BSD milik Asagiri Kafuka dan Harukawa Sango

Aku hanya meminjam karakter dari pencipta BSD untuk penulisan FF ini.

Fanfiksi ini ditulis dalam rangka merayakan 3rdEveFFA

Please listen Clair de Lune while reading this fic for your best experience

Happy reading, especially Derai

.

.

.

Tahun ini adalah kali pertamanya kaki mungil itu menapak bumi.

Tahun ini adalah kali pertamanya ia mengenakan kaos berlengan pendek yang mengekspos kulit merah malu merona tersapa matahari.

Tahun ini adalah kali pertama tubuhnya ada di sana, dibelai angin, dikecup mentari, disapa debu.

Tahun ini adalah tahun yang spesial.

Kunikida berlari, berlari, berlari dan berlari. Melepas seragam rumah sakit dan menukarnya dengan kaos lengan pendek berwarna putih.

Kunikida tersenyum, semringah, berseri, seolah abadi, menyapa langit dan seisi bumi tepat di kaki cakrawala.

Kunikida bernapas, menghirup udara dan mengembuskannya setelah menahannya selama lima detik, merengkuh dalam, dalam, amat dalam oksigen bebas pertamanya.

Kunikida tidak pernah merasa sebahagia ini.

Kala tangan kanannya digenggam Dazai Osamu, suster favoritnya.

Kala tangan bebasnya disematkan seutas tali berujung balon helium merah kuning hijau.

Kala tubuhnya diangkat dan diayun ke angkasa, berusaha menggapai awan dan burung, lalu tertawa saat tidak menggapainya.

Kunikida tidak lagi ingin menangis.

Tahun ini spesial, musim semi menyambutnya, dunia menyambutnya.

Kunikida tidak sendirian lagi.

"Suster? Suster beneran tinggal bareng Doppo sekarang?"

Dazai Osamu mengangguk seperti kuncup bunga yang teduh.

Kunikida ... Ingin berlari, berlari, dan berlari, lantas tertawa dan tersenyum selamanya.

.

End

.

A/N: Fanfiksi ini terinspirasi dari adegan Jimin di MV Euphoria. Adegan di mana dia bisa lari keluar rumah sakit, penjaranya, bisa keluar dan main bareng 6 temennya, bisa ketawa, akhirnya pakai baju selain seragam rumah sakit, bisa ngerasain naik sepeda, bisa ngerasain angin, langit dan seisi bumi.

Meski perasaan itu ga terbingkai sebagus itu, aku mau utarain perasaan naif tapi lucu ini. Dan di sini latarnya Kunikida 10 tahun. aku mau liat sosok kunikida yang masih polos dan naifnya belum kesentuh skeptis dan idealisme yang dingin. Aku mau sisi hangat dan rapuh.