Disclaimer : kak masashi kishimoto..hhe..biar nunggu ampe kiamat ga bakal di kasih ke yuki…T_T

Genre: Romance / Humor…?

Rated : T

Pairing : baca sendiri siapa pair utamanya..maybe, suika..Naruhina…or…?

Made by : Hanayuki Aiko (ganti nma) XD

Warning : OOC! (ga sepenuhnya sey~) gaje…

Hn.. lama amat,, lanjoet..

Maaf telat update…^.^

~Complicated Love~

Sasuke melipat tangannya didepan dada dan menatap Gaara.

Tap…tap…tap…SREEEk, BUUK!

Sasuke dan Gaara menoleh pada asal suara berisik itu dan segera menahan tawa mereka.

"Su-Suigets..su…Hmph! Ke-kenapa kau?" tanya Gaara dan Sasuke dengan tubuh gemetaran karna menahan tawa.

Suigetsu yang berniat menjahili mereka berdua dengan cara mengagetkan malah terpeleset dan jatuh menimpa semak-semak.

"Apa kau bisa berhenti tertawa dan segera membantuku?" tanya Suigetsu jengkel.

"Tidak, kapan kami- Bwahahahaha! Baik-baik, kami tertawa sekarang!" seru Gaara dan Sasuke tak kuat menahan tawa mereka. Apalagi setelah melihat Suigetsu yang kini berdiri dengan banyak ranting yang menancap di baju dan rambutnya.

"Kau kenapa, sih?" tanya Gaara disela tawanya.

"Heh, apa kau tidak lihat? Hah?" jawab Suigetsu mencak-mencak sambil membersihkan ranting-ranting ditubuhnya.

"Sudahah, kalian mengajak siapa ke pesta tunangan Kakashi-sensei?" tanya Suigetsu pada Gaara dan Sasuke.

Gaara dan Sasuke saling pandang, jelas sekali dari pandangannya, pandangan menantang.

"Hm… aku… akan kupikirkan!" seru Sasuke menatap Gaara sinis.

"Aku juga…" tambah Gaara membalas tatapan Sasuke dengan berani.

Suigetsu yang merasa ada hawa buruk dan atmosphere yang ga enak, langsung mencoba mencairkan suasana.

"Mau ke Yakiniku Q, tidak? Aku yang traktir d-deh.." tanya Suigetsu takut-takut melihat mata sahabat-sahabatnya yang seperti ingin saling menelan hidup-hidup.

"Hm… baiklah.." jawab dua orang itu. Mereka berjalan menuju Yakiniku Q berhubung dekat, jadilah jalan kaki. (X9)

-Time Skip-

"Kau pesan apa Sasuke? Gaara?" tanya Suigetsu sambil membaca menunya.

"Aku minum saja, jus tomat.." seru Sasuke.

"Aku.. orange juice.. sudah kenyang." Jawab Gaara bohong, bilang aja JAIM! –di sabaku-

Suigetsu segera memanggil pelayan dan memberitahu pesanan Gaara dan Sasuke. Ia sepertinya tidak merasa risih makan sendiri. Satu Yakiniku large dan satu gelas soda yang juga large…

Ya ampun…dia tidak tahu malu. (=_='')

Tidak sampai 15 menit, pesanan mereka bertiga datang. Suigetsu langsung melahap makanan yang masih panas-panasnya itu dan minum. Gaara dan Sasuke hanya menatap sahabat mereka itu dengan tatapan salting.

KRIEEET. . .

Pintu restoran itu terbuka, Gaara dan Sasuke menoleh kerah pintu itu sementara Suigetsu sibuk dengan hidangan didepannya.

Gadis itu memasuki restoran Yakiniku Q. Sakura Haruno.

Gaara dan Sasuke saling menatap tak mengerti ketika Sakura berjalan mendekati meja mereka.

"Gaara, kebetulaan sekali. . .aku baru saja selesai memikirkan tentang ajakanmu ke pesta tunangan Kakashi-sensei dan Kino-senpai." Seru Sakura menepuk pundak Gaara pelan sambil tersenyum.

"Ya, lalu? Apa jawabanmu?" tanya Gaara pelan, pasrah pada jawaban yang akan diberikan oleh gadis didepannya ini.

"Aku akan pergi denganmu.. lagipula aku belum memiliki pasangan. . ." seru Sakura tersenyum senang. Sasuke membelalakan mata tak percaya, lalu dia dengan siapa?

"Terima kasih, Sakura..! oh , ya! Kau mau makan? Gabung saja.. biar Suigetsu yang bayar. ." tawar Gaara. Suigetsu melongo kaget.

"Eh, tapi… apa tidak-" kata-kata gadis berambut pink itu terpotong.

"Kau mau makan dengan kami atau tidak?" kata-kata Sasuke ini terkesan dingin ditelinga Sakura, entah mengapa.

"Suigetsu-san apa boleh?" tanya Sakura takut-takut pada Suigetsu yang masih asyik melahap makanannya dengan tidak tahu malu dan sopan santun. (=='')

Suigetsu hanya menganggukkan kepala tenda boleh-boleh saja. Sakura menarik kursi dan duduk disebalah Gaara, sementara Gaara hanya tersenyum sinis menatap Sasuke yang kembali menatapnya dengan tatapan tajam.

"Jadi, dengan siapa kau pergi ke pesta tunangannya Kakashi-sensei dan Kino-senpai? " pertanyaan Gaara ini benar-benar memojokan Sasuke. Bagamana lagi? Sakura menerima permintaan Gaara dengan datang bersama ke pesta tunangan guru mereka itu.

"Aku datang dengan. . ." Sasuke mengaantungkan kalimatnya, sementara Sakura dan Gaara Cuma menatap penuh tanya.

Kriiet. . tep tep. .tep . .

Pintu restoran itu terbuka lagi, dua orang gadis remaja yang bisa dibilang kembar tapi beda (?)

Memasuki ruangan itu. Akasuna Yuki dan Akasuna Hiyori. (o.O?)

Yuki dan Hiyori berjalan menuju meja yang ada disamping meja Sasuke dan kawan-kawan (?)

Sambil menyapa mereka.

"Hai, Sasuke! Hai, Gaara! Sakura-chan juga disini? Dan manusi ikan itu juga. ." seru Yuki dengan senyum yang menyindir dimata Suigetsu.

"Aku pergi dengan Yuki!" seru Sasuke cepat.

"Apa? Apa maksudnya? Pergi-" Sasuke segera membekap mulut Yuki dan membawanya sedikit menjauh.

"Bisa tolong bantu aku? Maaf agak memaksa. ." seru Sasuke setelah agak jauh dari teman-temannya yang lain dan tentu saja melepaskan bekapannya.

"Bantu apa? Kenapa aku?" tanya Yuki heran bercampur kesal.

"Datang ke pesta Kakashi-sensei bersamaku. . plis? kau belum punya pasangan kan?" tanya Sasuke memelas.

"Oke, datangnya saja ya? Sampai sana aku tidak mau tahu. . " jawab Yuki ogah-ogahan tapi setuju juga.

Sasuke mengangguk senang dan cepat-cepat kembali ke meja tadi bersama Yuki, sementara Gaara, Suigetsu , Sakura dan Hiyori menatap mereka heran.

"Kau apakan dia tadi?" tanya Gaara heran menatap Sasuke. Gaara, Yuki dan Hiyori kan sepupuan.

"Mengajaknya ke pesta tunangan itu." Jawab Sasuke singkat, jelas dan padat.

"Oh. ." gaara hanya meng-oh tanda ia tidak begitu mengerti.

-Time Skip-

Sasuke berjalan sendirian menuju rumahnya Gaara, Suigetsu yang tidak setia kawan itu bilang ada urusan dengan keluarganya dan menyuruhnya pulang sendiri.

Sementara Yuki dan Hiyori sudah pulang dari restoran dijemput Sasori yang baru akan berangkat ke kampus lagi, kakaknya yang overprotective, untungnya Yuki tidak memberitahu kakaknya kalau dia pergi dengan Sasuke si berandalan sekolah. Setidaknya belum kan? semoga tidak, kalau iya. . .besok Sasuke tinggal nama saja. :P

Jalan menuju rumah Sasuke sudah sepi. Sudah jam enam sekarang, tapi kaasan, aniki dan tousan sepetinya belum pulang.

Sasuke membuka pintu rumahnya. Benar saja, tidak ada orang. Untung saja cowok rambut pantat ayam satu ini punya kunci cadangan.

"Kenapa belum pada pulang sih? Biasanya jam 5 juga sudah dirumah semua…" Sasuke menggerutu kesal sambil menyusuri tangga menuju kamarnya. Entah kenapa ia merasa risih berada dirumah sendirian.

Sasuke merebahkan tubuhnya di kasur. Matanya menerawang ke atas, tangannya disilangkan dibelakang kepalanya sebagai penyangga.

"Sakura. . .kau benar-benar menerima ajakan Gaara. . .huh. . sejak kapan ya aku peduli dengan gadis pink itu? Tapi dia memang cantik. . ." Sasuke menggumam sendiri. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari bawah.

Sasuke berlari menuju lantai bawah, dalam hati ia menggerutu sebal. Ia sudah lelah sekali hari ini. Lagipula ini sudah pukul setengah tujuh. Sasuke membuka pintu rumahnya dan. . .

"Reika-chan? Ada apa?" tanya Sasuke kaget melihat cewek yang sudah seperti adik perempuannya sendiri itu. Teman sekelasnya juga.

"Hm. . .tidak mempersilahkan masuk ? aku capek loh!" seru Reika mengingatkan sambil menunjuk arah belakangnya yang terdapat 2 orang lagi. Kiba dan Miku.

"Kiba? Miku? Ada apa sih?" tanya Sasuke heran sambil membuka pintu lebih lebar untuk mempersilahkan 3 orang itu masuk. Kiba nyengir kuda.

"Sasuke, kau suka Sakura ya?" tanya Reika to the point. Maklum lah… IQ-nya diatas pohon kelapa, eh. .rata-rata! Jadi ia langsung main tebak saja setelah duduk.

"Aku tak menyangka, Sasuke-san suka dengan Sakura-chan. . ." seru Miku setengah ngelantur dari alur. Sepertinya ia melamun lagi, sementara Kiba sweatdrop melihat pacarnya.

"Hn. . .aku tidak yakin. . .hahaha~" Sasuke tertawa hambar mendengar pertanyaan yang diajukan Reika. Dia sendiri tidak yakin apa dia benar suka atau cuma iseng.

Tok. . tok. . tok. .

"Siapa lagi sekarang?" tanya Sasuke, herannya semakin jadi. Kenapa sih hari ini dia sibuk sekali?

Cklekk. . Sasuke membuka pintu rumahnya untuk yang kedua kalinya. Dalam hati dia sudah lelah ingin segera ini selesai dan tidur nyenyak.

"Sakura?" Sasuke kaget bukan main setelah mengetahui siapa yang tadi mengetuk pintu rumahnya. Sakura.

"Hey, Sasuke aku cuma mau bilang- kenapa semuanya ada disini?" tanya Sakura heran sebelum menyelesaikan pembicaraannya.

Sasuke menggeser tubuhnya kesamping, mempersilahkan cewek pink didepannya masuk dan menutup pintu rumahnya lagi.

"Hn. Sudahlah, tadi mo bilang apa?" tanya Sasuke cepat.

"Ah, itu. . .Itachi-san dan kedua orang tuamu. . ." perkataan Sakura terputus. Sasuke langsung mendapat feeling tidak enak.

"Ya? Kenapa dengan mereka. . .?" tanya Sasuke penasaran. Dia melihat wajah Sakura yang sudah merah. Blushing.

"Kami pergi saja deh…. Kayaknya ga dianggep deh. . ." seru Reika dan yang laen sambil ngeloyor pergi. Sasuke menatap mereka heran. Kenapa lagi sih?

"Huft, orang tuaku dan orang tuamu akan mengadakan perjalan bisnis keluar kota selama kurang lebih 3 hari. . .aku, dititipkan diru. .mah..i..ini.." Sakura tebata, Sasuke terperangah.

"Lalu Itachi? Dimana anak itu?" tanya Sasuke tidak sopan seperti biasanya. Wajahnya dibuat terlihat sedingin mungkin tapi gagal.

Tinggal satu atap dengan cewek yang bisa feminine atau tomboy sesuka hati? Rival genknya? Orang yang disukai- err…dia tidak yakin. Berat, itulah intinya.

"Dia akan mengikuti program pelatihan bisnis di singapura, jadwalnya dia akan kembali 3 hari lagi juga…" jawab Sakura.

"Huuuuhh…kenapa mereka tidak konfirmasi dulu denganku? Yasudahlah…memang, rumahmu sepi ya?" Sasuke menghela napas berusaha mengendalikan pikiran dan jantungnya.

"Ya. . .tidak ada siapapun. . maaf merepotkan." Jawab Sakura mengangkat kepalanya tegak.

Sasuke menghela nafas lagi. Apa kata Gaara jika dia mengetahui hal ini? Huft, putus jadi teman kali yah? Sasuke tidak mau memikirkan hal itu lagi.

"Ambil keperluanmu…mau diantar?" tanya Sasuke sok ramah. Dalam hati dia sudah mengumpat dirinya sendiri.

"Tidak usah, terima kasih!" seru Sakura sambil ngacir ke rumahnya yang emang gak terlalu jauh. Sasuke hanya bengong.

Sementara itu, dikediaman keluarga Akasuna. . .

"Yuki! Apa maksud ceritamu tadi?" Hiyori, saudara kembarl Yuki, Marahnya meledak sudah mendengar cerita dari adik kembarnya tentang apa yang terjadi siang tadi.

"Apa belum jelas? Emangnya kenapa sih? Itu juga Cuma kedokku agar dapat masuk pesta!" seru Yuki kesal.

Yah,memang bête juga sih punya dua kakak yang memang kelewat overprotektif. Apalagi Yuki anak terakhir dari tiga bersaudara Akasuna, keluarga paling tajir di Konoha town.

"Jelas? Kamu mau kena marah sama aniki? Kau tahu kan kalo dia benci keluarga Uchiha itu?" tanya Hiyori. Suaranya meninggi menandakan dia sudah kesal mengahadapi adik satu-satunya itu.

"Apa yang kau lakukan? Jika saja tadi kau berteriak lebih kencang, aniki pasti akan kesini dan menceramahiku habis-habisan, kau tahu?" seru Yuki ketakutan.

"Yeah, itu akan kulakukan bila kau tidak membatalkan ajakan Sasuke Uchiha padamu, Akasuna HanaYuki!" bentak Hiyori tegas. Ingin sekali rasanya dia menjewer telinga adiknya yang keras kepala itu.

"Sayangnya, aniki sedang keluar!" tambah gadis berambut merah panjang itu kesal.

"Ung… terserahlah, oh iya…ku dengar boleh mengajak kakak laki-laki bagi yang cewek. Dan perempuan bagi anak cowok. Kenapa kau tidak aja aniki saja sih?" usul Yuki, anak berambut biru itu memang bodoh, tapi otaknya encer saat terdesak.

"Eh, jangan coba mengalihkan pembicaraan ya! Akan kuadukan nanti aku ke aniki, biar tau ra-" kata-kata Hiyori terputus waktu mendengat bel rumah berbunyi.

"Aku yang buka!" seru Yuki sambil ngacir ke pintu masuk depan.

"Tadaima… kenapa dikunci sih?" tanya seorang cowok berambut merah dengan tampang yang sepertinya lelah dan cool. (author noseblessed sendiri! XD incest! XD)

"Aniki! Kenapa lama sekali sih? Eh, itu… aniki mau kami di satroni perampok?" seru Yuki girang, sementara Hiyori yang baru nyampe Cuma bisa ngos-ngosan dan ngatur napas.

"Yah, ternyata tidak sesuai dugaan aniki, yuki.. kerjaan kuliah semester satu memang susah.. namanya juga program percepatan. . .aniki kan tidak masuk TK 1 dan 2..hahaha….jangan sampe ya? " seru Sasori , cowok tadi sambil tertawa dan melepaskan kacamatanya.

Memang sih, kacamata itu bukan benar-benar karna kerusakan mata pada pemuda itu. Itu sih saran dari Hiyori, katanya biar gak terlalu cakep. Masa adek gak mau kakaknya cakep? Katanya biar gak ada yang bisa dapetin aniki. Yah, Hiyori suka sih sama Sasori. Gimanapun, aniki malah keliatan lebih cakep dan dewasa tau! =3=a

"Aniki, tadi Yuki—hmph..hmp!" putus sudah perkataan Hiyori ketika Yuki dengan suka rela nge-bekep mulut kakak perempuannya itu.

"Ada apa, Yuki?" suara Sasori meninggi, cepat sekali menangkap ekspresi gugup dari kedua adiknya.

"Tidak ada apa-apa, aniki!" seru Yuki ketakutan melihat wajah kakaknya yang serius menatapnya.

"Aku kakakmu yang paling tua. Aku yang bertanggung jawab atas kalian disini semenjak ayah dan ibu memulai bisnis dan karir mereka di luar negeri! Sekarang cerita! " bentak Sasori tegas pada kedua adik perempuannya yang hanya bisa berdiri mematung.

"Hiyori, ada apa ini?" seru Sasori sambil menatap Hiyori tajam.

"Yuki! Kenapa kamu? Apa maksud Hiyori tadi?" bentak Sasori pada adik bungsunya itu.

Ting Tong…

Bel rumah itu berbunyi lagi. Hiyori segera membuka pintunya. Ternyata orang yang datang itu sahabat baik Sasori. Deidara.

"Oi, kuliah mana lo sekarang?" seru si pirang itu gak sopan. Baru dating dah nyelonong aje.

"Universitas." Jawab Sasori singkat dan gak jelas banget, diiringi sweatdrop dari Deidara dan dua adik kembarnya bersamaan.

"Yah, bego lo…gue tau di Univ sapa juga yang bilang di SD? tapi univ mane?" seru Deidara jengkel.

"Di Universitas. . . .KonoLeaf, jurusan teknik. Lo?" tanya Sasori balik.

"Psst, kabur…" seru Yuki setengah berbisik pada Hiyori kembarannya. Hiyori yang disikut langsung noleh.

"Hn…ini kan masalahmu!" seru Hiyori dengan berbisik di telinga Yuki. Yuki merengut, tentu saja…bilangnya sih begitu, tapi Hiyori udah melesat duluan.

"Diam kau, Yuki!" seru Sasori ketika Yuki hendak melangkahkan kakinya.

"Hei, hei…Saso, kau mau adikmu telat bangun besok? Kasian tuh, suruh tidur saja.." gumam Deidara terdengar jelas di telinga Sasori. Sasori berbalik menatap Yuki.

"Hei, Yuki-chan…tidur saja lah…" seru Deidara dari blakang punggung Sasori sambil tersenyum.

Deidara membela Yuki, itu sih katanya Sasori, Deidara naksir Yuki tapi berhubung dia masih trauma nembak cewek, jadilah temen doank. Pernah waktu itu Deidara nembak seorang cewek berambut merah, seorang cewek tsundere….

"Tayuya-chan, eng…etoo… aku…maukah kamu jadi pacarku?" tanya Deidara kepada seorang cewek berambut merah didepannya. Cewek tomboy.

"Maksud loe? Loe kira gue kagak normal yeah?" bentak Tayuya didepan Deidara.

"Normal donk! Kamu cantik, aku serius nih!" seru Deidara, wajahnya sudah berubah merah total. Grogi nyataain first love mungkin ya?

"AAPAA? Serius loe bilang? HEH, gue NORMAL! Jangan mentang-mentang gue tomboy, trus loe nembak gue ya?" bentak Tayuya lagi. Kali ini dengan nada suara tinggi dan dengan penuh penekanan pada beberapa kata.

"Apa? Maksudmu apa?" tanya Deidara heran bercampur kesal karna di bentak-bentak dari awal tadi.

"GUE GAK AKAN PACARAN SAMA..CEWEK! gue ini CEWEK! Dan bukan LESBI!" seru Tayuya jengkel sambil melempar majalah yang sedang dibacanya kearah wajah Deidara.

Yah.. begitulah..setelah itu Tayuya langsung pergi.

Benar-benar penolakan cinta pertama yang tragiss.. =3=a

Yak, cukup..beralih dulu ke Sasuke.

"Lama amat si pink itu!" seru Sasuke kesal sambil mengok keluar mencari sosok Sakura. Yang ia temukan adalah sedan merah tua didepan rumah gadis itu.

"Mungkinkah itu mobil.."

-TBC-

Terlalu panjjang kah?

Sepertinya iya..=A=

Ini saja saya frustasi nulisnya, mana mata ga bisa focus agi! =o=a

Ya sudahlah! DX

Oh, saya butuh LOWONAG OC!

3 pasangan yang paling banayk disorot mungkin sisanya mungkin gak…T.T

Oke 5 pasangan. Boleh temen sendiri, pacar ato pilih chara naruto. Thankz…^^

RnR! XD