Title: Four Leaf Clover

Pairing: UlquiHime

Disclaimer: Seandainya Bleach punya saya Ulquiorra bakal saya jadiin tokoh utama & pastinya nggak mati(sampai sekarang masih ngarep Ulqui idup lagi)sayangnya Bleach selamanya punya Om Tite Kubo.

OOC,gaje,abal pokoknya nggak ada di Bleach yang asli, disini Hime jadi lebih aktif, & Rukia ma Ichigo nggak sering berantem.

Don't like don't read

guna menghindari flamer

Apa yang akan kau lakukan jika kau menyukai seseorang yang ternyata mencintai sahabatmu? Dan bagaimana jika hal itu terjadi sebaliknya? Akankah kau pertahankan atau kau lebih memilih cinta yang baru?

Four leaf clover

Chapter 1

Karakura High School

Musim semi tahun ajaran baru SMU Karakura, kelopak sakura yang beterbangan menemani derap langkah seorang gadis berambut orange yang baru saja memasuki gerbang sekolah, gadis itu berhenti dan mengamati satu persatu siswa yang melewatinya.

"Aaah...kenapa tak ada orang yang kukenal disini?" Keluh gadis itu saat tak mendapati satu pun orang yang dia kenal diantara orang-orang itu.

"Bagaimana ini aku sendirian..."Gumamnya.

" Orihime?"

Seseorang memanggil nama gadis itu.

" Seperti ada yang memanggilku,apa hanya perasaanku saja?" Kata gadis bernama Orihime itu sambil mencari sumber suara orang yang memanggilnya.

" Orihime?"

" Kau Orihime kan?"

Seorang gadis mungil berrambut hitam bermata ungu menepuk bahu Orihime pelan, Mata Orihime melebar melihat sosok mungil itu.

" Ru...RUKIA?"

Seru Orihime yang langsung menubruk gadis yang ternyata adalah Rukia, teman masa SDnya dulu.

" Aduh...aduh...Orihime..sesak!"

Rintih Rukia di pelukan Orihime.

" Kau mendaftar disini juga?" Tanya Orihime mengendurkan pelukannya.

" Iya, tak kusangka ternyata kau disini juga." senyum Rukia mengembang.

" Kupikir aku sendirian dan takkan punya teman disini." kata Orihime dengan air mata menggantung di kedua matanya.

" Ha...ha...ha...kalau kamu sih nggak mungkin Hime, dari dulu kamu itu kan populer." sanggah Rukia

" Hei, kau sudah lihat pembagian kelas belum Rukia?"

Rukia menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Orihime.

" Dilihat saja sudah tidak memungkinkan untukku kan?" Keluh Rukia menunjuk kerumunan orang di belakangnya.

Bagi Rukia yang bertubuh kecil nan pendek (autor dibekuin Rukia) kerumunan itu bagaikan sekumpulan ibu-ibu yang sedang berebut barang diskon di supermarket,yang artinya fenomena di belakangnya itu bisa membunuhnya kapan saja jika dia berada di tengahnya.

Orihime melongok ke belakang punggung Rukia melihat keadaan disana.

" Bagaimana kalau kita lihat sama-sama?" Orihime langsung menarik Rukia ke kerumunan itu.

Orihime berdesak-desakan berusaha menuju barisan depan, dengan postur tubuhnya yang lumayan lebih tinggi dari Rukia dia bisa sampai di depan dengan mudah, tapi tunggu! Dimana Rukia?

" Orihimee...aku ketinggalan...!" Terlihat tangan mungil melambai-lambai diantara kepala orang-orang yang sedang berkerumun.

Ternyata Rukia tertinggal jauh dibelakang dan sayangnya Orihime tidak menyadarinya(ck...ck...ck...kasihan Rukia,autor dicekek Ruki)

Duk!

" Aduh"

Bruk!

"Aw"

Yeet!

"Itch"

Zruuk!

" Kyaa"

Rukia limbung

Greb!

Seseorang menangkap tubuh Rukia

" Terima kasih " Rukia membungkuk menolehkan kepalanya pada orang yang telah menolongnya, mata Rukia melebar melihat seorang pemuda berrambut orange dan bermata hazel berdiri di depannya.

" Ka...kau..Ichigo Kurosaki?"

" Rukia " Sahut pemuda bernama Ichigo

" RU...KI...A...!"

Teriakan melengking yang berasal dari kerumunan membuyarkan ketegangan kedua orang yang baru saja bertemu.

" Hwaa...Rukia kita sekelas lho, senangnya..." Kata orihime yang langsung memeluk Rukia, sama seperti yang dia lakukan tadi.

Orihime menangkap sosok orang lain di belakang Rukia, dengan ragu dia melepaskan pelukannya.

" Rukia?"

" Tak kusangka kamu sudah dapat pacar di hari pertama masuk sekolah" Gumam Orihime, Rukia tersentak.

" Kamu sudah besar Rukia, aku terharu " Kata Orihime sambil menghapus aliran bening di pipinya seperti seorang ibu yang melepaskan putrinya menikah.

" BUKAN BEGITU KAMU SALAH PAHAM!" Triak Rukia demi menghentikan ke OOC an Orihime.

" Bukan ya?" Orihime kecewa.

" Rasanya mirip seseorang " Batin Ichigo yang sedari tadi diam saja melihat tingkah kedua gadis di depannya.

" Nah daripada salah paham mendingan kujelaskan saja!" Rukia mengembungkan pipinya karena kesal akan sikap Orihime.

" Hime, ini Ichigo Kurosaki teman SMPku, kami sekelas waktu kelas satu, tapi kelas dua dan tiga kami pisah kelas." Rukia menatap Orihime dan menunjuk Ichigo

" Dan Ichigo, ini Orihime teman SDku" pandangan rukia beralih ke Ichigo

" Jelas kan Hime?" Todong Rukia berharap Orihime tidak salah paham lagi.

" I...CHI...GO...!"

Satu lagi teriakan yang berasal dari kerumunan, tapi kali ini orang itu menubruk Ichigo sampai terjengkang.

" Kita sekelas lagi lho, seneng kan lo Jestroooo*?"

Seru laki-laki bertambut biru cerah sambil megapit kepal ichigo di bawah lengannya mengacak rambut Ichigo yang sudah acak-acakan itu dengan bringas(dasar kucing, autor dicakar grim) kelakuan si kucing garong eh maksudnya kelakuan orang nyentrik itu membuat Orihime dan Rukia kaget setengah idup.

" Orang itu kenapa?"

" Ayan?"

" Orang gila nyasar"

" Stres kali, kasihan..."

Begitulah percakapan Orihime dan Rukia dari hati ke hati (halah)

" GRIIMMM…..MINGGIR LO SIALAN!" Teriakan Ichigo sukses menghentikan tindakan pemuda berrambut biru.

" Ck, lo nggak asik Ichi!" Decak Grimmjow tak lupa mengerucutkan bibirnya tanda kesal, tapi berubah heran saat melihat adanya dua makhluk berjenis kelamin perempuan di belakangnya, pandangannya tertuju pada mata abu-abu gadis berrambut orange di depannya.

" Ka..kamu..?"

Grimmjow mendekati Orihime, sedangkan Orihime hanya terdiam menatap Grimmjow dan tiba-tiba….

" Kamu cantik banget!"

Seru Grimmjow berusaha memeluk Orihime tapi berhasil dihindari.

BELTAK!

Sebuah jitakan mendarat dengan mulus dikepala biru Grimmjow

" Adaw!"

"Apaan sih Jestro?"

Protes Grimmjow sambil mengelus kepalanya yang benjol pada Ichigo yang baru saja menjitaknya dengan mesra.

" Kamu yang apaan!"

" Beraninya kamu menyerang cewek yang belum kamu kenal, dasar badung…kamu Grim…" Ichigo bergaya ala emaknya malin kundang yang nggak diakui anaknya(garing pisan)

Orihime's POV

Aku menatap heran pada pemuda berambut biru di depanku, aku merasa pernah bertemu dengannya di suatu tempat, tapi dimana aku lupa

Aku mencoba mengingatnya tapi aku tak juga mengingatnya

"….me?"

" Orihime?"

Samar samar kudengar suara seseorang memanggilku tapi kuabaikan

" Orihime?" sekali lagi.

"ORIHIMEE!"

Aku tersentak, akhirnya aku tersadar juga dari lamunanku

" E…eh Rukia ada apa?" Jawabku tergagap

" Kamu nggak apa-apa?" Rukia terlihat khawatir

" Ng…nggak kok aku nggak apa-apa"

" Tuh kan gara-gara kamu dia jadi syok sampai bengong, buruan minta maaf!" perintah Ichigo pada pemuda yang sepertinya temannya itu

" Kamu nggak apa-apa?"

Pemuda berrambut biru itu mendekatiku.

" Nggak kok tenang saja, aku hanya merasa….seperti pernah melihatmu sebelumnya, tapi dimana aku lupa…."

" NGGAK USAH DIINGAT!"

Potong pemuda itu tiba-tiba dan membuatku tersentak

" Kenapa?" Tanyaku menyelidik

" Bu…bukan apa-apa pokoknya jangan diingat!" Kata pemuda bermata biru didepanku, tampak semburat merah di kedua pipinya membuatku semakin penasaran

" Pasti ada apa-apanya." Batinku

End of Orihime's POV

" Sudahlah lupakan soal barusan!" Ichigo memulai kembali pembicaraan.

" Oh iya aku belum memperkenalkan dia," kata Ichigo menunjuk pemuda biru disampingnya

" Ini Grimmjow jeagerjaques, dia tetanggaku yang berisik…"

" Jangan menghinaku Ichigo!"potong grimmjow tidak terima.

" Diem!" sentak Ichigo.

" Dia memang agak nyentrik,hyperaktiv, dan agak autis…"

"SUDAH KUBILANG JANGAN MENGHINAKU JESTROOO!" suara Grimmjow naik satu oktaf

" Apalagi didepan cewek cantik!" kali ini Grimmjow hanya berbisik di telinga Ichigo, membuat pemuda bermata hazel itu terkikik geli melihat tingkah Grimmjow yang tidak biasa.

" Grimmjow ya?" Gumam Orihime dengan pose berpikir(sebenarnya hanya untuk menggoda Grimmjow)

" Gyaaa Kumohon Jangan Diingat!" Grimmjow tersadar mengingat dirinya dalam bahaya jika Orihime sampai mengingatnya.

" Nggak kok e..he..he.." Orihime nyengir, Grimmjow lega

" Setidaknya nggak sekarang" Imbuh Orihime, Grimmjow mwmbeku seketika.

Tak jauh dari keempat orang itu sepasang mata emerald tengah mengawasi mereka, pandangannya tertuju pada sosok cantik gadis berrambut orange panjang yang kini membelakanginya, pemuda pemilik mata emerald itu berbalik arah meninggalkan keempat orang yang dia perhatikan sedari tadi, dan disaat itu Orihime menolehkan kepalanya kearah pemuda berrambut hitam yang kini berjalan menjauh

Bersambung

Haru: " Nah lo nah lo apa yang sedang ditutupi Grim sampe segitu OOC?" Ngelirik Grim

Grim: " Diem atau mau ini?" Ngedeath glare Haru, tangannya siap nyabut Pantera.

Haru: " A…ampun bang." Keder

" By the way Ulqui mandangin Hime nih ya…" ngelirik Ulqui

Ulqui: "…."

Haru: Ngelirik horor tangan Ulqui yang udah siap di gagang Murchielago

" Ehehe…santai bang!" ngelap keringet di jidat

" Hawanya panas ya hehe…?"bas-basi tangan nyender di bahu Ichi, ngeliat zanpakutou Ichi yang segede gaban, langsung mundur teratur, nyamperin Hime.(padahal Ichi nggak maksud nodongin zangetsu)

Hime: " Haru-chan kenapa kok mukanya pucet banget nyaingin Ulqui?"

Haru: " I..ituh tuh cowok bertiga kok tampangnya horor semua kayak mau mutilasi orang hidup-hidup ya?"narik-narik lengan Hime sambil nunjuk ke UlquiGrimIchi

Hime: " Ooh…itu sih biar aku yang urus" nepok dadanya sendiri

" Ulqui,Grim,Ichi….aku baru aja masak menu baru lho cobain ya!" senyum-senyum sambil nunjukin masakan yang…errr…entah bisa dimakan nggak.

UlquiGrimIchi: Kabur tanpa ngomong apa-apa cuma teriak disela larinya

" Maapin kita Haru kita nggak akan nakal lagi" karena udah jauh suaranya kedengeran keciiil banget

Hadoooh gaje abal nan garing, maaf kalau ada miss typo yah, , ini fic pertama saya soalnya oh iya tentang panggilan Grim ke Ichi itu yang JESTRO kepikiran dari rambut Ichigo yang orange kayak jeruk dan nama Ichigo(strawberry) jadi deh Jestro(Jeruk Strowberry)hehehe

Maaf juga kalau di chapter ini Ulquinya baru dikit coz baru perkenalan,untuk selanjutnya akan aku banyakin

Nah terakhir buat para readers mohon review setelah baca supaya saya semangat buat ngelanjutin ni fic(ngarep mode on)