HUTAN TERLARANG

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Summary : Sunyi, tidak ada orang... apa yang harus kulakukan? Aku bingung, kedinginan. Seseorang tolong aku! Mind to RnR?

"Kumohon, jangan sampai aku telat di kelas Tsunade-sama." Mohonku.

Aku melihat jam tanganku. Jam 6.57, Bagus masih ada waktu!

Tiba-tiba...

"HWAAAA." Aku terjatuh dengan posisi yang memalukan, rok terbuka sampai pahaku kelihatan.

Aku berdiri dan langsung meminta maaf kepada orang yang kutabrak.

"Maaf, maaf aku tidak sengaja. Aku sedang terburu-buru. Permisi." Aku langsung melesat pergi ke kelas.

Di kelas...

"Jadi hal terakhir yang kalian harus lakukan..." Tsunade-sama berhenti berbicara dan menatapku.

"Kenapa kau telat Sakura?" tanya Tsunade-sama

"Maaf, tadi aku tidak sengaja menabrak orang."

"Baiklah kali ini kau ku maafkan. Tapi jangan diulangi!"

"Arigatou, Tsunade-sama." Aku duduk ke kursiku dan membuka buku pelajaranku sambil melamuni laki-laki yang tadi kutabrak... Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi di mana?

Yah perkenalkan aku adalah Haruno Sakura. Sebenarnya aku pernah tinggal di Konoha, lalu aku dan keluargaku pindah ke Suna karena orang tuaku bekerja di sana. Tapi orang tuaku meninggal karena kecelakaan, dan terpaksa aku harus ikut pamanku tinggal di Konoha. Dan aku mempunyai kesan yang amat buruk tentang Konoha karena ada anak laki-laki bernama Uchiha Sasuke.

"SAKURAAAAA, KAU MENDENGARKUUUU!"

"HWAA, YA AMPUN INO BAKA, TENTU AKU BISA MENDENGARMU!" tak kalah kencang dengan suara Ino

"Hei, kau juga jangan teriak di telingaku" Kata Ino sambil mengusap telinganya.

"Sakura, apa kau sudah mendengar cerita tentang anak sekolah elite yang akan pindah ke sekolah kita?"

"Belum, memangnya kenapa?" tanyaku.

"Kalau begitu ayo kita lihat di kantin! Sekalian istirahat." ajak ino

"Terserahlah." Kataku.

Ino menggandeng tanganku dan langsung pergi ke kantin. Sesampainya di kantin para perempuan sudah memenuhi satu tempat. Kami langsung pergi ke tempat yang ramai dipenuhi perempuan. Ino tidak mau kalah, dia terus menyerobot melewati para perempuan itu. Sementara aku meronta untuk melepaskan genggaman Ino. Ya ampun kalau sudah sampai topik cowok ganteng Ino tidak akan sadar apakah orang yang digenggamnya kesakitan atau tidak.

"Ino lepaskan tanganku. Tanganku sakit nih!" pintaku

Aku terus meminta sampai berkali-kali tapi dia tidak mendengar. Kali ini aku berteriak.

"INO, KUMOHON LEPASKAN GENGGAMANMU!" Teriakku

"Hehehe, maaf." Katanya. Kok sepi. Lalu aku memandang sekeliling. Semua orang melihatku. Tidak sampai 5 detik mereka sudah ribut kembali. Aku langsung pergi tapi seseorang memanggilku..

"Haruno Sakura?"

Aku menoleh. "ya, siapa yang memanggilku?"

"Apakah kau Haruno Sakura?" tanya nya kembali. Hmmm, sepertinya aku pernah melihat orang ini. aku teliti penampilannya dari atas sampai bawah. Rambutnya, matanya, eh tunggu sepertinya aku kenal orang ini. Ini kan orang yang kutabrak tadi pagi, tapi orang ini mengingatkanku akan seseorang. Jangan-jangan.

"Namaku adalah Uchi..." Aku memotong dan langsung berbicara.

"Uchiha Sasuke?"

"Ya benar. Ternyata kau masih mengingatku. Dan kejadian tadi pagi aku tidak akan melupakannya." Aku langsung menamparnya dan pergi sambil menggandeng tangan Ino. Sasuke hanya senyum-senyum sambil memegang pipinya yang kutampar.

"Eh Sakura, kok kau kenal dia?" tanya Ino. Aku hanya mendengus kesal.

Aku tidak bisa berkonsentrasi sampai pelajaran terakhir. Bel berbunyi, perutku juga berbunyi. Aku lupa makan tadi gara-gara uchiha aneh itu. uhh, perutku lapar sekali. Aku memasukkan bukuku ke dalam tasku dan langsung pergi keluar sekolah dan pulang. Sesampainya di rumah...

"Aku pulang paman, bibi."

"Halo Sakura-chan. Bagaimana sekolahmu? Menyanangkan?" pertanyaan itu hanya kubalas dengan senyuman. Aku melepas sepatuku dan berjalan menuju tangga.

"Sakura-chan kau mau makan apa? Nanti bibi buatkan."

"Terserah bibi. Aku mau mandi dulu."

"Baik, setelah mandi jangan lupa nanti makan dulu ya." Yang hanya kubalas dengan anggukan.

"Ahh. Enak sekali berendam, rasanya semua bebanku hilang." Setelah 10 menit berendam tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamar mandi.

TINGTONG

"Sakura-chan. Ada yang mencarimu. Katanya teman sekolah!" kata bibiku.

"Uhhhh siapa sih yang mengganguku?" Gerutuku.

"Iya, sebentar."

Aku langsung mengeringkan badanku dan memakai baju. Aku menuruni tangga tapi saat melewati ruang tamu aku melihat seseorang duduk dengan santai sambil bersiul.

"Heh, apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku kepada orang yang sedang duduk itu.

"Tidak, aku hanya mengunjungi teman lama dan itu kau. Aku menunggumu sambil mengingat-ingat saat kau tercebur di kolam ikan, dan bau amisnya tidak hilang sampai 4 hari. Hahaha."

"Oh, ternyata tuan uchiha bisa bicara banyak juga ya!"

"Lucu sekali. Ternyata nona haruno bisa membuat lelucon juga!"

"Sudah basa-basinya, mau apa kau datang ke sini?" Tanyaku dengan emosi.

"Hei, jangan marah dulu! Aku hanya akan mengajakmu ke pondokku."Mataku langsung berbinar-binar.

"HWAA Sasuke! Ke pondok-mu waktu itu? apakah masih ada yang mejual es krim? Apakah masih ada nenek-nenek yang menyenangkan itu?" Tanyaku

"Ya, ya dan ya. Dan jangan berteriak. Baiklah, aku harus pulang sekarang. Permisi. Oh ya aku yang akan mengantarmu ke pondokku. Jadi jangan berangkat duluan. Mengerti."

Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Sasuke menjemputku dengan mobil. Selama perjalanan Sasuke tidak bicara apa-apa. Yah memang dia seperti itu. Akhirnya aku hanya memandangi jalan. Tapi aku merasa Sasuke memperhatikanku. Aku menoleh.

"Ada apa?" Tanyaku

"Hn."

"Ya sudahlah terserah."

"Apakah kau ingat cerita tentang anak laki-laki yang tersesat di hutan?"

"Ya, kenapa memangnya?"

"Tidak, hanya mengingatkanmu." Ucapnya

Sebentar lagi sampai. Tapi perasaanku tidak enak. Perutku mual sekali. Wajahku pucat.

"Kau sakit Sakura?" Tanya Sasuke.

"Tidak. Sebaiknya kau berkonsentrasi menyetir."

Akhirnya kami sampai, Sasuke mengantarku ke kamar. Ya ampun, aku masih merasa mual. Akhirnya aku tidur dan bermimpi...

"Kakak, seseorang tolong aku. Aku terperangkap, tidak bisa keluar. Huhuhu."

Anak itu menoleh padaku.

"Kak tolong aku! Aku kesepian. Temani aku. Tolong." Anak itu menggenggam tanganku.

"HWAAAAAA. TOLONG AKU!" aku terbangun. Sasuke langsung menghampiriku.

"Ada apa Sakura? Ada yang menyakitimu?" Tanya Sasuke.

"Tidak ada apa-apa. Hanya mimpi buruk."

"Baiklah. Kalau kau sudah merasa baik. Segera turun untuk makan malam."

"Baik." Apa yang terjadi padaku. Apakah mimpi itu asli? Jangan-jangan cerita yang diceritakan nenek itu benar. Kalau benar aku harus bagaimana?

Gimana bagus nggak? Kalo nggak maaf ya. Dan ngomong-ngomong ini fic kedua Deishi. Oh iya kalo yang pernah baca fic deishi yg pertama, deishi bikinnya one shot. Tapi sekarang deishi iseng mau bikin yang chapter soalnya bingung . dan jangan lupa

REVIEW ya... arigatou.