Huff…..akhirnya bisa juga update cerita crossover aneh ini, setelah beberapa hari/minggu ga update…XD, otak lagi tau knapa…ga bsa menghasilkan ide untuk meneruskan cerita-cerita yg sudah ada, malahan munculnya ide-ide cerita baru….tapi tentu aja ngga akan saya tulis, soalnya ntar malah ga beres semua lagi -_-…ok, selamat membaca!

Disclaimer: YGO dan Harvest moon beserta seluruh character di sini bukan milikku!

Next! Chapter 2!

-YAMI's P.O.V-

Gadis yang bernama Claire ini menuntun jalanku menuju sebuah klinik, setelah melihat tanda 'klinik' yang berarti itu adalah klinik (ngomongnya muter-muter ya? -_-;) aku segera berlari ke dalam sana. Begitu berada di dalam, aku melihat seorang suster berambut pendek dan bewarna coklat, dia menatapku kaget karena pintu klinik kubuka agak keras.

"Hey, tolong buka pintunya pelan-pelan…" kata gadis tersebut. Dia tampak tenang dan ramah, tapi akibat perbuatanku tadi, raut mukanya agak kesal.

"maafkan aku, apa ada seseorang yang dirawat di klinik ini?" tanyaku brusaha untuk sopan. Kemudian dia menatapku,

"iya, benar….ngomong-ngomong, apa kamu penghuni baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." Dia bertanya padaku, tapi ketika aku hendak menjawab, Claire mendahului aku.

"Iya! Nanti kuceritakan padamu. Kenalan dulu! Dia Yami," kata Claire memperkenalkan aku pada gadis tersebut, kemudian dia mulai tersenyum.

"oh, aku Elli, senang berkenalan denganmu," kata gadis yang ternyata bernama elli tersebut.

"salam kenal," jawabku singkat, setelah perkenalan singkat tersebut, dia membawaku dan Claire ke dalam suatu ruangan yang sepertinya ruang periksa. Setelah memasuki ruangan, terlihat seorang dokter yang sedang duduk sambil melihat catatan-catatan yang sepertinya penting di meja kerjanya. Dia melihat kea rah kami dan meletakan pekerjaannya tersebut.

"Ada apa?" tanyanya singkat, wajahnya terlihat bosan dan ekspresinya dingin. Elli mulai menghampiri dokter tersebut, dan berkata padanya bahwa kami ingin melihat pasien yang kabarnya sedang ada di klinik. Kemudian dokter menatap kami.

"apa kau kakaknya?" Tanya dokter tersebut padaku, aku jadi tersentak kaget dan makin yakin bahwa yang sedang berbaring di barik tirai tersebut adalah Yugi. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa aku adalah kakaknya Yugi, bahkan sering dikira berbeda 5 tahun, Yugi sering sekali jadi badmood gara-gara itu.

"hm..bukan, aku temannya, apa boleh kulihat kadaannya?" tanyaku meminta izin. Lalu dokter tersebut mengangguk tanda setuju, akupun membuka tirai yang menghalangi dirinya. Dan ternyata yang terbaring itu memang Yugi.

"Yugi?" aku perlahan mendekat ke arah tempat di mana dia tidur untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja. Tapi rupanya keadaan berkata lain. Yugi terlihat amat pucat dan sakit. Itu mungkin saja, karena dia telah terbawa badai luar biasa dua hari yang lalu, masih untung bahwa Yugi selamat. Melihat dia yang tertidur, aku tidak melakukan apa-apa, hanya kembali ke temapat Claire, dokter dan elli.

"apa Yugi akan baik-baik saja?" Tanyaku khawatir, aku berharap jawaban memuaskan keluar dari mulut dokter.

"sepertinya, selain banyak menelan air, dia juga terlalu lama berada dalam air, karma itu, mungkin dia akan sakit dan tertidur dalam beberapa hari. Juga sepertinya, kepala dan tubuhnya terbentur sesuatu yang mengakibatkan dia memiliki beberapa luka. Tapi dia akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dicemaskan," kata Dokter, akupun bernafas lega, berarti hanya menunggu Yugi sadar dan dia akan menjaganya lagi. Bahkan mulai sekarang. Aku akan melindungimu, hikariku. Aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menjagamu, apapun yang terjadi.

Saat ini aku ingin terus menjaga Yugi. sekarang ini sudah pukul 12 malam. Harusnya para pengunjung sudah pulang, tapi karena aku memaksa, akhirnya dokter dan elli tidak bisa apa-apa. Akhirnya aku diperbolehkan menginap di klinik,

"kalau ada apa-apa, hubungi aku. Oh ya, kau boleh panggil aku dokter trent," kata dokter tersebut, aku hanya mengiyakan saja. Kemudian dokter menuju lantai dua klinik yang sepertinya adalah rumahnya. Tapi aku tidak peduli dengan itu, yang kupedulikan hanya bahwa yugi aman dan hidup. Claire sudah pulang. Tadinya dia ingin tinggal, tapi dia mendapat giliran masak makan malam hari ini, jadi dia bilang kalau dia akan kembali memenuhi ruangan putih ini, lampu sudah dimatikan dan tidak kusisakan satupun, meski dokter bilang aku boleh menyalakan lampu yang berada di sebelah kasur yugi, tapi aku tidak terlalu peduli. Toh malam ini sinar bulan lumayan terang, jadi meski samar-samar dalam kegelapan, aku masih bisa mengawasi Yugi. Aku hanya duduk di kursi di sebelah kasurnya, tanpa kupedulikan, waktu terus berjalan, aku semakin mengantuk dan tak lama kemudian akupun mulai tertidur,

End YAMI'S P.O.V

Pagi mulai dating, cahaya menerobos masuk ke dalam ruangan periksa tersebut, menyebabkan seorang pria kecil yang terbaring sedikit terganggu karena silaunya cahaya matahari, dia mengangkat tangannya untuk menutupi matanya. Tapi bberapa saat kemudian, dia membuka matanya dan menoleh ke kanan dan ke kiri….dia sadar bahwa dia berada di sebuah ruang periksa dalam klinik, dia juga melihat bahwa dia di infus, lalu dia sedikit terkejut melihat seseorang di sebelahnya yang sedang tertidur lelap dan tersenyum lembut.

"Yami…."

Kemudian pria kecil itu mulai mengelus kepala temannya yang sedang terlelap itu, kemudian, dia mulai membuka matanya.

"Yugi?" Yami kaget, melihat kawan kecilnya itu telah sadar

"Yugi, kau sudah sadar?" Tanya Yami memastikan

"Iya, apa yang terjadi?" Tanya Yugi polos,

"kita kecelakaan di tengah badai, ingat? Lebih baik kau istirahat dulu," kata Yami. Yugi mulai tiduran.

Yugi hanya tersenyum melihat Yami, dia tahu, meski waktu itu dia terlempar ke tengah dasyatnya badai, dia sempat melihat Yami menyusulnya, dan oleh karena itu, dia tidak terguncang oleh peristiwa yang telah mereka alami. Dia yakin bahwa Yami akan menemukan dan menyelamatkannya. Yang dilihatin hanya memandang balik dengan bingung. Kenapa kawan kecilnya itu senyum-senyum ke arahnya? Ya….meski yugi memang selalu tersenyum. Sesekali Yugi meringis kesakitan karena banyak luka lebam ditubuhnya akibat beberapa benturan yang ia dapat. Yami khawatirkan dia, tapi Yugi hanya berkata bahwa dia tidak berlu dikhawatirkan. Tepat pukul 10, dokter masuk ke ruangan tersebut bersama elli…

"rupanya kau sudah sadar, kenalkan, aku elli," katanya sambil tersenyum dan menuju ke arah yugi.

"salam kenal, aku yugi mutou," balasnya tidak kalah ramah

"baiklah, yugi, ini obat dan sarapan kalian. Aku tahu kau belum makan dari kemarin, yami," kata Elli, lalu dia segera meninggalkan ruangan

"minum obatnya setelah makan, hari ini Yugi sudah bisa di bawa keluar," kata Dokter trent. Yugi kelihatan senang sekali, apalagi setelah Yami menceritakan tentang Claire dan Jack, Yugi makin bersemangat dan ingin bertmu dengan mereka secepatnya. Harapan itu terkabul, karena pagi-pagi Jack dan Claire tiba-tiba dating dan kemudian tertawa karena Yugi sudah sehat, lalu menyeret kedua yami-hikari itu ke farm mereka.

Lagi-lagi pendek….maafkan saya -_-;…udah berusaha nih….semoga masih bisa diterima XD, sekali lagi, minta review ya! Berharap semoga ceritanya tidak bgitu buruk

Balas review:

Dika The Winged Kuriboh:

Ini harvestmoon versi "back to nature"(PS1/GBA) sama "make a friend at mineral town"(GBA), dika-san :D

Bukan, d PS2, udh ga ada mineral town lagi, kok XD, "Claire" itu nama character utama cewek, pengganti jack, jadi kedua harvest moon itu sama, Cuma beda judul sama character aja, dika-san XD

Ok, thx 4 d review~ makasih buanyak!

Messiah Hikari:

XD makasih reviewnya, messiah-san! Saya juga suka bgt sama yg namanya harvestmoon, dri PS1, PS2, NDS, GBA, saya mainin, banyak bgt versinya! Saya mainin sekitar 8-9 versi! XD, tapi yg saya pke d fic ini yg "back to nature" sama "make a friend at mineral town"