Good Bye

Disclaimer : CLAMP

Beta Reader : Phoebe Yuu


Beberapa hari setelah mereka kembali ke Nihon, Fai telah mengetahui keadaan sang ninja. Kurogane tidak apa-apa, hanya tinggal menunggu sadar dan istirahat yang banyak karena banyak kehilangan darah. Mage pirang itu merenung sendirian dikamarnya, yang telah dipintanya berjauhan dari kamar Kurogane.

Sesekali mata birunya memandang Mokona yang sedang tertidur pulas dipangkuannya. Dengan gerakan lemah dia mengguncang sedikit tubuh putih itu.

"Ung~ ada apa mommy?" Rancau Mokona tidak jelas.

"Bisa kau pertemukan aku dengan penyihir dimensi?" Tanya Fai dengan senyum palsunya.

Seketika juga muncul cahaya dari permata yang terdapat pada dahi Mokona dan memantulkan seorang wanita cantik berkimono dihadapan mereka. Dengan segera kelinci itu tertidur kembali.

"Ada yang aku bisa bantu, Fai?" Tanya wanita berambut hitam panjang itu, sambil tersenyum menatap Fai.

"Bisa aku membuat permintaan, Yuuko-san?" Tanya Fai.

"Hm…, aku sudah tahu," Seketika senyuman Yuuko lenyap, dan berganti dengan wajah seriusnya "jadi, apa yang hendak kau pinta dariku?" Yuuko menghisap cerutu panjang yang sedari tadi bertengger di jari-jari lentiknya, lalu menghembuskan asapnya dengan perlahan.

"Tolong anda kembalikan tangan kirinya yang telah putus. Mengenai pembayaran, aku akan membayar apapun yang anda pinta,"

Yuuko terdiam sejenak, "Baik kalau begitu, aku bisa saja mengembalikan tangannya yang hilang, tetapi yang pasti tangan itu tidak akan mungkin sama dengan tangan Kurogane yang lama. Bagaimana?"

"Tidak masalah,"

"3 hari lagi…, akan aku kirim melalui Fuuma," Yuuko kembali mengisap cerutunya "Lalu bayarannya," Yuuko yang sedari tadi sedang berbaring bersandarkan sandaran sofa merahnya, duduk tegak sambil memangku kepalanya diatas lengannya. "Aku ingin mata kananmu yang masih menyimpan kekuatan sihir itu,"

"Silahkan saja,"

"Aku akan mengambilnya saat tangan itu telah sampai di tujuan, kalau begitu, selamat malam Fai-san," Ucap wanita itu tersenyum

"Tunggu!" Teriak Fai sebelum sinar itu lenyap "Ada sesuatu hal lagi yang ingin aku pinta," Senyum palsu diwajah itu menghilang, berganti dengan senyum tulusnya "Aku ingin agar Kurogane dan semua orang yang tahu tentangku…"


Malam yang sunyi, hanya suara jangkrik yang terdengar membentuk suatu irama, mengiringi derap langkah lemah kaki seseorang. Suara-suara jangkrik itu langsung menghilang ketika mendengar bunyi pintu geser terbuka, menampilkan sesosok pria tampan berambut hitam yang tengah tertidur lelap di atas ranjang di tengah ruang tidur bernuansa Jepang itu.

Langkah kaki itu kembali terdengar saat Fai mendekati ranjang yang ditempati pria tadi. Fai tersenyum lembut memandang pria yang ada dihadapannya. Dengan perlahan Pamuda pirang itu duduk diatas ranjang, tepat disamping tubuh Kurogane.

Fai mendekatkan wajahnya kearah wajah sang ninja, hingga dia bisa merasakan deru nafas Kurogane. Fai terdiam sejenak memandang wajah tampan dihadapannya. Sebelum kembali tersenyum lembut mengecup bibir itu. Seketika juga tubuhnya dikelilingi oleh cahaya, yang perlahan menghilang seiring dengan memudarnya tubuh sang penyihir.

"Aku berharap kau bahagia disini. Ne…, Kurogane." Hanya suara itu yang terdengar sayup-sayup menghilang dari ruangan bertatami itu.

~Fin~


Salam kenal semua, ni Fic pertama Rin di Fandom ini. Mohon bimbingannya :)

Dan kalau berkenan, silahkan kasih masukan dan saran dengan menekan tombol cantik dibawah ini ^^