Disclamer : Mashashi kishi-kishi . Tapi... fic ini punya saya dong... Safira is Fi... ^o^

Rated : K or T

Genre : Romance, Frienship, HORROR?

Warning: Yaoi? OOC, OC !

A/N : Gaje, abaaaalll... XO Di fic ini, ada OC-ku namanya Takamura Fiko dan Sano Takahashi yang berusia 18 tahun.

Keangkeran Sekolah

(FRIENDS STORY)

(by: Safira Love SasuNaru)

"AAAUUU,"

"Suara apa itu?" tanya Shika bingung.

"Serigala?" (Neji)

"Anjing?" (Kiba)

"Bukan waktunya tebak-tebakkan. Kalian inget cerita dari Neji tidak?" celoteh Sasuke.

"I-itu... kalau mendengar suara auman maka aktifitas gaib di-mu-lai,"

GLEK

Mereka ber-empat disana pun menelan ludah dengan perasaan gugup.(-Sasuke dan Shika)

Capter 2

Normal POV

BRAK BRAK BRAK

Terbuka dengan keras ketiga pintu ruang kelas 1, 2,dan 3.

WHOOOSSHH

Angin bertiupkan sangat kencang. Membuat suasana sekolah makin mencekam. Keenam murid SMP KJHS itu, hanya terdiam tegang karena suasana makin terasa menyeramkan.

"Sekarang, apa yang kita lakukan disini?" tanya Sasuke santai dengan ekspresi datar.

"Menyelidiki?" tanya balik Shika.

"Kalau begitu, AYO!" teriak Kiba semangat sambil menarik tangan Naruto dan Gaara.

oooOOOooo

Kiba POV

Sudah lima menit berlalu. Kami ber-enam menaiki tangga menuju lantai atas. Entah kenapa, jeruji pintu agar kita tidak naik keatas terbuka. Dan anehnya, aku mulai mendengar suara tangis perempuan.

"Hiks Hiks Hiks,"

"Siapa yang menangis?" tanyaku pada ke lima temanku.

"Bukan kami," jawab serempak ke tiga temanku itu yang berada di belakangku.(-Sasuke dan Shika)

"Lalu siapa dong?" tanyaku bingung.

"Mungkin hantu?" sahut Neji lirih.

"Mungkin," balas Sasuke.

"Kalo gitu, ayo kita kearah sumber suara!" panggilku sambil terus berjalan dengan tetap menggandeng Naruto dan Gaara.

Kami berjalan mencari sumber suara itu. Terus berjalan dengan langkah sedikit gemetar. Tapi aku heran, kenapa tampang Sasuke tidak ketakutan ya? Padahal aku yakin, Shikamaru saja masih sedikit ketakut.

"Hiks Hiks Hiks,"

Suara tangis pun makin keras di dengar. Suara tangis itu berasal dari ruang guru. Aku pun jadi semakin tegang untuk membuka pintu ruang itu.

CKLEK

'Pintunya tidak di kunci?' batinku bingung.

Saat pintu ruang guru terbuka, terdapat sosok perempuan yang menyembunyikan wajahnya dengan lututnya sambil duduk lantai sudut ruangan.

'Siapa itu?' batinku dan semua teman-temanku sambil memandang heran.

"Hiks Hiks Hiks. Sia~~pa~~ di situ~~?" tanya perempuan itu dengan suara sedikit menyeramkan sambil tetap menyembunyikan wajahnya.

"Kamu sendiri siapa?" tanya Gaara sedikit takut.

"Akuu~~? ," lalu ia mengangkat wajah dan ternyata, wajahnya berdarah dengan muka yang tidak jelas bentuknya. Matanya yang keluar, pipinya yang seperti dimakan belatung, Tulang hidungnya yang sudah terlihat. Dan wanita itu tersenyum menyeramkan kearahku dan teman-temanku. Sungguh pemandangan yang menyeramkan. Aku yang melihatnya langsung berteriak bersama teman-temanku.(-Sasuke dan Shika)

"TIDAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK!"

Kami langsung berusaha kabur dari ruangan setan itu.

BRUK

Aku langsung membalikkan badanku dan melihat Naruto terjatuh.

"Tung~~gu~~," ucap hantu itu sambil berjalan kearah Naruto yang sedang berusaha berdiri.

"Akh, lututku sakit!" rintih Naruto kesakitan dengan lututnya yang berdarah.

"NARUTO," teriak Sasuke berlari kearah Naruto yang sebentar lagi di raih oleh hantu perempuan itu.

BRAK

Belum sempat Sasuke sampai kearah Naruto, ada seorang laki-laki dewasa yang tinggi, menendang kepala hantu itu lalu menginjaknya. Dan disusul seorang laki-laki manis yang berlari kearah kami.

"Kalian tidak apa-apa?" tanya laki-laki manis itu yang terlihat lebih dewasa dari kami.

"Siapa kalian?" tanya Shikamaru tajam.

"Kami? Kami ini manusia juga kok. Kenalkan namaku Takamura Fiko dan yang disebelahku itu Takahasi Sano," jawabnya sambil tersenyum ramah menyodorkan tangannya untuk membantu Naruto yang terjatuh itu, dan diterima dengan senang hati sodoran tangan itu oleh Naruto sambil balas tersenyum manis.

"Kalian juga manusia?" tanyaku heran.

"He-eh!" jawab laki-laki manis itu yang bernama Fiko.

"Kalian sedang apa disini?" tanya laki-laki disamping Fiko yang bernama Sano dengan dinginnya.

"Kami~," jawabanku terpotong karena terdengar suara teriakan.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~"

"Siapa itu?" tanya Sano tajam.

"Entahlah," balas Shikamaru.

"Gaara! Mana Gaara?" tanya Neji panik karena Gaara tidak ada didekat dirinya.

"Jangan-jangan itu suara Gaara?" jawab Naruto sambil berdiri yang kakinya sudah diobati oleh Fiko.

"Arah suaranya dari kelas 1-5! Ayo kita kesana!" lirih Sasuke sambil berlari menyusul kearah sumber suara yang diikuti oleh kami dari belakang.

TBC

Oke...

TBC again...

Maaf minna-san...

Gak seru ya?

Gak serem ya?

Gomeeeeeennn~~.

Tolong review-nya...

Kalo gak, gak ada lanjutannya... (^o^)