Watching Over Me

Disclaimer : KHR belong to Amano Akira

Pairing : XanxusSqu


"VOIIIIIII!" Teriak Squalo keras "Aku sudah muak kau perlakukan aku seperti ini!" Squalo menyeka darah yang mengalir dari pelipisnya sehabis dilempar Xanxus dengan asbak rokok.

"Kalau begitu. Cobalah melakukan segala sesuatu hal dengan benar." Xanxus menatap Squalo tajam "Stronzo." Umpat Xanxus.

Squalo tidak bergeming dari tempatnya "I Hate You Xanxus!" Teriak Squalo sebelum berbalik dan melangkah pergi dari ruang kerja Xanxus dengan membanting pintu.

Xanxus cukup terkejut mendengar Squalo menyebutkan namanya seperti itu, tidak sekalipun, meskipun saat Aqualo sedang marah besar dengannya. Xanxus hanya mendengus kesal.

"Bos…" Terdengar suara Lussuria dari ambang pintu. Xanxus tidak menjawab apa-apa dan hanya menatap Tajam. Lussuria mau tidak mau merinding dibuatnya. Lalu dengan tiba-tiba Lussuria sudah menelan ludah dengan susah payah karena Xanxus melempar asbaknya tepat didinding disampingnya. Dengar segera Luxuria berlari keluar dari ruang kerja Xanxus. Dia tidak mau menjadi pengganti Squalo.


Tiga hari dari waktu itu, Xanxus terus bolak-balik menatap pintu masuk Varia. Dia sangat khawatir pada Rain Guardiannya, walaupun mati-matian ditutupinya. Dia sangat cemas karena tidak mungkin Squalo selama ini menghadapi mafia kecil.

"BOS!" Teriak Lussuria. Xanxus langsung menatapnya tajam Lussuria. Tapi belum sempat Xanxus mengeluarkan amarahnya "Bos! Ada telepon dari Tsuna-san. Dian bilang ini sangat penting mengenai Squalo".

"Sambungkan kemari!" Ujar Xanxus ketus. Lussuria hanya mengangguk dan segera kembali keruangannya.

"Xanxus-san"

"Bicara atau aku matikan."

"A! Sebentar! Aku hanya mau bilang kalau Squalo-san ada disini! Keadaannya tidak er… begitu baik." Seketika telepon itu langsung ditutup oleh Xanxus -dibanting-,alu berjalan keluar "Siapkan Mobil!" Perintah Xanxus entah pada siapa.


"BRAK!" Bunyi pintu Vongola yang ambruk karena ditendang oleh Xanxus.

"Kau! BRengsek!" Teriak Gokudera berang "Tidak ada sopan Santun sama sekali kau!" Teriak Gokudera marah dan mulai berdiri menyiapkan bomnya.

"Hayato! Tenanglah," Yamamoto menarik Gokudera sebelum markas itu kembali hancur.

Xanxus hanya menatap tajam pada Gokudera "Dimana Hiu brengsek itu?" Tanya Xanxus.

"Kau! Kau!"

"Hayato…, tenanglah…" Yamamoto berusaha menenangkan Gokudera.

"XanXus-san… Silahkan ikut aku…" Dr. Shamal tersenyum melangkah duluan menuju lorong utama Vongola Mansion itu. Dengan mendengus kesal Xanxus mulai mengikutinya dari belakang "Ruangannya ada diujung lorong ini, silahkan kesana. Aku kembali keruang depan," Pamit Dr. shamal.

Merasa dokter itu telah menghilang, hati-hati Xanxus membuka ruangan itu. Xanxus terdiam ditempat melihat kedalam ruangan itu. Hampir semua tubuh Squalo diperban dan hanya wajahnya saja yang tidak. Dengan perlahan Xanxus mendekat dan memandang wajah pemuda yang berada dihadapannya sekarang.

"Bangun Hiu Brengsek." Ujar Xanxus sedikit membentak. Tapi tentunya tidak ada sama sekali jawaban dari Squalo yang terbaring pucat diatas ranjang putih itu. Pemimpin Varia itu menggertu. Lalu perlahan mengulurkan tangannya menyentuh wajah itu, menyingkirkan sedikit poni yang menutupi keindahan wajah rain guardiannya. "Bodoh" Umpatnya lembut.

Xanxus segera melepas jubahnya, membuka selimut yang menutupi tubuh pemuda berambut perak itu dan menggantinya dengan jubahnya tadi. Dengan perlahan Xanxus menyelipkan salah satu tangannya dibawah kepala Squalo dan satunya dibawah lutut pemuda itu.

Dengan hati-hati Xanxus mengangkat tubuh Squalo, mencabut infuse, melepaskan masker oksigen dan beranjak keluar dari ruangan itu. Memeluk erat tubuh rapuh itu tanpa bicara apa-apa.

"Xanxus-san, Squalo-san mau dibawa kemana?" Tanya Tsuna bingung. Xanxus tidak menjawab apa-apa dan hanya memandang Tsuna dengan tajam sekali lewat. Gokudera yang melihat hal itu hanya mencak-mencak tidak jelas, kesal melihat tingkah laku Xanxus. Tapi sayangnya tidak bisa berbuat apa-apa karena masih ditahan oleh Yamamoto.


Ketika samapai dikediaman Varia, Xanxus segera disambut dengan wajah bengong semua anggota Varia. Karena Xanxus turun dair mobilnya sambil menggendong Squalo. Terkejut, karena mereka tidak pernah melihat dia berbuat seperti itu. Atau sebenarnya tidak pernah menyangka.

Xanxus hanya memberikan death-glarenya dan segera beranjak menuju kamarnya "Panggil Fran, suruh kekamarku segera!" tekan Xanxus sebelum masuk kedalam kamarnya

Setelah masuk, Xanxus dengan hati-hati meletakkan Squalo diatas tempat tidurnya, melepaskan jubah yang melekat ditubuh Squalo tadi dan segera menyelimutinya pelan.

Dalam diam Xanxus duduk disamping Squalo dan menatap wajah Squalo lembut. Namun lamunannya segera hilang ketika mendnegar suara pintunya diketuk. Dengan berdecak kesal Xanxus berdiri di samping Squalo "Masuk." Ujarnya menahan amarah.

"Bos, kau mencariku?" Tanya Fran.

"Cepat kau periksa dia, setelah itu keluar!"Perintah Xanxus berjalan menuju sofa dan langsung duduk dan dengan tatapan yang tajam memperhatikan Squalo.

Beberapa saat kemudian :

"Bagaimana?" Tanya Xanxus ketika melihat Fran mulai membereskan peralatan medisnya. Memasukkannya kembali kedalam tas.

"…" Fran hanya diam dan memandang Xanxus.

"Grr!" Xanxus hanya menggeram tidak senang "Katakan saja apa yang harus kau katakan!" Bentaknya tidak sabaran.

"Squalo akan mengalami kesulian untuk berjalan" Ujar Fran tiba-tiba. Xanxus tersentak kaget, walalupun itu tidak terlihat oleh Fran "Diperlukan beberapa tahapan rehabilitasi, karena ada salah satu saraf geraknya yang terkena pukulan, atau apapun. Yang menyebabkan terganggunya saraf gerak itu sendirim," Ujar Fran seakan mengerti dengan pertanyaan yang sedang berkecamuk dalam fikiran pemimpin Varia itu. "Dan kurasa Squalo sedikit mengalami tekanan batin, karena sering sekali aku mendengarnya menangis dalam tidur," Komentar pemuda berambut hijau itu sebelum beranjak berdiri dan keluar dari kamar Xanxus.

Xanxus hanya diam dan tidak bisa berkomentar apa-apa memandangi wajah pucat yang tergelatak diranjangnya. Sementara diluar kamar itu, Fran menyeringai. Tidak kalah liciknya dengan seringaian Xanxus.

/"Fu…fu…fu…, kita lihat saja. Sepertinya aku yang akan memenangkan pertarungan ini"/ Fran terkikik senang dalam hatinya.


"Bos" Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Xanxus

Xanxus membuka matanya, dan sedikit menggeram kesal. Tapi dirnya kembali tenang ketika melihat Squalo yang masih tertidur damai dalam pelukannya. Cukup lama Xanxus memandangi wajah itu. Dalam hati Xanxus mengakui keindahan wajah itu, tapi dia tidak akan mengakuinya terang-terangan. Karena Egonya yang tinggi. *Sigh…* Bukan sebuah ego, hanya saja dia memang tidak bisa mengatakan hal-hal semacam itu. Ketika hendak berbicara, mulutnya pasti akan berbicara lain. Itulah yang cukup disesali Xanxus.

"Bos,"

Sekali lagi Xanxus menggerutu luar biasa dalam hatinya. Dengan hati-hati mengangkat kepala Squalo dan mengeluarkan lengannya yang menjadi bantal. Lalu beranjak berdiri sebelum membetulkan selimut menutupi Squalo dan bergegas menuju pintu.

Dengan keras Xanxus membuka pintu itu, dan menatap tajam orang yang ada dihadapannya itu. Fran. "Apa yang kau inginkan cebol brengsek?" Xanxus bersandar diambang pintu. Menghalangi jarak pandang pemuda itu dan langkahnya.

Fran terdiam sejenan memandang bosnya itu, bertelanjang dada. Dan kalau benar penglihatannya tadi, Squalo memakai kemeja Xanxus. Karena terlihat dari pergelangan tangannya. Fran kembali menyeringai licik. Tapi kali ini di dalam hati.

"Bos. Apa Squalo sudah bangun?" Tanya Fran tiba-tiba.

"Belum" Gerutu Xanxus "Ada perlu apa kau dengannya?"

"Aku hanya mau membawanya keruang rehabilitasi." Fran tersenyum simpul mengetahui wajah tidak suka Xanxus "ini sudah pukul 10 pagi bos." Tambah Fran.

"Duluan saja…, nanti aku yang akan membawanya keruang rehabilitasi…" Jawab Xanxus ketus memalingkan wajahnya kesal

"Apa tidak masalah bos? Bukannya kau paling tidak suka melakukan hal-hal yangmerepotkan seperti itu?" Tanya Fran. Seketika juga pintu yang dihadapan pemuda itu terututp rapat. Hampir saja wajahnya menjadi sasaran.

Sepeninggalan Fran, Xanxus bergegas kembali kedalam, menuju ranjangnya. Mata itu terpaku melihat kearah Squalo yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan bingung atau takut? entahlah.

"Ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Xanxus terdengar kesal.

"Si-siapa kau?"

Tbc~


Halo semuanya, nih fic pertama Rin di fandom ini, mungkin banyak sekali kesalahan ehe. Mohon bantuannya.

Kalau ada kritik dan saran, silahkan klik tombol hijau dibawah ini :)