MEREKA DI MATA BIRU


Iblis.

Satu kata itu terngiang — ngiang di pikiran Naruto.

Siapa sih yang tidak tahu apa itu Iblis?

Di dunia sebelumnya. Iblis dikenal sebagai makhluk jahat. Mereka adalah musuh alami dari para manusia. Iblis menghasut para manusia untuk melakukan kejahatan. Sedangkan, Iblis di dunia barunya. Iblis di sini sedikit berbeda dengan Iblis di dunia sebelumnya. Iblis di sini dikenal sebagai makhluk perusak. Mereka sering kali menyerang manusia, membunuh manusia, dan menghancurkan pemukiman manusia.

Naruto menyadari kalau Iblis di dunia sebelumnya dengan Iblis di dunianya sekarang memiliki perbedaan masing — masing di mana Iblis di dunia lamanya itu tidak terlihat di dunia nyata, mereka menyerang manusia melalui batin. Sedangkan, Iblis di dunia barunya ini menyerang manusia dengan kekuatan fisik. Lebih mudahnya, Iblis di dunia sebelumnya seperti ilusi, sedangkan Iblis di dunia barunya ini adalah nyata.

Iblis di dunia Naruto sebelumnya tidak disebutkan seperti apa. Tapi, yang Naruto tahu, Iblis di dunia lamanya dikelompokkan menjadi tujuh Iblis besar yang dikenal sebagai The Seven Deadly Sins yang meliputi Iblis Lucifer, Iblis Leviathan, Iblis Asmodeus, Iblis Beelzebub, Iblis Mammon, Iblis Belphegor dan Iblis Amon.

Ketujuh Iblis ini melambangkan tujuh dosa besar yang dimiliki oleh setiap manusia yang antara lainnya adalah Iblis Lucifer (Dosa Kesombongan), Iblis Leviathan (Dosa Iri Hati), Iblis Asmodeus (Dosa Nafsu), Iblis Beelzebub (Dosa Kerakusan), Iblis Mammon (Dosa Ketamakan), Iblis Belphegor (Iblis Kemalasan, dan Iblis Amon (Dosa Amarah).

Lalu, Iblis di dunianya sekarang.

Iblis di sini dikelompokkan menjadi tiga yang dikenal sebagai nama The Three of Demon Ranks; Iblis Tingkat Pertama, Iblis Tingkat Kedua, dan Iblis Tingkat Ketiga. Iblis Tingkat Ketiga adalah Iblis yang dikenal sebagai Iblis pada umumnya, yaitu Iblis perusak yang sering mengamuk dan menyerang manusia. Menurut Naruto, penyebab Iblis Tingkat Ketiga ini sering mengamuk adalah karena mana. Para Iblis sebenarnya sama dengan manusia, tapi yang membedakan mereka dengan manusia adalah mereka memiliki jumlah mana melimpah. Ada Iblis yang bisa mengendalikan mana di dalam tubuh dan ada juga yang tidak bisa. Dan Iblis Tingkat Ketiga adalah Iblis yang termasuk tidak bisa mengendalikan mana yang ada di dalam tubuh mereka. Hal inilah yang membuat mereka tidak terkontrol dan sering mengamuk, menyerang apa saja.

Iblis Tingkat Ketiga adalah Iblis tingkat rendah.

Kemudian, Iblis Tingkat Kedua, yang dikenal sebagai tingkat menengah. Para Iblis Tingkat Kedua sudah bisa mengendalikan mana mereka, tetapi tidak sebaik Iblis Tingkat Pertama. Iblis Tingkat Pertama adalah tingkatan terakhir dari pengelompokan para Iblis yang dijuluki sebagai Iblis terkuat yang menjadi pengawal dari Raja dari semua Iblis, Maou. Sudah ada tiga Iblis Tingkat Pertama yang Naruto ketahui. Mereka adalah Kiyohime, Morrigan Aensland, dan Gray.

Ada satu tingkat Iblis lagi yang tidak disebutkan. Hal ini karena Iblis dari tingkat ini disebut sebagai anomali yang tidak diketahui asal muasalnya. Para Iblis ini memiliki kekuatan yang digadang — gadang hampir menyamai kekuatan sang Raja Iblis. Mereka adalah Iblis Tingkat Nol. Mereka tinggal dari Alam para Iblis yang dikenal sebagai Underworld. Dan Naruto berhasil memanggil tujuh Iblis Tingkat Nol ini dengan secara tidak sengaja ketia dirinya bangkit sebagai Raja Iblis.

Namun, walaupun mereka memiliki perbedaan. Kedua iblis dari dunia lama maupun dari dunia barunya memiliki satu kesamaan. Kesamaannya adalah; Mereka sama — sama makhluk jahat yang sering menganggu manusia dan menjadi musuh abadi manusia.

Dan Naruto adalah Raja dari musuh alami para manusia tersebut. Ya, Maou, sang Raja Iblis.


DUNIA LUAR


"Haah, membosankan," keluh seorang remaja laki-laki berambut kuning.

Yap, dia Naruto, Narutp Namikaze. Sang tokoh utama kita. Naruto saat ini berada di dalam kamarnya. Berbaring, dan menatap langit — langit ruangan. Inilah hal yang Naruto setelah tinggal dua minggu di Wilayah Iblis. Naruto sering berada di dalam kamarnya. Kadang, ia juga mengelilingi Istana untuk menghilangkan rasa bosan. Tetapi ...

"Menguasai dunia adalah tugas dari seorang Maou. Namun, apa hanya itu? Apa tidak ada hal lain yang ingin dilakukan oleh seorang Maou?" Naruto bertanya ddalam hati.

Naruto menghela napas. Ia sama sekali tidak memikirkan apa yang akan dilakukannya setelah ini. Naruto mulai bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke ke arah jendela.

Naruto membuka jendela kamar dan memangku wajahnya. Naruto memandang pemandangan di depannya. Sejauh yang ia lihat; Hanya panorama alam gelap yang ia lihat.

"Wilayah Iblis sama sekali tidak memiliki pemandangan yang menarik," ungkap Naruto.

Naruto lalu mendongak ke langit yang cerah. Sejenak, Naruto termenung sambil menerawang langit. Bayang — bayang dunia lamanya terlintas di pikirannya seperti pemadangan yang indah, hutan yang hijau gunung berwarna biru dari kejauhan, dan bunga-bunga cantik bemekaran. Naruto merindukan pemandangan di dunia lamanya itu. Naruto menghela napas sambil menutup matanya.

"Aku penasaran dengan wilayah manusia di dunia ini seperti apa."

"..."

Naruto membuka matanya. Iris mata birunya tampak memancarkan rasa keingintahuan yang besar. "Benar juga, Wilayah Manusia di dunia ini seperti apa ya?" Tiba — tiba ia menjadi semangat seakan baru saja mendapat sesuatu yang luar biasa. Naruto menatap jauh ke arah Dunia luar dari Wilayah Iblis.

Naruto tersenyum, ia sudah membuat keputusan. Ia akan meninggalkan Istana Iblis untuk pergi ke Dunia Luar. Ia penasaran dengan pemandangan di wilayah luar itu seperti apa. Juga seperti apa orang — orang di luar sana.

Naruto menegakkan tubuhnya dan mulai membalikan badannya. Ia kemudian melihat seorang gadis berambut hijau yang sedang memejamkan matanya di dekat pintu. Naruto berjalan ke arah gadis itu dan mulai memanggil namanya.

"Kiyohime."

Gadis itu membuka matanya dan menatap Naruto, "Hai, Naruto — sama? Apa Anda butuh sesuatu?"

"Untuk hari ini sampai beberapa hari ke depannya, aku akan pergi ke dunia luar. Tolong sampaikan hal ini kepada Morrigan dan Gray ya?" terang Naruto sambil berjalan menuju pintu kamar. Namun, kakinya berhenti berjalan begitu Kiyohime langsung menghalangi jalannya dengan tubuhnya. Naruto menatap bingung gadis di depannya yang sedang terkejut.

"Tu-tunggu sebentar! A-apa maksud Anda, Naruto — sama? Pergi ke dunia luar? Ke-kenapa Anda pergi ke sana?" tanya Kiyohime.

Aku ingin melihat pemandangan. Naruto ingin mengatakan itu, tapi tidak mungkin di depan orang yang terlihat sangat mengkhawatirkan dirnya. Naruto mulai berpikir untuk mencari jawaban (kebohongan) yang pas dan masuk akal.

"Aku ingin melihat keadaan di Dunia Luar seperti apa. Sebelum menguasai Dunia ini, aku terlebih dahulu ingin mengetahuinya," jawabnya.

"Ta-tapi, Naruto — sama, Anda bisa menyuruh Iblis lain untuk melakukannya," saran Kiyohime, tapi Naruto menggelengkan kepalanya.

"Tidak, itu tidak perlu. Informasinya bisa saja kurang akurat. Aku juga ingin melihat dunia luar secara langsung dengan mata kepalaku sendiri. Aku ingin mengetahuinya," jelas Naruto pada Kiyohime yang terdiam.

Kiyohime tampak sudah kehabisan kata — kata untuk mencegah Naruto pergi. Dia juga terlihat masih khawatir. "Ta-tapi ... Anda tidak boleh meninggalkan Istana Iblis, Naruto — sama. Keberadaan Anda sangat dibutuhkan di sini. Kami juga tidak ingin Anda kenapa — napa di luar sana. Jika Anda pergi dari Istana Iblis, kami tidak bisa melindungi Anda."

Untuk sesaat, Kiyohime terdiam berpikir, lalu setelahnya ia mendongak dengan cahaya harapan, "Kalau begitu, tolong sertakan saya untuk menemani Anda, Naruto — sama."

Naruto menimang — nimangnya, tapi ia menolaknya dan menggelengkan kepala.

"Tidak. Kamu tetap di sini, Kiyohime. Aku ingin kamu menjaga Wilayah Iblis di saat aku tidak ada," kata Naruto. Sebenarnya Naruto tidak masalah kalau Kiyohime untuk ikut. Ia juga agak tersentuh saat tahu Kiyohime sangat mengkhawatirkannya.

Namun, setelah Naruto pikir — pikir kembali, kekuatan Wilayah Iblis akan melemah jika Kiyohime ikut dengannya karena Kiyohime adalah salah satu Petinggi di Istana Iblis. Ya, walaupun begitu, alasan sebenarnya Naruto tidak ingin mengajak Kiyohime adalah karena ia tidak kebohongannya terbongkar.

"Ta-tapi ..."

Swuuuush

Di tengah pembicaraan Naruto dan Kiyohime. Sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul di dekat mereka berdua. Naruto dan Kiyohime sontak menoleh untuk melihat lingkaran sihir tersebut. Naruto mengerutkan keningnya karena merasa kenal pemilik lingkaran sihir tersebut.

Dan, yap, ternyata feeling-nya benar. Dari lingkaran sihir itu, keluar seorang pria berambut merah. Kalau tidak salah, dia salah satu Iblis yang Naruto panggil secara tidak sengaja.

Kalau tidak salah ...

Namanya.

Sirzechs Lucifer.

"Maaf atas kedatangan Hamba yang tiba — tiba ini, Yang Mulia," ungkap pria yang Naruto ingat nama Sirzechs itu, sambil merendahkan tubuhnya penuh hormat.

Naruto memicing tajam pada pria berambut merah itu. Sejujurnya, semenjak ia merasakan kekuatan besar yang dimiliki masing — masing Iblis yang dipanggilnya. Naruto masih belum mempercayai mereka dan ia masih waspada mereka sampai saat ini.

"Kenapa kau datang ke sini? Seingatku, aku tidak pernah memanggilmu," tanya Naruto bersuara datar. Tanpa Naruto sadari, ia mengeluarkan sedikit tekanan intimidasi.

Gadis yang berada di dekatnya, Kiyohime, tampak merasakannya dan sedikit gemetaran.

"Sekali lagi, Hamba minta maaf, Yang Mulia. Sebelum saya menjelaskan alasan kedatangan saya, saya terlebih dahulu meminta maaf sekali lagi karena sebelumnya Hamba juga sedikit menguping pembicaran Anda dengan Kiyohime — senpai. Alasan saya datang saya ke sini adalah untuk ikut serta dalam perbincangan Yang Mulia dengan Kiyohime — senpai," ucap Sirzechs.

"Ikut serta? Maksudmu?" Naruto masih belum mengerti.

"Hai, Yang Mulia. Sejujurnya, saya juga agak keberatan jika Anda pergi tanpa ditemani atau dikawal oleh seseorang. Saya sangat setuju dengan saran yang diberikan oleh Kiyohime — senpai. Saya juga mengerti dengan alasan Yang Mulia tidak mengajak Kiyohime — senpai. Jadi oleh karena itu, saya ingin memberikan saran yang sebenarnya sama seperti saran Kiyohime barusan kepada Anda," jelas Sirzechs.

"Hm?"

"Saya ingin mengikutsertakan salah satu Iblis dari Dunia Bawah untuk menemani perjalanan Anda, Yang Mulia. Bagaimana?"

"Iblis dari Dunia Bawah?"

"Hai," sahut Sirzechs.

Untuk beberapa saat, Naruto memikirkannya. Naruto masih belum yakin, tapi jika dia menolaknya pergi ke dunia luar akan agak sulit. Tidak ada salahnya juga ia menerimanya. Lagian Naruto juga tidak memiliki alasan lagi untuk menolaknya. Untuk antisipasi, Naruto akan sedikit berhati — hati agar alasan dia yang sebenarnya untuk pergi ke dunia luar tidak ketahuan.

"Bagaimana, Yang Mulia?" Lamunan Naruto seketika buyar oleh suara panggilan Sirzechs. Naruto kemudian menatap pria berambut merah pekat itu dan memberikan sebuah anggukkan kepala.

"Baiklah, aku setuju," jawab Naruto.

"Senang mendengarnya, Yang Mulia," ungkap Sirzechs tersenyum senang sembari merendahkan tubuhnya. Sirzechs lalu melihat ke arah Kiyohime yang diam sedari tadi, "Bagaimana dengan Anda? Kiyohime — senpai?".

Kiyohime tampak menimang — nimangnya, dan tak lama kemudian, ia pun mengangguk setuju, "Ba-baiklah, aku setuju."

Sirzechs tersenyum lebar mendengarnya. "Bagus, kalau begitu. Saa, kalau begitu, saya akan memanggil orang yang akan menemai Yang Mulia."

Naruto menaikkan satu alisnya. Naruto pikir Sirzechs, atau salah satu Iblis yang dipanggilnya itu yang akan ikut dengannya? Tapi, maa, baguslah kalau begitu, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka ikut dengannya.

Sirzechs menjentikkan jarinya, lalu sebuah lingkaran sihir dengan pola berwarna putih muncul dan bercahaya di atas lantai. Dari lingkaran sihir itu, keluar seorang perempuan berambut putih mengenakkan pakaian maid. Naruto tidak mengenalnya, tapi ia tahu kalau perempun ini adalah Iblis dari Dunia Bawah yang dimaksud oleh Sirzechs.

"Namanya Grayfia Lucifuge. Dia adalah seorang pelayan yang melayani keluarga Hamba, Lucifer sejak dulu. Sekarang Hamba menyerahkannya kepada Anda, Yang Mulia," ucap Sirzechs.

Perempuan maid yang diperkenalkan oleh Sirzechs, mulai merendahkan tubuhnya penuh hormat kepada Naruto, "Nama Hamba Grayfia Lucifuge. Suatu kehormatan bisa bertemu Anda, Yang Mulia. Saya akan melayani Anda dengan seluruh yang saya punya. Seluruh jiwa dan raga Hamba akan Hamba pertaruhkan untuk Anda. Dengan nama Keluarga Lucifer, Hamba akan melayani Anda dengan baik," ujar Grayfia.

Naruto merasakan tubuhnya mulai merinding mendengarnya. Ia pun menganggukkan kepala menanggapi ucapan perempuan maid bernama Grayfia Lucifuge itu, "Se-senang mendengarnya," ucap Naruto agak gugup, lalu berpaling ke arah Kiyohime, "Tolong, ya, Kiyohime."

Gadis Yokai itu menganggukan kepalanya dengan pasrah, "Hai, hati — hati, Naruto — sama."

"Semoga hari Anda menyenangkan, Yang Mulia," ucap Sirzechs tersenyum tipis sebelum kemudian dia pergi ke Dunia Bawah.

Naruto menganggukkan kepalanya dan tersenyum, ia lalu berjalan ke luar kamarnya diikuti oleh Grayfia di belakangnya. Dia pun mulai bersiap — siap akan pergi dari Istana Iblis dan pergi menuju dunia luar. Dan dengan begitu, perjalanan Naruto pun dimulai.


Author Note:

Setelah cukup lama, akhirnya update. Yap, untuk update kali ini, awal cerita baru saja dimulai. Naruto, sang Raja Iblis, akan memulai petualangannya ke dunia luar bersama dengan pelayan barunya yang anggun dari anime High School DxD, Grayfia Lucifuge. Naruto dan Grayfia akan bertemu dengan karakter — karakter baru di setiap perjalanannya. Bagaimana Naruto akan menujukkan eksitensinya pada dunia luar?


Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Fate the Series: Type-Moon

Darkstalker: Capcom

High School DxD: Ichiei Ishibumi