CHAPTER 1

SAYA KEMBALI DENGAN CERITA YANG ABAL, ANEH, TIDAK BERGUNA, JELEK, GAJE, ALAY, PLUS LEBAY.

CERITA INI TERINSPIRASI WAKTU SAYA LAPER *?*

TERIMA KASIH KARENA MAU MERIVIEW FIC PERTAMA SYA YANGJELEK ITU HIKSS *NANGIS GAJE* MAAF KARENA BLM BISA BKN SEKUELNYA, BIASALAH OTAKNYA LAGI BEKU.

YOSH DAN SEKARANG WAKTUNYA MEMBACA LAGI FIC ABAL SAYA

(DON'T LIKE DON'T READ)

DISCLAIMER: MASASHI KHISIMOTO

HAPPY READING MINNA-SAN ^O^

Pagi yang cerah ini lebih enak pergi kepantai. Menikmati suasana pagi di pantai sungguh sangat menyenangkan, begitu pula dengan laki-laki satu ini. Naruto. Pria ini sangat suka menikmati matahari terbit di pantai. Katanya sih sangat indah untuk di pandang dan di rasakan.

Sungguh hangat suasana pagi hari ini, paling enak menaiki kapal dan jalan-jaln di laut lepas sana. Sambil tersenyum, Naruto menaiki kapal yang ada di dekat pantai tersebut.

Naruto terus mendayung kapalnya, terus di dayung sampai dia menemukan sebuah batu besar di tengah-tengah laut. 'eh, di tengah laut ada batu? Besar sekali pula.' Karena penasaran Naruto mendekati batu tersebut. Samar-samar dia melihat seseorang sedang duduk di atas batu tersebut 'loh? Ada orang. Janagn-jangan hantu lagi hii~, tidak, tidak mungkin Naruto mana ada hantu di pagi hari.' Naruto mulai memikirkan sesuatu yang aneh.

Dengan perlahan Naruto turun dari kapalnya dan mulai mendekati sosok orang tersebut. Ketika hampir dekat dengan orang tersebut, ternyata orang tersebut menoleh pada Naruto.

Naruto's POV

'eh siapa dia? Rambut panjang sepinggul berwarna merah jambu. Tunggu dia menangis?' aku semakin mendekat pada orang tersebut.

Tiba-tiba…

Oh tidak orang itu melihatku, apa yang harus aku lakukan? Aku kalang kabut, tapi aku sedikit terpesona dengan tatapan matanya. Mata itu berwarna hijau emerald, mengingatkan ku pada cincin jambrud mata kucing yang di berikan pada tou-san ku. Hanya saja sepertinya dia nampak bersedih.

Sunyi, hening. Tidak ada kata yang dilontarkan sama sekali dari mulutku

Ingin aku berbicara padanya, tapi mulutku sama sekali tidak bisa terbuka.

Sunyi~~ hanya suara hembusan angin dan ombak saja yang ku dengar.

"ha-hai… aku hanya lewat disini saja kok" aku pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara.

Gadis itu tidak menjawab, tapi bisa kulihat senyuman tipis tersungging di bibirnya. Bisa kurasakan juga pipi ku memerah, wajahku memanas 'tunggu ada apa ini?'

"tak apa, aku juga sedang sendiri disini" gadis pun akhirnya berbicara dan membersihkan air mata yang tadi mengalir di pipi putihnya itu.

"namaku Uzumaki Naruto" aku mengulurkan tanganku padanya. Tadinya mungkin dia ragu untuk menerima jabatan tanganku, tapi pada akhirnya dia menerima uluran tanganku. Sungguh tangannya begitu lembut, pipiku mulai memerah lagi.

"namaku Haruno Sakura. Salam kenal" oh jadi nama Sakura! Sungguh indah namanya pantas dengan wajahnya.

"sedang apa kau di sini err~ Sakura" aku pun duduk di sampingnya. Masih terlihat jelas bekas air mata di pipi Sakura. Sebenarnya ada apa?

"tidak, aku hanya sedang menatap pemandangan pantai saja."

"lalu kenapa kau menangis?,"

Sakura terkejut dangan pertanyaan ku, dia sedikit mengerutkan dahinya. Dia mengalihkan pandangannya padaku lalu tersenyum "Hh~ mungkin akan panjang jika aku menceritakannya,"

Normal POV

"tenang saja Sakura aku akan merahasiakannya jika kau menceritakannya."

Sakura masih terdiam. Dia masih bingung ingin menceritakannya atau tidak. 'kalau di lihat orang ini sepertinya baik, lihat saja dari tampangnya. Ahh, tapi kita tidak tahu dalamnya bagaimana' Sakura pun mulai berbicara dalam hatinya.

"jadi!," Naruto mulai berbicara lagi. Sakura terus memperhatikan Naruto. Dia melihat Naruto dari bawah ke atas, Sakura terkejut saat melihat bola mata Naruto 'bola mata itu!'. Sakura mendekatkan dirinya pada Naruto, jarak antara mereka hanya tinggal beberapa centi saja. Lalu Sakura memegang kedua pipi Naruto dengan tangannya.

Naruto tampak terkejut dengan perlakuan Sakura, keringat bercucuran di pelipis Naruto "Sa-Sakura.. ka-kau sedang a-apa" penyakit Hinata mulai mengenai Naruto (tunggu! emang ada Hinata-san di fic ini? Oh tidak bisa #plakkkk).

"oh ma-maaf Naruto, hanya saja bola matamu mengingatkan aku pada cincin pemberian ibuku" pipi Sakura mulai merona karena perlakuannya tadi.

Naruto menghela nafas supaya garis merah di pipinya itu menghilang. "oh begitu. Eh tunggu cincin kau bilang?" Naruto tampak bingung dengan perkataan Sakura.

"iya. Memang kenapa? Apa ada yang aneh?" Sakura bertanya pada Naruto dengan nada bingung.

"oh ti-tidak, hanya terkejut saja"

"mau tau tidak, kata kaa-san jika aku bertemu dengan orang yang memiliki warna mata seperti cincin ku, itu berarti dia lah jodoh kita. Itu konyol sekali"

"be-benarkah?" Naruto melotot mendengar penjelasan Sakura. 'mengapa kata-kata kaa-san Sakura sama dengan kata-kata tou-san dan kaa-san ku?' Naruto berguman dalam hati.

" iya, kaa-san ku sendiri yang berkata seperti itu" Sakura tersenyum lembut pada Naruto. "tapi, hanya saja…, aku tidak mungkin bisa bertemu lagi dengannya" Sakura kembali menangis, dia sudah menahan suara tangisannya, tapi tetap saja dia lemah. Tidak bisa menahan semuanya.

Naruto terkejut melihat Sakura menangis. Naruto memang tidak bisa mendiamkan seorang perempuan yang sedang menangis. Ya tidak ada cara lain Naruto pun langsung memeluk Sakura dengan wajah yang memerah. Dia mengeratkan pelukannya, berharap Sakura tidak menangis lagi. "ssstttt… sudah jangan menangis lagi." Naruto mengelus kepala Sakura.

Sakura's POV

Mengapa aku menangis lagi? Kami-sama mengapa kau mengambil kaa-san ku? Mengapa kami-sama?.

Aku menangis tersedu-sedu, sampai aku rasakan ada seseorang yang menarikku ke pelukannya. Siapa ini? Aku membuka mataku, bisa kulihat Naruto memelukku dengan wajah memerah.

Hangat .. hangat sekali pelukannya.

"ssstttt… sudah jangan menangis lagi." Naruto berguman padaku. Aku semakin mendalamkan wajahku pada dada bidangnya. Desiran angin dan suara ombak membuat suana menjadi hening.

SSSSIIIIIIINNNNNGGGGGGG~~~~

Sunyi,, tidak ada kata-kata yang kami lontarkan.

CIITTTT…CIUUUIITTT (eh emang iya suara burung kayak gitu?)

Suara kicauan burung membuyarkan lamunanku, Naruto pun melepaskan pelukannya padaku. "ma-maaf tiba-tiba memelukmu" Naruto meminta maaf padaku. Tidak seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku, kau jadi khawatir padaku.

"emm.. iya tidak apa-apa" wajahku memanas saat mengingat kejadian tadi, sungguh tidak bohong aku sangat malu. Aku menundukan kepalaku menahan rasa malu yang sedang menyeruak di diriku.

"Sakura?" Naruto mendekat lagi padaku, kami-sama kenapa jantungku berdetak sangat kencang saat ini, seakan ada kupu-kupu yang sedang menari-nari di dalam hatiku.

"sakura kau sakit?" Naruto meletakkan punggung tangannya di dahiku.

"ahhh.. aku tidak apa-apa Naruto. Sepertinya hari ini aku harus kembali dulu pulang kerumah. Aku harus membantu nenek ku di rumah" aku pun mengalihkan pembicaraan supaya aku tidak bertambah gerogi.

Normal POV

"oh sudah mau pulang. Mau kuantar? Lumayan jauh loh dari sini ke pantai." Naruto menawarkan Sakura dengan cengirannya.

Sakura nampak bingung harus berkata apa. Dia sebenarnya ingin sekali di antar oleh Naruto, tapi jika neneknya tau pasti dia akan di marahin karena di antar pulang dengan orang asing.

"tidak usah Naruto aku bisa pulang sendiri kok" tanpa basa-basi lagi Sakura meloncat dari batu tersebut dan berenang menuju pantai. "Sakura awas hati-hati" Naruto terkejut karena tiba-tiba Sakura loncat dan langsung berenang, Sakura benar-benar hiperaktif ckckc,,

"sampai jumpa lagi Naruto" teriak Sakura

Naruto masih terbengong-bengong dengan tingkah Sakura. Naruto terpesona dengan Sakura, senyumannya yang sangat manis itu membuat Naruto berdetak kencang.

"ahh aku juga harus pulang" guman Naruto. Dengan cepat Naruto menaiki kapalnya dan mendayungnya menuju pantai. Dalam hati Naruto, dia masih memikirkan Sakura. Naruto sangat terpesona dengan Sakura, apa lagi dengan bola matanya mengingat pada cincinnya itu dan tidak di kira juga kalau Sakura juga memiliki cincin tersebut.

Apa mitos itu benar-benar ada?

HANYA KAU….

KAU MEMBUATKU TERKEJUT

KAU MEMBUATKU BERDEBAR-DEBAR DENGAN SENYUMAN MANIS YANG TERSUNGGING DI BIBIRMU….

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? APA INI ARTINYA AKU MENYUKAIMU

APA AKU MENYUKAIMU PADA PANDANGAN PERTAMA?

*TBC*

GYAAAAAAAAAA GAJE BANGED…

SAYA JUGA NGANTUK2 BKN INI

(READERS: PANTES AJA ANEH -_-")

TAPI-TAPI-TAPI-TAPI SAYA MINTA REVIEW YAAAA MINNA

OK TERIMA KASIH MAU MEMBACA *JENG JENG JENG

GOTCHA 'AVRIL' NAMIYAKKO