Title : Die, Decay and Vanish

Author : Ulqui Schiffer / Seiran Akari / Cielo Vespertilio

DoC : Sunday, August 9th , 2009

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rating : 13+

Characters :

Zeno © Ulqui Schiffer

Claire Villian Reisvoust © Oza Hoshikami

Sterne Millicent Novadion © tamachama

Author's Note : Nyaaan, ini proyek ketiga tanggal 8 Agustus 2009. Ini berdasarkan FRP yang Future XD. Capek mengetiknya, lebih memilih tulis tangan ini mah.. *Dibacok* XD. Kalau bisa, bacanya sambil dengerin lagu 'Fallin In Love' by J-Rocks. Okeeey? Jangan lupa komentar, kritik dan sarannya. X3

Chapter 1.

I decided to hide facts. Deleting my family name and transformed into another person. Since childhood, I have been awesome at pretending, hiding feelings etc. It seems I felt relieved on surface. Deep in my little heart, I feel much despair. My only hope is a bright light illuminating through my body and soul. Don't know.. I'm waiting patiently but that thing didn't even get closer to me. My only family, my parents have just passed away in a ridiculous accident. What remains for me is L-O-N-E-L-I-N-E-S-S... If only I have that light...

Cowok populer di sekolah, Zeno lagi-lagi menjadi pusat perhatian. Ia baru saja meletakan beberapa tangkai bunga dalam vas kelas. Para cewek penggemarnya langsung bertaburan di sekitarnya bagai bintang. Bagi Zeno mereka sangat kecil jika dibandingkan dengan matahari.

Zeno memang populer, bahkan semenjak hari pertamanya bersekolah. Seluruh angkatan mulai dari kelas 10-12 langsung mengnalnya. Tak mungkin ada seorang cewek pun yang tidak mengetahuinya.

Guru? Bahkan Zeno lebih terkenal lagi di kalangan guru. Murid kelas 11 ini sudah terkenal dari kelas 10 sebagai biang kerok penyebab pingsannya murid-murid cewek akibat tutur halus mulutnya dan juga sebagai pemecah rekor pingsan dalam setahun. Zeno terlalu sering membaca buku sambil berjalan sehingga sering menjadi korban peristiwa berdarah. Sering sekali ia terlempar bola, terguyur air, kesandung, tertiban orang lain, terlempar sampah, menabrak orang/tembok/pohon dsb. Dia memang telah hafal denah sekolah, seluruhnya namun tetap saja hal seperti itu terjadi.

Tanggal 28 Oktober 20xx. Bel berbunyi tanda sekolah telah usai. Murid-murid berhamburan menuju kendaraan mereka. Ada pula siswa nyentrik yang mengendarai sebuah mobile suit untuk ke pergi sekolah. Zeno belum pulang, dia sudah berjanji pada tukang kebun untuk membantu menyiram bunga di rumah kaca di halaman belakang. Kebiasaan buruk Zeno kumat, dia tidak sengaja tersandung tas dan jatuh tepat mengenai kepalanya. Hasilnya ia pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan.

Stein, begitulah guru ini dipanggil, dialah yang dilihat Zeno pertama kali. Zeno panik ketika si kecil berbunyi tik-tok-tik-tok-nya menunjukan pukul 5 sore. Dengan demikian, cowok berambut silver alami ini bergegas berlari menuju rumah kaca secepat yang ia bisa.

"WOI ZENO! Kau tuh baru jatuh!" ujar Stein mengkhawatirkan kesehatan Zeno.

Namun, cowok bandel itu hanya menggerakan tangannya seolah mengatakan tidak apa-apa. "No problem!" sosoknya menghilang di balik dinding.

"Cih... Kalau dia kenapa-napa, kuhukum dia push up 5 seri" lontar Stein kesal dan khawatir akan keadaan murid berandalnya yang satu itu.

Setibanya di rumah kaca, nafas Zeno sudah tersengal-sengal. Bayangkan, 4 pintu sekolah telah ditutup sehingga ia harus mencari sang penjaga sekolah yang entah keberadaannya dimana. Dalam rumah kaca itu, dilihatnya seorang siswi sedang menyiram bunga-bunga dengan elegannya. Siswi itu juga memberikan pupuk-entah-merek-apa kepada bunga-bunga tersebut. Zeno hanya berdiri terpaku, terpesona memperhatikannya dari balik tembok. Saat cahaya matahari sore menyorot wajah siswi itu, wajahnya berkilauan bak seorang malaikat yang turun ke bumi bagi Zeno. Zeno merasakan suatu perasaan aneh dalam dirinya, jantungnya berdegup kecang dan ia merasa sedikit sulit bernafas.

What is this? Where is it coming from? When is it here? Who caused it? How is it happening? I can't think, but I have to comprehend this matter. El.. Ou.. Vi.. I.. ? L-O-V-E ? This is called love? How do I overcome it? Ah, I feel dizzy. Do you see ducklings walking around my head?

Zeno langsung berlari pulang. Dia benar-benar bingung. Siapa gadis itu? Masalahnya sekarang, apakah Zeno jatuh cinta pada pandangan pertama? Pokoknya ia harus mencari informasi tentang gadis itu.

Setelah 2 hari melakukan pencaharian, dengan menanyai teman-teman sesekolahan, mengobservasi seperti stalker, diam-diam menyelinap dan mencari di internet. Banyak sekali informasi yang diperoleh Zeno. Menyelesaikan suatu perkara dengan usaha keras dan semaksimal mungkin memang membuahkan hasil yang memuaskan. Hal yang paling disukai Zeno dari gadis itu adalah namanya, Claire. Hal yang dibenci Zeno dari Claire juga namanya, namun nama keluarganya, Reisvoust..

Fate is toying me around. It made me fall in love with a girl from the same family. Even though that girl and I don't have any blood relation..

Tanggal 22 November 20xx, perjuangan Zeno untuk eksis dan mendapatkan perhatian Claire sudah berjalan hampir sebulan. Banyak sekali yang telah diperjuangkan Zeno. Mulai dari prestasi akademik, sosial, bahkan olahraga yang ia tidak sukai. Bulan November ini, Zeno sering membolos pelajaran hanya untuk mengikuti kelas kimia yang diikuti Claire.

Nilai-nilaiku bagus, semua orang senang denganku, apa pendapat Claire ya?... Aku berhasil menjadi ketua OSIS, aku juga telah melaksanakan tugas-tugasku sebagai ketua OSIS dengan baik dan benar, bagaimana Claire memandangku ya?... Aku sering bermain basket di kapangan hanya karena Claire selalu melihat keluar dari lantai 3 sebelum ia pulang, apa Claire melihatku?...

Akhirnya setelah perjuangan keras dan drastis tersebut, Zeno yang sedang asyik merawat bunga di rumah kaca, dihampiri oleh Claire. Claire berjongkok di sebelah kiri Zeno dan memegang setangkai bunga tanpa mencabutnya.

"Kau sering ke sini? Membantu merawat bunga?" kata Claire sambil memandangi bunga yang ia pegang.

"Eh!? Ah, iya.. Aku cinta bunga" balas Zeno sambil tersenyum, ini pertama kalinya Claire menyapanya.

"Ohh..." Claire menatap Zeno lekat-lekat. " Tak kusangka anak tukang kebun sangat tampan dan mampu bersekolah di sini" untar Claire polos dan tanpa rasa berasalah.

'DHUAR!' Zeno kaget bahwa Claire menyangka dirinya adalah seorang anak dari tukang kebun sekolah, mungkin akibat ia sering nongkrong di tempat itu. "Aku bukan anak tukang kebun, hanya sering membantu di sini"

Claire kaget dan menatapi mata biru Zeno. " Oh maaf... Haha..." Claire tertawa kecil. "Namaku Claire Villian Reisvoust, kau?" Claire tersenyum lagi.

"Ze.. Zeno" Zeno kebingungan karena Claire tak mengenalnya. Harusnya seluruh siswi di sana mengenalnya.

Wajah Claire langsung menampakan kekagetan. "Ketua OSIS itu ya? Yang suka main basket waktu pulang? Juga yang memecahkan rekor pingsan dalam setahun?" ucap Claire terus-menerus. "Kau tampak berbeda di sini. Di jam sekolah kau tampak sangat angkuh tetapi bila di sini, kau tampak sangat hangat dan ramah" Claire tersenyum lagi, senyumannya, ahh...

"Claire-Oujousama!" Seorang laki-laki sekitar berumur 20 tahunan memanggil Claire. Dari cara ia memanggil Claire, sepertinya lapria itu adalah pelayan Claire.

Claire berdiri dan berjalan keluar. "Sampai jumpa lagi, Zeno" ia pun meninggalkan Zeno sendiri bersama bunga-bunga gloxinia.

Dia memandangku, dia mengenaliku.. Terlebih lagi, ia memujiku tampan.. Hei.. bunga-bunga gloxinia.. Kalian benar-benar melambangkan love at first sight..

Zeno hanya memandangi bunga-bunga tersebut dengan perasaan hangat. Claire.. Memandangnya...

She sure is my sun. The light which is given to me from heaven above. The light which is illuminating through my body and soul. If I haven't ever meet her, I will surely die, decay and vanish..

THE END