DISCLAIMER
Haikyuu! is belongs to Haruichi Furudate

LIFE AT KARASUNO
©Longlive Author

Cerita-cerita ringan klub-klub voli di sekolah yang terinspirasi dari spin off Haikyuu Bu! Tidak menutup kemungkinan teman-teman pembaca akan menemukan beberapa istilah atau karakter dari series/ manga lainnya. Happy Reading ?

Chapter 2 : Mencari Penggemar Rahasia Tsukishima

Menjelang Inter-High Klub Voli Karasuno semakin sering mengadakan latihan di setiap pulang sekolah dan juga di hari Sabtu. Mereka benar-benar serius latihan setelah kalah dari Aoba Johsai musim lalu. Di hari-hari yang cerah mereka akan berlari menaiki "Heart Break-Hill". Jalanan mendaki tak jauh dari SMA Karasuno yang membuat sebagian besar dari mereka kahabisan napas. Tapi tentu saja tidak bagi si Duo Aneh dari Karasuno. Jika Enoshita dan Narita tidak menyetop mereka di garis finish, mereka akan terus berlari hingga stasiun Miyagi.

"Sudah cukup, kalian jangan berlari lagi!" Ujar Enoshita menahan tangan mereka berdua.

"Aku duluan yang di tangkap Enoshita-san!" Ujar Hinata.

"Tidak, aku duluan yang di tangkap!" Balas Kageyama.

"Huh… selalu saja begini." Kata Narita membuang napas panjang. Sedangkan yang lainnya terlihat sudah sangat biasa dengan pertengkaran Kageyama dan Hinata, kecuali satu orang. Tentu saja orang itu adalah Tsukishima. Ia tampak memicingkan mata berkali-kali melihat kelakuan Duo Aneh yang selalu tidak mau kalah satu sama lain.

"Semuanya! Ayo kita Kembali ke lapangan." Ujar Daichi.

Akhirnya mereka berjalan beramai-ramai ke aula olah raga. Di hari sabtu yang cerah ini ternyata tidak hanya Klub Voli yang tengah melakukan kegiatan. Sebagian besar kegiatan klub emamng dilaksanakan di hari Sabtu. Di lapangan outdoor, ada tim Soft Ball dan juga tim Sepak Bola. Sayup-sayup juga terdengar suara alunan musik dan paduan suara dari ruangan di lantai atas.

"Hoh hoooyyyy, hari ini aku akan menerima Jump Servis lebih banyaak!" Teriak Nishinoya ketika mereka masuk ke dalam aula.

"Oy jangan melompat seperti itu Nishinoya, kau bisa cedera jika terjatuh dan terkilir." Ujar Suga yang melihat Nishinoya berlari dengan rusuh menuju menuju container bola.

"Eh, apa itu?" Nishinoya berhenti dan berjalan menuju bangku panjang disisi lapangan. Ada sesuatu Nampak seperti buku tergeletak begitu saja disana.

"Hee? Majalah?" Nishinoya mengambil buku majalah itu.

"Ada apa Noya-san?" Tanya Tanaka menghampirinya.

"Kenapa ada majalah disini?" Tanya Nishinoya. Tak lama yang lainnya pun berkerumun melihat majalah yang ditemukan Nishinoya. Ternyata itu adalah majalah musik impor bulanan terbaru. Terlihat masih disegel dan ada sebuah note kecil di bagian belakang majalah itu.

'Untuk Tsukishima Kei'

"HEEE?" Mereka kaget.

"Untuk Tsukki?" Tanya Yamaguchi yang tak kalah heboh kagetnya.

"Ho, ini majalah mahal." Ujar Asahi.

"Kau tahu dari mana Asahi?" Tanya Suga

"Aku sering ke toko buku untuk membeli majalah Fashion dan aku sering melihat majalah ini dan selalu dipajang di etalase Best Seller Magazine." Jawab Asahi.

"Tangkap Tsukishima!" Nishinoya melemparkan majalah itu ke Tsukishima.

"Dari siapa?" Tsukishima mencoba membolak-balik kertas note yang tertempel di majalah itu, namun tidak menemukan siapa yang memberikan majalah itu.

"Apa jangan-jangan yang memberikan majalah itu adalah penggemar rahasia yang sama yang mengirimi Tsukishima surat cinta ketika Valentine?" Tanaka mengusap-ngusap dagunya.

"Hahaha bisa jadi." Daichi tertawa, tidak menyangka jika anggota timnya yang paling judes ini benar-benar mempunyai penggemar rahasia.

"Ano, tapi bagaimana si penggemar rahasia itu bisa masuk kemari? Daichi-san mengambil kunci dan membuka lapangan jam 7 pagi, kemudian kita lari pagi dan Kembali lagi kesini. Apa si penggemar rahasia Tsukishima itu datang ketika kita sedang lari tadi?" Tanya Hinata.

"Benar juga, tadi aku kemari untuk menyimpan beberapa barang. Aku tidak ingat ada majalah itu bangku." Ujar Yachi

"Hmm, berarti si penggemar rahasia juga tahu jadwal latihan Klub Voli." Sambung Tanaka.

"Eh?! Apa artinya Tsukki diikuti stalker?" Jerit Yamaguchi panik.

"Berisik Yamaguchi!" Timpal Tsukishima.

JEDUG…JEDUG…JEDUG…

"Aku sebenarnya tidak mengerti kenapa bisa ada yang menjadi penggemar si Kaca mata. Dia sangat judes dan juga tidak banyak bergaul dengan orang, Tsukishima juga orang yang pelit ilmu." Kata Kageyama tanpa perasaan. Alih-alih masih penasaran dengan majalah misterius itu. Ia sudah bersiap untuk melakukan Servis.

Kening Tsukishima mengernyit mendengar kata-kata kageyama.

"Haha, Kageyama benar-benar dingin." Kata Asahi.

"Dingin sekali!" Sambung Nishinoya.

Meski terlihat biasa saja, sebenarnya Tsukishima sedikit memikirkan siapa si penggemar rahasia itu. Tidak jelas apakah yang ia rasakan itu terganggu atau ngeri. Karena dipikir-pikir si bocah Hinata dan Tanaka ada benarnya juga. Berarti si penggemar rahasia itu sudah tahu jadwal latihan Klub Voli. Bukan cuma itu, sudah sebulan lalu sejak Tsukishima mendapatkan surat cinta ketika Valentine. Bahkan anak-anak klub masih memajangnya di ruangan klub sebagai bahan lelucon. Tapi apakah mereka benar-benar orang yang sama?

Sesampainya Tsukishima dirumah ia langsung membersihkan diri dan makan malam. Setelah ia dikamar baru penasaran itu muncul lagi. Pada akhirnya Tsukisihima membawa majalah itu setelah Tanaka-san memaksanya. Ia keluarkan majalah itu dan mencabut note yang tertempel pada bungkusannya.

"Untuk Tsukishima Kei"

Tulisannya rapi dan kecil, khas tulisan perempuan. Tetap saja ia tidak kepikiran siapa yang mengirimnya. Tsukishima membuka bungkusannya dan mulai membuka-buka halaman majalah. Cover majalah itu ada Bee Gees, band legendaris Australia yang secara kebetulan adalah salah satu kesukaan Tsukishima. Majalah it berisi foto-foto ekslusif di masa ketenaran Bee Gees. Ia juga mendapatkan Post Card spesial yang diselipkan di bagian akhir majalah.

"Sial, majalahnya bagus sekali." Umpatnya makin dibuat bingung Tsukishima dengan si penggemar rahasia ini. Masalahnya ia sampai tahu jika Tsukishima menyukai musik. Namun tiba-tiba Tsukishima dihinggapi perasaan ngeri. Apa jangan-jangan dia benar-benar diikuti stalker?

Tsukishima berdiri dari tempat tidurnya dan melihat keluar dari jendela kamarnya, memastikan tidak ada siapapun dibalik tiang lampu jalan atau pepohonan.

"Ini konyol sekali." Ujar Tsukishima menutup gorden kamarnya.

Di hari Senin, seperti biasa sepulang sekolah Klub Voli mengadakan latihan. Tampaknya Tsukishima dan Yamaguchi adalah yang terakhir datang.

"Ciss!" Sapa Tsukishima dan Yamaguchi

"Ciss!"

"Ano, ada apa dengan Tanaka-san dan Hinata? Kami bertemu dibawah dan mereka seperti menunggu seseorang." Tanya Yamaguchi.

"Mereka bersikeras untuk mencari tahu siapa penggemar rahasia Tsukishima dan berusaha menangkap basah kalau-kalau si penggemar rahasia memberikan lagi hadiah." Jawab Daichi sedang bersiap siap menggunakan sepatu.

"Ah mereka datang paling awal untuk berjaga-jaga. Tidak cuma Tanaka dan Hinata, Kageyama dan Nishinoya juga sudah ada di lapangan untuk melihat jika ada yang masuk lagi ke lapangan.

"Idiot sekali." Ujar Tsukishima.

Akhirnya mereka semua turun menuju lapangan. Namun baru saja mereka turun tangga, mereka melihat Tanaka dan Hinata berlari melewati mereka kearah bagian belakang aula.

"Oi Tanaka ada apa?" Tanya Suga mengehentikan Tanaka yang berlari. Sedangkan Hinata berlari terus hingga tidak terkejar.

"Kami menemukan si penggemar rahasia." Ujar Tanaka, Tanaka mengasongkan setangkai bunga dan juga note kecil bertuliskan :

"Semangat Tsukshima!"

"Apa?!" Semuanya kaget.

"Kita harus mengikuti Hinata sekarang!" Tidak tunggu lama Tanaka langsung berlari lagi diikuti anggot klub yang lain. Terlihat Hinata masih berlari menuju bagian belakang gedung aula. Kemudian ia terlihat melambat dan berhenti.

"Bagaimana Hinata, apa kau menemukannya?" Tanya Tanaka.

"Eh?"

Mereka berhenti di bagian belakan gedung dimana biasanya barang-barang tak terpakai akan disimpan disitu. Namun apa yang mereka melihat benar-benar membuat mereka tidak bisa berbicara lagi.

"Errr, Hinata, Tanaka, apa benar kalian melihat seseorang?" Tanya Daichi, terlihat khawatir dari raut wajahnya.

"Aku bersumpah tadi melihat seorang siswi menyimpan sesuatu di dekat pintu masuk aula. Iya kan, Tanaka-san, kau juga melihat nya kan?" Ujar Hinata membela diri. Dia tidak mau dianggap mengkhayal.

"Tapi kenapa disini hanya ada—kucing?" Tanya Asahi. Mereka hanya melihat kucing berwarna oranye sedang berdiri menatap balik mereka diantara kursi-kursi tidak terpakai.

"Aneh sekali." Ujar Tanaka.

"Ini menyeramkan." Kata Yamaguchi.

"Berisik Yamaguchi. Lagipula sepertinya Hinata sedang berkhayal atau mungkin sedang kekurangan kadar gula." Timpal Tsukishima ketus.

"Tidak, aku tidak berkhayal." Ujar Hinata.

"Tapi ini jalan buntu, tidak ada siapa-siapa lagi disini." Kata Suga.

Pada akhirnya mereka tidak tahu siapa penggemar rahasia Tsukishima. Surat-surat dan hadiah itu berhenti datang. Namun dalam kurun waktu dua bulan sekali, atau tiga bulan sekali. Konon Tsukishima masih menemukan surat-surat misterius di loker sepatu nya.

-fin-