Chapter: Sekolah Baru.


2 Februari

Namaku Naruto Namikaze. Umurku 16 tahun. Statusku masihlah seorang pelajar.

Aku dulu sekolah di SMA Fuji yang berada di Kota Haku dan hari ini aku pindah ke SMA Koi. Letak SMA Koi di Kota Otoko yang jaraknya 12 kilometer dari Kota Haku—tempat tinggalku.

Alasanku pindah itu hanya alasan pekerjaan doang. Ayahku bekerja di perusahaan kecil di Kota Otoko.

Ehem, kembali ke cerita... Sebagai murid pindahan, aku sendiri agak gelisah soal itu. Pasalnya, ya, aku ini orangnya sulit beradaptasi ketika berada di suasana baru. Aku bingung harus melakukan pada saat di kelas.

Tapi, okelah.

Aku akan coba belajar dengan baik disni dan semoga aku punya teman baik.

Aku menaiki satu per satu anak tangga sambil mengikuti guru wanita di depanku yang tak lama lagi akan menjadi wali kelasku. Aku masuk ke kelas 2B. Letak kelasku ada di lantai dua.

Beberapa menit berjalan akhirnya aku sampai pada tujuan. Tulisan angka-huruf '2B' terpasang di atas pintu ruangan—kelasku. Wali kelasku menyuruhku untuk di luar sementara dan aku akan masuk ketika dipanggil oleh beliau.

"Namikaze-san, silakan masuk."

Wali kelasku menuruhku masuk.

Huh, Oke.

Tarik napas.

Hembuskan.

Aku mulai masuk ke kelas.

Pertama, aku melewati pintu masuk. Lalu, yang medua, melewati beberapa bangku siswa barisan depan. Dan terakhir, ketiga, berhenti di dekat wali kelasku. Aku berdiri di sebelahnya dan mulai menghadap ke belakang kelas dan menatap seisi kelas yang sedang memandangiku.

Aku tiba - tiba menjadi gugup.

"Anak - anak, namanya Uzumaki Naruto. Mulai hari ini dia akan menjadi teman baru kalian. Tolong berteman baik dengannya, ya!"

Guru wali kelasku berbicara begitu.

Aku bisa mendengar bisik - bisik dan hal itu membuat perasaanku meledak. Aku langsung saja membungkukkan badan karena gugup, "Na-namaku Uzumaki Naruto. Mo-mohon bantuannya, semuanya!"

Ada yang tertawa dengan tingkahku. Hah, ini memalukan. Oke, tenang. Aku menegakkan kembali tubuhku. Aku melihat ada yang melambai - lambai kecil padaku dan aku balas juga.

"Hmm, ah!" Guru wali kelasku berseru sambil menunjuk, "Tempat dudukmu ada di sebelah sana, ya, Uzumaki-kun."

Aku melihat arah tunjukkan beliau dan melihat satu kursi kosong di belakang kelas. Sepertinya tempat itu akan menjadi tempat dudukku.

"Hai, sensei!"

Membungkuk kecil pada wali kelasku lalu berjalan ke tempat dudukku. Dalam perjalanan singkat menuju tempat duduk, aku disapa oleh siswa - siswa di dekatku.

"Hai, salam kenal."

"Salam kenal, namaku, Hiyori."

"Salam kenal, Uzumaki-kun."

"Sa-salam kenal juga."

Aku cuma bisa menyapa singkat mereka.

Sampai di tempat duduk, pertama meletakkan tasku di atas meja, lalu menarik kursi dan duduk setelahnya. Mengambil alat - alat tulis seperti buku, pensil, dan pulpen dan aku mulai bersiap mengikuti pelajaran pertamaku.

Dan pelajaran pun dimulai.


Next Chapter: Tetanggaku yang Aneh.