DISCLAIMER
Haikyuu! is belongs to Haruichi Furudate

LIFE AT KARASUNO
©Longlive Author

Cerita-cerita ringan klub-klub voli di sekolah yang terinspirasi dari spin off Haikyuu Bu! Tidak menutup kemungkinan teman-teman pembaca akan menemukan beberapa istilah atau karakter dari series/ manga lainnya. Happy Reading 😊

Chapter 1 : Valentine di Klub Voli

Tanggal 14 Februari di SMA Karasuno. Bukan hal aneh jika hari ini banyak sekali terlihat siswi-siswi yang bergerombol di koridor. Sudah dapat dipastikan jika mereka sedang berusaha untuk memberikan cokelat atau manisan pada siswa-siswa yang mereka kagumi atau mereka sukai. Tidak hanya itu, beberapa siswa mengambil inisiatif untuk menyelipkan surat cinta atau cokelat mereka di loker sepatu orang yang mereka sukai agar identitas mereka sebagai "pengagum rahasia" tidak terbongkar.

Sementara itu ditengah hingar bingar suasana Valentine. Hinata Shoyo, lelaki berambut oranye terang itu sudah memeriksa loker sepatunya untuk kelima kalinya seharian ini. Dia menatap sebal lokernya sembari menyodok-nyodok barang-barang di lokernya. Tidak ada satu surat atau cokelat pun yang ia temukan. Ia sudah mengeceknya sejak pagi, jam makan siang, dan juga jam pulang sekolah.

"Heh, Hinata boke! Apa yang kau lakukan?" Hinata terperanjat kaget melihat Kageyama sudah berdiri di belakangnya sambal menyeruput sekotak yogurt.

"Erghh, diam kau Kageyama, kau tidak perlu tahu urusan orang!" Jawab Hinata ketus, setengah malu karena terciduk sedang mengobrak-abrik loker sepatunya.

"Jangan bilang kau berharap mendapatkan surat cinta di loker sepatu mu?" Tanya Kageyama menahan tawa keji.

"T—tidak! Sialan kau Kegayama! Aku akan ke ruangan klub sekarang!" Hinata berbalik dan berjalan cepat menuju ruangan klub di bagian belakang sekolah.

"Tunggu Hinata sialan!" Teriak Kageyama, dan mereka berakhir lomba lari ke ruangan klub voli.

Tap..tap..tap…

BRUAGHH!

"AKU DULUAN YANG SAMPAI!"

"AKU DULUAN, HINATA BOKE!"

Mereka berdua hampir-hampir menendang pintu dan tertahan disitu karena keduanya berusaha masuk bersamaan.

"Hinata! Kageyama! Kalian masuk yang benar!" Teriak Daichi.

"Seperti biasa, badai kedua selain Nishinoya! Sama ributnya!" Ujar Enoshita di pojokan yang baru saja mengganti bajunya menjadi baju latihan.

"HOOOOIIIII! HENTIKAN KALIAN BERDUA!"

Nishinoya yang baru saja disebut datang diikuti dengan Tanaka dibelakangnya. Si Super Libero itu menubruk Hinata dan Kageyama yang menghalagi jalan masuk hingga mereka berdua jatuh terjerembap kedepan. Daichi memicingkan mata sudah lelah dengan kelakuan teman-teman se-tim nya itu.

"Karena kita berdua masuk bersamaan, jadi kita seri." Ujar Kageyama.

"Baiklah kalau begitu." Hinata menjawab sebal sambil melepaskan tasnya yang posisinya sudah tidak beraturan.

"Sudahlah kalian ini…" Tegur Suga santai. Ia juga sudah mengganti seragamnya dengan baju latihan.

"Osu!"

"Osu!"

Tanaka dan Nishinoya masuk kedalam ruangan klub dengan muka berseri-seri seperti mereka baru saja mendapatkan nilai ujian tanpa remedial.

"Oi, kalian kenapa?" Tanya Suga kepada kedua adik tingkatnya yang ajaib ini.

"Suga-san hari ini hari ini Valentine. Kami tentu saja akan memberikan cokelat kepada Kiyoko-san!" Jawab Tanaka. Ia mengeluarkan sebuah bungkusan dari tas nya.

"Aku dan Ryu, akan memberikan cokelat special untuk Kiyoko-san. Aku dan Ryu begadang membuat cokelat ini kemarin malam." Sambung Nishinoya dengan bangga.

Ia pun mengeluarkan bungkusan yang sama seperti Tanaka kemudian membukanya. Nishinoya membuat cokelat berwarna pink mencolok berbentuk hati yang sedikit penyok karena disimpan di tas terlalu lama. Sedangkan cokelat milik Tanaka adalah cokelat berbentuk bulat dengan potongan-potongan stroberi yang dicetak membentuk hati, namun lebih banyak yang tidak berbentuk sehingga menyerupai potongan random.

"Whoaaa….keren sekali" ujan Hinata berbinar.

"Iya kan? Iya kan?" Gumam Tanaka.

Asahi mendekat dan melihat cokelat milik Nishinoya dengan serius.

"Apa kau yakin tidak menambahkan pewarna makanan terlalu banyak ke cokelatnya Nishinoya? Ini Pink sekali!" Ujar Asahi khawatir.

"Bukankah biasanya para gadis yang lebih sering memberikan cokelat ya?" Kata Suga.

"Ini adalah bentuk dedikasi kami kepada Kiyoko-san karena Kiyoko-san selalu membantu kami selama ini." Jawab Nishinoya tersenyum lebar.

"Kalian harusnya tidak usah melakukan itu, Shimizu tidak terlalu sering makan makanan manis." Kata Daichi langsung mematahkan semangat Tanaka dan Nishinoya.

"Kau seharusnya tidak perlu berkata begitu Daichi-san, lihat mereka langsung lemas." Kata Kinoshita.

"Memangnya Tanaka-san dan Nishinoya-san tidak mendapatkan cokelat dari seseorang?" Kageyama bertanya dengan santai seusai ia mengganti baju. Tanaka dan Nishinoya terdiam. Kinoshita, Enoshita, dan Narita tertawa berbarengan. Mereka tau, sebenarnya seharian ini Tanaka dan Nishinoya juga bolak-balik mengecek loker sepatu sepeti Hinata. Namun hasilnya Nihil.

"Haaa, jadi yang tidak mendapatkan cokelat hari ini tidak hanya aku!" Ujar Hinata senang. Wajah Tanaka dan Nishinoya memerah seperti kepiting rebus.

"Hahaha, kasihan sekali, sudahlah.." Ujar Suga setengah tertawa.

"Memangnya Suga-san mendapatkan cokelat?" Balas Tanaka.

"Eits! Jangan remehkan kakak kelasmu ini! Begini juga ternyata ada yang kagum padaku loh!" Suga membuka tasnya yang berisi beberapa bungkus cokelat imut.

"Ini tidak adil! Apa Daichi-san dapat juga?" Tanya Tanaka cemberut.

"Di dapat cokelat dari Michimiya, kapten voli perempuan." Jawab Suga iseng. Daichi tersipu.

Nishinoya kemudian menatap tajam Asahi membuatnya menjadi grogi.

"Bagaimana dengan mu Asahi-san?" Tanya Nishinoya cekatan.

"Err—ya.. begitulah." Jawab Asahi menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Asahi mendapatkan banyak cokelat, karena dia sering membantu terutama para gadis." Sabet Suga semangat.

"Ehh— tidak sebanyak itu kok, itu cuma ucapan terima kasih saja." Asahi merasa malu.

"AAAARHHH, kapan aku bisa jadi popular dikalang para gadis.." Ujar Nishinoya frustasi. Merebahkan badannya ke lantai.

"Bagaimana denganmu Kageyama, apa kau dapat cokelat?" Tanya Suga.

"Hmm…aku tidak begitu makan makanan manis karena aku menjaga berat badanku, jadi aku tidak menerima cokelat yang orang-orang berikan." Jawab Kageyama tanpa dosa, membuat yang lainnya terdiam sebal.

"Aku tidak tau itu apakah tidak peka atau bodoh Kageyama-kun." Kata Hinata.

"Hah, apa kau bilang?!" Sebelum terjadi pertengkaran lain, dua orang lain baru saja masuk dari pintu.

"OSU!"

"OSU!"

Tsukishima dan Yamaguchi baru saja datang masih menggunakan seragam lengkap.

"Maaf kami sedikit terlambat." Ujar Tsukishima.

"Osu! Tidak apa-apa kami juga masih ada disini."

Tsukishima berjalan masuk dan bergegas hendak mengganti bajunya. Namun Yamaguchi berhenti sebentar di ambang pintu. Ia menunduk seperti memperhatikan sesuatu. Ada sebuah surat tak jauh dari tong sampah di sebelah pintu klub voli.

"Apa ini?" Yamaguchi mengambil kertas itu. Ternyata itu adalah amplop berwarna pink dengan tulisan tangan bertuliskan,

"Untuk Tsukishima Kei, anggota Klub Voli."

Hening. Ruangan Klub Voli itu benar-benar hening. Bahkan orang yang ditujukan surat itu pun terdiam menghentikan aktifitasnya.

"HAAAAHHHH?!"

Tampaknya Tanaka, Nishinoya, dan Hinata adalah orang yang paling tidak terima ada surat yang di duga surat cinta untuk Tsukishima.

"Surat apa itu Yamaguchi? Coba bacakan, haha" Kata Suga. Tsukishima tampak tidak peduli meskipun ia masih ikut memperhatikan. Yamaguchi membuka surat itu dan membacakannya.

Untuk Tsukishima Kei dari klub Voli.

Aku pertama kali melihatmu di upacara pembukan murid baru, dan kedua kalinya Ketika masing-masing klub memperkenalkan anggota barunya. Sejak itu aku selalu mencarimu dan memperhatikanmu. Setiap pulang sekolah kau sering latihan Bersama klub voli dan aku beberapa kali melihatmu latihan. Bagiku, melihatmu bersama teman-teman se-tim mu dan ikut pertandingan voli, itu benar-benar keren! Aku harap suatu hari, aku bisa berbicara dengan mu!

Pengagum Rahasiamu 3

"HAAAAHHHH TIDAAAAK ADIIIILLLLL" Teriak Nishinoya.

"Sialan, bagaimana bisa Tsukishima orang paling cuek dan meyebalkan bisa punya pengagum Rahasia? Kupikir dia adalah tipe lelaki yang akan dijauhi para gadis sampai dia umur 35 tahun." Timpal Hinata.

"Mana aku tahu!" Jawab Tsukishima masih terlihat tidak peduli meskipun ada sedikit sekali rona merah dipipinya.

"Sejujurnya, akupun kaget." Ujar Daichi.

Konon katanya sampai saat ini surat itu masih ada di ruangan Klub Voli. Mereka memajangnya sebagai bahan lelucon karena Tsukishima tidak mau membawanya pulang, dan sampai sekarang mereka masih tidah tahu siapa yang mengirimkan surat itu.

-Fin-