~jangan takutkan dia Sei-kun"sebuah suara muncul dari belakang samseng yang kedua. Dia adalah tuan muda kaya dari distrik 30 dan dia juga ketua samseng distrik 50, Hajime Jienji. Dia merupakan seorang pemuda tampan yang terlihat baik namun ramai gadis muda telah diperdayakan olehnya dan mereka telah dijual dengan harga tinggi untuk dijadikan slave atau pemuas nafsu bagi para pria kaya yang jomblo.

Hinata juga tidak terkecuali tetapi melihatkan wajah gadis itu yang cantik dengan muka sebujur sireh, hidung kecil dan mancung,alis mata teratur dan rapi, mata indah dengan retina mata bewarna lavander yang terlihat abnormal tetapi menambah seri wajah gadis itu terutamanya apabila dilindung oleh bulu matanya yang panjang dan lentik, tidak lupa juga bibir merah alami yang tipis dan penuh dibawahnya tampak mengiurkan untuk dicium.

Hajime tersenyum mempamerkan wajahnya yang tampan. Pandangannya tidak beralih daripada memandang gadis itu. Sungguh pertama kali dalam hidupnya dia terpesona melihat seorang gadis.

Untuk sebab tertentu satu dorongan keinginan kuat muncul dalam genap hatinya untuk memiliki gadis itu sebagai miliknya, dia inginkan gadis itu dan tiada siapa boleh menghalangi jalannya. Kemudian sekiranya dia telah puas dia akan menjual gadis itu.

Walaupun seorang gadis itu memiliki rupa paras cantik sekalipun amat jarang bagi Hajime untuk menginginkan seorang gadis yang bernama Hinata itu namun setelah melihat wajahnya yang menawan dan paket lengkap yang dimiliki gadis itu siapa yang tak mahu? Apa yang diinginkan Hajime adalah tonjolkan besar saiz payudara gadis itu. Ya, Sesungguhnya Hajime sangat mesum. Dia amat menyukai gadis yang berdada besar daripada gadis yang berdada kecil.

Dan, melihatkan dua tonjolan bukit yang cukup besar dan montok itu Hajime pasti itu sekurang-kurangnya bersaiz E cup.(Not real;yup. It growing bersama dengan Hinata) Hajime tidak sabar untuk mengendus payudara montok itu. Untuk sebab yang tidak diketahui payudara gadis itu makin berkembang besar setelah setahun tinggal di distrik 50. Lebih besar berbanding tahun lalu.

"Siapa kamu? Apa yang kamu nak?"Hinata menjeling tajam pada pemuda itu. Senyuman di wajah pemuda itu membuatnya merasa jengkel. Ini bukan pertama kali dia sering kali dipojok oleh sekumpulan samseng seperti ini, setiap kali dia ia terjadi Hinata pasti mendapati dirinya keseorangan di lorong yang sepi, disertai dengan sekumpulan samseng yang tidak sedarkan diri di sekitarnya. Walaupun dia tidak tahu menahu apa yang telah terjadi kepadanya tetapi dia tidak bodoh. Selama dia hidup di distrik ini akan ada 'Shadow' yang selalu melindunginya dalam gelap. Dia tidak pernah menunjukkan dirinya, bahkan ketika Hinata ingin menemuinya untuk mengucapkan terima kasih juga sang penyelamatnya tidak pernah memunculkan diri kecuali ketika gadis itu dalam bahaya. Itupun, dia harus dipingsankan dahulu sebelum 'Shadow' akan muncul dan menyelamatkannya. Hinata berharap buat masa ini 'Shadow' akan menyelamatkannya seperti sebelumnya. Dia hanya mampu berharap...

"Oh... aku menginginkan dia. Guys tangkap gadis ini dan bawa ke distrik 30, kediaman Jienji. Aku akan menanti kalian di sana"lelaki itu berlalu pergi, keluar dari lorong suram itu. Meninggalkan Hinata dan lima samseng yang menghalangi jalannya.

"Tangkap dia jangan biar lepas"sebuah suara yang terdengar jelas dan berbunyi kasar mengarah kelima samseng. Dia adalah seorang lelaki paruh baya yang merupakan butler di kediaman keluarga Jienji. Dia juga merupakan pengasuh Hajime ketika pemuda itu masih kecil hingga dewasa. Baginya, segala keinginannya anak didiknya harus dikotakan segera mungkin.

Mendengarkan arahan suara itu Hinata lekas membalikkan tubuhnya dan berlari keluar dari lorong gelap, cuba menghindar dari tangkapan pantas daripada salah satu samseng. Nyaris saja tertangkap sekiranya bukan reflexnya untuk mengelak Hinata pasti sudah ditangkapnya.

Gadis itu bergerak pantas, melajukan lariannya. Dia hampir saja mencapai hujung lorong yang menuju ke jalan utama hingga sepasang tangan menarik kerah rambut panjangnya dari belakang. Dia diseret kembali masuk lorong yang suram itu.

Hinata cuba meronta tetapi pegangan tangan lelaki itu pada rambutnya sangat kuat hingga hampir beberapa helai rambutnya tercabut. Dia cuba menjerit meminta tolong tapi satu tamparan kuat melekat pada pipinya, membuat gadis itu terpaku.

Tetapi itu hanya untuk sementara saja hingga Hinata meronta kembali, cuba untuk melepaskan dirinya. Dia lebih rela mati daripada tubuhnya dimainkan oleh pria mesum seperti Hajime tadi.

"Pingsankan dia"arah suara itu lagi.

Namun sebelum samseng itu bertindak satu sosok bayangan muncul dibelakangnya kemudian hentakan kuat hinggap di tengkuknya, membuat samseng itu jatuh terkulai tidak sadarkan diri.

Sebelum sempat Hinata bereaksi satu hentakan hinggap dibelakang kepalanya juga dan dunianya kembali gelap gelita. Melihat gadis itu jatuh terkulai, sosok yang menyerang hendap samseng tadi menyambut tubuh gadis itu sebelum jatuh ke tanah.

Sosok kelibat yang menyerang para samseng itu mula memunculkan diri sambil mendukung gadis itu bridal style. Dia adalah seorang remaja yang terlihat dalam lingkungan 14-15 tahun, rambut pendek paras bahunya yang putih salju bertebangan ditiup angin. Retina matanya yang bewarna turquoise menggelap melihat jejak darah melekat pada bibir gadis yang pingsan dalam dakapannya. Seketika wajahnya berubah sedingin ais.

Toshiro Hitsugaya, mantan Kapten Divisi 10, mula menunjukkan dirinya setelah 10 tahun lamanya melindungi Hinata, gadis yang dicintainya dalam gelap tanpa sepengetahuan gadis kali ini berlainan. Dia terpaksa memunculkan dirinya mengenangkan dia terlambat menyelamatkan gadis itu.

Toshiro menyandarkan tubuh Hinata pada tepi deretan rumah kayu kemudian dia merenung setiap samseng dihadapannya dengan pandangan dingin dan angkuh. Dia melepaskan ikatan pedang di belakangnya. Sebuah pedang tajam yang melebihi tingginya digenggamnya. Itu adalah Zanpakuto miliknya, Hyorinmaru. Meskipun kini dia sudah tidak dapat berhubung dengan soul spirit zanpakuto nya Toshiro masih menyimpan pedang itu dan menganggap ia bagai bahagian tubuhnya. Dia mengendus hujung pedang itu dengan lembut, melayani pedang itu bagai menatang minyak yang penuh.

Mata turquoise sang kapten kembali menajam. Tidak sampai sesaat mantan kapten Chibi itu telah lenyap dari penglihatan mata keempat samseng itu. Dia bergerak pantas namun tidak sepantas shunpo yang sering digunanya. Namun begitu ia masih dapat mengaburi mata keempat samseng itu.

Toshiro menghayunkan pedangnya, mencelakai satu persatu samseng itu namun kecelakaan itu tidak akan membawa maut sekurangnya memerlukan sebulan lebih untuk sembuh.

Selesai dengan kerjanya, Toshiro melempar keempat samseng itu ke tempat gundukan sampah. Toshiro menghampiri Hinata dan membawanya kembali ke rumah gubuk tua milik orang tua angkat Hinata.

Tanpa disadarinya, gadis yang dalam dukungannya itu telah terjaga dari pingsannya, memperhatikan mantan kapten itu dengan diam. Dan, wajahnya bersemu merah memikirkan kedekatan tubuh mereka yang boleh dikatakan intim.

Entah kenapa Hinata merasa selesa dan nyaman dengan remaja lelaki ini yang jauh lebih muda darinya, hatinya dua kali berdegup tidak normal. Dalam tidak sadar, gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu Toshiro yang mulai lebar.

Selepas kehilangan spritual energinya, pertumbuhan pembesaran Toshiro mulai bergerak pantas. Dia kini 157 cm tinggi berbanding dengan dirinya sebagai shinigami yang memakan masa berpuluh tahun untuk menambah tingginya dari 132cm ke 133cm. Kini, tingginya mencapai dagu gadis itu berbanding sebelumnya hanya mencecah dadanya saja. Untuk itu Toshiro bersyukur sangat.

Hinata mengigit bahagian dalam bibirnya, jari-jemarinya yang halus dan lentik itu memeluk belakang leher sang kapten genit dan dia menyembunyikan wajahnya dibalik bahu lebar Toshiro.

Toshiro menghentikan langkah kakinya. Menunduk melihat gadis dalam dakapannya. Nafasnya terhenti, melihat pandangan yang tidak biasanya. Hinata memeluk lehernya erat. Kepalanya mendongak ke atas, melihat wajah Toshiro.

"Hinata?"hanya satu nama yang terbit dari bibir lelaki itu. Mendengar suara yang kedengaran agak familiar walaupun dia tidak ingat pernah bertemu dengan remaja lelaki ini membawa dirinya menjangkau ke alam separuh sedar, pupil mata lavender itu terlihat gelap untuk seketika.

Memori yang tidak diketahui asalnya bagaikan layar filem muncul dihadapannya, Hinata terhinopsis. Gadis itu mendapati dirinya dalam sebuah dunia yang aneh. Di mana terdapat bangunan dan gedung-gedung yang tinggi mencakar langit. Juga, cara permakaian penduduk di situ yang pelik. Tetapi, bukan itu yang menarik perhatiannya melainkan satu sosok yang terlihat seakan familiar. Itu adalah pemuda yang telah menyelamatkan dia tadi. Cuma dia terlihat lebih pendek dan kekanakan berbanding yang bersama dengannya pada saat itu. Di samping lelaki itu adalah sosok dirinya, mereka terlihat intim.

'Apa sebenarnya yang terjadi?'

"Hinata bangun!"Toshiro panik. Dia menggoncangkan tubuh gadis itu. Sedaya upaya dia cuba untuk membangunkan Hinata tetapi masih tidak berjaya.

Tidak kira berapa kali Toshiro menggerakkan tubuh gadis itu tetapi masih tidak mendapat balasan dari gadis itu. Hinggalah satu minit berlalu, gadis itu menggerakkan jarinya.

Toshiro perasan akan perubahan itu. Dia meraih tangan gadis itu. Hinata mulai tersedar. Retina mata lavender yang suram kembali cerah semula. Dia mengerdipkan matanya beberapa kali. Rambut panjang yang jatuh menutupi wajahnya diselip pada belakang telinga.

Kemudian kembali mendongak, memandang wajah Toshiro yang berkeringat dingin satu badan. Raut wajah paniknya masih belum hilang.

Senyuman indah bermekaran pada wajah gadis itu sebaik melihat wajah yang sangat familiar dan dinanti-nantinya. Tanpa keizinan lelaki itu Hinata memeluknya erat, membawa kapten muda itu masuk ke dalam pelukannya. Wajah Toshiro tersembam dibalik celah payudara gadis itu yang lumayan besar dan montok.

"Hi...Hiinata"wajah Toshiro memerah. Dia menahan dorongan kuat untuk tidak menyentuh gadis itu, takut dia akan melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya.

Toshiro melirik ke atas, melihat wajah gadis itu yang sentiasa berada jauh dalam lubuk hatinya.

"Toshiro-kun"suara indah yang menjadi selalu menjadi igauan dalam tidurnya kini menyebut namanya. Itu membuatkan tubuh mantan kapten muda itu menegang. Matanya terbeliak, memandang tidak percaya pada gadis itu. Air mata kebahagian mengalir ke bawah, membasahi pipinya yang halus.

'Hinata, dia sudah mengingati aku...'

Hinata tersenyum. Dia menyeka air mata pada wajah Toshiro dengan ibu jarinya.

"Saya kembali, Toshiro-kun"gadis itu merapatkan wajah mereka, mencium dahi Toshiro kemudian hidung dan bibir tipisnya yang dingin. Seketika Toshiro membalas ciumanya gadis itu dengan kucupan yang singkat namun mempunyai makna yang mendalam.

"Selamat kembali, Hinata. Aku merindukan kamu"Toshiro memeluk erat tubuh gadis itu.

Hinata mengangguk, air mata kebahagian mengalir jatuh ke permukaan pipinya. Dibiarkan tidak diseka. Jari-jemarinya bermain dengan rambut putih Toshiro yang mulai panjang melepasi bahu lebarnya "Saya juga, maaf telah melupakan kamu dalam masa 10 tahun ini..."

"Tidak Apa. Asalkan kamu di sisi aku itu semua sudah cukup"Toshiro membalas. Sesungguhnya dia sangat merindui gadis itu, setiap hari hanya boleh melihat gadis itu dari jauh tetapi tidak boleh menyentuh dan itu sudah cukup membuat batinnya tersiksa tetapi dia tidak mahu gadis itu takut padanya. Sebab itu ditahan dorongan kuatnya untuk muncul dekat dengan Hinata selepas dia dihalau keluar dari Sereitei, Soul Society. Kembalinya Hinata di sisinya sudah cukup untuk membuatnya merasa hidupnya sudah lengkap.

"Akhirnya kamu kembali kepadaku, Hinata. Aku Mencintaimu sangat-sangat..."sambil menempelkan dahi mereka bersama, mantan kapten divisi 10 mengucapkan kata keramat itu dengan senyuman lebar di wajahnya yang juga di balas dengan senyuman indah dari gadis yang di cintainya sepenuh hatinya.

"Saya juga..."

End