Bab: Keinginan si Gadis Iblis


Sebelumnya:

"Akan kucoba."

Bangkit dari kursinya, Rias berjalan ke tempat Naruto terbaring—di atas sofa. Rias berdiri di belakang sofa dan memandangi wajah si pemuda pirang. Cukup lama Rias memandangi Naruto, sampai rasa ragu mulai menghampiri hatinya. Iris Green-nya perlahan meredup.

Apa ia harus melakukannya?

Melihat ke arah lain. Seorang gadis cantik bersurai kuning emas tidur dengan wajah polosnya. Dia, Asia Argento. Keluarganya dan juga adik dari pemuda pirang di bawahnya ini, Namikaze Naruto? Rias menggigit bibirnya, tangan sedikit dikepal. Apa Asia akan membencinya?

Pasti.

Rias ingin menghentikannya. Rias tidak ingin Asia membencinya. Namun, di sisi lain. Hatinya menginginkan pemuda ini. Ia ingin pemuda ini ada di sampingnya; Rias menginginkan kekuatan yang dimiliki oleh Namikaze Naruto. Walaupun tahu, dia akan dibenci oleh Asia. Rias mengepalkan tangannya dan menguatkan keinginannya. "Akan kulakukan," ujarnya. Rias mulai mengangkat tangannya yang berisi bidak-bidak catur. Rias lalu mengarahkannya—

"Mmhh~"

"Hi!"

Naruto bangun.

—Dengan panik, Rias langsung menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung.


10 : 35 PM.

-Klub Penelitian Gaib-

"Mmhh~" gumam Naruto melenguh, bersamaan dengan tubuhnya bergerak-gerak kecil tidak teratur. Naruto perlahan membuka matanya. Dia pun bangun. Sambil mengerjap-erjapkan matanya, menyesuaikan cahaya silau yang masuk ke retinanya. Pelan-pelan kesadarannya mulai kembali. "Dimana ini?"

"I — iya~ k — kamu sudah bangun, Na — Namikaze-kun," ucap seseorang di dekatnya. Naruto menoleh ke samping dan melihat seorang perempuan cantik dengan surai merah panjang, berdiri dengan wajah gugup.

Naruto mengerjap-erjap.

—Ia kenal perempuan ini.

"Kamu?"

Rias Gremory.

Naruto mulai mengangkat dirinya dan mendudukan dirinya di atas sofa. Naruto lalu melihat ke arah Rias. "Kenapa, aku ada disini?" tanyanya.

"K — kamu tadi pingsan. Ja — jadi, kami membawamu kesini," jawab Rias dengan nada gugup. Dan, Naruto tidak menyadarinya.

Pemuda bersurai pirang emas ini hanya bergumam 'ooh' sambil mangut-mangut paham. Naruto lalu melihat-lihat sekelilingnya. Dia saat ini berada di sebuah ruangan dengan gaya Eropa pada Abad Pertengahan. "Jadi, disini tempat kalian berkumpul ya," ucapnya.

Naruto menoleh ke Rias.

"Lalu, dimana yang lainnya?"

Rias dengan wajah gugup, dia menjawab tergagap-gagap. "Me — mereka semua sudah pulang ke rumah. Ke — kecuali, aku dan A — Asia yang sedang tertidur di sampingmu."

Mendengar nama Asia disebutkan oleh Rias. Naruto menoleh ke samping. Dia menemukan sosok adiknya yang sedang tidur lelap dengan wajah ditumpu dengan dua tangan sebagai bantal. Naruto tersenyum. "Kamu menjagaku ya, Asia." Dengan pelan, Naruto mengelus surai adiknya. Naruto tidak ingin Asia terbangun karenanya. Tampak si gadis pirang semakin nyaman dalam tidurnya.

Melihat pemandangan di depannya, Rias terdiam dan menundukan kepalanya. Kedua tangan yang sedang memegang bidak-bidak catur, masih ia sembunyikan di belakang punggung. Bibir Rias melengkung ke atas. "Syukurlah, aku tidak melakukannya," batin Rias tersenyum lemah.

(Beberapa saat kemudian)

"Baiklah~ Sepertinya aku akan pulang sekarang," ucap Naruto yang saat ini berada di luar ruang Klub Penelitian Gaib.

"Kau tidak ingin memberi tahu Asia?" tanya Rias di belakangnya.

Naruto menggeleng sebagai jawaban. "Tidak. Melihatnya tidur dengan sangat nyenyak, aku tidak tega kalau membangunkannya. Lagipula, kami juga akan bertemu besok di sekolah," ujar Naruto sambil berjalan menjauh dari ruang klub. Meninggalkan Rias yang diam di belakangnya memikirkan kata-kata Naruto tadi.

Rias mengangguk.

"Begitu ya."

Tap ...

Belum berjalan menjauh.

Naruto tiba-tiba berhenti.

Rias dibuat heran olehnya.

"Ada apa Namikaze-kun?" tanya Rias.

Naruto diam.

"Rias Gremory."

"..." Rias menunggu.

"Apa aku bisa mempercayakan Asia padamu? Apa kamu akan melindunginya? Asia adalah keluargaku dan aku sangat menyayanginya. Sebagai seorang kakak, aku meminta agar kau menjaganya dan melindunginya," ucap Naruto tanpa menoleh ke arahnya.

Rias memejamkan mata dan tersenyum.

"Tenang saja. Keluarga Gremory itu sangat terkenal dengan rasa sayang mereka pada keluarga-keluarganya. Kami akan menyayangi, melindungi, dan memperlakukan mereka dengan baik. Jadi, kamu tidak perlu khawatir, Namikaze-kun. Asia akan kujaga baik-baik."

"Hah~ senang mendengarnya darimu," ungkap Naruto sambil menghela napas lega.

"Kalian berdua kakak-beradik yang saling menyayangi ya. Aku bahkan terkejut kata-katanya yang kau ucapkan tadi sama dengan kata-kata Asia," terang Rias membuat Naruto menoleh ke arahnya. Rias lalu melanjutkan, "Asia bilang seperti ini; Nii-sama adalah keluargaku satu-satunya. Aku sangat menyayanginya."

Naruto berbalik cepat dan menatap Rias dengan antusias. "He, benarkah? Asia bilang begitu?"

"Hu'um~" Rias mengangguk-angguk. "Ingat-ingat sih, begitu," lanjutnya di dalam hati.

Melihat Rias mengangguk, Naruto lalu mengepalkan tangannya dan bergumam "Yes!" —Dengan wajah senang.

Rias tertawa geli, melihat reaksi Naruto yang terlihat lucu di matanya. Hanya mendengar kata-kata adiknya saja sudah membuat Naruto senang begitu. Ya, meskipun, kata-kata Asia itu keluar dari mulutnya sih. Di sela-sela Rias tertawa, Naruto memanggil Rias.

"Oh ya, kau bisa memanggilku Naruto. Kalau kau mau," ucapnya membuat Rias berhenti tertawa.

Rias kemudian tersenyum. "Kamu juga bisa memanggilku Rias. Tidak adil rasanya kalau aku saja yang memanggil nama depanmu."

Naruto tertawa rmendengarnya. Naruto kemudian kembali berjalan dan meninggalkan sang Ketua Occult Research Club sendirian. "Jaa, kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa besok, Rias," ucap Naruto sambil melambai-lambaikan tangan pada Rias.

Rias mengangguk kecil. Dia memandangi kepergian Naruto dengan tersenyum. Sampai Naruto hilang dari penglihatannya. Tanpa disadari oleh Rias. Sebuah kalimat tiba-tiba meluncur keluar dari bibirnya.

—Sebuah kalimat yang seharusnya Rias ucapkan kepada Naruto.

"Sampai jumpa, Naruto."


-Kota Kuoh-

(Masih di hari yang sama)

11 : 00 PM

Di sebuah gedung tinggi.

"Bagaimana?" tanya seseorang siluet hitam di belakang seorang pemuda di depannya yang sedang memandangi Kota sambil memasukan tangan kanannya ke saku celana.

"Aku mengakuinya. Dia kuat. Walaupun dengan kekuatan yang masih terbilang belum sempurna. Armor nagaku pun sampai dibuat hancur saat baku hantam dengannya," ucap pemuda berambut silver (perak).

"Apa kau akan merekrutnya, Vali?" tanya sosok siluet hitam itu.

"Mungkin iya. Tetapi, aku rasa dia akan menolak ajakanku," ucap pemuda berambut silver tanpa mengalihkan matanya.

(Beralih ke sisi lain)

Setelah meninggalkan Akademi Kuoh. Naruto saat ini sedang berjalan pulang menuju rumahnya.

"Hari pertamaku sekolah yang sangat melelahkan," gerutu Naruto sambil menghela napas lelah. Naruto berjalan dengan kondisi baik-baik saja. Baik tubuhnya dan pakaiannya. Sepertinya mereka yang sudah memperbaiki seragamku pikirnya.

Naruto berhenti sesaat.

"Aku lupa berterima kasih," ucapnya. Naruto melanjutkan berjalan. "Aku rasa besok saja."

Sampai di sebuah jalan perempatan, tiba-tiba sakunya bergetar diiringi suara dering. Naruto pun kembali berhenti dan mengeluarkan sebuah benda lempengan hitam tipis bernama ponsel dari saku celananya. Naruto menghidupkan layarnya dan melihat sebuah pesan masuk.

From: Shikamaru.

[Kau sudah menyelesaikannya?]

Naruto memandang ponsel-nya datar. Ia lalu mengetik pesan balasan.

[Ya]

Setelah mengirim pesan singkat tadi, Naruto kembali mengetik. Bersamaan setelahnya, pesan balasan pun masuk.

[Senang mendengarnya, Naruto]

Setelah selesai mengetik, Naruto langsung mengirim pesannya.

[Katakan padaku, Shikamaru. Dari mana kau mengetahui soal penyerangan Kokabiel?]

Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk.

[Kau akan mengetahuinya nanti, Ketua]

Naruto menghembuskan napas setelah membaca pesan itu. "Sepertinya ... aku memang tidak akan bisa menikmati hidup sebagai manusia biasa. Di mana pun aku berada, aku selalu saja terlibat dengan urusan dunia supranatural. Ya, sudahlah." Tidak ingin memikirkan apa-apa lagi dan juga rasa kantuk yang mulai menguasainya, Naruto kembali melangkah menuju ke rumahnya.


To Be Continued


A/N:

Ya, update. Tidak banyak yang ingin aku sampaikan. Saat ini, mood Author berada di titik kondisi dimana Author tidak bisa senang dan tidak bisa sedih; Seakan ada sesuatu tak kasat mata yang menghalanginya. Hati kosong dan semangat pun tidak ada. Jadi, maaf update-annya lama dan chapter kali ini pendek. Ga tahu harus ngomong apa lagi. Aku akan tutup aja. Oh dan setelah ini aku akan update chapter prolog seperti yang aku katakan kemarin.

Oke, gitu aja.

Thanks for Review:

Queen 00001, Sendal Swallow, WarHawk999, Sella (guest), Yuto Otsutsuki, Ptr28, , Likiya Jin, 2, -Til.


Btw ...

Uzumaki Naruto

*~ Happy Birthday ~*

My Favorite Male Character

October, 10/2021