Yugi's Final Destination

Disclaimer: YugiOh! Is belongs Kazuki Takahashi…not my own :D

Genre : Horror/Tragedy-two shot

Rated: T (kalau rated kurang tepat…mohon beritahu)

Terinspirasi dari fil final destination..

Note: Hampir tidak ada romance di sini (atau mungkin bagi pembaca malahan tidak ada yang bsia di sebut romance)

Summary: Yugi adalah siswa SMU di sekolah Domino, tiba-tiba ia merasa ngantuk sekali, tapi datang angin besar dan membuat beberapa engsel copot serta bangunan yang terkena mulai terhempas dan roboh. Beberapa hal mengerikan mulai terjadi. Hal tersebut ternyata adalah mimpi Mutou Yugi, tapi dirasa sangat nyata. Dan….mulailah "penglihatan" Yugi mengenai tewasnya teman-temannya. Apakah semua temannya dipastikan mati? Apakah ia akan berakhir seperti itu juga? Ataukah mereka yang tersisa dapat bertahan hidup?

Pagi ini sangat cerah, Seorang anak kecil dengan rambut jabrik tiga warna terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan mulai bergegas untuk pergi ke sekolah. Anak tersebut mulai mandi dan menggosok giginya, kemudian segera mengenakan seragam. Ia mengenakan seragam biru. Celana panjang berwarna biru, dan kaus hitam yang ditutupi oleh jas sekolah berwarna biru juga, tidak lupa mengikatkan dua buah ikat pinggang di pinggangnya, juga mengenakan kalung favoritnya. Dilihat dari pakaiannya, tidak terduga bahwa sebenarnya anak kecil yang kita sebut barusan telah remaja, meski tubuhnya masih tergolong anak SD, tapi diah sudah menginjak SMU. Ketika pemuda ini hendak ke sekolah, ia teringat akan seorang pemuda lagi yang mungkin masih tertidur di kamarnya. Segera ia beranjak dari pintu keluar tersebut dan segera menaiki tangga menuju kamar pemuda lain itu. Dia membuka pintu dengan keras dan tatapannya tertuju pada pemuda yang rupanya mirip dengan dirinya, bahkan rambut anehnyapun serupa, hanya berbeda beberapa poni emas yang mencuat. Orang yang ditatapnya itu masih tertidur dengan pulas. Ia berjinjit mendekati pemuda yang sedang tertidur itu. Tak lama kemudian, ia telah berdiri di sebelah kasurnya.

"WAH! HAHAHAHA! HENTIKANNN!" pemuda yang sedang tertidur itu langsung bangun seketika setelah mendapatkan jurus maut dari lelaki kecil tadi berupa kelitikan.

"He…Hentikan Yugi! H…hhaha!" teriak pemuda itu berusaha melepaskan diri dari jurus tersebut, ia sudah hamper kehabisan nafas.

"Salah sendiri kau masih tidur di hari sekolah seperti ini! Cepat bersiap, Yami!" Lelaki kecil yang bernama Mutou Yugi tersebut mulai menceramahi pemuda yang bernama Yami tersebut.

"I…Iya-iya…aku akan bersiap, tunggulah di bawah." Jawab Yami lega karena sudah dilepaskan. Yugi mengangguk dan segera turun untuk menyiapkan makanan untuk sahabatnya itu. Sahabat? Ya, Yugi dan Yami itu bersahabat, tapi alasan mengapa mereka tinggal serumah adalah karena orang tua Yami menitipkan Yami pada Sugoroku sebelum mereka meninggal akibat sebuah kecelakaan mobil, dan hanya sempat meninggalkan beberapa kata terakhir. Sugoroku menerima Yami di rumahnya bagaikan cucunya sendiri. Tapi, Sugoroku sendiri telah meninggal beberapa minggu yang lalu akibat shock karena terkena tegangan listrik dan jatuh dari tangga, saat itu Yugi dan Yami tidak sedang berada di rumah dan tidak ada yang menolong Sugoroku sehingga, saat mereka pulang, semua telah terlambat. Awalnya mereka berdua tidak bisa menerima kematian Jiichan mereka itu, namun perlahan-lahan, mereka mulai kembali menjalani kehidupan meski terkadang perasaan sedih dan rindu masih menghantui mereka.

Tidak lama kemudian, sekitar 10 menit, Yami mulai terlihat sedang menuruni tangga, Yugi yang mendengar langkah kaki tersebut mulai menoleh ke belakang, "ho~ tumben cepat, Yami. Biasanya paling tidak kau baru turun setelah sekitar 20 menit." Kata Yugi.

"yah…dan kau akan menggedor-gedor pintu kamar mandi." Jawab Yami sambil duduk di meja makan dan mulai menyantap roti panggang serta susu hangat buatan Yugi. Yugi hanya tersenyum, karena memang rutinitas itulah yang hampir setiap pagi mereka lakukan. Kecuali jika Yami bangun lebih dulu dari Yugi atau Yugi sedang sakit. Tentu saja jika mereka sedang bertengkar juga, Yugi tidak akan membangunkan Yami, dan Yami akan terlambat ke sekolah. Tapi itu jarang terjadi melihat keakraban mereka. Setelah Yami selesai makan, yugi segera membereskan sisa-sisanya, agar Yami bisa cepat-cepat memakia sepatunya. Setelah rumah beres, mereka mulai berangkat ke sekolah. Sepanjang jalan tercium wangi mint, mereka melewati deretan pohon yang sedang gugur karena sedang musim gugur. Perasaan sangat nyaman mengingat di daerha situ jarang kendaraan lewat, bahkan sungai di tengah kota itu, meski di halangi pagar, kejernihan airnya masih dapat memantulkan keindahan kota. Di seberang deretan tersebut banyak kios-kios kecil, café, atau sekedar toko mini. Suasana yang sungguh masih menyejukkan.

Yugi suka sekali melewati jalan ini, apalagi masih pagi-pagi, masih sepi. Untuk itulah ia akan berangkat meski masih kepagian. Yami memang suka menggerutu karena sikap Yugi ini, tapi ia tetap menemani Yugi. Awalnya Yugi bilang kalau ia bisa pergi sendiri, dan Yami bisa menyusul jika ia mau. Tapi Yami memutuskan untuk pergi bersama, dan karena itulah Yugi selalu membangunkannya pagi-pagi. Mungki Yami berpikir, jika ia tidak pergi bersama Yugi, ia akan bangun beberapa jam lagi dan akan terlambat sekolah, jam weker tidak cukup untuk membangunkan dirinya.

Setelah beberapa jam berjalan, mereka sampai ke tempat tujuan mereka, yaitu sekolah. Karena masih pagi, tentu saja sekolah masih sepi. Hanya sedikit siswa yang sudah datang, dan itupun kelihatannya benar-benar siswa teladan dan pintar. Yugi dan Yami memasuki kelas mereka dan Yami mengambil tempat yang paling belakang dan dekat jendela, sementara Yugi mengambil tempat di depannya. Yugi menguap sedikit. Kelihatannya ia mulai mengantuk. Dan…akhirnya ia menangkupkan kedua tangannya dan membenamkan wajahnya ke tangan kecilnya tersebut…

Yugi's P.O.V

"Yugi! Bangun!" suara Yami perlahan membangunkan aku

"hey, bangun Yugi! Kelas sudah mau di mulai!" saat kubuka mata, kulihat Jou juga sedang meneriaki aku, wajahnya khawatir karena guru paling killer sudah akan memasuki kelas, dengan sigap aku terbangun dari tidurku. Pelajaran di mulai, aku tidak mengerti sama sekali pelajaran yang di berikan guruku itu…sin(x-10o) = cos (3x-20o) apa lagi itu? Ini masih awal semester kedua kelas 1 dan aku tidak mengerti pelajaran-pelajaran yang guruku berikan, bahkan arti soalnya saja aku tidak mengerti!

"Ada apa, aibou?" Tanya Yami padaku. Aku hanya memasang tampang memelas dan membalikan tubuhku sambil menunjuk soal, ia hanya tertwa kecil dan mulai mengambil buku serta pensilku.

"Ini adalah hal yang sangat mudah, Yugi. Ini…caranya begini…" Yami mulai menerangkan rumus-rumus penyelesaian matematika itu padaku, yang ternyata amatlah mudah,

"jadi hasilnya adalah x=30, kau mengerti?" Tanya Yami memastikan, aku hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian kembali menghadap ke depan. Setelah beberapa menit, guru itu meminta satu orang murid maju untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menuliskannya di papan tulis. Ternyata dia tidak bisa menjawab, guruku mulai memarahinya dengan keras sehingga kami semua terdiam, tapi…SHUSSSH… aku berpikir, di tengah suasana seperti ini, siapa yang sempat-sempatnya mengeluarkan suara aneh?tapi tidak, aku salah, itu bukan suara siapapun. Ada angina kencang menuju ke arah sekolah kami! Seketika jendela-jendela pecah. Buku berterbangan, kaca mulai menghantam kepala dan tubuh orang-orang. Bahkan lempengan besi sanggup memotong dan mengiris beberapa murid. Pemandangan mengerikan…Yami menarikku untuk keluar, tapi saat kami di lorong, keadaan sangat mengenaskan juga. Beberapa orang mulai ambruk, darah mengalir. Ada yang terkoyak, terpotong, tewas…aku panik…aku tak sengaja melihat Otogi terlempar ke pojok dan dihimpit benda-benda tajam, lalu tiba-tiba aku melihat Ryou lalu Kaiba mati dalam kadaan mengenaskan di depan mataku. Kepala mereka tertusuk-tusuk benda tajam. Lalu aku mulai melihat Jou mulai terpotong-potong saat menyusul kaiba, Anzu tiba-tiba tertusuk jangka besar, dan kemudian kepala Bakura terhantam bola besi dengan kecepatan penuh hingga hancur. Dan…Yami mulai meneriaki aku di depan lab. untuk lari, tapi seketika…badannya hancur terkena larutan-larutan kimia yang berterbangan. Aku sangat Shock! Tapi…tiba-tiba tembok runtuh menimpaku…..

End Yugi's P.O.V

"Yugi! Bangun!" suara Yami perlahan membangunkan Yugi

"hey, bangun Yugi! Kelas sudah mau di mulai!" saat Yugi membuka mata dengan cepat dan terengah-engah, ia melihat Jou juga sedang meneriakinya, wajahnya khawatir karena guru paling killer sudah akan memasuki kelas, dengan sigap Yugi terbangun dari tidurnya, tapi ia juga merasa heran….apakah yang tadi hanya mimpinya? Pelajaran di mulai, Yugi tidak mengerti sama sekali pelajaran yang di berikan guru itu…sin(x-10o) = cos (3x-20o) tapi….setelah ia ingat-ingat, ini sama seperti di mimpinya, jadi ia dapat mengerjakan itu dengan baik, tapi juga sedikit gelisah.

"Ada apa, aibou?" Tanya Yami. Yugi hanya memasang tampang yang melukiskan kata-kata 'aku ok' kemudian kembali menghadap ke depan. Setelah beberapa menit, guru itu meminta satu orang murid maju untuk menjawab pertanyaan tersebut dan menuliskannya di papan tulis. Ternyata dia tidak bisa menjawab, guru tersebut mulai memarahinya dengan keras sehingga kelas menjadi terdiam dan hening, tapi…Yugi berpikir, bahwa ia ingat. Ini sama seperti di mimpinya! Seperti dé javu Seketika Yugi berdiri dan berteriak

"LARI!SEMUA LARI!" Yugi histeris,

Yami menjadi khawatir, "Ada apa, yugi?"

"Yami! Aku tertidur! Kau membangunkanku bersama Jounouchi-kun! Soal yang harusnya tak kupahami ini! Murid yang maju mengerjakan soal! Semua ada dalam mimpiku, Yami! Se…setelah ini! Akan ada kejadian! Kita harus kabur…atau…AH!" secepat kilat Yugi keluar dan berlari. Beberapa orang heran tapi mengikuti dan mengejar Yugi keluar, terutama teman-temannya. Tapi beberapa hanya menganggap Yugi orang bodoh dan gila sehingga tidak menghiraukannya. Guru tersebut hendak mengejar, tapi ia beranggapan mengajar lebih baik, dan akan menghukum Yugi nanti. Tapi seketika, angina kencang datang. Seketika jendela-jendela pecah. Buku berterbangan, kaca mulai menghantam kepala dan tubuh orang-orang. Bahkan lempengan besi sanggup memotong dan mengiris beberapa tidak hanya di kelas itu, di lorong, keadaan sangat mengenaskan juga. Beberapa orang mulai ambruk, darah mengalir. Ada yang terkoyak, terpotong, tewas. Beruntunglah orang-orang yang menanggapi yugi terselamatkan….tapi hanya segelintir orang, yakni dirinya, Yami, Jou, Kaiba, Otogi, Ryou, Bakura, dan Anzu yang selamat.

"A…Apa itu?" Jou ketakutan.

"Yugi….kau…tadi kau berteriak karena tau ini akan terjadi?" Kaiba mulai bertanya pada Yugi, tapi masih dalam masa ketakutan yang amat sangat. Yugi hanya mengangguk diam.

"Yugi…apa ini benar-benar ada di mimpimu?" Tanya Yami, mulai cemas dengan keadaan Yugi. Yugi mengangguk lagi.

"tidak apa, Yugi…kau menyelamatkan kami…." Hibur Jou, tentu dengan wajah yang masih sangat takut.

"Ta…Tapi…aku tidak meyakinkan semuanya, bahkan aku tidak memperingatkan siswa kelas lain….aku hanya kabur demi diriku sendiri…." Yugi mulai menangis dan gemetar, tubuhnya mulai berlutut. Yami, Anzu, serta Jou mulai bingung.

"Sudahlah..Yugi…jika kau memberitahu yang lain, mungkin tak satupun orang akan selamat…" Anzu berusaha meyakinkan Yugi

"Tapi….Tapi…Tetap saja…aku…egois…." Air mata Yugi mulai mengalir deras, amat deras. Ia sungguh menyesal dan merasa bersalah akan kematian semuanya. Lalu tiba-tiba, secara tidak terduga. Dari dalam lempengan besi dengan kecepatan penuh, menebas kepala Otogi hingga putus.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAA" Anzu teriak histeris sementara yang lain berwajah horror nan pucat melihat kepala yang terputus, darahnya muncrat dan mengenai wajah mereka…..mereka hanya bisa terdiam dalam keadaan itu.

Seminggu kemudian, Yugi kembali mendapatkan mimpi

'mobil pemadam kebakaran….rantai…seseorang berambut putih…'

Yugi terbangun…terengah-engah lagi…mimpi buruk…tapi setelah melihat jam, ia segera bergegas, ia ada janji. Kemudian mereka (yang masih hidup) berkumpul di sebuah Café, mereka ingin berkumpul dan berusaha melupakan kejadian kemarin. Tapi saat ini, Ryou belum bertanya-tanya kenapa? Bahkan Bakurapun tidak tahu-menahu tentang Ryou dari kemarin….tiba-tiba Yugi terdiam…di otaknya berputar suatu kejadian…

Tiba-tiba TV kecil di sana menunjukan suatu berita 'di temukan jenazah ini, kemarin malam, di daerah utara kota Domino…' mereka sangat shock melihat Ryou yang terlilit rantai dalam posisi terbalik di atas sebuah mobil pemadam kebakaran. Yugi makin pucat.

"Te…teman-teman…sepertinya takdir kematian mengikuti kita…." Kata Yugi, semua terdiam dan melihat ke arah Yugi.

"A…apa maksudmu?" Tanya Jou mulai panik

" kau tahu? Kita selamat, tapi kemudian, Otogi malang tetap meninggal, lalu Ryou. Bahkan sebelum jam kematian Ryou, kemarin aku bermimpi hal, mobil pemadam kebakaran, rantai, dan pria berambut putih! Dan dalam mimpiku yang pertama, urutan yang meninggal di depan mataku adalah Otogi, lalu Ryou! Jadi kemungkinan…." Yugi terdiam

"APA? Maksudmu kita akan mati sesuai urutan?" Bakura shock tidak percaya

"Pasti ada cara untuk mencegah hal itu terjadi!" Anzu makin takut,

"Ya…lalu, siapa selanjutnya, Yugi?" Tanya Yami pelan-pelan.

"Menurut mimpiku…selanjutnya…Kaiba-kun…" Yugi terbata-bata. Kaiba hanya terbelalak dan memikirkan nasib tragis yang akan segera menimpanya

Sedikit cerita, saya setelah nonton ini, meski saat nontonnya memang merasa takut, tapi keluar-keluar saya malah senyum2 O_O" dan lagi….rasanya perasaan takut sudah hilang, tapi begitu menuangkan imajinasi sambil membayangkan hal-hal mengerikan ini, yang mungkin menyerupai, saya malah merinding sendiri -_-;

Saya Janji ini akan 2-shot, soalnya cerita yang lain belum selesai, ini Cuma selingan saja kok~ jadi? Kita tidak tahu apa mereka akan mati semua atau tidak~ nantikan saja chapter kedua sekaligus terakhirnya. Saya mengharapkan REVIEW! Maaf kalo ceritanya masih pendek2 begini -_-;