Konnichiwa minna~~~

Yosh, akhir na saiia kembali membawakan (baca: menuliskan) fic Pandora Hearts yang telah tertunda begituuuuuuu lama! #plaaaak (readers: BARU NYADAR LU?)

Udah ah! So, ENJOY IT!^^


オズ行っていない 'Ozu itte inai' © Navi Blue

Pandora Hearts © Jun Mochizuki

A Pandora Hearts' Fanficion

Warning: semi AU, OOC ness, Abal bin Gaje, Tragedy/Mistery, T

DON'T LIKE?, DON'T READ!


Act: # 1. The King of Hearts

~~~~~~~~~~~~(!#$%^&*)~~~~~~~~~~~~~

Matahari menjulang tinggi dilangit, namun keramaian orang tak dapat dibendung di kota ini. Terlihatlah seorang gadis mencoba menembus keramaian itu. Rambut brunette-nya bergoyang mengikuti gerak indah tubuhnya. Jubah merah darah yang dikenakannya begitu mencolok ditengah tamainya jalanan kota. Tiba-tiba kaki mungilnya(?) berhenti. Indra penciumannya menemukan sesuatu yang dapat membuat mata violet-nya berkaca-kaca, tanpa disadari perlahan-lahan saliva mulai turun dari sedut bibirnya. Dengan langkah cepat bagai kilat dia berlari menuju aroma yang dapat membuatnya menggila (baca: lapar).

Di tempat lain, terlihat seorang pemuda berambut raven dan sedikit ikal sedang berlari ditengah kerumunan orang. Nefasnya memburu, keringan mulai mengucur dari pelipisnya. Tampaknya pemuda raven ini sedang panic mencari seseorang.

Dan lagi-lagi ditempat lain, tepatnya dibawah sebuah pohon Oak(?) terlihat ada dua orang sedang dengan santai-santainya menggelar pesta (baca: piknik) minum teh.

Kembali pada sang ama kemudian akhirnya dia menemukan apa yang dia cari. Terlihat disana ada seorang gadis beranbut brunette yang sedang sangat teramat sibuk berkutat dengan lebih dari 100 porsi berbagai macam olahan daging distand itu.

Mata pemuda raven ini membulat terkaget dengan yang ia lihat. Rasa tak percaya dan takut menyambut dirinya. Bagaimana tidak? Sang pemuda raven ini lagi-lagi harus mengeluarkan sejumlah uang untuk embayar semua porsi daging yang sang gadis brunette makan, ingin rasanya ia pingsan saat ini juga. Sudah dapat diketahui ini bukan yang pertama kalinya bagi sang raven.

Dengan gontai pemuda yang bernama Gilbert ini berjalan kearah gadis bernama Alice. Dia menepuk pundak Alice perlahan, namun dapat membuat Alice tersedak. "Hei, Baka Usagi! Apa yang kau lakukan disini HUH?" ucapnya gontai.

"U..Uhuk uhuk! Apa kau bilang KAISOOOO?" balas Alice marah.

Dan terjadilah pertempuran saling ejek antara sang K-A-I-S-O dan B-A-K-A USAGI (*Author n Narator tepar*)

Pertempuran pun usai dan berakhir dengan keduanya saling membuang muka. Namu, itu hanya sesaat karena saat mereka kembali ketempat mereka datang, mereka mendapatkan suguhan yang luarrrr biasa. Yaitu, melihat dua orang idiot sedang dengan santainya meggelar piknik.

Terjadilah kemarahan dan kemurkaan dua orang gaje ini. *tepar*

~~~~~~~(skip time)~~~~~~~

Malam menjelang. Sang surya telah menduduki singgahsananya dan digantikan oleh sang rembulan. Disebuah mansion besar ada sekelompok orang yang sedang berkumpul dan berdiskusi.

Seorang pria berambut perak dan beriris ruby kini sedang dengan nikmatnya memakan lollipop sambil membaca sebuah laporan. "Khukhukhu… ini menarik sekali. Semua pemegang konrak yang sedang kejar Pandora tiba-tiba lenyap?" ujarnya.

"Ya, sangat menarik!" ucap seorang lady sambil menyeruput the-nya. "Dan, yang lebih menariknya. Yang lenyap itu bukan pemegang kontraknya melainkan sang chain!" sambungnya tenang.

"Hmm… apa ini tidak terlalu aneh? Sebab jika yang melakukannya adalah seorang pemegang kontrak juga maka seharusnya dia tak perlu repot-repot membunuh chain dan tetap membiarkan sang pemegang kontrak hidup, dan lagi sepertinya itu sedikit mustahil karena hampir semua symbol pemegang konrak illegal itu satu putaran penuh!" kata seorang pemuda raven. Pembicaraan itu pun terus berlangsung hingga pagi menjelang.

~~~~~~~(!#$%^&*)~~~~~~~

Hari berganti. Dan malam ini mereka telah menyusun rencana agar dapat menemukan siapakah gerangan yang telah menghabisi chain yang membuat kontrak illegal.

semua telah bersiap dengan posisi masing-masing. Alice juga telah siap walau tanpa pemegang kontraknya. Ya, Oz Vessalius, pemegang kontraknya telah meninggal 2 tahun yang lalu. Dia meninggal dalam upaya menghentikan sang dalang dari tragedy Sabier 'Glen Barkerville'. Dan berkat Oz-lah kini Glen telah disegel selama-lamanya. Dia desegel dalam sebuah penjara kekuatan Oz yangberupa sebuah kotak yang disebut Pandora Herats, dan tak ada yang tau dimana gerangan kotak itu berada saat ini. Dan dianggap telah musnah.

'Oz…' batin Alice. Lalu dia mengambil sesuatu di sakunya(?). terlihat sebuah arloji yang telah tak berdetak dan tak mengalunkan nada indah yang dulu pernah menggema meski telah diperbaiki oleh orang professional sekalipun. Arloji itu berhenti berdetak mengikuti detak jantung sang pemilik yang juga tak berdetak 2 tahun silam. Satu-satunya benda yang ditinggalkan Oz untuknya. Sebuah benda yang mengawali petualangan Alice bersama Oz dan mengakhirinya pula.

Dan kini benda itu berada ditanggan Alice. Dia akan terus dan terus menjaganya sampai kapanpun.

Tak tak tak.

Terdengar bunyi langkah kaki yang membuyarkan lamunan Alice. Siaga satu mulai diterpkan(?). dipastikan bunyi it berasal dari umpan pemegang kontrak illegal.

mereka menunggu sambil terus memperhatikan sang umpan mengamuk tanpa ada niat untuk menghentikannya dan keluar dari persembunyian mereka masing-masing. Dan tak butuh waktu lama. Mereka dapat merasakan ada pengunjung lain datang. Terlihat bayangan mulai mendekat kearah sang umpan.

"HYAHAHAHA! Siapa kau?" ujar sang umpan.

SRAAAAAAAAT.

Tanpa basa-basi sang target langsung menyerang umpan. Darah chain yag berwarna hitam itu berceceran dimana-mana. Dari tempat persembunyian masing-masing dapat terlihat semuanya terkaget. Alice, Gilbert dan Sharon hanya dapat memandang horror cipratan darah yang muncrat sampai ketempat mereka.

"O-Ogh! Ter…ternyata kaulah chain… y-yang dibicarakan it-u..!" ujar sang umpan. "KA-U! si..siapa?" sambungnya. Sedangkan para pengincar yang sedang bersembunyi hanya terpaku saja.

Terlihat senyum mengembang diwajah sang target. "King of Hearts" ujarnya.

Para pengincar tampak tertegun sesaat. Mereka merasa pernah mendengar suara itu. Sebuah suara yang sangat familiar dan sangat dirindukan oleh semua. Suara milik…

Tanpa pikirpanjang lag, Alice langsung keluar dari persembunyiannya dan pergi kehadapan target. Betapa terkejutnya dia melihat sosok pemuda berambut pirang dan menggunakan jubah ala raja didepannya. Semua yang masih bersembunyi akhirnya keluar Karena mengetahui Alice telah keluar.

Naum, mereka terlonjak kaget dan mematung. Tatapan horror dan tak percaya menghiasi wajah mereka.

"Oz…"

~~~~~~~~~~~~~~~T.B.C~~~~~~~~~~~~~


Huuuuft... akhirnya selesai juga! ^^"

aneh? Typo? ancur? jelek? gak bagus? gaje bin abal? memang!

hueeeeeeeee! kaya' na saiia membutuhkan EYD-beta dech! habis Miichan selaku co writer saiia sedang sangat sibuk hiksu hiksu... T^T;

bagi yang berkenan beritahu saiia yach!

so, REPIUUUUUUUUUUUUUUUUU PLISSSSSSSSSSSSSSSSSS!