Fairy Tail © Hiro Mashima

Cerita 'Hanya Sesaat' ini hanya cerita fiktif belaka dibuat untuk kesenangan semata.


EdolasGuild Fairy Tail.

Mata coklatnya memandang kosong langit biru. Tanpa ada kilauan semangat.

Gadis pirang itu hanya diam, di dekat jendela. Orang didekatnya bingung.

"Lucy, ada apa?" tanya Mirajane khawatir, "kamu diam saja. Apa ada masalah?"

"Tidak ada apa-apa, kok. Aku baik-baik aja," jawab Lucy. Akan tetapi, intonasi nada yang terdengar datar itu tidak membuat Mirajane yakin kalau sahabatnya sedang baik-baik saja.

"Ta-tapi..."

Mirajane tetap memandang khawatir.

Sudah beberapa hari dia sering melihat temannya seperti ini. Sejak Edolas telah kehilangan energi sihirnya dan pulangnya 'teman-teman' mereka dunia asal mereka.

Mirajane mulai berhenti untuk mencari tahu tatkala Lucy memasang wajah sedih.

Lucy.

Mirajane menunduk sedih, ikut merasakan perasaan temannya.

Apa mungkin karena Natsu, Lucy?

Lalu, seseorang muncul.

"Lu-Lucy?"

Dia adalah seorang laki-laki dengan rambut merah muda tua runcing. Natsu Dragion, salah satu member Guild Fairy Tail Edolas.

"A-ada apa? Ke-kenapa kamu murung seperti itu?" Natsu memandang Lucy khawatir.

"He-hei, Natsu. Sepertinya Lu-Lucy sedang lagi badmood. Ha-hati-hati, nanti kau dihajar olehnya," Natsu diperingati oleh temannya, Gray, dan sontak membuat si Natsu berhenti.

"Be-benar."

*Twich!*

"Mou."

(Hah)

"Ya, sudahlah."

Lucy menghembus napas.

"Rasakan ini, kalian berdua!"

"Teknik 12 : Jembatan Retak Belakang."

"Teknik 28: Kunci Menyerang-Sudah-Sudah."

"Ampuuuun!"

Mirajane tersenyum melihat Natsu dan Gray ditekuk oleh Lucy. Tawanya hampir lolos. Hanya saja, itu tidak berselang lama ketika perasaan sedih itu muncul kembali di hati.

Mirajane tersenyum lirih, memandangi Lucy yang sedang menyiksa Natsu dan Gray

Lucy .


Beberapa hari kemudian...

"Aku pergi dulu," ucap si gadis pirang, lalu melenggang jauh dari pintu.

" Hai, hati-hati di jalan!" balas Mirajane tersenyum riang seperti biasa, tak luput dia melambaikan tangan pada Lucy yang menjauh dari Guild.

"Dia pergi lagi," ujar Juvia.

"Ya."

(Hah)

"A-aku harap Lu-Lucy bisa kembali seperti biasa," ujar Natsu.

Semua anggota Fairy Tail mengangguk setuju.

Mirajane tersenyum melihatnya.

Aku juga berharap begitu.


Hutan Edolas.

"Di sini lagi," ujar Lucy.

Dia berada di hutan yang lumayan lebat.

Hutan ini ada di luar wilayah kerajaan. Lucy sering datang ke sini. Setiap sore, sehabis menyelesaikan pekerjaan dari Guild.

Lucy terus menyusuri hutan, yang tentu dia hapal betul arah tujuannya—sampai di sebuah tebing.

Lucy kemudian berjalan mendekati tebing dan duduk di tepinya. Dia pun melakukan kegiatannya setiap harinya—menyaksikan sinar jingga mentari yang mulai tenggelam di ufuk barat.

Lucy menatap kosong. Tanpa ada keinginan. Tanpa ada kehidupan di bola matanya. Seolah hidupnya telah direngut.

"Natsu."

Lucy bergumam. Tatapan kosongnya berubah sendu. Lucy mulai memeluk kedua kakinya. Dia kesepian. Merindukan seseorang.

"Nyebelin."


Sudah berapa lama aku seperti ini, ya?

Aaa ... Mungkin sudah enam bulan. Sejak 'dia' kembali ke dunia asalnya. Sejak saat itu Lucy merasa aneh dengan dirinya. Dia merasa seperti kehilangan sesuatu—yang begitu berharga bagi dirinya, tapi dia tidak tahu apa itu. Hingga sampai akhirnya dia pun menyadarinya—perasaannya.

Cinta.

Perasaan hangat dan tulus, perasaan senang ketika berada di dekat seseorang. Ingin selalu bersama orang itu dan tidak ingin menjauh darinya.

Lucy tahu itu, dia mencintai seseorang.

Hanya saja...

Mengapa?

Lucy tidak mengerti mengapa dia harus memiliki perasaan ini. Ia ingat betul, dia dan orang yang disukainya itu hanya kenal sebentar saja. Lucy sama sekali tidak paham. Kenapa perasaan ini bisa tumbuh di hatinya?

Dan yang paling membuatnya kesal adalah mengapa perasaan sukanya muncul ketika orang yang disukainya sudah pergi dari dunia ini dan tidak akan ke sini lagi. Bagaimana caranya dia mengungkapkan perasaannya yang sudah tertimbun lama di hatinya?

Dia sudah tidak kuat menahannya; perasaan ini.

(Hiks)

"Natsu."

Kapan aku bisa bertemu denganmu?


"Ada apa ini? Kau sedang apa di sini, Lucy?"

Suara yang sangat familiar memasuki gendang telinganya. Suara yang mirip seperti milik temannya, hanya saja nadanya sangat berbeda. Lucy ingat betul siapa orang punya suara ini dan pemilik nada suara yang terdengar nyebelin itu.

"Natsu."

Lucy menoleh ke arah belakang—dan menemukan seorang laki-laki berambut merah muda tua runcing berdiri di sana.

Dia mirip dengan Natsu temannya, tapi yang membedakannya adalah gaya dan senyum ceria wajahnya. Benar, itu dia.

Dia adalah orang yang disukainya.

Natsu Dragneel.

"Yo," sapa Natsu, "lama tidak bertemu."

Natsu kemudian menatap Lucy lekat-lekat.

"Are? Kau menangis? Kenapa?"

"Baka."

Lucy tidak menyembunyikan wajah. Dia berusaha untuk tersenyum—bahagia, tapi dia juga tidak bisa menahan dirinya untuk menangis.

(Hiks)

Lucy berlari ke arah Natsu, dia kemudian memeluknya erat-erat dan tidak berniat untuk melepaskannya lagi.

Lucy meluapkan semua perasaanya. Dia menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan. Natsu hanya memberikan senyum lebarnya dan membiarkan Lucy menangis.

"Aku tidak ingin menjauh darimu, Natsu. Aku menyukaimu. Aku mencintaimu!"

Selesai


Catatan Penulis:

"Apa ini bisa disebut FanFiksi?" Pertanyaan ini sempat terlintas di benakku saat membentuk ide cerita. Awalnya, cerita ini akan sangat pendek. Sekitar 200 kata. Setara sama fiksi Drabble, tapi di luar dugaan bisa berkembang sampai 700 kata. Wow. Lucy di sini, Lucy Ashley, ya, bukan Lucy Heartfilia. Dia ini Lucy dari dunia lain. Tapi mau dia Lucy Ashley ataupun Lucy Heartfilia, mereka berdua couple terbaik Natsu. Cerita fiksi juga dibentuk karena kecocokan mereka. Plus, juga Lagu " Evidence by Daisy x Daisy " yang lagunya bagus banget, bikin feel ceritanya makin mantap. (Cobak deh dengerin lagunya, bagus lho)

Bagaimana menurut kalian ceritanya? Bagus nggak? Mohon penilaiannya. Aku memang tidak ahli dalam genre ini, tapi aku ingin tahu kualitas cerita fiksi ini karena aku membuatnya sepenuh hati. Kasih tau ya kalau ada yang kurang, seperti alurnya yang cepat, diksinya yang kurang, bahasa kaku, setting, dll. Kasih tau juga, ya, mana yang bagus. Hehe :D

Makasih udah baca.


Side Story :

"Lihat itu."

"Uwo-ho!"

Total enam orang bersembunyi di semak-semak—Natsu, Gray, Juvia, Cana, Mirajane, dan Elfman. Mereka semua sedang mengintip Lucy dan Natsu dari kejauhan.

"Akhirnya Lucy bisa bertemu dengan Natsu kembali," ujar Elfman.

"H-hei, Natsu, kau tidak masalah dengan ini?" tanya Gray.

"I-iya, tidak apa-apa. Aku lebih senang bisa melihat Lucy kembali normal lagi," jawab Natsu.

"Lucy kelihatannya bahagia sekali," celetuk Cana.

"Juvia tidak terlalu suka ini," ungkap Juvia.

"Syukurlah," Mirajane tersenyum.

Kenapa Natsu bisa ada di sini?

Itu karena sang Raja, Jellal atau Mystogan, mendapati energi sihir tersembunyi di bawah tanah negeri Edolas. Awalnya, Jellal terkejut, karena ia tidak menyangka energi sihir tersebut tidak ikut berpindah ke Earthland. Sang raja lalu menggunakan energi sihir tersebut untuk membuka Anima—yang dulunya dipakai untuk mencuri energi sihir dunia Earthland. Dan Jellal menggunakan Anima untuk menghubungkan Edolas dengan Eartland.

Syukurlah, Lucy.


—Yang terakhir itu, agak dipaksakan, sih, itu cerita tentang alasan mengapa Natsu bisa ada di Edolas, tapi, ya, tak apa. Aku juga nggak punya ide lain lagi. Ada sih satu ide lagi, cuman *hiks* yang itu terlalu sedih, aku tidak kuat membuatnya. Jadi, aku pilih ide ini saja.