Hallo, minna-san! ^_^/ Kenalkan, nama saya Ame Mitarashi :D Dan biasa dipanggil Ame-chan. Akhirnya, setelah sekian lama, fic inilah yang pertama saya publish^^ Semoga, awal permulaan saya buat fic, dapet respon bagus :) *amieeen*

Oiya! Selain fic pertama, fic ini juga sebagai kado untuk Sena Kobayakawa ^_^ Happy birthday Sena-kun! \(^o^)/

Ok! Let's start!

.

.

.

" Nice Present "

An Eyeshield 21 fanfic

Disclaimer:

Eyeshield 21 baik anime ataupun manga-nya, adalah milik Riichiro Inagaki-san dan Yusuke Murata-san. Saya cuma pinjam chara-nya saja kok^^

Peringatan:

Type dan misstype pasti ada (walau udah diperiksa beberapa kalipun juga), Out of Character, abal, pendeskripsian gak pas dan gak jelas, rada gak nyambung sama tujuan cerita, bahasa gaul nyelip-nyelip dikit. Oh iya! Karena saya nggak baca lengkap manganya, jadi alur cerita fic ini rada keluar dari aslinya ^.^'a Jadinya fic ini Semi-AU deh^^, atau semi-Canon? o.O #bingungndiri. Ntar juga ada pair kesukaan saya yang nyelip. Dan maaf untuk Hiruma FC, disini Hiruma tidak ikut berpartisipasi :( Maaf yah..


Mulai nggak 'sreg'? Silahkan klik tombol back! :) Jangan paksain baca yah! ^^


[Deimon High School, at 17.18]

"Latihan hari ini cukup! Doumo arigato minna-san, silahkan beristirahat." ujar kapten Deimon yang baru. Yap, Sena Kobayakawa, sekarang resmi menjadi kapten baru, menggantikan Hiruma. Sudah beberapa bulan berlalu semenjak penggantian kapten DDB, sekarang Sena sudah terbiasa menjadi seorang QuarterBack, dan posisinya yang dulu digantikan oleh Ishimaru.

"Ah, nggak terasa ya, hari sudah sore? Kayaknya kita latihan baru sebentar deh." ucap Toganou sambil menatap matahari yang sebentar lagi terbenam.

"Itu kan karna kalian sudah terbiasa dilatih 'keras' oleh You-nii," ujar Suzuna sambil nyengir. Diberikannya botol minuman yang ada ditangannya. "nih, mau minuman nggak?"

"Wah! Aku mau dong!" Toganou segera mengambil botol minuman yang ditawarkan Suzuna.

"Hei! Aku belum kebagian nih!" Kuroki setengah berteriak pada Suzuna.

"Mukya! Aku juga belum kebagian, MAX!" Monta juga tidak mau kalah. Keduanya saling berebutan mengambil minuman yang Suzuna bawa. Sena yang melihatnya agak khawatir.

"U..uwaa! Jangan rebutan! Satu-satu dong!" ujar Suzuna yang kewalahan menghadapi mereka berdua.

"A-ha-ha~ Aku juga ikuut~" Taki dengan 'pintar'nya ikut-ikutan bergabung untuk berebut minuman yang ada pada adiknya itu.

"FU-FUGOO!" Komusubi pun ikut-ikutan meramaikan suasana. Tentu saja hal ini membuat Sena tambah khawatir.

"Hi..hiee? Mi..minna! Hentikan! Pasti akan diberikan satu-satu, kok! Tolong jangan berebutan!" Sena mencoba untuk melerai kumpulan aneh yang ada disekitar Suzuna. Tapi percuma saja, suaranya kurang keras untuk melerai mereka, yang malahan mulai membentuk kumpulan asap ala anime.

"Kyaa!" suara Suzuna terdengar dari dalam kepulan asap, yang membuat Sena bertambah khawatir.

'Ah! Tenang saja Suzu-chan! A..aku akan menyelamatkanmu!' pekiknya dalam hati. Daan.. wuuussshh! dengan kecepatan kakinya, Sena melewati kepulan asap itu dan membawa Suzuna ala bridal style.

"E-eeh?" Suzuna agak kaget dibuatnya. Tadi ia merasa diangkat. Setelah beberapa saat lamanya dia bingung, ia dibuyarkan oleh seseorang yang sedaritadi mengangkatnya.

"Suzuna-chan tidak apa-apa?" tanya Sena khawatir, ia takut gadis manis itu terluka akibat ulah konyol teman-temannya.

Dipandanginya Sena lekat-lekat, mencoba memproses apa yang terjadi. Sena pun merasa gugup karena diperhatikan begitu lekatnya oleh Suzuna, hingga membuat pria manis ini memerah. Sesaat kemudian, gadis lola ini menyadari, bahwa ia masih dalam keadaan diangkat Sena –ala bridal style.

"EEH? Se..sena? Gomenne! Pa..pasti aku berat ya?" ujarnya seraya beranjak dari pelukan tangan Sena.

"Nggak kok! Nggak apa. Suzuna sendiri nggak kenapa-kenapa kan?" sahut Sena ramah, setelah ia berhasil menetralkan merah diwajahnya.

"Umm! Iya nggak papa. Doumo arigatou, ne, Sena. Sudah menyelamatkan aku dari perilaku bodoh mereka semua," senyuman yang manis terkembang diwajahnya yang memang manis. 'Ah, rasanya ingin meleleh saja' ujar Sena melting di dalam hati –dengan warna merah yang kembali muncul diwajah Sena.

"E..ehehe.. Nggak masalah kok," ujarnya seraya menggarung kepala belakangnya yang tidak gatal. Karena mereka berdua terlalu asyik mengobrol, sepertinya mereka melupakan pertarungan sengit yang ada didekat mereka.

"Oi! Sena! Kau kan kaptennya, lerai mereka dong! Jangan kencan saja!" teriak Juumonji kesal –dengan tiba-tiba.

"Hiee? Si..siapa yang kencan? Aku kan la..lagi ano.. e..ettou.. err...," Sena yang kaget –dengan wajah yang memerah, tentunya– mencoba menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya saat ini.

"Uukh! Kami ini cuma mengobrol Juu-chan! Bukan kencan atau apalah! Iya kan, Sena?" tanya Suzuna sambil merengut, membuat Sena kaget.

"Eeh? i..iya itu betul! kita cuma ngobrol," kata Sena, membenarkan perkataan Suzuna

"Apa kata kalian berdua saja lah! Yang penting mereka berhenti!" Juumonji mengatakannya dengan pasrah saat melihat tingkah kelakuan teman-temannya –yang terkesan kekanak-kanakan.

"Lho? Kenapa nggak kau saja yang menghentikan mereka? Kau kan lineman, seharusnya gampang kan?" sungut Suzuna kesal.

"Kan Sena kaptennya! Jadi dia dong yang harus tanggung jawab!" balas Juumonji tidak kalah kesalnya.

"Kau kan juga anggota! Seharusnya kau juga bantu lerai mereka! Jangan cuma ngomel doang," tukas Suzuna. "ntar cepet tua!"

"Apa kau bilang?" rupanya tak terima ia dibilang tua :D

"Kau cepat tua! Kenapa memangnya?" ucap Suzuna menantang balik. Memperpanas suasana nih :3

Begitulah. Suasana semakin ruwet berkat Juumonji dan Suzuna. Sementara itu, 'kepulan asap' itu tak henti-hentinya bergumul. Membuat sang kapten bernomor punggung 21 ini semakin bingung. 'Duuh bagaimana inii?' pikir Sena kebingungan. Akhirnya ia mengambil langkah untuk segera menyelesaikan masalah –yang notabene konyol ini.

"Mi..minna!" ucap Sena berteriak. Tapi percuma saja. Mereka tetap tak mau berhenti. Akhirnya ia berinisiatif untuk melerai mereka satu-persatu.

"Su..suzuna! Juumonji! Ku..kumohon berhenti! Ini tak akan menyelesaikan masalah," bukannya berhenti, Juumonji dan Suzuna malah berbalik memarahi Sena.

"Kau diam saja!" bentak mereka berdua bersamaan.

"Hi..hiee?" Sena mengkeret. Diurungkan niatnya untuk menggangu mereka lagi, begitu juga untuk melerai yang lain. Melerai orang yang bertengkar saja seperti ini, apalagi melerai orang yang sedang berebut tak jelas seperti itu? 'Hii! Ntar malah kena injak' batin Sena –ketakutan.

"Makanya jangan sibuk pacaran! Sena jadi jarang konsen sama amefuto, baka! Serangan tim jadi kurang efektif!" sifat OOC Juumonji mulai keluar. Tak peduli yang dimarahi perempuan atau laki-laki. Tentu saja, Suzuna tak terima dibilang baka, apalagi dirinya disalahkan akibat ketidakkonsenan sena. Padahal waktu itu kan Sena sedikit kelelahan, jadinya dia agak tidak konsen. Kenapa jadi Suzuna yang disalahkan?

"Siapa yang baka, hah? Sudah kubilang beberapa kali padamu! Aku dan Sena tidak BER-PA-CA-RAN!" ujar Suzuna dengan penekanan disetiap kata berpacaran. "aku dan Sena hanya teman biasa, baka!"

"Oh ya? Bilang saja kau suka!" Juumonji tetap ngotot walau dibilang berapa kali pun juga. Hal ini membuat kerutan diwajah Suzuna semakin terlihat.

"Grrr..! Dengar ya, KA-ZU-KI JUU-MON-JI! Aku dan Sena hanya teman biasa! BI-A-SA! Bukan sepasang kekasih! Dan aku tidak suka kepada Sena! Jadi berhentilah bilang kalau aku menyukai Sena! Aku hanya menganggapnya teman biasa!" kalimat terakhir jelas membuat Sena kaget, sekaligus kecewa. 'Ja..jadi Suzuna cuma menganggapku teman biasa, ya?' pikirnya sedih.

"Begitu juga dengan Sena! Sena juga menganggapku seperti itu! Intinya, aku dan Sena tidak saling menyukai! Benar begitu kan, Sena?" lanjutnya, lalu bertanya pada Sena yang sedang tertunduk sedih dibelakangnya. Tentu saja Sena mendengarnya dengan jelas, tapi ia tidak sanggup menatap Juumonji dan Suzuna –lebih tepatnya menatap Suzuna.

"Hei Sena! Benar kan apa kataku?" tanya Suzuna sekali lagi mencari pembelaan. Dengan berat hati, Sena mengangguk.

"Jangan bohong! Kau pas…," sebelum Juumonji menyelesaikan sanggahannya, tiba-tiba saja suara tembakan terdengar. Membuat semua anggota DDB menghentikan semua kegiatan mereka, dan menoleh bersamaan ke arah suara itu.

TRAT TAT TAT TAT TAT!

"Eeeeh?"

.

[tsudzuku.. ]

.


Hahaha! Cerita super pendek dari saya :D bacanya pun bisa kurang dari 1 menit! XD udah gitu, banyak type lagi, mana OOC pula =_= Maklumin aja minna-san, saya emang ga bisa buat yang panjang-panjang :P #geplaked

Janji deh, yang selanjutnya bakal lebih panjang dan typenya dikurangi, tapi saya minta saran dan kritikannya lewat ripyuw yaa? :D

Naah, sudikah minna-san jikalau saya meminta reviewnya? :) Review, onegai..