"Aku… tak ingin balasan apa-apa… aku hanya ingin kau slalu disisiku, Hirum-san."

The Day For Couple

CHAPTER 3: White day with Hiruma-san.

Disclaimer: Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

Pairig:HiruSena

Rate: T

Gendre: Romance, Humor, Shonen-ai, Ge-je, OOC, dll

Summary: Hiruma dan Sena adalah sepasang kekasih yang terbilang unik. Bagaimana'kah cara mereka melalui tahun baru, valentine day, white day dan hari-hari romatis lainnya ? Mereka pasti memiliki cara tersendiri untuk melewati hari-hari yang penuh cinta.

Warning: Mengandung unsur boys love alias shonen-ai, don't like? Don't read… Nekad baca? Gak nanggung kalo nantinya jadi fujoshi atau fudashi, ya~?

Happy reading!

Matahari sudah berjalan, walau kini masih berada di ufuk timur sinarnya memancar dengan cerah di sela jendela sebuah rumah sederhana di pusat kota Tokyo. Di dalam rumah itu, tepatnya pada lantai dua rumah itu terdapat sebuah kamar yang berukuran sedang, sepertinya anak lelaki berrambut coklat dan bermata caramel adalah penghuni kamar itu.

"Unghh… Sudah pagi rupanya…." Pemuda bertubuh mungil yang biasa dipanggil Sena itu bangun dari tidurnya. Sena mengerjap-ngerjapkan matanya agar dapat sepenuhnya sadar. Tatapannya tertuju pada kalender kecil di atas meja belajarnya. Kalender itu menunjukan 'Senin, 14 Maret 20xx'. 'Hah? 14 Februari? AH! Aku ada kencan dengan Hiruma-san! Gawat!' batin Sena. Dia menatap jam dinding yang tergantung di depan kamarnya. Dan… 'Hah? Jam setengah sepuluh? Padahal aku harus bertemu Hiruma-san pukul sepuluh!' Sena berlari menggunakan devil bats ghost untuk melewati ayah dan ibunya agar bisa cepat sampai ke goal line. Eh, maksud author agar bisa cepat sampai ke kamar mandi! Setelah mandi selama sepuluh menit, pria bermata caramel ini berlari menuju kamarnya lagi, kali ini menggunakan Devil bats curve untuk melewati ibunya yang sedang membawa hidangan untuk sarapan menuju ruang makan. Ayah Sena melihat ini cuma bisa geleng-geleng kepala melihat anaknya.

Jam menunjukan pukul sepuluh kurang sepuluh menit, Sena keluar dari kamarnya dan ke ruang makan untuk memakan sarapannya.

"Ufufufu, Sena… kau mau kencan?" Ucap perempuan paruh baya itu menggoda anaknya, membuat Sena tersedak saat meminum jus jeruk sarapannya.

"Iya, hari ini aku ada kencan dengan Hiruma-san…" Jawab sena sambil mencomot roti bakar sarapan paginya cepat-cepat.

"Bukankah hari ini adalah hari Senin? Kenapa tidak sekolah?" Tanya ayahnya.

"Tidak, ayah.. hari ini sekolah libur…"jawab Sena ragu pikirannya melayang pada kejadian kemarin.

Flash back mode: ON

Sabtu, 12 Maret 20xx (dua hari yag lalu)

Saat itu di SMA Deimon tepatnya saat usai pulang sekolah, seperti biasa klub Amefuto mengadakan latihan yang sudah menjadi kebiasaan saat sebelum masuk sekolah dan seusai pulang sekolah. Sena dan kawan-kawannya sedang asyik mengobrol, sebelum obrolan itu diintrupsi seseorang, Seorang pemuda bermata hijau tosca dan bermodel rambut spike berjalan mendekati Sena….

"Kuso chibi, Hari senin besok jam sepuluh kita ketemu di depan gedung bioskop empire 21!" Ucap Hiruma 'to the point', memotong obrolan Sena tentang Spongebob Squarepants yang ditontonnya kemarin dengan Monta, entah kenapa Hiruma tidak akan pernah bisa masuk dalam obrolan ini.

"Lho? Bukannya hari Senin kita masuk sekolah, Hiruma-san?" Tanya sena bingung kepada kekasihya itu.

"Sudah ku suruh kepala sekolah sialan itu meliburkan sekolah pada hari Senin besok! Kau tak perlu khawatir." Ucap Hiruma santai, sedangkan Sena dan anggota amefuto lainnya sudah berkeringat dingin ria.

"Lalu… Kita ngapain di Bioskop?"

"Kau tidak ingat heri Senin itu tanggal berapa, kuso chibi?" Tanya Hiruma balik kepada Sena dengan jengkel.

"Kalau tidak salah… Hari Senin itu tanggal 14 Maret…" akhirnya Sena mengerti maksud Hiruma! Tanggal 14 Maret adalah white day! Di Jepang, bila 14 Februari para wanita (atau uke dalam kasus kali ini) memberikan cokelat pada para pria (atau para seme), maka pada 14 Maret para pria harus membalas pemberian para wanita dengan memberikan cokelat berwarna putih atau mengajak wanita yang telah memberinya cokelat itu kencan. Sepertinya Hiruma lebih memilih options ke dua untuk membalas cokelat pemberian Sena saat valentine satu bulan yang lalu. Walaupun cokelat itu membuat dia terbaring lemah di rumah selama dua hari.

"Baiklah… jam sepuluh, di gedung bioskop Empire 21!" Jawab Sena setuju atas ajakan dari kekasihnya itu.

Flash back mode: Off

Pikiran Sena kembali pada alam nyata, ditatapnya jam yang melingkar manis di tangannya. 'ARGH! Kini aku benar-benar terlambat!' remaja mais itu meneguk jus jeruknya dengan cepat dan segera pergi meinggalkan rumah . Pmuda bermata caramel itu berlari dengan kecepatan yang dia punya menuju gedung bioskop yang tidak terlalu jauh dari sana.

Mata indahnya menangkap sesosok pemuda jangkung bermata tosca dan berambut pirang model spike, pemuda itu mengenakan t-shirt berwarna putih dengan gambar tengkorak hitam tengahnya dan menggunakan jaket kulit berwarna hitam yang begitu pas melekat di tubuhnya. Pria itu sedag mengunyah-ngunyah permen karet dengan tatapan lurus menunduk menghadap aspal di jalan.

"Hiruma-san!" Teriak Sena, memuat pemuda itu sadar dari lamunannya dan menatap sosok mungil yang terengah-engah karena berlari ini dengan tatapan kesal.

"Lama sekali kau, kuso chibi! Film-nya sudah mau di mulai."

"Gomen, ne… Hiruma-san…" Ucap Sena menyesal.

"Huh.. sudahlah.. ayo, masuk!" Ajak Hiruma sambil menggandeng tangan Sena erat. Sena tersenyum menatap tingkah laku kekasihnya itu, memang Hiruma tidak (akan) pernah mengucapkan kata-kata romantis kepadanya tapi gerak tubuh pemuda jangkung itu sudah menunjukan bahwa ia begitu mencintai Sena, hal itu bagi Sena merupakan tingkah laku romantis tanpa harus mengucapkannya dengan kata-kata.

Keduanya sudah sampai di depan loket pembelian tiket sedang asyik memilih film yang akan di tontonnya.

"Hiruma-san mau nonton yang mana?"

"Hmm….." Hiruma bergumam ikut memilih film yag gambarnya terpajang di loket itu.

Studio 1: Cinta vikri The movie, 'Huh! Aku pasti tertidur saat melihat ini' batin Hiruma saat melihat poster film yang ada di studio pertama. Matanya kini memandang studio berikutnya.

Studio 2: Seme-Seme takut Uke. 'Ukh!' Hiruma begidik melihat poster ini terpajang di sebelah poster pertama. 'Nanti kuso chibi ketularan jadi uke yang sadis!' Hiruma lagsung mengalihkan pandangannya menuju poster berikutnya.

Studio 3: Saus Tomat. 'Film apa lagi, nih? Jangan-jangan acara masak?' batin Hiruma lagi. Tidak menarik! Kali ini tinggal satu studio yang tersisa.

Studio 4: Hantu Suster Rebonding. 'film hantu? Huh! Siapa yang percaya dengan hantu! ' Hiruma mendengus melihat film yang terakhir ini. Tak berapa lama kemudian Hiruma sadar,'Oh iya! Kuso chibi 'kan takut film horror! Hahaha! Oke film ini saja!'

"Kuso chibi! Kita nonton film di studio empat!" Ucap Hiruma enteng.

"Eh? A-anu aku… takut film horror, Hiruma-san…"

"Aku tidak peduli, kuso chibi! Ayo masuk!" Ternyata Hiruma sudah memilih membeli tiket untuk di studio empat tanpa menunggu persetujuan Sena. Sang seme menarik tangan uke-nya dengan agak memaksa untuk masuk ke dalam gedung bioskop. 'Khe khe khe! Kena kau!' Hiruma tertawa dalam hati.

.

.

.

.

Saat ini di dalam studio yag dimasuki oleh dua sejoli pasangan seme-uke ini lampu ruangannya sudah dimatikan, hal ini menandakan film yang di tunggu sedari tadi akan segera dimulai. Sena dan Hiruma duduk di bangku paling atas, sang seme duduk di sebelah kanan si uke. Kasihan, sepertinya uke bermata caramel ini sedang ketakutan karena yang akan ditontonnya adalah film horror. Hiruma menoleh dan menatap pemuda mungil disampingnya.

"Tegang, kuso chibi?" goda Hiruma sambil menyeringai licik. Sena hanya mengangguk kecil mendengar pertanyaan itu.

"Tak perlu takut! 'kan ada aku!" Ucap Hiruma tenang. Hah… cara kuno, nih…

Tak lama kemudian film horror yang ditunggu para penonton di studio itu-pun dimulai. Awalnya Sena tenang melihat film itu. Belum ada adegan horror-nya sih… Ternyata film itu bercerita tentang suster yang super centil, saat dia pergi ke salon untuk rebonding ternyata pegawai salon tidak sengaja meyetrum suster centil itu dengan alat rebonding, akhirnya suster itu mati dengan cara tidak elit. Lalu, arwahnya gentayangan mengejar cowok-cowok ganteng sambil bawa-bawa alat rebonding.

Sena mulai merinding ketakutan saat adegan suster berwajah ancur itu muncul tiba-tiba dan hendak menyetrum mangsanya dengan alat rebonding.

"Mulai takut, kuso chibi? Peluk saja aku kalau kau takut." Ucap Hiruma sedikit berbisik pada Sena yang sudah sukses gemetar ketakutan sedari tadi.

Saat adegan puncak mengerikan itu datang, yaitu pada saat hatu suster itu datang dari belakang dan mencekik mangsanya dengan kabel alat rebonding. Sena berteriak ketakutan dan memeluk sosok di sebelah kiri-nya, sosok itu-pun balas memeluk Sena erat. Tunggu! Sebelah kiri? Bukannya Hiruma ada di sebelah kanannya? Sena yang sadar akan kesalahan fatal itu segera mendongak melihat sosok yang dipeluknya. JEDER! Petir menyambar di kepala Sena! Ternyata yang dipeluknya itu adalah om-om mesum!

"Kenapa? Mau di peluk lagi sama om?" pria paruh baya itu tersenyum mesum kepada Sena. Pria mesum itu meraba-raba bokong Sena, remaja mungil itu meuduk ketakutan. Sedetik kemudia Hiruma sudah meninju wajah pria paruh baya itu hingga babak belur!

"Jangan pernah sentuh propertyku Paman mesum sialan!" Ucapnya kasar, lalu menggandeng tangan Sena keluar dari gedung bioskop itu tanpa menunggu film itu selesai. Setelah berjalan beberapa menit sampailah mereka berdua pada taman bermain kecil yang tak jauh dari sana. Mereka berdua duduk di salah satu bangku yang disediakan taman itu. Keduanya terdiam seakan menunggu yang akan bicara duluan.

"Gomen, Hiruma-san…. Aku mengacaukan kencan kita…" Ucap Sena sedih, kepalanya menunduk menatap tanah.

"Bukan salahmu, Kuso chibi…" Ucap Hiruma datar sambil mengacak-acak rambut pria mungil itu sayang. "Lagi pula aku masih punya rencana untuk kencan kita setelah pergi ke bioskop!" Lanjutnya, lalu menarik tangan Sena menuju tempat yang dimaksud.

.

.

.

.

"Dimana ini, Hiruma-san?" Tanya Sena bingung. Merka berdua kini berada di gedung yang bertuliskan 'Sea World'. Ternyata mereka akan melihat aquarium raksasa yang berisi macam-macam ikan di dalamnya.

"Ayo, kita masuk, Kuso chibi!"

"Hai'!" angguk Sena sambil menyusul Hiruma yang sudah berjalan menjauh di depannya.

Mereka berdua masuk kedalam gedung sea world itu, melihat-lihat berbagai ikan di dalamnya. Sesekali Sena bertanya kepada Hiruma jenis ikan apa yang dilihatnya. Hiruma yang tentu saja semalam sudah meghafal berbagai nama ikan khusus untuk acara ini bisa menjawab semua pertanyaan Sena dengan mudah.

"Kau lihat ikan yang di sana itu, kuso chibi? Itu namanya ikan pari, kalau yang di sebelah sana ikan fugo." Ucap Hiruma, pamer keahliannya.

Sena terseyum kagum menatap kemampuan Hiruma. Cinta memang bisa membuat orang melakukan apa saja, bahkan sepertinya itu juga berlaku pada akuma tim Deimon Devil Bats ini.

"Kau mau melihat bayi-bayi penyu yang dibudidayakan di sini?" Tanya Hiruma, menawarkan. Sena mengangguk antusias.

Walaupun hari Senin, ternyata tempat rekreasi Sea World ini tetap ramai dikunjungi orang, dua sejoli ini saja sampai berdesak-desakan dengan pengunjung lain agar bisa ke tempat penangkaran bayi penyu.

"Kuso chibi, pegang tanganku! Jangan sampai kita terpisah!" Perintah Hiruma. Dengan senang hati Sena meraih tangan seme-nya itu. Entah kenapa pipinya terasa panas karena mendapat perhatian yang begitu besar dari Hiruma.

Pasangan itu pun menembus kerumunan, mereka berdua berjalan menuju penangkaran bayi penyu. Tapi memang dewi fortuna belum berpihak kepada mereka membuat kencan mereka tak lancar lagi.

"Hiruma-san, kenapa kita tak juga sampai?" Tanya Sena, lalu mendongak menatap pria yang menggandeng tangannya ini. 'Lho? Siapa ini?' batin Sena. Ternyata mereka berdua terpisah di antara kerumunan!

"Sena?" pria yang tangannya digandeng Sena ini bertanya. Remaja manis ini ikut gelagapan melihat orang dikenalnya yang digandeng ini. Ternyata pria ini adalah Kitani Riku! Teman masa kecilnya!

"Ehm… Gomen, aku salah orang, Riku!" Jawab Sena sambil menunduk minta maaf.

"Tak apa…" jawab pria itu tersenyum tulus.

"Lalu apa kau tersesat?" lanjutnya lagi, ternyata mengerti mimik wajah Sena yang terlihat kebingungan.

"Sepertinya aku memang tersesat…" Sena mengaku jujur, kepalanya kini tertunduk malu. 'Ah, imutnya anak ini…' batin Riku.

"Kalau begitu aku antar saja kau ke tempat informasi bagaimana?" tawarnya. Sena mengangguk mendengar tawaran itu.

"Maaf, jadi merepotkan…"

"Tak apa… bukan sesuatu yang merepotkan kok…"

Akhirnya Sena dengan Riku pergi ke tempat pusat informasi.

Di sisi lain Hiruma….

'Cih! Kemana kuso chibi itu?' batin Hiruma. Akuma berrambut spike itu celingukan mencari sosok mungil kekasihnya. Matanya di picingkan agar bisa melihat tubuh Sena yang termasuk kecil di antara kerumunan orang banyak . Sebelum Hiruma dapat menemukan Sena, kegiatan itu sudah terpotong saat pria berrambut pirang itu mendengar pengumuman yang diumumkan oleh Speaker.

"Pengumuman kepada para pengunjung sea world... telah ditemukan seorang anak hilang yang bernama Kobayakawa Sena, bagi pemuda yang bernama Hiruma Youichi, mohon segera menuju pusat Informasi. Terima kasih atas perhatiannya."

Hiruma cengo mendengar pengumuman itu. Wajahnya di benamkan ke telapak tangannya menunjukan ekspresi malu. Hah… Nasib, punya pacar yang terlalu imut seperti anak SD! Setelah itu dilangkahkan kakinya menuju tempat pusat informasi….

.

.

.

Saat Hiruma sudah sampai di ruangan pusat informasi, pria itu manangkap dua orang sosok yang sangat dikenalnya, yang satu adalah kekasihnya Sena dan yang satu lagi…

"Cih, ternyata kau, yang mengantar kuso chibi ke sini…." Ucap Hiruma ketus kepada Riku. Akuma satu ini tau bila Riku juga menyukai Sena. Tapi, beruntung Sena sudah jadian dengannya sebelum remaja berambut silver itu menyatakan perasaan kepada pemuda bermata caramel yang dicintainya.

"Hiruma-san, jangan kasar begitu! Dia 'kan yang sudah mengantarku ke sini!"

"Huh!" Hiruma membuang mukanya. Sena menghela nafas melihat kekasihnya ini. Hiruma berjalan keluar ruangan pusat informasi itu dengan cepat tanpa memperdulikan Sena. 'Tak tau 'kah dia kalau aku cemburu?' batin Hiruma kesal. Melihat pemuda berambut spike itu menjauh Sena segera mengucapkan terima kasih pada Riku atas pertolongannya den pergi menyusul seme-nya yang ngambek.

Hiruma melangkahkan kakinya keluar dari gedung 'Sea world' dengan cepat tanpa menoleh sedikitpun pada sosok mungil yang terus mengikutinya dari belakang. Sena tidak terlalu bodoh untuk tidak mengetahui kalau pacarnya itu sedang ngambek. Dicengkramnya tangan Hiruma agar menghentikan langkah kakinya.

"Hiruma-san, kau kenapa, sih?" Tanya Sena dengan nada kesal. Ia ingat-ingat kembali saat kencannya di mulai tadi pagi, dari bioskop hingga ke sea world. Pemuda mungil ini sadar sesuatu yang membuatnya merasa amat bersalah. Dia sadar bahwa sedari awal mereka kencan dirinya sendirilah yang mengacaukan rencana Hiruma, dia pun sadar bahwa betapa Hiruma begitu sayang kepadanya dan berusaha membuatnya senang dengan rencana kencan hari ini. Hiruma bahkan tidak marah saat Sena salah memeluk orang dan berusaha menghiburnya agar kembali ceria saat di taman tadi. Sena merasa begitu bodoh dan tidak peka kali ini. Cairan bening mulai memenuhi pelupuk matanya.

"Gomen, Hiruma-san… aku sungguh mengecewakanmu…." Kata itulah yang keluar dari bibir kecil Sena. "Aku sadar kau ingin membuatku senang pada kencan kita hari ini. Tapi, aku begitu bodoh hingga tak menyadarinya…." Lanjut Sena.

"Sudahlah, kuso chibi… bukan kau yang salah… aku ini memang tidak bisa romantis."

Sena menggeleng kuat-kuat tanda tidak setuju. "Kau itu begitu baik, Hiruma-san… " ucap Sena sambil tersenyum kecil.

"Yah, mungkin aku memang tak tau bagaimana cara membalas cokelat yang kau berikan…."

Kali ini Sena kembali menggeleng,"Aku… tak ingin balasan apa-apa… aku hanya ingin kau slalu disisiku, Hirum-san." Tangan sena mencengkram lembut jaket kulit hitam milik Hiruma, membuat tubuh kekasihnya itu sedikit membungkuk dan mendekatkan wajahnya menuju bibir dingin milik Hiruma lalu mengecupnya lembut dan sedikit menjilat bibir bagian bawah pemuda berambut spike itu. Mengerti maksudnya, Hiruma membuka mulutnya membiarkan lidah kecil milik Sena menjelajah mulutnya dengan bebas. Membawa ciuman mereka menjadi sebuah ciuman mesra yang begitu memabukkan. Lima menit kemudian Sena melepaskan tautan kedua bibir itu. Nafasnya begitu tersengal-sengal seperti usai melakukan pertandingan amefuto. Hiruma menyeringai melihat pemuda mungil di depannya ini begitu merah wajahnya dan terengah-engah karena ciuman panas yang mereka lakukan tadi.

"Aishiteru, kuso chibi…." Ucap Hiruma lembut dan memeluk tubuh Sena erat.

"Aishiteru yo, Hiruma-san…" Jawap pemuda bermata caramel itu dan membalas pelukan kekasihnya. Puluhan mata menatap adegan romantis itu. Keduanya tidak peduli dan tidak mau tau, dua sejoli itu larut dalam genangan cinta dan kasih sayang pada saat itu dan seolah member tau pada semua orang bahwa mereka berdua saling mencintai satu sama lain. Biarlah orang-orang yang berlalu lalang menjadi saksi hidup cinta mereka berdua.

~~~~~~~~~FIN~~~~~~~~~

Akhirnya selesai juga ngebuat fic ini!(^^)v

eniwei, terima kasih banyak udah mau menunggu ap detnya fic ini. Banyak yang bilang kalau fic ini 'so sweet'. Tapi, masa' sih? Apa aku aja yang gk sadar bikin fic yang mellow-mellow? Selain itu di chap kali ini aq merasa membuat Hiruma jadi OOC dan memunculkan banyak parody film gak jelas di bagian awal. Hahahaha~XD~ sesekali untuk senang-senang. Ah,iya! Maafkan kebodohan saia yang kemarin buat chap 1 terpisah dari chap ke 2-nya! *sujud maaf*

Habis aku 'kan author baru dan seringnya bikin one shot, jadi gak tau deh caranya nyambungin chapter!*ngomong aja kalo gaptek*

Selain itu saia sekarang bingung mau balas repiu gimana… soalnya chapter ke 2-nya ada yang pisah dari chapter yang pertama otomatis komennya ikut terpisah juga! X(

Gomenasai, hontou ni gomenasai, minna-san!

Tunggu chap berikutnya yang berjudul 'Summer festival with Hiruma-san!'

Jaa Ne~~~~!XD

Mind to give me review for my mistake in this chapter?