Disclaimers © Masashi Kishimoto Natsume Akatsuki Tappai Nagatsuki

Warnings : Au, Ooc, Typo, etc!


Kota Lumina.

—adalah sebuah kota kecil yang letaknya berada di sebelah barat daya Kerajaan Ainz. Kota ini, kota netral. Tidak dikuasai oleh Empat Kerajaan Besar di Benua Eurasia atau yang dinamakan juga Four Great Kingdom—Ainz, Shenlong, Marion, Beliam.

Kota ini dipimpin oleh, Veltol Astrea, anak dari Reid Astrea—pemegang Holy Sword pertama. Istrinya, Thisua Astrea.

Kota Lumina, dikenal sebagai The Ruins. Banyak ditemukan reruntuhan kuno di sekitar kota. Itu karena, dulunya, kota ini menjadi medan perangnya Dua Kerajaan Besar—Ainz dan Shenlong—yang pada masa itu sedang berseteru.

Hasil dari perang ini, adalah banyak ditemukan reruntuhan-reruntuhan kuno di sekitar kota Lumina. Dan, hal ini menjadikannya sebagai objek wisata di kota ini.

Oleh sebab itu ... Kota Lumina sering dinamakan sebagai, The Ruins.


Di jalan kota Lumina.

Ramai ...

... Banyak orang yang berlalu lalang di jalanan kota. Baik itu dari penduduk kota, para petualang, pedagang, bangsawan, dan turis asing. Tapi, fokus utamanya adalah seorang pemuda—beriris Blue Saphire dan berambut kuning jabrik—yang membawa mayat Slime di pelukannya.

Naruto Uzumaki—namanya. Pemuda berumur 16 tahun yang tanpa diketahui sudah berada di dunia ini, ya dunia lain atau disebut juga Isekai. Naruto disini mengenakan jaket dan celana berwarna jingga, seperti di anime-nya, Naruto.

"Wau."

"Walau sudah tahu ini di isekai. Tapi aku masih belum mempercayainya. Ini seperti mimpi saja," kata Naruto. Perlu diketahui, dia itu Wibu.

{ Bertanya }

"Apa perlu saya menjelaskannya kembali?"

"Tidak, tidak itu tidak perlu," kata Naruto menggeleng. "Aku tahu ini di dunia lain. Aku hanya tidak menyangka bisa ada di isekai." Pergi ke Isekai adalah mimpi Naruto sejak menjadi Wibu.

{ Jawab }

"Haik, saya mengerti."

Naruto mengangguk. "Ngomong-ngomong, Sistem. Apa kau tahu dimana tempat menjual Slime?"

Naruto sedari tadi berjalan, tanpa tujuan.

{ Jawab }

"Anda bisa menjualnya di Guild Petualang."

Sreeet-!

Naruto berhenti.

Apa katanya tadi? Guild?

"Guild?" Naruto memastikan.

{ Jawab }

"Haik."

Eh, beneran?

"Jadi, di dunia ini ada Guild? Guild Petualang? Itu berarti disini juga ada petualang 'kan? Hehe, benar-benar Isekai," batin Naruto tersenyum.

Sepertinya, dia menyukai dunia ini.

"Lalu, apa kau tahu dimana tempat Guild berada?" tanya Naruto kembali berjalan.

{ Jawab }

"Saya tidak tahu."

Stop!

Naruto nge-rem mendadak.

"Hah! Bagaimana kau bisa tidak tahu?" tanya Naruto sewot. Tanpa ia sadari, beberapa pasang mata melihatnya.

{ Jawab }

"Saya tidak tahu."

Naruto mendesah.

"Kok, aku tiba-tiba jadi sewot begini?" batin Naruto. Mungkin Naruto sewot, karena ia berpikir Sistem tahu segalanya.

Naruto lantas melihat ke sekeliling, dia tersenyum kikuk ketika diliatin oleh banyak orang. "Maaf," katanya, lalu pergi dari sana.

A few moment letter ...

Pemuda—ah tidak, maksudnya Naruto, saat ini berdiri di depan sebuah bangunan besar. Ya, inilah Guild Petualang. Naruto akhirnya sampai disini berkat bertanya pada orang-orang sekitar.

Beberapa orang membawa senjata tampak masuk kesana. Sepertinya mereka para petualang.

"Etto, gimana nih?" tanya Naruto gelisah.

{ Bingung }

"Saya tidak tahu harus jawab apa."

"Aku tidak bertanya," kata Naruto.

Naruto lalu melihat ke dalam. "Apa aku harus masuk, ya?"

{ Jawab }

"Iya."

Naruto mengabaikan Sistem.

Saat ini Naruto dilanda rasa senang dan gelisah. Senang, karena bisa bertemu para petualang. Lalu, gelisah. Karena Naruto itu orangnya anti-sosial. Jadi dia gelisah bertemu orang banyak.

"Gimana nih? Aku selalu ngurung diri di kamar." Naruto berpikir, saat dia masuk, banyak orang akan melihatnya. Hal ini membuatnya gelisah.

"Tapi jika aku tidak masuk, aku tidak bisa menjual ini, dong," kata Naruto melihat Slime di pelukannya.

"Ya, sudah. Aku coba saja." Naruto mulai melangkah masuk. Saat ia sudah di dalam, pikiran awalnya langsung buyar ketika melihat suasana di dalamnya. Sepi.

Naruto tersenyum lega. "Syukurlah."

Naruto kemudian menuju ke meja resepsionis. "Ano, permisi."

"Selamat datang di Guild Rose, Tuan. Nama saya, Luna. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya si wanita resepsionis berkacamata.

Naruto gugup. "A-ah, aku ingin menjual ini." Naruto lalu menaruh mayat-mayat Slime di atas meja.

Wanita itu mengangguk. "Baiklah, tunggu sebentar, Tuan."

Naruto mengangguk.

Tak lama berselang. Si wanita resepsionis memberikan beberapa keping koin perak. Sepertinya ini mata uang di dunia ini.

"Semuanya, 80 keping perak."

"T-Terima kasih," kata Naruto mengambil koin-koin tersebut. "Sama-sama."

"Etto, nona, apa disini aku bisa mendaftar menjadi petualang?" tanya Naruto.

"Haik, bisa. Apa Tuan ingin menjadi petualang?"

Naruto mengangguk. "I-iya."

"Baiklah, silakan ikut saya," kata wanita itu lalu membawa Naruto ke meja sebelah. Wanita resepsionis bernama Luna itu lantas mendata Naruto. Seperti; nama, umur, pekerjaan, dan yang lain-lain.

Setelah selesai. Luna lalu mengecek kemampuan yang dimiliki oleh Naruto melalui sebuah bola kristal. Si wanita resepsionis itu cukup terkejut saat mengetahui elemen yang dimiliki Naruto adalah Kegelapan.

"Baiklah, Tuan Naruto. Mulai sekarang, anda sudah resmi menjadi petualang. Jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan, anda bisa temui saya," kata Luna tersenyum.

"Ha-Haik. Terima kasih," ucap Naruto. Luna mengangguk. Karena merasa tidak ada yang perlu ia lakukan, Naruto lantas keluar dari Guild.

Naruto berdiri di depan Guild, lalu ...

"AKHIRNYA! AKU JADI PETUALANG!" Naruto berteriak gaje. Membuat orang-orang disekitar memandangnya dengan tatapan aneh. "Dasar orang aneh."

TBC


A/N :

Sebenarnya ...

... Setelah update chapter 4 kemarin. Aku ingin langsung update chapter ini. Biar ada kejutan gitu. Seperti saat-saat lalu, aku update chapter 1,2,3 dalam waktu satu hari, ada yang ingat? Inginnya seperti itu. Tapi, saat lagi lagi ngetik chapter 4. Proses pengerjaannya terganggu. Akhirnya aku tunda. Dan, besoknya, niat ngetik tiba-tiba udah ilang. Huft~

Btw ...

~Happy Birthday~

Theresia van Astrea

One of My Favorite Female Characters

June, 12th