Ame : YA-HAAA! Minna-san! Saya dateng bawa yang kedua niih! Apdet-an kali ini, saya sekalian mau ngenalin para readers ataupun reviewers sama OC saya^^ Tugas mereka bantu saya disini :) Belum pada kenalan kan? Inih, saya kenalin xD , yang perempuan namanya Mizu-chan :D *nunjuk gadis SMA dideketnya*

Mizuna : Yaa~! Minna-san! Kenalkan, nama saya Mizuna. Biasa dipanggil Mizu-chan sama Ame-nee (^o^)/ Maaf ya, minna-san, kalo neechan orangnya ceroboh^^ *buka aib*

Ame : Iih! Mizu-chan mah bukan aib orang! *merengut*

Hitoshi : Emang bener kan? *senyum nista*

Ame : *tambah merengut* Yaudahlah, gantian Hito-kun aja yang ngenalin diri! *tiba2 semangat lagi*

Hitoshi : Oh iya! Kenalkan minna-san, nama saya Hitoshi, biasa dipanggil Hito sama author stress ini ^_^ *smile without sins*

Ame : 'Ini lagi lebih parah =_=' A..ah! Udahlah! Kalian emang gak ada benernya! *kesel*

HitoMizu : Emangnya Ame-nee/san sendiri udah bener? *blak-blakan*

Ame : *kicep* E..eh? Nggak tau ah! Pada bales review aja sonoh! *ngacir*

Mizu : *geleng2 kepala* Dasar author nggak tanggung jawab -_- Padahal masih newbie. Ckckck.

Hito : Emang dia dari dulu kaya gitu kan? *buka aib lagi* Udah yuk kita balesin review aja! Ngomongin –kejelekan– Ame-san mah nggak ada habisnya. *nyari2 balesan review* Ah! Ini dia ketemu!

Mizu : Sini mana! Aku mau lihat! *baca sekilas* Humm.. yang pertama nge-review.. Nasaka X Mizumachi! Penggemar Mizumachi rupanya :D Nasaka-san bilang.. hah? O_O

Hito : Ada apa, Mizu-chan? *penasaran*

Mizu : Di..dia bilang lucu.. *unbelieved* Nggak percaya, padahal kan ficnya garing begitu, kok dibilang lucu? *bingung* Ah, terus dia bingung, padahal kan kak Ishi seangkatan sama Hiruma-san, tapi kenapa dia juga ikut Sena dkk? Eh? Iya ya? *ikut2an bingung*

Hito : Tuh kan, Ame-san ceroboh =_= Masa dia ngelupain hal sekecil itu? Hh… *sigh*

Mizu : Terus? Neechan jawab apa?

Hito : Dia bilang, "Gomenasai! Maaf saya lupa! D'X Habisnya bingung, siapa yang gantiin posisi RB kalo Sena jadi QB. Tanpa pikir panjang, saya ketik aja nama Ishimaru. Ehehe..," nih orang seenaknya aja =_= ".., makanya, ntar OC saya yang laki aja deh yang gantiin posisi Sena ^_^ Cuma di fic ini saja kok :D" A..apa? O_O

Mizu : Keren! Ntar kau jadi RB! XDD *girang sendiri* Arigatou buat reviewnya! Ntar review lagi ya? *puppy eyes*

Hito : *ngutuk Ame dalem hati* 'Awas kau, Ame-san!'

Mizu : Selanjutnya dari Mitama134666! Hahaha, jadi kacau ya? Habisnya Hiruma-san nggak ada sih, habis itu Sena-kun nya agak 'lembut' lagi ^,^' Jadinya yaa.. seperti itu lah XD Btw, neechan bilang makasih banyak ya buat info-nya :D Tapi dia bilang dia nggak ngerti cara ngeditnya =,='a Ntar review lagi ya, Mitama-san! ^^

Hito : Maklumin aja Mizu-chan, dia kan masih newbie, jadi nggak begitu ngerti. Berikutnya dari mukkyaa max! Haha, iya, bener kok itu suara AK-47 :) tapi aslinya –referensi anime– itu senjata M16, atau nggak M4. Bedanya M4 itu ukurannya lebih kecil ^^

Mizu : Hito, kayaknya gak usah dijelasin sampe sedetail itu deh =_= *swt* okelah, next dari levina-rukaruka :D balesannya, "iyaa! :D salam kenal juga^^ kalau mau tau tentang itu, baca aja lanjutannya di chapter dua! :D #geplaked. Hahaha XD Juu-chan cerewet ya? :D Eh? Kayak kakakmu? O.O yang itu saya baru tau :D #kicked. Di chapter ini bakal ketauan kok, kenapa Juu-chan jadi agak OoC begitu :) Nggak mungkin kan Juu-chan yang preman itu jadi cerewet begitu? Ntar review lagi yaa? _"

Hito : Hmm.. Terus dari kazumi sii ankatsu. Balesan dari Ame-san, "Ah, salam kenal juga :D makasih ya udah bilang fic gaje ini bagus ^^ Pendek amat ya? Karena Kazumi-san dan yang lain udah review, saya panjangin deh ficnya :D JuuSuzu ya? Humm.. jadi pengin buat nih XD mohon yang chapter dua ini direview juga yaa? :D"

Mizu : Okeh! Selanjutnya dari undine-yaha! Uwaa! Dari kak Undine xD Balesan reviewnya, "Iyaa..! XDD Makasih ya :DD Iya nih, baru sadar setelah dibaca lagi pas selesai publish :( Pas dicek ulang, emang bener ada yang ilang DX Kak Undine tau cara ngeditnya nggak? Haha XD Tim emang sengaja gituin Sena :D yaah, dific ini, Sena dibuat jadi kapten yang harus ngurusin anak2 DDB yang susah diatur X)Ntar review lagi yaa? :D"

Ame : *tiba2 nongol* Udah ya? :D

Hito : *ngamuk* Darimana ajaaa?

Mizu : Iya nih, darimana aja, nee? *penasaran*

Ame : That's not necessary! Yang penting, ayo kita buka fic ini! \(^o^)/

HitoMizu : Ya deh.. *pasrah* / Yaa~! *semangat*

All : HAPPY READING, MINNAAA! DON'T FORGET TO REVIEW AFTER READ, OKAAAY? XDDD

" Nice Present "

An Eyeshield 21 fanfic

Disclaimer:

Eyeshield 21 baik anime ataupun manga-nya, adalah milik Riichiro Inagaki-san dan Yusuke Murata-san. Saya cuma pinjam chara-nya saja kok^^

Peringatan:

Type dan misstype pasti ada (walau udah diperiksa beberapa kalipun juga), Out of Character, abal, pendeskripsian gak pas dan gak jelas, rada gak nyambung sama tujuan cerita, bahasa gaul nyelip-nyelip dikit. Oh iya! Karena saya nggak baca lengkap manganya, jadi alur cerita fic ini rada keluar dari aslinya ^.^'a Jadinya fic ini Semi-AU deh^^, atau semi-Canon? o.O #bingungndiri. Di chapter ini, lebih terfokus ke Sena!


Mulai nggak 'sreg'? Silahkan klik tombol back! :) Jangan paksain baca yah! ^^


Previously : "Jangan bohong! Kau pas…," sebelum Juumonji menyelesaikan sanggahannya, tiba-tiba saja suara tembakan terdengar. Membuat semua anggota DDB menghentikan semua kegiatan mereka, dan menoleh bersamaan ke arah suara itu.

TRAT TAT TAT TAT TAT!

"Eeeeh?"


.

"Eeeeh?"

"DIAAAAAAAMM!" ujar orang penyebab suara itu. Bisa tebak siapa? :D

"Mukya?"

"Haa?"

"Haaah?"

"Fu..fugo!" *?*

"A..apa Hiruma-san kemari?" tanya Monta takut-takut sebelum menoleh. Merinding duluan dia! XD

"Jangan sampe!" ujar Kuroki yang juga merinding. Dengan perlahan, 'kumpulan asap' yang terdiri dari beberapa orang itu akhirnya menoleh pelan-pelan.

Ternyata, bukan Hiruma yang melakukannya! Tapi…

"Suzuna!" pekik mereka semua bersamaan.

Ya, Taki Suzuna lah yang melakukannya. Entah dapat darimana senjata yang ada ditangannya itu. Rupanya ia sudah stress dengan semua ini. Daaan, untuk segala kekagetan seluruh anggota DDB, Suzuna berubah menjadi Hiruma! Bukan dalam arti berubah rupa, tapi hanya sifat dan auranya. Hei! Mirip sifatnya saja sudah sangat mengerikan begini, apalagi ditambah aura sang Commander from Hell? Sekarang lihatlah, aura hitam menyebar dari tubuh Suzuna dan menjalar ke sekelilingnya. Membuat semua anggota bergidik ngeri akan adanya calon Hiruma II *?* Terlihatlah Suzuna menarik nafas dalam-dalam dan..

"HENTIKAN KELAKUAN CHILDISH KALIAN! CEPAT MASUK KE HOUSE CLUB, ANAK-ANAK SIALAN! YA-HAAA!" ujar Suzuna yang benar-benar persis seperti Hiruma. Ditembaknya senjata yang dipegangnya secara brutal, membuat seluruh anggota lari tunggang langgang ke dalam houseclub demi keselamatan mereka.

"Hieee!"

"Mukyaa! Tolong, MAAX!"

"Ada Hiruma ke II disinii! Tolong kami!"

"Lariii!"

Setelah semuanya masuk, Suzuna kembali lagi kesifat aslinya. "Akhirnya selesai juga.. hufft.." ujarnya sambil menghela nafas. Untuk hari ini, selesai sudahlah latihan di Deimon.

.

.

.

[Kediaman Kobayakawa; Pukul 20.10]

Sena P.O.V

"Tadaima!" teriakku sambil membuka pintu rumah.

"Okaerinasai! Sena-kun, sudah selesai latihannya?" Tanya Kaa-san yang sedang duduk di meja makan saat aku menghampiri ruang makan yang menuju kamarku. Ah, ada Tou-san juga rupanya.

"Ah, iya, Kaa-san. Gomen pulang telat." ujarku singkat sambil berlalu, melenggang menuju kamar. Habis aku terlalu lelah sih, malas berlama-lama. Kaa-san hanya mengangguk pelan.

"Tumben sekali kau pulang semalam ini, Sena?" tiba-tiba Tou-san bertanya seperti itu padaku. Ini aneh sekali. Jarang-jarang Tou-san bertanya seperti itu. Aku berhenti sebentar dan menatap Tou-san.

"A..ahaha iya. Tadi ada sedikit masalah di tim. Tapi udah diselesaikan kok." kataku canggung. Jadi keingat masalah yang tadi. Untungnya Tou-san tak bertanya lebih jauh lagi. Aku sedang tidak ingin mengingat hal itu lagi.

"Hmm.. begitu ya? Kalau begitu cepatlah mandi dan segera turun ke bawah. Kami sedaritadi menunggumu untuk makan bersama, Sena." ujar Tou-san sambil tersenyum. Hah? Menungguku? Makan bersama? Saking anehnya, aku sampai bengong ditempat.

"Sena-kun? Kau kenapa, nak?" tanya Kaa-san heran dengan reaksiku. "Sena-kun! Jangan diam saja! Ayo cepat mandi dan ganti baju!" Kaa-san menyadarkanku dari ketidakelitan reaksiku ini.

"A..ah! Haik Kaa-san! Matte!" ujarku buru-buru.

TAP TAP TAP TAP!

Derap langkahku terdengar keras sekali karena buru-buru menaiki tangga kayu ini. Begitu sampai kamar, dengan kecepatan cahaya, aku melepas pakaian dan buru-buru mandi.

BYAR BYUR BYUR!

Dengan asal-asalan, aku menyiram tubuhku yang keringatan ini agar terasa lebih segar. Setelah ritual mandi 'kilat' selesai, aku segera mengeringkan badan dan memakai piyamaku langsung. 'Ah, habis makan aku langsung tidur saja.' pikirku yang sudah kelelahan.

"Senaa-kun! Kau sudah selesai belum?" tanya Kaa-san dari bawah. Segera saja kujawab, "Sebentar lagi Kaa-san!" "Cepatlah sayang!" Kaa-san berteriak lagi. Setelah selesai mengancing bajuku, aku segera turun ke bawah.

"Lho? Sena-kun kok mau makan pake baju tidur, sih?" tanya Kaa-san heran. Sepertinya Tou-san juga. Terlihat sih dari caranya melihatku.

"Habis ini aku mau tidur. Lagi capek, Kaa-san," ujarku sambil tersenyum tipis. "Ya sudahlah, apa katamu saja. Yang penting sehabis makan jangan tidur dulu, biar dicerna dulu. Mengerti?" jawab Tou-san. Aku cengok *?*. sejak kapan Tou-san jadi sebegitu perhatiannya padaku?

"Ah, apa yang dikatakan Tou-sanmu itu benar, Sena-kun. Sekarang kita mulai saja makannya, oke?" ucap Kaa-san sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk pelan. Terlalu syok.

"Itadakimasu!"

- skip keluarga Sena makan -

Setalah makan, aku permisi ke kamarku pada orangtuaku. Tou-san dan Kaa-san hanya mengangguk pelan. Dengan pelan –atau bisa dibilang malas, aku berjalan lemas ke kamarku. Saat makan tadi pun aku hanya terdiam saja. Aku tahu Tou-san dan Kaa-san khawatir, tapi mereka tak menanyakan ada apa. Mungkin mereka tahu kalau sekarang aku sedang ada masalah, dan tidak mau menggangguku.

Setelah sampai di depan kamar, aku membuka pintu kamarku dan masuk kedalamnya. Setelah masuk, kututup pintunya dan aku merebahkan diri. Kututup kedua mataku dengan lengan agar bisa lebih terpejam. Ingin melupakan kata-katanya saat itu.

Piip piip!

Ah, handphoneku bergetar. Aku bangun dari kasur dan segera beranjak ke meja belajarku. Kubuka flat handphone dan ternyata ada e-mail masuk. E-mail masuk itu dari..

Deg! Su..suzuna-chan? Untuk apa ia mengirimku e-mail? Bukannya ia tadi kesal dan bilang tidak suka padaku? Aah, aku jadi teringat lagi kejadian itu. Hatiku hancur sekali saat itu. Dengan pelan, aku menekan tombol read.

From : Suzuna Taki

To : You

Subject : -

Sena! Besok kita latihan gak sih? Sekarang mulai salju lho, apa nggak apa-apa kalau kita latihan di cuaca dingin kayak gini? Lagipula besok hari libur kan?

.

.

Normal P.O.V

'Hah? Salju?' tanyanya bingung. Setelah berapa lamanya ia berpikir, akhirnya ia sadar dan segera melihat ke luar jendela. Ternyata benar apa yang Suzuna bilang, diluar butir-butir salju mulai turun berjatuhan dengan lembut. Dengan cepat Sena membalasnya.

Re subject : -

Aaa.. aku sendiri juga bingung Suzuna. Apa kau sudah bertanya pada yang lain?

.

Sena menekan tombol send. Tak lama kemudian, e-mail masuk datang lagi.

Re subject : -

Sudah sih, kata mereka, mereka pada ragu-ragu. Tapi nggak tau deh. Mereka pada plin-plan!

.

Re subject : -

Ahahaha.. jangan bicara seperti itu Suzu. Mereka hanya bingung saja.

.

Re subject : -

Kayak kamu dong? Hahaha.. ternyata Sena orang yang plin-plan! XD

.

Re subject : -

Hi..hiee! Suzuna jahat sekali :(

Dan begitulah. Tanpa terasa mereka keasyikan sms, sampai-sampai jam dinding menunjukkan pukul 23.21. Wohoo.. Sampai jam setengah duabelas malam x) Dan yang pertama menyadari itu adalah Suzuna.

Re subject : -

Ahh.. sena, sepertinya kita keasyikan nih. Sudah jam setengah dua belas malam, aku tidur dulu ya? Jaa Sena.

.

Re subject : -

Aah, iya! Jaa ne, Oyasumi nasai, Suzu.

Klik! Sena menekan tombol send terakhir kalinya sebagai penutup malam itu. Hatinya berdebar senang. Melupakan kata-kata Suzuna saat itu, yang sangat menohok hatinya. Sebelum tidur, ia tersenyum dan memandang keluar jendela. 'Semoga besok jadi hari yang baik,' gumamnya pelan, lalu berbaring di atas kasur. Tak lama kemudian, mata caramel pria mungil itu terpejam.

.

.

.

[10.35 A.M, at 20 December 2xxx, still in Sena's House]

Still Normal P.O.V

"Uuugh.. Dingin sekali," ujar Sena sambil merapatkan kembali selimutnya. Matanya masih terkatup-katup. Tanpa sengaja, ia melihat jam weker yang terletak diatas meja belajarnya. Jam 10.35 pagi. "Eeh? Sudah jam setengah sebelaaass?" ujarnya terkaget-kaget. Dengan segera, ia bangun dari tempat tidurnya yang hangat dan segera mandi.

Selesai mandi, dililitkannya handuk ketubuhnya. Lalu ia membuka ponselnya dan mengecek apakah ada e-mail masuk dari kawan-kawannya.

.

You've got 15 received E-mails!

.

"Ah? Sebanyak ini?" gumamnya sambil menggosok rambut cokelat miliknya yang basah agar sedikit kering.

Dibukanya satu-satu e-mail yang masuk dan dibacanya dengan teliti. Mata cokelat hazelnut miliknya terbelalak saat membaca salah satu e-mail dari temannya.

.

From : Kazuki Juumonji

To : You

Subject : -

Oi, Sena! Jadi latihan tidak sih? Aku dan yang lain sudah sampai daritadi nih! Kau kemana saja?

Dilihatnya jam masuk e-mail itu, 08.45. Sudah 2 jam lewat 10 menit mereka menunggu di houseclub, dan itu membuat Sena –yang seorang kapten merasa tidak enak pada semuanya. Segera saja ia memakai bajunya dengan kecepatan cahaya. Saat sedang ribet-ribetnya Sena wara-wiri, tiba-tiba saja handphone Sena berbunyi, membuat Sena sedikit terlonjak kaget.

.

Blaze away ima blaze away ima

Blaze away hibiki au kodou

Kagi wa tokareteru sono te ni ima..

.

Dilihatnya nama si penelpon yang tak tahu diri menelpon dirinya disaat yang tidak tepat.

.

Suzuna Taki.

.

Segera saja Sena tekan tombol answer.

"Moshi-moshi," jawab Sena setelah ia menekan tombol loudspeaker. Diletakkannya handphone itu diatas meja belajarnya.

"Hei! Sena! Kau dimana? Kami sudah menunggumu nih daritadi!" ujar suara si penelpon tersebut.

"Go..gomen Suzuna! Aku kesiangan! Kupikir kalian pada tidak jadi," jawabnya agak keras dari jauh.

"Sena? Kau masih disana kan? Halo..? Sena?" mungkin saja gadis itu tidak mendengar suaranya. Maklum, Sena kan menjawabnya sambil wara-wiri kesana kemari.

"Sini! Berikan handphonemu padaku!" teriak suara lainnya dari seberang sana. Terdengar dari suaranya, sepertinya suara laki-laki. "Hei! Jangan main ambil seenaknya dong!" teriak gadis itu dari kejauhan. "Oi! Kau jadi tidak sih latihan hari ini? Lebih baik kita pulang saja kalau tidak jelas begini!" ujar suara laki-laki tersebut kesal. Sena yang sudah lengkap berpakaian, segera menyambar handphonenya.

"Hi..hiee! Ja..jangan Juumonji-kun! A..aku akan segera kesana!" tanpa berpikir panjang lagi, Sena segera mematikan percakapan tersebut dan memasukkan handphonenya kedalam sakunya.

.

.

.

[Sementara itu, diseberang sana…]

.

Normal P.O.V

"Gimana jadinya? Ia jadi kesini kan?" tanya Kuroki yang sedang duduk didekat penghangat yang ada di dalam houseclub.

"Iya, tenang saja. Kita akan buat dia merasa hancur hari ini. Hahahaha!" tawa psikopat Juumonji keluar, membuat semua heran dengan tingkah lakunya yang makin lama makin OoC saja =_=

"Pokoknya ini harus berhasil! Aku bela-belain sampe ngantuk banget, gara-gara SMS-an sama Sena ampe tengah malem. Hoaahmmm…" ujar Suzuna yang kantung matanya terlihat semakin hitam. Tubuh mungilnya lemas karena hanya tidur 4 jam saja, karena setelah itu ia diseret kakaknya –tentu saja ini perintah dari yang lain– pagi-pagi sekali agar membantu anggota DDB mendekorasi houseclub menjadi sebuah ruang pesta untuk merayakan ulangtahun Sena.

"Tapi seneng kaaaan?" ledek Monta yang duduk di bawah pohon natal yang mereka siapkan tadi pagi.

"Mou!" ujarnya sambil menggembungkan pipinya yang merah dan melempar kotak kado yang ada didekatnya ke arah Monta, yang tentu saja dengan mudah ditangkap olehnya.

"Hei! Kalian ini sudah siap belum buat aksi selanjutnya? Kok pada ngobrol aja daritadi?" Tanya Toganou heran.

"Iya. Tenang aja! Kita tinggal memainkan peran yang terakhir! Kali ini butuh kerja sama dari semua," kata Juumonji, menjawab pertanyaan Toganou. ".., buat kue sama surprisenya, udah kau siapkan semuanya kan, Suzuna?" tanya Juumonji memastikan.

"Sip, Bos! Semuanya, berees!" ujarnya riang. Paling senang dibagian surprise. "Aku sama Fumusubichi[1] ples Kuritan udah ngurusin hal itu. Tinggal sandiwaranya aja nih! x3" sahutnya gembira, melupakan kekantukan yang sedaritadi menyerangnya. Sepertinya, ia sudah tidak sabar memarahi Juumonji lagi :D Hal ini membuat Juumonji menaikkan alisnya sebelah.

"Oke deh, kita tinggal tunggu sebentar lagi," ujar Juumonji sambil melihat jam dinding berbentuk devil bats. Jam 10.55.

.

.

.

[Back to Sena..]

.

.

Tap tap tap tap!

Derap langkah suara Sena yang sedang terburu-buru terdengar dari bawah, membuat Ibu Sena –yang tadinya sedang duduk diruang makan sambil menonton– tak pelak bertanya padanya.

"Sena-kun? Kau mau kemana nak? Cuaca sedang dingin-dinginnya, lho." Sena yang mendengarnya hanya diam saja sambil mencari-cari jaketnya dengan perasaan kalang kabut.

"Kaa-san, jaketku yang kugantung disini kemana?" matanya bergerak-gerak liar mencari jaket cokelat miliknya. Sang Ibu hanya menatap anaknya dengan perasaan bingung.

"Eh? Jaket coklat maksudmu? Sudah Kaa-san gantung di lemari pakaianmu, Sena-kun," ujarnya sambil menyesap kembali teh hijau hangat yang sedari tadi dipegangnya.

"Haah?" dengan terpaksa Sena kembali kekamarnya dan mengambil kembali jaketnya. Setelah ditemukan, segera dipakainya dengan cepat jaket kesayangan miliknya.

"Kaa-san! Aku pergi! Jaa," ujarnya keluar dari rumah setelah membuka pintu.

"Ya.. Hati-hati di jalan Sena-kun," katanya tak fokus. Perhatiannya telah tersedot sepenuhnya pada acara sinetron Pure Love[2] –yang sedang beken-bekennya di Jepang– yang tengah ditontonnya.

.

.

[Di jalan, menuju Gedung SMA Deimon..]

.

Sena P.O.V

.

Hosh hosh hosh..

Aku bisa mendengar suara nafasku tersenggal-senggal. Hembusan nafasku pun tak terlihat dengan jelas. Aku merasa seluruh badanku kedinginan karena aku terus melawan angin dengan kecepatan berlariku saat ini. Bahkan aku merasa bahwa rasa dingin ini terus menusuk kulitku dan menjalar sampai ketulangku walau aku sudah memakai jaket coklat berleher bulu ini. Tapi aku tak ingin menurunkan kecepatan berlariku –yang baru kusadari sama seperti aku berlari di field– sedikitpun karena aku tidak mau membuat semua temanku menunggu terlalu lama. Apalagi sepertinya pertengkaran kemarin masih belum reda.

.

[Flashback.. Kemarin, di Houseclub DDB]

.

.

"Berhentilah memainkan senjata itu!" kata Juumonji kesal sambil menutup telinganya.

"Aku akan berhenti jika kau berhenti ngomel, nenek tua!" balas Suzuna tak kalah kesal.

"Cukup sudah! Aku mau pulang!" ujar Juumonji melenggang pergi tanpa mengganti kaos eskul DDB[3] yang dikenakannya. Didobraknya pintu klub dengan menggunakan kaki.

BRAAK!

"Baka! Apa yang kau lakukan? Pintunya jadi rusak! Aarrgghh!" teriak Suzuna stress. Bingung? Tentu saja. Sejak kapan ia menjadi perhatian sekali dengan sebuah pintu? O.o Semua yang melihat Suzuna sedang kesal, langsung satu-persatu kabur, pergi keluar duluan.

"A..aku ikut!" ucap Toganou dan Kuroki bersamaan.

"Mukya! Tunggu, aku ikut kalian!" Monta segera ambil seribu langkah menjauhi houseclub.

"Fu..fugo!" begitupun juga Komusubi.

"AARRGH! Tau ah! Aku nggak peduli lagi!" sungut Suzuna kesal. "Kakak! Ayo kita pulang!" ujarnya sambil menyeret Taki.

"A-ha-ha~ Jaa Monsieur Sena~"

Sena yang sedaritadi melihatnya cuma bisa cengok. Diam ditempat dengan tampang seperti orang bodoh. Tersisalah 2 orang di dalam houseclub yang sumpah berantakan sekali. Sena dan RB baru, Hitoshi Nishizawa.

"Aah! Hitoshi-kun belum pulang?" tanya Sena kaku. Sebelum Hito menjawab, Manager baru DDB, Mizuna Takahashi, datang ke dalam houseclub dengan perasaan heran. 'Kenapa dengan pintunya?' ujarnya dalam hati.

"Humm.. Minna, lapangan sudah selesai kubereskan. Lho? Kok cuma berdua saja? Yang lain mana?" tanyanya pada Sena dan Hito.

"Aah! Mizuna-san! Doumo arigatou sudah membereskan lapangannya," ujar Sena berterimakasih sambil membungkuk hormat.

"Ah, tak usah sungkan begitu! Ini kan sudah merupakan tugas manager," ucapnya sambil tersenyum. 'Senyumnya mirip Suzuna..' batin Sena. ".., jadi, kenapa kalian cuma berdua saja?" diulangnya pertanyaan yang tadi telah dilontarkannya sekali lagi.

"Tadi ada yang berantem," ujar Hito kalem. ".., Suzuna-san sama Juumonji-san."

"Ya ampun.. Sampai merusak pintu?"

"I..iya. A..ahaha," Sena tertawa garing.

"Astaga, ada apa sebenarnya dengan mereka berdua? Ya sudahlah, Sena-kun pulang duluan saja. Biar aku yang beres-beres semua ini," katanya sambil berjalan melalui Sena dan Hito. "Yosh! Ayo kita beres-beres!" ujarnya memberi semangat pada dirinya sendiri.

"E..eh? Terus ntar kau pulang sama siapa?" tanya Sena heran. Biasanya ia akan pulang sama Suzuna, berjalan seperti sepasang anak gadis kembar –karena memang rupa keduanya mirip sekali. Tapi Suzuna kan sudah pulang, lalu ntar Mizuna pulang sama siapa?

"Sama aku, Sena-san," ujar Hito datar. ".., kau tenang saja." ucap Hito sekali lagi, meyakinkan Sena.

"Ba..baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Jaa Mizuna-san, Hitoshi-kun."

"Jaa Sena-san."

.

.

[End of Flashback..]

.

.

Begitulah. Aku tidak ingin membuat masalah menjadi semakin rumit –yang menurutku sudah sangat rumit. Kulihat jam tanganku, jam 10.55. Aargh! Aku bodoh sekali! Kesiangan sampai segitunya. Suzuna saja tidak. Minna, kumohon, tunggulah aku sebentar lagi..

.

.

Normal P.O.V

[In other side..]

"AH! Aku lihat kepulan asap diluar, teman-teman!" ujar Kuroki yang sedaritadi jaga di depan jendela, menunggu kedatangan Sena.

"Oke! Thanks bro!" ujar Juumonji yang mendapat anggukan dari Kuroki. "Kalian sudah siap? Ini yang terakhir! Jangan sampai gagal!"

"YAAA!" teriak semua anggota DDB.

"Alright, it's show time. Come on, Suzuna! We're first," ajak Juumonji keluar. Terlihat ia mengambil nafas dalam-dalam sebelum keluar. Mencoba mengeluarkan ekspresi yang harus dikeluarkannya.

"Yeah~! Let's go!" Suzuna berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Juumonji. Ia juga melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Juumonji. Mengeluarkan ekspresi terbaiknya.

"Kalian juga, bersiaplah. Setelah kami mengeluarkan tanda, kalian juga segera keluar! Jangan sampai Sena masuk ke dalam houseclub! Oke?" ujar Juumonji memberi pengarahan. Yang mendapat anggukan dari teman-temannya. Kemudian ia beranjak keluar. Memulai sandiwara ini.

.

.

"CUKUP SUDAH!"

[tsudzuku..]


Ame : Huaa! Minna-san! Saya udah nulis sepanjang ini tapi nggak tau deh hasilnya baik apa enggak Dx Gomenne, tadinya saya mau nyelesaiin fic ini sampe 2 chapter aja, tapi kerena pundak udah keburu pegel, jadinya dilanjutin entar kapan-kapan :D #geplaked.

Oiya! Adakah yang bisa ngajarin saya ngedit lagi isi fic yang udah ditulis? :) Sebelumnya, saya mau ngasih keterangan dulu yang ada didalem kurungan itu tadi ^^

[1] Hahaha! Yang ini saya juga ngasal sama kaya nama panggilan Juumonji yang dikasih Suzuna XD

[2] Pure Love. Ini nama sinetron yang ada di Indonesia!:D Saya pake aja, ini juga usul dari adek saya. Habis bingung mau sinetron apa, karena seumur-umur nggak pernah nonton sinetron.

[3] Tau kan? Kaos yang sering dipake Mamori kalo lagi nemenin anggota DDB latihan? Warna kaosnya merah sama ada 2 garis hitam di bahunya :D keren deh! Pengen punya.. *ngarep*

Yaah.. Akhir kata, Review onegai! XD