Disclaimer : I don't own Gakuen Alice

Tanpa Kusadari

oleh : sakuraaimier...

Chapter sebelumnya...

"aku…" ucapnya sambil terisak isak," a.. aku akan pindah dari sini…"

Aku terdiam. Pindah? Dia akan pindah? Dari desa ini? Kenapa? kenapa? kenapa dia bisa pindah dari sini? KENAPA HAL INI BISA TERJADI PADAKU? KENAPA AKU HARUS KEHILANGAN ORANG YANG kusayangi?

Chapter 2

"Nat..." panggil Mi dari depan pintu rumahku. di dekatnya, ada mobil hitam mewah yang menantinya. Aku terdiam menatap wajahnya. Yah... dia benar benar akan pergi. Pergi meninggalkanku di sini.

"Nat..." panggilnya lagi dan aku menjawabnya dengan 'hn'-ku yang khas sehingga dia sadar kalau aku mendengarnya. Tapi... sepertinya dia tidak sadar kalau aku selalu mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya itu.

"Maukah kau mengingatku?" tanyanya.

Hah? hei... jelas saja aku akan selalu mengingatnya. Apa dia itu terlalu bodoh sehingga dia berpikir kalau aku mungkin saja melupakannya.

"Nat, kumohon..." pintanya. Aku menatap dirinya. Gadis kecil dengan baju terusan warna putih yang jatuh mencapai lututnya dan dia memakai sendal putih polos favoritnya. Disisi sebelah kiri kepalanya terlihat jepitan rambut bunga pink yang bercampur dengan yang putih. Di dadanya terlihat liontin kucing yang bewarna putih. Dia begitu imut di mataku. dan tiba tiba saja, wajahku menghangat ketika sadar tentang apa yang baru saja aku pikirkan tentangnya.

"Nat..." ugh... aku benar benar terganggu dengan panggilan innocent-nya dan suaranya yang begitu mirip seperti suara bidadari (oh.. natsume, aku yakin kau tidak bermaksud untuk itu). dia begitu sempurna dan aku masih ingat bagaimana suaranya yang bening menyanyi di pepohonan yang tenang. aku sudah tidak sabar memberitahunya kalau aku tidak akan melupakannya.

"Buat aku tidak melupakanmu," ucapku dengan nada yang dingin padanya. ugh... aku melakukannya lagi padanya. semoga dia tidak membenci sikapku yang dingin ini (yang tak mau berjalan sesuai dengan yang kuinginkan).

dia berjalan mendekatiku dengan tangannya yang berada di dalam saku bajunya itu. huh? sedang apa dia? aku benar benar penasaran dengan sesuatu yang tampaknya ia sembunyikan dari balik bajunya itu.

ya... aku sangat penasaran. tiba tiba saja dia memegang tanganku dan kemudian ...

mengecup pipiku..

lalu aku merasakan seluruh badanku menjadi hangat kecuali tangan kananku yang baru saja dipegang Mi dengan anehnya terasa dingin. sangat dingin.

"Nah... bagaimana sekarang? apa kau akan selalu mengingatku?" tanyanya polos. aku mengangguk pelan. kejadian ini akan membuatku selalu mengingatnya gara gara kecupan manisnya itu(Natsume memerah ketika memikirkan kata kata itu)

"Bagus..." ucapnya senang," dan aku tidak akan melupakanmu. Lagipula... aku kan punya liontin yang sepasang denganmu"

huh... liontin? aku langsung membuka tanganku yang dingin tersebut. di sana aku melihat liontin kucing bewarna hitam. aku tersenyum kecil melihatnya. lalu, aku memandang Mi yang sedang memakaikan liontin yang mirip dengan yang ia berikan, hanya saja warnanya putih seperti auranya.

aku berjalan mendekati dirinya yang kini telah selesai memakaikan kalung itu dan kemudian langsung mengecup pipinya," Ini balasanku yang tadi"

Mi tersenyum lebar dan mengangguk. dia kemudian masuk ke dalam mobil dan kemudian menoleh padaku sambil berteriak kencang.

"AKU TAKKAN MELUPAKANMU, NAT"

mobil hitam tersebut berjalan menjauhi rumahku dan dia terus meneriakkan kata itu berulang ulang.

"AKU JUGA" teriakku.

Kami takkan saling melupakan. kami punya kenangan yang mustahil dan terhapuskan. aku memegang pipiku yang sebelumnya adalah tempat di mana Mi mengecupku. Aku senang sekali mengingatnya walaupun dalam hati aku sangat sedih karena dia pergi sebelum aku mengucapkan empat patah kata yang selalu tersimpan di dalam hatiku

end POV