Disclamer: Siapa sih? Gak ada tuh? Oh... Masashi deng.. tapi, fic ini milik Safira is Fi...

Rated: K or T ? Up to you deh...

Genre: Romence , Horror , Frienship ?

Warning: OOC, OC, Gaje, Abal, dan apapun deh...

A/N: Bila ada kesalahan dalam penulisan, mohon maaf sebesar-besarnya!

Frienship Story

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~"

"Siapa itu?" tanya Sano-san tajam.

"Entahlah," balas Shikamaru.

"Gaara! Mana Gaara?" tanya Neji panik karena Gaara tidak ada didekat dirinya.

"Jangan-jangan itu suara Gaara?" jawab Naruto sambil berdiri yang kakinya sudah diobati oleh Fiko-san.

"Arah suaranya dari kelas 1-5! Ayo kita kesana!" lirih Sasuke sambil berlari menyusul kearah sumber suara yang diikuti oleh kami dari belakang.

Keangkeran Sekolah

(by: Safira Love SasuNaru is Fi)

Capter 3

Kiba POV

'Gaara! Aku pasti akan menolongmu!' batinku sambil terus berlari kearah kelas satu.

"KYAAAAAAAAAAAA! Pergi, pergi kau~~" terdengar keras suara Gaara yang berteriak dan seperti mengusir sesuatu dikelas itu.

BRAK

Pintu kelas didobrak keras oleh Sasuke dan Neji bersamaan karena pintu kelas itu tidak mau terbuka.

"Gaara, kau dimana?" tanyaku sambil melirik kesana kemari karena gelapnya kelas itu, Gaara pun tidak dapat terlihat.

"Kyaa~ a-aku disini," terdengar suara Gaara dari arah dalam pojok kiri belakang kelas.

Karena masih tidak terlihat, Shikamaru mengarahkan senternya kearah suara Gaara. Dan terlihatlah Gaara dan sesosok manusia tanpa kepala yang memakai baju rumah sakit.

"GAARA," teriak Naruto panik karena setan tanpa kepala itu mulai mendekati Gaara dengan perlahan.

"Ada sapu?" tanya Sano-san tiba-tiba.

"Itu, sepertinya disamping meja guru," tunjuk Sasuke yang samar-samar melihat sapu dengan senter dari tangan Naruto.

Dengan cepat, Sano-san mengambil sapu itu dan dipukullah setan tanpa kepala itu agar menghindar jauh dari Gaara. Saat Sano-san sudah menjauhi setan tanpa kepala itu, aku dan Naruto berlari menghampiri Gaara yang duduk terkulai lemas dilantai saking shocknya melihat setan dari dekat.

Aku dan Naruto melihat Gaara yang sepertinya kehabisan nafas dan berkeringat karena berteriak sangat kencang, aku langsung memberikan botol minuman air putih yang dibawa oleh Naruto saat ingin menghampiri Gaara.

"Daijoubu Gaara?" tanyaku cemas.

"Daijoubu ne, Kiba," ucap Gaara sambil tersenyum lemas.

"Hontou?" tanya Naruto dengan ekspresi masih cemas.

"Iya, Naru," balas Gaara masih susah mengambil nafas dengan benar sambil mengelap keringatnya didahi yang tertutup rambut merahnya itu.

Aku dan Naruto sedikit bernafas lega karena melihat Gaara tidak kenapa-kenapa. Lalu Neji, Shikamaru, Sasuke, Fiko-san, dan Sano-san menghampiri kami bertiga. Aku masih memperhatikan sekeliling kelas, dan melihat samar-samar ada tumpukan abu yang tidak tahu berasal dari mana.

"Kok ada abu?" tanya Gaara yang melihat arah pandangku dengan abu yang tiba-tiba sudah ada disana.

"Itu abu dari si hantu. Kalau hantunya sudah dilawan dan kalah, mereka berubah menjadi tumpukan abu dan tidak bisa kembali kewujud semula kok," jelas Fiko-san ramah sambil membelai rambut Gaara.

"Oohh..." jawabku dan Gaara ber-oh-ria.

OoooOOooOOooOOooOOooOOooOOoo

Neji POV

Aku dan teman-temanku juga Fiko-san dan Sano-san mulai berjalan mencari jalan keluar. Entah Cuma perasaanku, atau, sekolah ini lebih terasa panjang dan lebar ya? Dan anehnya lagi, aku sampai tidak ingat dimana jalan keluar. Sungguh terasa berbeda sekolah ini. Aku yang berada di lantai atas bersama yang lain merasa janggal. Kutoleh kearah lapangan dari atas. Dan benar-benar berbeda. Semua benar-benar terasa janggal. Lapangan terasa begitu lebar. Sangat lebar. Benar-benar seperti melihat lapangan bola.

'Akh,' stres ku dalam hati sambil mengacak-acak rambut panjangku tidak karuan saking frustasinya melihat semua kejanggalan ini.

"Kamu kenapa Neji? Pusing?" tanya Gaara lembut dengan tampang cemas.

"E-eh... e-enggak kok!" ucapku gagap dengan muka memanas dan sedikit blushing.

"Benarkah? Hooh... syukur deh," ucapnya bernafas lega sambil mengelus dadanya.

"EHEM!" dehem Naruto tiba-tiba.

"Apa?" tanyaku bingung dan agak kesal(?).

"Ah, tidak kenapa-kenapa kok. Hehe," jawab Naruto sambil tersenyum geli menahan tawanya yang aku tidak mengerti.

Ting Ning Ting Ning

Bunyi ringtone handphone-ku terdengar jelas dari kantung celana jins ku. Dengan segera, kuambil handphone-ku sambil melihat siapa yang menelefon.

Lee Calling~

'Lee? Buat apa dia menelfon malam-malam begini?' batinku bingung.

"Siapa?" tanya Sasuke.

"Ano, Lee," ucapku belum mengangkat telfonnya.

"Lee? Cepet gih angkat," perintah Shikamaru.

Dengan cepat, kuangkat telefon dari Lee itu.

"Halo, Lee? Kenapa?" tanyaku dari telefon.

~"Kamu sama Gaara dan yang lain ada di sekolah ya?"~ tanya Lee diseberang sana.

"Kok kamu tahu?" tanyaku heran.

~"Aku dan teman-teman sekelas mendapatkan SMS entah dari siapa yang melaporkan kalau kalian ber-enam berada di sekolah dengan dua orang yang lain,"~ jawabnya jelas.

"Hah? Kok bisa?"

~"Aku juga tidak tahu,"~

"Kamu ada dimana?"

~"Aku dan seluruh teman sekelas ada dirumah Sakura. Keluarga kami semua tidak ada dirumah. Entah kenapa kita semua bisa serempak,"~

'Aneh,' batinku heran. "Ya sudah ya. Kalau ada apa-apa telfon aku aja,"

"Iya," ~

TUUUT.

Pembicaraanku dan Lee pun selesai. Satu, akh bukan, dua. Dua kejanggalan lagi terjadi. Aku dan seluruh teman-teman sekelas pun memiliki kejadian yang sama. Dalam waktu yang sama, orang tua kami semua pergi entah kemana? Sangat mengherankan.

Kamipun mulai berjalan kembali mencari jalan keluar. Aku berada di belakang teman-temanku sambil berfikir. Karena sambil berfikir, aku mulai tertinggal dibelakang.

GREP

Aku merasa seperti ada kedua tangan dingin yang menyentuh pundakku. Memper-erat cengkramannya.

"Akh, sakit," rintihku karena cengkraman yang kuat dipundakku.

"Kenapa Neji?" tanya Fiko-san sambil menoleh kebelakang dan tiba-tiba, raut wajah Fiko-san menjadi horror.

"Ne-Neji, di-dibelakangmu—" ucapnya terbata-bata sambil menunjukkan jarinya pada belakangku. Lalu aku menoleh.

"WAAAAAAAAAAAAAAA,"

TBC

Oke minna-san... Kerasa Romance-nya kan... ^_^

TBC dulu lagi ya... ^.^

Aku harus mencari ide lagi untuk lanjutannya...

A/N: Takahashi Sano berciri-ciri rambut hitam, bola matanya biru gelap, dan badannya tinggi tegap.

Kalau Takamura Fiko berciri-ciri, rambut pirang ke orange-orange-nan, mata hijau kekuning-kuningan, bertubuh sedang tapi lebih tinggi 2 cm dari Sasuke.

Terima kasih atas dukungan dari:

Michiru no Akasuna

Yamada Pink

Miku Hanato

Hana Yuki Namikaze

Uchiha Narachi

Silahkan Review-nya...

Jangan asal-asalan ya...

Review-mu adalah semangat bagiku... ^_^