Chapter 2

Saya kembali dengan membawa fanfic ala saya dan asli otak saya

Segera siapkan ember atau plastic, karena kalian akan muntah2 membaca fic saya

Jangan lupa obat sakit kepala, diare, kompres dan obat yang lainnya. Karena saya mau jualan obat juga disini (reader: gering ah)

Pertama : sebenernya saya bingung gmn cranya mempublish fic ini, karena saya baru pertama ini bikin fic ber chapter. Dan setelah dicoba ternyata saya bisa #nangis sampe Jakarta tenggelem.

Yosh mulai saja lah…..

HANYA KAU….

KAU MEMBUATKU TERKEJUT

KAU MEMBUATKU BERDEBAR-DEBAR DENGAN SENYUMAN MANIS YANG TERSUNGGING DI BIBIRMU….

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? APA INI ARTINYA AKU MENYUKAIMU

APA AKU MENYUKAIMU PADA PANDANGAN PERTAMA?

DISCLAIMER: Masashi Kishimoto

WARNING: AU, OOC, GARING, GAJE, ANEH, ALAY, PLUS LEBAY

(DON'T LIKE DON'T READ)

Happy reading minna!

Naruto terdiam menatap keluar jendela dari kamarnya. Angin malam menerpa wajahnya membuat Naruto sedikit merinding karena kedinginan.

Naruto menutup jendela kamarnya dan membaringkan dirinya di tempat tidur yang berukuran besar itu. Naruto masih memikirkan gadis yang dia temui di laut tadi, sungguh cantik seorang Sakura yang dia temui tadi. Warna matanya yang sangat mirip dengan cincin pemberian kedua orang tuanya, rambut pink yang panjang menambah kecantikannya saja. 'Besok Sakura ada lagi tidak ya?' Naruto berbicara dalam hatinya.

Ingin dia bertemu lagi dengan Sakura dan ingin menanyakan soal tadi, mengapa dia menangis? Soal itu hanya Sakura saja yang tau, maka dari itu Naruto ingin menanyakannya.

"Hhhooooaaammmm.." Naruto menguap lebar. Sepertinya penyakit ngantuknya sudah datang, dengan perlahan Naruto menarik selimutnya dan segera tidur. "Semoga besok bisa bertemu Sakura lagi" ucap Naruto seraya menutup matanya.

Sakura's POV

Aku menatap laut yang berada di depan rumahku. Aku duduk di pinggiran pantai sambil memegangi lututku.

Angin laut menerpa wajahku, membuat rambut panjangku yang tadinya diam, sekarang sedang asyik begoyang-goyang di belakangku.

Aku memikirkan laki-laki yang tadi aku temui, siapa tadi namanya? Ahh.. Iya dia Naruto. Naruto laki-laki yang memiliki mata berwarna indah, sama persis dengan cincin pemberian ibuku. Naruto. Laki-laki pertama yang berani memelukku, tapi aku merasa hangat dengannya. Rasanya aku sudah bertahun-tahun kenal dengannya, padahal baru tadi.

Aku melamun sambil menatap laut.

Pluukk~

Sebuah tangan halus dan agak keriput memegangi pundakku.

Akupun yang tadinya melamun, terbuyar semua lamunanku. Saat aku menegok kebelakang aku bisa melihat nenekku tersenyum menatapku. "Sakura-chan sedang apa?" nenekku bertanya padaku. Masih dengan senyumannya.

"Ah.. Emh ti-tidak. Tidak sedang apa-apa nek," ucapku terbatah-batah.

Tsunade-baachan atau bisa di bilang nenekku hanya tersenyum saja lalu dia menarikku untuk berdiri. "Ayo Sakura-chan masuk, udara di luar sangat dingin. Kau bisa sakit nanti" nenekku menggiringku untuk masuk kedalam rumah.

Aku hanya bisa pasrah saja saat nenekku menyuruhku masuk. Memang, udara di luar rumahku memang dingin dan karena aku juga sudah mengantuk ya aku pun langsung tidur saja.

"Semoga aku bisa bertemu dengannya nanti" ucapku sambil menyunggingkan seyumanku.

"Eh? Bertemu siapa Sakura-chan?" nenek bingung dengan perkataan ku tadi.

"bu-bukan siapa-siapa kok nek," haduh bodohnya aku. Kenapa aku tidak melihat sih kalo masih ada nenek disampingku. Awalnya nenek menatapku heran, tapi pada akhirnya nenek hanya bisa menggeleng-geleng saja "Sakura-chan, jangan aneh-aneh deh kau ini!" akupun hanya bernafas legah. Aku beranjak ke kamarku dan segera tidur.

End of Sakura's POV

Normal POV

KEESOKAN HARINYA

Naruto yang sudah segar bugar di pagi hari ini, segera menuju pantai konoha. Dia sudah memutuskannya akan pergi lagi ke batu besar itu.

Dia ingin bertemu dengan Sakura lagi disana. 'Semoga saja dia ada disana!'

PANTAI KONOHA.

Naruto yang baru sampai di sana langsung menuju perahunya dan mendayungnya menuju batu besar yabg kemaren.

Mungkin karena cuaca hari ini sangat panas, Naruto agak kewalahan mendayung perahunya. Namun Naruto tetap memaksakan kehendaknya, dia tetap mendayung dan pada akhirnya dia sampai di batu tersebut.

"Hosh.. hosh.. hosh" Naruto Nampak kelelahan, tapi untungnya dia sudah sampe.

"Naruto?"

Suara lembut membuyarkan kelelahan Naruto. Naruto menengok kearah sumbeh suara tersebut.

Saat di lihat Naruto tersenyum puas karena sudah menemukan seseorang yang sejak tadi dia cari. "Sakura.. Sakura-ch-chan!" nada Naruto masih terdengar kecapaian.

"Naruto, kau tidak apa-apa? Kau terlihat sangat kecapaian," Sakura mulai kawatir dengan Naruto, dia menarik tangan Naruto dengan perlahan dan menyuruhnya duduk di sebelahnya.

"Aku tidak apa-apa kok Sakura err~ bolehkan aku memanggilmu dengan embel-embel chan!"

Sakura yang mendengar perkataan Naruto hanya tersenyum manis, membuat wajah Naruto memerah. "Tentu saja boleh."

"Em.. ah yah terima kasih"

Suasan mulai hening lagi seperti kemaren saat mereka baru pertama kali bertemu.

Tidak ada kata lagi yang di lontarkan oleh mereka.

"Naruto"

"Sakura-chan"

Naruto dan Sakura mengucapkannya secara bersamaan. Mereka kaget, kenapa bisa bersamaan. Tanpa di sadari wajah mereka berdua kini sudah memerah bagaikan tomat.

"Ka-kau dulu saja Naruto," Sakura menahan malunya.

"Ah ti-tidak ka-kau saja duluan Sakura-chan." Naruto tidak berani mentap mata emerald itu. Semakin dia tatap, semakin memerah juga mukanya itu.

"Aku tidak jadi Naruto."

Naruto mengerutkan dahinya. Dia agak bingung dengan Sakura, tapi dia tidak peduli karena ada satu hal yang ingin dia tanyakan sejak tadi dengan Sakura.

"Hah~ baiklah. Sa-Sakura-chan.. Apa benar kau memiliki cincin yang warnanya mirip dengan mataku?" akhirnya Naruto menanyakan juga pada Sakura.

Naruto's POV

Sakura hanya diam menatapku, dia sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Aku pun mulai berfikir kalau dia tidak akan menjawab pertanyaanku.

Alhasil Sakura tersenyum padaku, membuatku ingin sekali mencium bibir itu (dasar Naruto pervert). "Ya aku memang mempunyai cincin itu, ada apa Naruto?" Sakura menjawab pertanyaanku.

"Tidak apa-apa Sakura-chan" aku membalas senyuman manisnya.

.

.

.

Saat itu aku dan Sakura sangat akrab. Hampir setiap hari aku bertemu dengannya. Ketika aku bertanya tentang keluarganya dia hanya menjawab 'kau tidak perlu tau Naruto'.

Tapi Sakura tetap tidak berubah, dia selalu tidak ingin aku antar pulang. Aku mulai tertarik dengan Sakura. Apa mungkin benar aku menyukainya?

"Naruto?" Suara Sakura membuyarkan lamunanku.

"Ya?" aku menjawab singkat lalu menatapnya. Nampaknya dia bingung dengar perilakuku yang sejak tadi melamun terus.

"Kenapa kau melamun terus? Ada masalah? Ceritakan saja padaku Naruto,"ucap Sakura lembut. Dia masih menatapku dengan tatapan bingung. Aku hampir tertawa melihat tampangnya yang lucu itu.

"Ahahahahahah…" Karena tak tahan akupun tertawa geli.

"loh?" Sakura semakin bingung dengan ku yang tiba-tiba saja tertawa sendiri "ada apa sih Naruto?"

"Ah.. tidak Sakura-chan, hanya saja mukamu lucu saat bingung,"

Sakura mengembungkan pipinya. Karena gemas sekali aku mencubitnya "aww Naruto sakit~"Sakura memegangi pipinya yang merah karena cubitanku tadi.

"Hheheh.. maaf Sakura-chan, habis kau lucu" aku hanya nyengir-nyengir saja.

"Ya sudah aku mau pulang" Sakura bangkit dari duduknya dan bersiap untuk melompat, tapi aku menahannya.

Normal POV

Naruto menahan Sakura yang akan melompat dari batu besar tempat mereka biasa bertemu.

"Tunggu" ucap Naruto sambil memegangi tangan Sakura.

"Ada apa lagi?" ucap Sakura ketus.

"Sakura-chan jangan marah dong"

"Aku tidak marah" Sakura menyilangkan tangannya di depan dada dan membuang muka ke kanan.

"Ayolah Sakura-chan, kau nampak jelek dengan muka seperti itu"

"Apa katamu?" muka Sakura memerah. Dia mengepalkan kedua tangannya dan bersiap memukul orang yang ada dihadapannya itu.

"Egh! Ti-tidak, tidak ada Sakura-chan. Dengan wajah apapun kau tampak cantik hahahah.." Naruto pun berusaha memuji Sakura 'padahal waktu pertama kali bertemu, sakura-chan Nampak baik dan manis, tapi kenapa sekarang garang sekali ya' umpan Naruto dalam hati.

"Baru tau? Ya ampun sudah lama" ucap Sakura narsis. Naruto yang melihatnya hanya sweatdrop saja.

"Sakura-chan sekali ini saja. Pulang bersamaku ya" Naruto memamerkan puppy-eyes nya.

"A-aku, aku tidak mau Naruto"

"Ayolah Sakura-chan, sekali ini saja."

Sakura bingung harus menjawab apa, mungkin jika neneknya tidak melarangnya bertemu dengan orang yang bukan warga pantai, dia pasti mau diantar Naruto.

"Kumohon Sakura-chan" Naruto menatap Sakura dengan tatapan memelas, membuat Sakura merasa kasian padanya.

"Ba-baiklah, tapi ini yang terakhir Naruto. Dan jangan pernah lagi memamerkan tampang seperti itu" gerutu Sakura kesal.

"Baiklah"

Akhirnya Sakura mau di antar oleh Naruto. Naruto terus mandayung kapalnya dengan ceria.

Sakura melihat Naruto yang ceria merasa senang jika di sampingnya. Cengiran Naruto yang membuat Sakura sangat bahagia jika melihatnya.

Dan terkadang jantung Sakura berdetak lebih kencang jika melihat senyuman dan tatapan matanya. Apa Sakura menyukai Naruto? Mungkin saja iya, karena sudah tumbuh benih-benih cinta di antara mereka berdua.

Suasana hening, hanya suara dayung dan air yang mereka dengar. Sepertinya Sakura terbawa suasana, Sakura mendekatkan dirinya pada Naruto. Dia tatap mata sapphire itu.

Naruto yang melihat Sakura mendekatinya menghentikan aktivitas mendayungnya. Dia bingung kenapa Sakura mendekatinya dan yang lebih kagetnya Sakura memegang kedua pipi Naruto "Sa-Sakura-chan?"

Sakura sama sekali tidak menggubris pernyataan Naruto. Dia terus mendekat pada Naruto.

Keringat Naruto bercucuran, karena melihat Sakura mendekatinya. Sakura memejamkan matanya dan masih mendekatkan dirinya pada laki-laki di depannya itu.

'Apa yang dilakukan Sakura-chan padaku? Tahan dirimu Naruto, tahan.'

Sakura terus mendekatkan dirinya pada Naruto, menutupi jarak di antara mereka berdua. Saat jarak diantara mereka berdua hampir beberapa centi saja… Tiba-tiba saja..,,,,

TBC

Haduhhh makin gaje aja

Ada yang tau Sakura-san mau ngapain? Yang tau bakal saya kasih hadiah.. yaitu update kilat *?*

Konflik akan keluar di chap depan atau depannya lagi *plakplakplak, tapi kayaknya konfliknya g terlalu bagus, karena saya g bisa bikin konflik hahahah *plak deng doing *?*

Baiklah sekarang saya minta reviewnya

Klik tulisan review, masukin nama anda dan tulis komentar anda.

Yosh terima kasih minna-san

Gotcha 'avril'namiyakko