"Kuso chibi! Apa permintaanmu pada saat kau berdoa tadi?"

"Aku berdoa, agar bisa terus berada di sisi Hiruma-san…"

The Day For Couple

Disclaimer: Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

Pairig:HiruSena

Rate: T

Gendre: Romance, Humor, Shonen-ai, Ge-je, OOC, dll

Summary: Hiruma dan Sena adalah sepasang kekasih yang terbilang unik. Bagaimana'kah cara mereka melalui tahun baru, valentine day, white day dan hari-hari romatis lainnya ? Mereka pasti memiliki cara tersendiri untuk melewati hari-hari yang peuh cinta.

Warning: Mengandung unsur boys love alias shonen-ai, don't like? Don't read…

Happy reading!

CHAPTER 1: New Year, with Hiruma-san.

Matahari saat itu sudah meiggi di daerah Tokyo, Jepang. Pada sebuah rumah yang terbilang sederhana, terlihat seorang remaja manis untuk ukuran laki-laki, rambutnya berwarna coklat caramel dan dia juga memiliki mata yang idah dengan warna yag sama. Saat itu dia sedang maerapikan yukata polos berwarna biru tua yang dikenakannya. Setelah yukata itu dirasa cukup rapi, dengan segera dia keluar dari kamar dan menyusul ayah dan ibunya yang sudah memulai sarapan sedari tadi.

"Sena-kun, apa setelah ini kau pergi ke kuil untuk sembahyang awal tahun?" Tanya seorang wanita yang sedang meminum teh hangatnya di meja makan.

"Iya kasan, setelah ini aku akan pergi ke kuil bersama Hiruma-san." Jawab sena sambil memakan sarapannya dengan agak terburu-buru. Setelah itu Sena meminum jus jeruk yang sudah disiapkan kasannya dengan sekali teguk.

"Otsukeresama, kasan, tousan!" ucap Sena dengan terburu-buru dan segera berlari ke pintu depan rumahnya, di sana sudah menunggu seorang pria yang memiliki paras tampan. Rambutnya bermodel spike dan berwarna pirang, matanya yang indah berwarna hijau tosca, di telinganya terpasang dua anting keperakkan yang menyilaukan membuat pria itu terkesan sadis dan beringas. Tetapi, tidak sedikitpun mengurangi ketampanan wajahnya. Pria itu sesekali mendesah dan menggesekkan kedua tangannya untuk sekedar menghangatkan diri. Maklum, saat ini kan sedang musim dingin.

"Hiruma-san! Hah..hah… Kau menunggu lama?" Tanya Sena sedikit terengah-engah karena berlari-lari tadi.

Hiruma menoleh menatap Sena yang masih terengah-engah. "Hn… Kuso chibi..Kau hampir membuatku mati kedinginan disini. "

"Gomen, ne… Hiruma-san…" ,ucap Sena sambil menunduk dalam-dalam di depan pria berambut spike itu.

"Hmm..Sudahlah… Jadi atau tidak ke kuil tahun baru?"

"Tentu saja!" jawab Sena bersemangat dan mengejar kekasihnya yang suadah mulai berjalan menjauhinnya. Kekasih? Ya, tentu saja mereka berdua adalah sepasang kekasih! Tidak tau? Readers nggak pernah liat acara gosip, sih…*author di mutilasi readers*

Sena menyatakan cinta kepada Hiruma seminggu yang lalu. Memang sih, bukan pernyataan cinta yang romantis… Malah lebih berkesan seperti mengakui perasan dengan kaku, habis mau bagaimana lagi? Sena 'kan pemalu.

"Emm..Hiruma-san… A-aku me-menyukaimu…", begitulah ucap Sena saat itu.

"Kalau begitu mulai besok kita pacaran kuso chibi, turuti perintahku dan jangan membantah!" begitu jawabnya dengan cuek.

"Jadi Hiruma-san juga menyukaiku?" Tanya Sena takjub.

"ya, begitulah." Jawab Hiruma enteng. Maka sejak itulah mereka berdua mulai menjadi sepasang kekasih.

Membayangan kejadian itu membuat wajah Sena memanas dan bibirnya mengembang menjadi sebuah senyuman kecil. Hiruma sedikit heran melihat kekasih imutnya itu tersenyum-senyum sendiri.

"Kuso chibi! Kenapa kau senyum-senyum begitu menatapku, HAH?" ucap Hiruma galak, membuat Sena tersadar dari lamunannya.

"Aku sedang memikirkanmu….", jawab Sena jujur sambil terus tersenyum manis menatap semenya. Jawaban sena yang jujur dan polos membuat Hiruma memalingkan wajah untuk menutupi sedikit rona merah di kulit putih pucat di wajahnya. Sena tertawa kecil melihat reaksi kekasihnya yang agak out of character.

Tak lama kemudian mereka sudah sampa di sebuah halaman kuil. Kuil itu terlihat sengat ramai, di penuhi oleh orang-orang yang akan melakukan ibadah awal tahun, selain itu juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjual makanan, minuman, game kecil seperti menembak atau menangkap ikan mas bahkan ada juga yang menjual mainan dan pernak-pernik untuk wanita. 'Rasanya seperti lautan manusia! Apa aku bisa sampai di kuil dengan selamat, ya?' batin Sena yang sedikit mulai mengurungkan niatnya untuk pergi ke kuil. Seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan kekasihnya, Hiruma menepuk pundak pria mungil berrambut coklat disampingnya itu lembut.

"Tenang koso chibi, aku ada di sampingmu…" ucap Hiruma menenangkan Sena, lalu menggandeng tangan Sena dengan erat, menariknya masuk ke dalam keramaian. Saat sena berjalan agak kesulitan karena banyaknya orang yang berada disana, tak sengaja ia mennyenggol seorang wanita sampai terjatuh.

"Gomenasai! Hontou ni gomenasai!" ucap Sena kepada wanita yang telah di tabraknya, wanita itu menatap wajah Sena.

"Wah, Sena-kun! "

"Ah! Mamori neechan!" ucap Sena terkejut menatap wanita yang merupakan teman sejak kecil yang sudah di anggapnya sebagai kakak sendiri itu

"Kau pergi bersama siapa?" Tanya Mamori khawatir. Mulai, deh sifat over protective-nya.

"Aku pergi bersama Hiruma-san~ ini orangnya.." jawab Sena sambil menarik lengan Hiruma.

"yo! Kuso mane!" Sapa Hiruma kepada mamori.

"Ah! Oh, iya Hiruma-san! Aku ke toilet dulu, ya! Tunggu saja di sini, jangan kemana-mana!"

"Cih! Cepatlah, kuso chibi!" balas Hiruma kepada Sena. Setelah itu Sena segera berlari menuju toilet yang letaknya agak jauh dari posisinya sekarang. Sementara itu Hiruma dan Mamori hanya saling diam. Mereka merasa agak canggung, karena Mamori sebenarnya dulu sempat menyukai Hiruma, sedangkan pemuda berambut spike itu sepertinya tau tentang perasaan Mamori kepadanya.

"Jadi… Sekarang kau menjadi kekasih Sena-kun?", Tanya Mamori mengawali pembicaraan untuk mengurangi suasana canggung di antara mereka berdua.

"Seperti yang kau lihat tadi, kuso mane.", jawab Hiruma cuek.

"Begitu? Jadi karena itu kau menolakku…? Yah, jagalah Sena dengan baik! Awas kalau kau berani-berani menyakitinya!", respon Mamori sambil memukul lengan Hiruma pelan, berusaha sedikit menutupi rasa sedihnya. Hei, bagaimanapun juga Mamori pernah menyukai Hiruma dulu. Tapi, dia lega karena Hiruma jadian dengan Sena karena dia tau, jika Hiruma adalah orang yang tepat untuk melindungi sena.

Tiba-tiba datanglah segerombolan reporter dari stasiun televisi swasta datang mendekati Hiruma dan Mamori. Sepertinya sedang mengadakan siaran langsung alias Live.

"Yak, permirsa! Di belakang kami adalah suasana tahun baru di kuil hokuto, Tokyo! Seperti yang kita lihat, kuil ini penuh dengan pengunjung yang hendak melakukan ibadah awal tahun dan juga banyak pedagang kaki lima di setiap sudut jalan! Mari kita wawancarai sepasang kekasih di belakang saya!" Ucap reporter wanita tersebut, dan mulai berjalan menuju arah Hiruma dan Mamori.

"Wah, pasangan yang serasi, ya pemirsa? Seperti yang kita lihat, mereka adalah sepasang kekasih yang sedang pergi ke kuil ini untuk ibadah awal tahun!"

Mendengar perkataan reporter itu, kontan membuat Mamori blushing. Ia segera sembunyi di belakang lengan Hiruma. Tanpa maksud tersembunyi, yang malah membuat mereka berdua terlihat semakin mesra di hadapan reporter itu.

"Wah, mesra sekali! Ya, memang seharusnya kau mendekat begitu kepada kekasihmu agar tidak terpisah!" ucap si reporter yang masih saja nyerocos tanpa mengetahui bahwa pacar Hiruma yang sebenarnya a.k.a Sena yang sudah kembali dari toilet kesal.

Karena kalap Sena segera berlari menuju reporter itu, mengambil mike seng reporter dan berteriak dengan kesal, "HIRUMA-SAN ITU PACARKUUUUU!", yang membuat Sena sukses masuk televisi nasional dengan cara yang memalukan.

Setelah sadar dengan apa yang ia lakukan tadi, Sena cepat-cepat berlari pergi dari sana karena malu tentunya.

"Oi! Kuso chibi! Mau kemana kau?"' Ucap Hiruma dan mengejar kekasihnya yang pergi menjauh.

Di lain tempat Sena sedang terduduk di bangku belakang kuil. Dia menunduk meratapi betapa memalukan sikapnya tadi. 'Ugh.. apa yang tadi ku lakukan?' ratapnya dalam hati. Tapi satu hal lagi yang membuatnya sakit hati adalah, reporter itu mengatakan bahwa Hiruma dan Mamori serasi. Sedangkan saat Hiruma dan Sena sedang berdua orang-orang malah mengatakan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang aneh dan tidak cocok. Apakah mereka memang tidak pantas menjadi sepasang kekasih? Terlebih lagi, dia dan Hiruma adalah sesame lelaki pasti makin banyak orang yang menatap hubungan mereka aneh.

"Apakah aku tidak pantas menjadi kekasih Hiruma-san…?" ucap Sena lirih. Tapi sepertinya pertanyaan itu didengar oleh seseorang yang baru saja datang.

"Apa maksud pertanyaanmu, Kuso chibi?" ucap Hiruma.

"Se-sejak kapan kau disini, Hiruma-san?" Tanya Sena kaget melihat Hiruma yang sekonyong-konyong tiba-tiba berada di sebelahnya.

"Jawab dulu pertanyaanku! Kenapa kau berpikiran bahwa kau tak cukup pantas untukku, HAH?"

"Ka-karena banyak orang yang bilang bahwa kau tidak cocok bersamaku… Dan banyak yang memandang hubungan kita itu aneh." Jawab Sena sedih, cairan bening berkumpul di pelupuk matanya siap untuk menetes. Tanpa disadari tangan kanan Hiruma menarik Sena ke dalam pelukannya, sedangkan tangan kirinya membelai lembut rambut kecoklatan kekasihnya itu.

"Jangan pernah berpikiran seperti itu lagi, kuso chibi! Yang ku sukai, bukan tetapi yang kucintai adalah kau! Aku 'tak peduli apapun yang orang lain katakana tentang kita dan hubungan ini! Yang terpenting adalah aku mencintaimu dan kaupun begitu! Percayalah padaku!" ucap Hiruma sambil memeluk kekasih tercintannya itu.

"ya… Aku-pun mencintaimu Hiruma-san….",jawab Sena dan memeluk kuat punggung semenya.

Setelah itu merekapun kembali menuju kuil dan melakukan tujuan awal mereka yaitu ibadah awal tahun di kuil.

Sesampainya di depan kuil, Sena melemparkan koin persembahan sebanyak seratus yen dan mulai berdoa. Sedangkan kekasihnya menunggu di sebelahnya dengan sabar.

Begitu selesai berdoa, Sena membuka matanya dan menatap Hiruma yang sedang menunggu di sebelahnya. Di belakang Sena banyak orang yang masih menunggu giliran untuk berdoa.

"Kuso chibi! Apa permintaanmu saat kau sedang berdoa tadi?"

"Aku berdoa, agar bisa selalu di sisimu." Jawab Sena lembut. Tanpa aba-aba Hiruma menarik lengan Sena, mengeleminasi jarak di antara meraka berdua dan mengecup bibir sena dengan lembut. Sebuah ciuman singkat yang manis…

"Kau 'tak perlu meminta hal seperti itu kepada dewa, kuso chibi! Karena aku akan selalu berada di sampingmu kapanpun yang kau minta." Jawab Hiruma dengan seringai liciknya.

"HIRUMA-SAN! Kenapa kau menciumku di depan kerumunan orang!",teriak Sena.

"Bersiaplah, kuso chibi! Aku akan membuatmu semakin berdebar-debar setiap harinya!"

Oh, kami-sama! Bagaimanakah nasibku setelah ini? Batin sena dalam hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~FIN~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Moshi-moshi minna san!

Aq himawari, author baru disini! Bagaimanakah cerita tadi? Aneh kah? Ada yang kurang? Siahkan berikan keritik dan saran yang membangun!

Oh iya ini belum tamat lho!

Berikutnya adalah ketika Hirusena melalui hari valentine!

Silahkan tunggu chap berikutnya!

Jaaaannnneeeeee~~~~

Review, pleaseeeeeeeee?