Disclaimer © Naruto dan Highschool DxD dimiliki oleh pengarang masing-masing.


SMA Kuoh, sekolah yang dulunya adalah sekolah khusus untuk perempuan yang telah terbuka untuk semua kalangan. Di sekolah ini terdapat dua siswi yang sangat terkenal dengan dijuluki sebagai, Duo Great Onee-sama, Rias Gremory dan Himejina Akeno. Hampir semua siswa-siswi disini mengagumi mereka.

Tapi mereka semua tidak tahu. Kalau Rias dan Akeno bukanlah manusia, tapi melainkan seorang iblis. Tidak hanya mereka, Sona Sitri dan semua pengurus OSIS Kuoh juga merupakan iblis.

Keberadaan mereka disini untuk menjaga wilayah mereka agar tidak diganggu oleh makhluk supranatural lainnya seperti; Da-Tensi atau Malaikat Jatuh.

Di dunia ini, selain Akuma atau Iblis dan Da-Tenshi terdapat juga makhluk spiritual lainnya. Ada Tenshi atau Malaikat, Yokai, Dewa, Vampir, Naga, dan lain sebagainya.

Kembali ke SMA Kuoh-!

Bertempat di sebuah taman. Tampak sesosok pemuda bersurai pirang tampan berbaring di atas rerumputan dengan berteduh di bawah sebuah pohon. Angin bertiup pelan menerbangkan helai rambutnya. Pemuda itu terlihat sangat menikmati suasana disini.

Beberapa lama kemudian. Bel masuk berbunyi. Pemuda itu pun mulai membangunkan dirinya dan beranjak pergi ke kelas. Dalam perjalanannya, ia tidak sengaja menabrak seseorang. Seseorang yang ditabrak olehnya pun mengaduh.

"Aduh!"

"Maaf aku menabrakmu, senpai," ucapnya meminta maaf kepada gadis berambut merah di depannya. Tampak si gadis mengibas tangannya.

"I-ie, daijobu," ujar gadis itu.

Pemuda itu mengangguk paham, ia lalu menatap kakak kelasnya itu dan bertanya. "Kau mau kemana senpai? Bukannya kelas mu ada disana?" tanyanya.

"Aku mau menemuiKaichou, ada suatu hal ingin aku bicarakan dengannya." Gadis berambut merah itu menjawab dengan tersenyum manis.

Pemuda itu mangut - mangut. "Jah, kalo begitu aku pergi dulu senpai. Jaa nee-!" ucap si pemuda itu berlalu pergi sambil melambaikan tangannya.

Si gadis berambut merah tadi mengangguk. "Ha'i!" Ia kemudian melanjutkan perjalanannya sambil tersenyum.

"Sampai jumpa lagi, Uzumaki-kun."


Di Kelas 2B-!

Suasana kelas saat ini cukup sunyi saat seorang guru sedang mengajar di depan kelas. Beberapa pasang mata tampak ada yang fokus memperhatikan dan sisanya mengabaikan penjelasan dari sang guru. Contohnya empat siswa ini. Hyoudo Issei, Motohama Shinya, Matsuda Gen dan terakhir pemuda bersurai kuning yang kita temui tadi namanya, Uzumaki Naruto.

Issei, Motohama, dan Matsuda tampak membicarakan tentang hal - hal mesum. Berbeda dengan Uzumaki Naruto, dia tertidur pulas di atas mejanya. Dan untungnya mereka sama sekali tidak ketahuan oleh guru sampai jam pelajaran terakhir berakhir.

Suara bel pun berbunyi. Dan sesaat suasana kelas yang tadinya sunyi kini berubah menjadi ramai.

"Baiklah anak - anak karena waktunya sudah mau pulang. Kita akhiri pelajaran hari ini, jaa nee-!"

"Ha'i! Sampai jumpa lagi, sensei!"

Guru yang mengajar di kelas itu pun mulai pergi meninggalkan ruangan kelas. Sesaat setelahnya, hampir seluruh siswa di kelas itu bersorak kegirangan. Waktu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya sudah tiba dan mereka tengah bersiap untuk pulang.

"Akhirnya selesai juga, ya."

"Ya."

"Hei, apa kalian lapar? Bagaimana kalo kita makan setelah ini?"

"Oke-!"

"Aku ikut!"

"Kau benar, aku sudah menahan lapar sejak tadi."

Tampak obrolan ringan beberapa siswi di kelas itu.

"Yo, Issei." Motohama menyapa teman dekatnya. "Apa setelah pulang kau bisa datang ke rumahku? Ada beberapa koleksi yang ingin kuperlihatkan kepada kau dengan Matsuda."

"Eh, benarkah?"

"Ah, untuk hari ini sepertinya aku tidak bisa. Karena tadi buchou sudah memanggilku. Ayo Asia," ujar Issei melenggang pergi dengan siswi pirang cantik mengekori dibelakangnya.

"Ah, kau tak asik Issei!" ujar Matsuda menatap kesal kepergian Issei dengan Asia.

"Sudahlah Matsuda, lupakan dulu Issei. Sepertinya sekarang hanya kau dan aku-Tunggu." Motohama melihat kesamping. "Hei, Naruto apa kau mau ikut?"

Si pemuda pirang itu tak menjawab. Dia seperti masih belum bangun.

"Hah, percuma saja," ujar Matsuda menghela napas saat melihat Naruto. Motohama juga begitu.

"Ya, kau benar. Ayo kita pulang, Matsuda." Kedua pemuda itu pun mulai meninggalkan kelas dan Naruto disana. Kelas yang tadinya ramai menjadi hening saat semua,kecualisatu orang sudah mulai pulang ke rumah.

Beberapa menit berlalu, si MC akhirnya suda kembali ke dunia nyata. Wajahnya terlihat puas setelah tidur dua jam tanpa terganggu.

Matanya kemudian menyapu keadaan sekitar dan tidak melihat seorang pun disana, kecuali dirinya.

"Sepertinya semua sudah pulang," batinnya kemudian berdiri dan mempersiapkan dirinya untuk pulang juga. Tangan kanannya dengan lambat memasukan semua alat - alat pelajarannya ke dalam tasnya.

"Seperti biasa kau yang paling terakhir pulang, Uzumaki-san." Sebuah suara mengalihkan perhatian Naruto. Dia kemudian menoleh dan mendapati sesosok siswi berambut hitam pendek dengan kacamata terpasang di wajah cantiknya, tengah berdiri di depan pintu kelasnya. Namanya Sona Sitri, sang Ketua OSIS.

"Kaichou?"

"Apa kau sudah selesai, Uzumaki-san? Karena aku harus mengunci pintu kelas ini," ujar Sona memandang ke arah si pemuda pirang.

Naruto mengangguk. "Ya, aku sudah selesai." Naruto kemudian beranjak keluar dari kelasnya, tapi sesaat ia berhenti. "Maaf merepotkanmu, Kaichou," katanya kemudian berlalu pergi.

Sona-kaichou hanya diam, tidak menjawab. Dia hanya menatap diam kepergian si pemuda pirang lewat sudut matanya. Tangan kanannya terangkat untuk membenarkan kacamatanya. Setelah itu, gadis berambut hitam itu mengunci pintu kelas dan lalu melenggang pergi.


Apartemen Naruto-!

Kaki pemuda itu terhenti setelah sampai di apartemennya. Dia kemudian mengambil sebuah kunci dari saku celananya. Saat pintu sudah terbuka, pemuda itu mulai melangkah masuk kedalam.

Sesampai di kamar tidur, ia melihat sesosok gadis kecil berbaring di atas kasurnya. Gadis itu lantas menoleh dan menatap Naruto dengan wajah tanpa ekspresi. "Oh, Naruto."

"Okaeri," Tanpa senyuman, gadis itu menyambut kepulangan pemuda itu dengan suara datarnya.

Dahi Naruto berkedut melihatnya, namun setelahnya ia menghela napas.

Hahh~

"Tadaima, Okaa-san."


TBC.