Naruto : bukan punya saya

Rate : M

Warning : gaje, typo, mainstream, humor, fantasi, dll.


.

.

.

.

.

.

.

.

Battle of Elemen Reloaded

Chapter 02

"497, 498, 499, ... 500!"

Bruk!

Naruto jatuh kelelahan setelah lima ratus push up, dia tidak percaya kalau kemampuan nya hanya sebatas ini, padahal target Naruto adalah seribu push up, tapi baru setengah nya dia sudah seperti hampir mati kelelahan, seperti nya perubahan nya ke Mark, mengurangi setengah tanaga asli Naruto, sungguh menjengkelkan ia harus memulai nya dari awal lagi, bicara soal Mark, Naruto jadi ingat, kalau ia belum mengetahui apa fungsi Mark miliknya.

Naruto melihat tatto di tangan kanan nya, waktu itu tidak terlihat jelas, rupanya lingkaran hitam itu bukan sekedar lingkaran melainkan itu gambar rantai hitam yang melingkar menyambung dan di tengah nya ada gambar daun, benar daun tiga lembar, ketiga daun itu berwarna hijau, terlihat daun yang di tengah sedikit lebih besar dari yang lainnya.

apa maksudnya ini? daun berarti merujuk pada tanaman ataupun pepohonan, tapi kemarin ia sudah mencoba nya dengan merebus dan masak berbagai macam dedaunan, dan setelah mencicipi nya hasilnya Naruto muntah dan bibir nya kebas, berarti kemampuan nya bukan untuk memasak, lalu Naruto mencoba melemparkan kan daun seperti sebuah senjata, tapi hasilnya tetap saja gagal, sudah beberapa cara Naruto lalukan, termasuk mengunakan dedaunan pisang untuk bisa terbang dan hasilnya ... itu memalukan tidak perlu dibicarakan lagi, sebenarnya apa kemampuan pasif nya? Naruto sangat kebingungan.

"eh?"

Naruto bangun saat mendengar sesuatu bergerak di semak-semak, ini adalah hutan dan jaraknya juga lumayan jauh dari kota, apa seseorang selain dia datang kemari? karena penasaran Naruto pun berdiri dan berjalan ke arah semak-semak itu.

"ini kan!" Naruto tidak percaya dengan apa yang ia temukan ternyata itu adalah Spirit Beast, dan itu jenis rubah putih ekor merah yang masih kecil, kira-kira ukuran nya sebesar kucing, dan dia terluka parah seperti di serang oleh sesuatu, rubah itu melihat Naruto dan seketika memaksa berdiri dan bersiap untuk bertarung.

".. tenanglah aku tidak akan menyakiti mu" ucap Naruto, tapi rubah kecil itu masih tidak percaya padanya, Naruto pun melangkah mundur, melihat Naruto mundur rubah kecil itu menurunkan kewaspadaan nya, dan kembali meringkuk menahan rasa sakitnya.

'lukanya terlihat serius, apa aku bisa membantu nya?' batin Naruto, ia merasa kasihan pada rubah kecil itu, tapi apa yang bisa ia lakukan? Naruto ingin sekali membantu tapi dia juga bukan dokter, andai saja Mark miliknya itu adalah Mark aktif tipe penyembuhan seperti para dokter top di Konoha, pastinya ia bisa meringankan sedikit luka rubah yang malang itu.

jauh di dalam alam bawah sadar nya Naruto, di kegelapan yang abadi terlihat seseorang yang terikat rantai, ia tersenyum dan membuka matanya, terlihat sepasang safir ungu indah yang menyala di kegelapan.

'baiklah jika itu.. ya kau inginkan... darling~'

Deg!

"ini.. apa ini?.. Arrrggg!"

Naruto merasa tangan kanan nya panas, seperti terbakar, rasa panas itu menjalar cepat ke seluruh tubuh nya, kulit Naruto bahkan mengeluarkan asap, untuk beberapa saat Naruto tersiksa dengan rasa sakit dan rasa panas terbakar itu, tapi tiba-tiba dalam sekejap itu semua lenyap, baik rasa sakit, rasa panas terbakar atau pun asap yang keluar dari kulit nya, semua itu lenyap tanpa sisa, sebenarnya apa yang terjadi padanya? tapi Naruto merasa tubuh nya tidak ada masalah, tapi tangan kanan nya masih terasa panas sedikit.

saat Naruto melihat nya ia terkejut melihat satu dari tiga tatto daun di tangan nya itu berubah warna menjadi silver, kepala Naruto terasa sangat sakit saat ingatan asing memasuki kepalanya, ingatan ingatan itu mengenai metode pengobatan, teknik penyembuhan berbagai macam yang semua nya tentang Herbalist, mengunakan berbagai macam tanaman untuk menciptakan obat.

sekarang Naruto sudah mengerti, kemampuan pasif nya, jadi ini semua tentang pengobatan mengunakan tanaman untuk menciptakan berbagai macam pill, jadi inikah kemampuan nya mengolah tanaman menjadi pill obat, ini diluar perkiraan Naruto, kemampuan pasif ini juga belum pernah ada, itu artinya hanya dia satu-satunya yang memiliki kemampuan ini, dan lagi ini hanya satu tatto daun, Naruto sangat penasaran dengan dua sisa nya, apakah memliki kemampuan berbeda? ini akan jadi luar biasa jika itu memang benar.

ah iya Naruto jadi ingat rubah itu, jika bukan karena nya, Naruto tidak akan pernah tau apa Mark pasif miliknya, maka dari itu Naruto bertekad untuk membalas nya dengan membantu nya, Naruto pun mulai mencari tanaman dan dedaunan yang bisa di jadikan obat untuk luka rubah kecil yang malang itu, dengan ingatan Herbalist nya, Naruto jadi bisa membedakan mana tanaman obat dan yang bukan, setelah semua bahannya terkumpul, Naruto mulai membuat obat, pertama-tama ia tumbuk dedaunan itu dengan batu, setelah halus, ia sisihkan dan ia tumbuk dedaunan obat yang lainya, lalu ia campurkan satu dengan yang lainya, dirasa cukup Naruto mengambil nya, obat itu terlihat seperti tanah liat, Naruto menggenggam nya, seketika tatto daun silver itu menyala.

Deg!

Naruto bisa merasakannya mental nya terguncang, ini pertama kali nya ia merasakan hal seperti ini, kepalanya terasa berdenyut, bahan obat yang semula seperti tanah liat di genggaman Naruto berubah bentuk menjadi beberapa pill berwarna biru dengan hiasan awan, Naruto tidak paham, sebenarnya kemampuan nya ini pasif atau aktif? ia tidak tau, tapi yang jelas kemampuan nya itu pasif, tapi bisa meramu bahan menjadi pill secara instan itu bukannya termasuk kemampuan aktif? entahlah ia akan mencari taunya nanti, yang terpenting obat nya sudah jadi, Naruto tidak menyadari jika tato daun silver itu perlahan memudar dari semula silver cerah menjadi silver abu-abu.

'semoga ini bisa membantu nya.. ' batin Naruto, lalu ia kembali ke tempat awal dan menghampiri semak tepat dimana rubah itu masih meringkuk kesakitan, merasakan ada yang mendekat, rubah kecil itu bangun dan melihat siapa itu, ternyata itu adalah orang yang tadi, rupanya orang itu tidak menyerah juga, rubah kecil itu dengan susah payah bangkit dan bersiap bertarung.

"ah tenanglah, aku sudah bilang, aku tidak akan menyakiti mu"

'manusia busuk, siapa yang akan percaya!' batin si rubah kecil ekor merah, ibu nya pernah bilang kalau mahluk yang paling jahat di dunia ini selain Iblis adalah Manusia, karena para Manusia itu banyak membunuh kaum nya, melihat rubah itu masih memusuhi nya, Naruto pun menyerah untuk lebih dekat.

"jika kau ingin sembuh maka, makanlah ini.. " ucap Naruto, ia meletakan tiga butir pill buatannya di tanah tidak jauh dari posisi si rubah kecil itu, lalu sisa pill nya Naruto masukan ke kantung celananya, setelah mengatakan itu Naruto bergegas pergi meninggalkan rubah kecil itu.

rubah ekor merah itu melihat punggung Naruto yang semakin lama semakin menjauh dan akhirnya hilang di telan rimbunnya pepohonan, lalu ia melihat pill buatan Naruto, sebenarnya rubah itu tidak percaya pada manusia, apakah ia harus menerima nya? atau kah menolaknya, dan bagaimana jika pill itu adalah racun? tapi tubuh nya benar-benar sakit sekali, sampai-sampai ia merasa akan kehilangan kesadaran nya, tidak peduli mau itu racun atau bukan, ia akan percaya pada manusia kali ini saja. rubah itu perlahan bergerak ke arah pill buatan Naruto, ia lalu memakan nya sebutir.

'ini.. ini tidak mungkin!' batin rubah itu tidak percaya, semua luka di tubuhnya sembuh dengan sangat cepat, baik itu luka luar atau pun luka dalam, bukan hanya itu saja bahkan tenaga dan Mana di tubuhnya juga pulih, ia merasa kembali prima seperti semula, seolah-olah tidak pernah terluka sama sekali, sungguh pill obat yang luar biasa dan ini hanya satu butir tapi efeknya bahkan melebihi obat penyembuhan kelas atas lain di kaum nya, Elixir yang di katakan obat kelas atas di dunia ini pun tidak memiliki efek seperti ini, sebenarnya siapa manusia tadi? dan ini masih ada sisa dua butir.

Shing!

rubah itu bercahaya putih dan perlahan tubuhnya membesar, membentuk gadis kecil sekitaran umur tujuh tahunan, bertelinga rubah, berparas cantik bersurai putih panjang dan bermata emas, ia memakai kimono putih polos, tidak lupa ekor merah nya yang menyembul di belakang nya, beberapa Spirit Beast memang bisa berubah wujud ke setengah manusia, dan rubah ekor merah adalah salah satunya. ia mengambil sisa dua butir pill itu di tanah.

"siapapun dirimu, aku akan selalu mengingat mu"

.

.

.

.

Skip

sesampainya di Akademi, seperti biasa Naruto langsung berlari menuju ke kelas nya, sekarang ia tau apa kemampuan nya, rencananya setelah sekolah usai Naruto akan pergi ke hutan untuk mencari bahan membuat pill obat, di Koridor sekolah karena terlalu fokus dengan pikiran nya Naruto tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang, hinga membuat orang itu jatuh.

"aduh~ hei apa matamu taruh di lutut!" ucap gadis pirang itu yang tak lain adalah Senju Shiho, teman sekelasnya Naruto.

"ma-maafkan aku, apa kau tidak apa?" Naruto mengulurkan tangannya untuk membantu tapi tangannya di tepis oleh Shiho, Shiho melihat nya dengan tatapan tidak suka dan bangun sendiri.

"ya ampun, lihat apa yang kau lakukan pada kue ku..! " teriak Shiho histeris saat tau kue yang ia beli dengan susah payah mengantri lama di kantin, sekarang malah jatuh di lantai, itu kue untuk pangeran nya dan sekarang gara-gara si sialan Naruto ini, kue mahal yang khusus ia beli untuk Sasuke terbuang percuma.

"maaf, aku akan menganti nya.."

"menganti nya? apa kau tau harga kue ini, 50 koin emas.." semprot Shiho, ini adalah uang saku nya selama sebulan, dan itu lenyap seketika, uang tidak masalah bagi nya, yang masalah nya itu kue ini khusus untuk pangeran nya, karena ini adalah kue kesukaan Uchiha Sasuke.

mata Naruto melotot, kue sekecil itu seharga puluhan emas, ia saja hanya punya beberapa puluh koin tembaga, bahkan koin silver pun Naruto tidak punya, dan kue ini seharga 50 koin emas, astaga itu sangat banyak sekali, 100 tembaga sama dengan 1 silver, 10 silver sama dengan 1 emas, jadi ia harus menganti sebesar 5,000 koin tembaga atau 500 koin silver, itu sangat lah banyak walaupun ia bekerja selama dua tahun di kedai mie kakek nya, Naruto hanya mampu menghasilkan 50 koin silver, itu sangat jauh bahkan tidak setengah nya dari harga kue Shiho.

"aku.. aku janji akan menganti nya, tapi beri aku waktu, aku pasti akan menganti nya" ucap Naruto, Shiho melihat tidak suka pada Naruto, kenapa dari semua orang ia harus terlibat dengan si sampah Rank E ini, tapi Shiho juga tau kalau si sampah Naruto ini anak miskin, jadi mustahil untuk menganti nya, tapi walaupun begitu Shiho mengerti, mungkin hari ini bukan hari keberuntungan nya, lagian banyak cewek juga yang ngasih kue pada Sasuke, terutama dari kelas sihir, bahkan si cantik dari keluarga besar Haruno itu juga ikut berlomba mendapatkan hati Sasuke, memikirkan itu saja membuat Shiho jengkel, oh..Shiho jadi ada ide, dia akan lampiaskan rasa kesalnya ini pada Naruto.

"mengingat kita teman sekelas, aku akan berikan kau kesempatan, jika kau bisa mengalahkan ku, aku akan lupakan masalah ini, dan kau juga tidak perlu ganti rugi.. "

"eh? be-benarkah? "

"ya tapi jika kau yang kalah, maka jadilah budak ku selama dua tahun.. bagaimana?" ucap Shiho dengan senyuman di wajah nya, walau si Naruto itu sampah Rank E yang tidak berguna, tapi tidak buruk juga punya budak yang bisa ia suruh-suruh.

mendengar itu Naruto tentu saja terkejut, tapi ini adalah satu-satunya kesempatan nya, karena 50 koin emas itu memang tidak sedikit, ia juga tidak yakin bisa melunasi nya, tapi jika kalah itu juga merugikan karena harus jadi budak nya Shiho.

"baiklah.. "

tidak punya pilihan lain Naruto pun setuju, ini satu-satunya kesempatan nya untuk melunasi hutang itu, jadi Naruto tidak akan melepaskan nya begitu saja, walaupun itu artinya ia harus melawan wanita ini, mendengar jawaban Naruto, Shiho menyeringai, lalu mereka pun sepakat untuk bertarung saat jam istirahat nanti.

dikelas Naruto tidak bisa fokus, lawannya nanti adalah pemilik Mark yang tidak di ketahui pasti kemampuan nya, ia tidak yakin bisa menang dari Shiho, tidak apapun yang terjadi ia harus menang, Naruto akan buktikan latihan nya selama ini tidak akan sia-sia meskipun ia akhirnya malah jadi pendukung, dan bukannya pemain pedang.

Skip time..

Arena Akademi tempat seluas lapangan sepak bola, untuk para murid bertukar pengetahuan, dan ajang untuk unjuk kekuatan mereka, tapi yang lebih penting itu juga di gunakan untuk latihan atar kelas, seperti yang sekarang ini terlihat di Arena sedang ada pertarungan, di layar hologram besar seperti tv menampilkan dua orang yang lagi bertarung, itu adalah si tampan Uchiha Sasuke dan lawannya adalah guru elite dari kelas sihir Hatake Kakashi.

"kau boleh juga.. Sasuke, bagaimana dengan ini, Water Art : Water Six Dragon!" muncul enam lingkaran sihir biru di belakang Kakashi, dan dari enam lingkaran itu keluarlah naga air yang langsung menyerang ke arah Sasuke.

"Lightning Art : Thunder Move!"

lingkaran sihir ungu muncul di hadapan Sasuke, lalu Sasuke menendang nya hingga hancur, terlihat kedua kaki Sasuke terselimuti kilatan petir, dengan ini gerakan Sasuke jadi sangat cepat, dia bisa dengan mudah menghindari serangan naga air Kakashi.

para penonton terutama yang dari kelas sihir kagum dengan sihir Sasuke, di Akademi ini jarang sekali ada murid yang menciptakan sihir orisinal nya sendiri, Sasuke benar-benar jenius sejati.

"apa hanya itu?" ucap remeh Sasuke, Kakashi hanya tersenyum, ia akui Sasuke itu Jenius tapi Sasuke masih terlalu muda dan juga sangat sombong.

".. baiklah Sasuke, anggap saja ini hadiah dariku, Water Art : Fusion Style Armageddon!"

muncul lingkaran biru raksasa di atas Arena, enam naga air Kakashi hancur dan menjadi satu lalu menabrak lingkaran sihir itu hingga hancur, setelah itu terlihatlah wujud baru naga air Kakashi, tubuh nya jadi besar matanya biru menyala dan yang lebih penting kepalanya menjadi sangat banyak, mirip seperti legenda ular kuno Hydra, hanya saja kepala nya sangat banyak, naga air itu langsung bergerak sangat cepat menyerang Sasuke, Sasuke di paksa bergerak ekstra cepat untuk menghindari terkaman naga itu, kecepatan nya kalah dengan jumlah kepala naga air itu yang menyerang nya, alahasil Sasuke pun terkena tidak hanya satu tapi tujuh serangan sekaligus dan tubuh Sasuke pun terpental, menghantam dinding, sontak saja beberapa guru dan murid langsung menghampiri Sasuke dan menolong nya dengan sihir penyembuhan dari guru kelas sihir.

"oh seperti nya aku sedikit berlebihan, oke latihan hari ini.. selesai" Kakashi mengibaskan tangannya dan naga air itu pun lenyap, lalu ia berjalan menuju ke pinggir Arena, dan Kakashi pun kena omel guru lainya karena terlalu berlebihan dalam melatih murid.

"Kakashi apa kau tidak bisa lembut sedikit!" bentak guru elite lainya dari kelas sihir, Yuhi Kurenai si guru cantik nan mempesona, dialah yang tadi menyembuhkan Sasuke dengan sihir nya.

"aku terlalu bersemangat tadi.. " balas Kakashi, sambil membaca buku por* nya, dia tidak peduli pandangan aneh dari siswi atau pun guru perempuan lainnya.

"haha kau tidak berubah ya.. Kakashi.. " tawa seseorang, dari pintu masuk terlihat dua orang dari kelas pedang, dengan guru perempuan yang memimpin di depan, dia adalah si seksi Mitarashi Anko, di samping kanan nya ada Ace dari kelas pedang Haruno Sakura, sedangkan di sisi kiri ada murid baru si genius Hyuga Neji.

"Anko.. hari ini bukan giliran kelas pedang, apa yang kau lakukan disini?" tanya Kurenai, setiap kelas memang sudah ada jadwalnya untuk menggunakan Arena dan hari ini adalah jadwalnya kelas sihir jadi kelas lain tidak boleh ada yang menggangu.

"ya~ ampun, jangan galak gitu dong~ aku hanya ingin lihat saja, hmm~ jadi kau Uchiha Sasuke ya, tidak buruk tidak buruk.. kau tipe ku hihi~ " balas Anko sambil melihat Uchiha Sasuke, murid yang di katakan memiliki Force Ki itu, aura nya memang beda dengan murid lain dan wajahnya juga tampan, tidak heran murid kesayangan nya(Sakura) ini jatuh hati pada Sasuke, ketika Anko ingin mendekati Sasuke ia di hadang oleh Kurenai.

"kalau kau sudah selesai lihat-lihat, silakan pergi.. "

"Kurenai-chan, aku juga memiliki batas kesabaran!" balas Anko dengan menekan Aura nya.

"ho~ aku ingin lihat itu!" Kurenai juga menakan Mana nya untuk mengimbangi tekanan Aura gila Anko.

semua murid yang ada di Arena terkejut dengan tekanan kuat dari dua guru cantik itu, termasuk Uchiha Sasuke, tekanan dari dua guru itu memang kuat, walaupun tak sekuat kakek nya tapi itu mampu membuat nya membatu, bukan Sasuke saja Sakura pun juga mematung, baru pertama kali ia melihat guru Anko seperti ini, tekanan Aura nya bukan main.

"oke.. cukup-cukup, kalian jangan merepotkan ku seperti ini, latihan di hentikan disini semua murid kembali ke kelas kalian masing-masing" Kakashi muncul menengahi antara Kurenai dan Anko, murid dari kelas sihir pun menurut, satu persatu keluar dari Arena dan kembali ke kelas mereka, namun masih ada beberapa murid yang tinggal, diantara nya adalah Sasuke, Sakura, Neji dan Ino yang masih duduk di bangku penonton dengan cemilan di tangan nya, Ino termasuk salah satu murid yang di istimewa kan, jadi mau hadir di kelas ataupun tidak itu tidak akan mempengaruhi nilai nya.

Anko menurunkan tekanan nya begitu juga dengan Kurenai, tapi keduanya masih saling menatap tajam, seolah-olah siap bertarung, Kakashi hanya bisa menghela nafas bosan, kedua wanita ini pasti seperti ini jika bertemu, itu sudah seperti ini sejak mereka masih murid disini dan bahkan setelah menjadi guru pun mereka masih saja mempertahankan rivalitas yang tidak berguna itu, Kakashi tidak tau lagi harus bagaimana menangani nya, padahal mereka dulunya sahabat dekat, hanya karena menyukai orang yang sama, mereka akhirnya bertarung memperebutkan nya, walaupun tidak ada yang menang ataupun kalah, tapi setiap kali bertemu mereka pasti bertarung, bicara soal orang yang mereka sukai adalah Namikaze Minato, mungkin terdengar konyol karena Minato adalah guru mereka saat itu dan dia juga sudah menikah dengan Uzumaki Kushina, seperti kata pepatah cinta itu buta, Anko dan Kurenai memang sudah buta bahkan sampai sekarang, memang ketampanan Minato saat itu sangat memikat kaum Hawa, jadi tidak heran mereka dan semua murid perempuan bahkan para guru pun jatuh hati pada Minato.

"ano.. permisi bisa saya lewat?"

mereka semua di kejutan dengan suara seseorang, terlihat di pintu masuk berdiri seorang murid bersurai kuning klimis di sisir rapi dan memakai kacamata, benar itu adalah Naruto, Naruto merasa agak dingin saat ditatap oleh orang-orang di hadapan nya, terutama oleh ketiga guru itu.

'dia kan.. yang waktu itu' batin Ino saat melihat Naruto, tidak mungkin dia lupa si murid yang paling lemah saat tes masuk. kenapa si lemah itu datang ke arena? dan kenapa juga dia bawa pedang kayu.

menghiraukan tatapan yang lainnya Naruto dengan tenang berjalan dan naik ke atas Arena, sontak saja itu membuat mereka yang melihat nya bertanya-tanya untuk apa dia naik ke Arena.

Naruto mengambil pedang kayu nya dan memulai pemanasan, mengayun menebas dan menusuk, yang lainnya melihat Naruto dengan pandangan tidak mengerti, berbeda dengan Anko yang memperhatikan setiap gerakan Naruto.

'bocah ini.. lumayan' batin Anko saat merasakan esensi pedang di setiap gerakan Naruto, jika saja setiap gerakan itu di tambahkan dengan Aura maka akan jadi skill yang sangat bagus.

"Ara~ kau beneran datang.."

seseorang melompat masuk ke Arena dari bangku penonton, ya dia adalah Shiho, sebenarnya Shiho sudah lebih duluan sampai di stadion, dia hanya malu lewat pintu masuk karena ada pangeran nya (Sasuke) jadi Shiho terpaksa memutar dan masuk lewat pintu belakang, lalu dia membuat adegan kedatangan nya yang heroik untuk membuat kagum Sasuke, tapi sayang nya Sasuke tidak terlihat kagum sama sekali, tapi tidak apa dia akan menghajar si sampah Rank E ini, untuk melampiaskan kekesalannya soal kue itu.

"jadi apa kau sudah siap kalah?"

Shiho mengaktifkan Mark nya, muncul bola energi pink di telapak tangannya, sontak saja itu membuat Naruto terkejut, dia tidak tau apa-apa soal Mark Shiho, jadi ini akan jadi pertarungan yang tidak menentu, tapi apapun itu dia harus menang, Naruto menggenggam kuat pedang kayu nya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued..