Watching Over Me

Chapie 2

Disclaimer : KHR belong to Amano Akira

Pairing : XanxusSqu


"Turunkan aku!" Teriak Squalo agar Xanxus menurunkannya "Aku tidak butuh bantuanmu! Aku bisa berjalan sendiri!"

"Bull Shit…" Dengus Xanxus "Bahkan untuk berdiri saja kau tidak sanggup." Ujar Xanxus.

"Turunkan Aku!" Teriak Squalo lagi tidak memperdulikan perkataan Xanxus tadi "VOIIIIIIIIIII!" Yang hanya dibalas tatapan tajam oleh Xanxus "A…apa?" Tanya Squalo takut-takut.

"Segitu bencinya kau denganku? Sampai-sampai kau melupakanku?" Tanya Xanxus.

Squalo langsung membatu ditempat mendengar ucapan Xanxus. Entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar Xanxus berkata begitu. Mungkin memang dia sangat membenci Xanxus, tapi entah mengapa hatinya terasa mengganjal. Sesuatu yang membuatnya tidak bisa benar-benar membuatnya membenci pemimpin varia itu. Dan hal itulah yang membuat hatinya sakit.

Tanpa Squalo sadari ternyata mereka telah berada diruang rehabilitasi, dengan hati-hati Xanxus meletakkannya diatas ranjang putih didalam ruangan itu "Beritahu aku kalau sudah selesai, aku akan menjemputnya." Xanxus menatap Fran dingin, sebelum berbalik menuju pintu.

Squalo masih terdiam memandangi punggung Xanxus yang baru saja menghilang tertutup pintu ruangan itu.

"Fu…fu…fu…, kenapa kau menatap Bos terus Squali-chan?" Fran terkikik pelan "Ngomong-ngomong apakan terjadi sesuatu semalam antara kau dengan bos?" Tanya lagi sedikit menyeringai memandang Squalo.

Squalo memandang pemuda yang dihadapannya "Apa maksudmu apa yang terjadi denganku dan orang itu huh?" Tanya Squalo Bingung "dan VOOOOOIIIIII! Siapa kau berani-beraninya memanggilku SQUALI?"

Kali ini gantian Fran yang mengangkat alis kebingungan "Siapa aku?" Tanya pemuda itu bingung "Jangan kau bilang kalau kau…, tidak mengenal aku?" Tanyanya.

"VOIIIIII! Sudah aku bilang! Aku tidak mengenalmu?" Teriak Squalo kesal bukan main.

/"Petaka…"/ Ujar Fran dalam hati memandang Squalo.


"Ada apa dengannya?" Tanya Xanxus ketika melihat kearah Squalo yang sepertinya tidak sadarkan diri diatas ranjang ruang rehabilitasi itu. Dengan tubuh yang penuh dengan keringat dan nafas yang terengah-engah.

"Kekebalan tubuhnya turun drastis bos, sedari tadi Squalo terlalu memaksakan dirinya untuk rehabilitasi. Padahal aku telah memintanya untuk berhenti. Dan Squalo tidak mau mendengar sama sekali, katanya sih dia tidak mau merepotkanmu…" Ujar Fran menghela nafas. Padahal didalam hati menyeringai habis-habisan.

Tanpa banyak bicara Xanxus mengangkat tubuh Squalo perlahan, dan berjalan menuju keluar ruangan itu.

"Bos, sebaiknya kalau Squ dirawat disini saja…" Ujar Fran.

Xaxnxus langsung berhenti ditempat, dan memutar kepalanya sedikit kesamping, menatap Mammon disamping dengan tajam. –jangan-pernah-memerintahkanku-, begitu kira-kira pengertian dari tatapan Xanxus itu.

"A, baiklah, nanti aku akan membawa alat infuse dan beberapa peralatan lainnya kekamar anda bos…" Jawab Fran.

Dengan mendengus Xanxus berjalan keluar lalu menendang pintu itu hingga tertutup.


Fran duduk ditepi ranjang, disamping Squalo. Dengan perlahan dia mengambil tangan Squalo dan mencari-cari urat nadi Squalo, yang tidak tampak karena putihnya kulit cowok itu. Dengan sedikit tepukan, urat berwarna biru itu tempak. Dengan hati-hati pemuda itu mengambil jarum infuse dan menusukkannya keurat Squalo.

Terlihat wajah Squalo yang sedikit berubah karena merasakan sakit, walaupun Squalo belum sadarkan diri. Xanxus yang melihat hal itu hanya menggeram tidak suka. Fran hanya menyeringai tanpa sepengetahuan Xanxus.

"Masuk!" Ujar Xanxus ketika mendengar pintu kamar itu diketok dari luar. Lalu terlihatlah sosok Lussuria yang sedang membawa sebaskom air dingin ditangannya. Dan dengan sedikit lebay mendekati Fran. Dan meletakkan baskom itu diatas meja disebelah ranjang Xanxus.

"Bos~ apakah kau mau makan malam bersamaku ?" Tanya Lussuria dengan genitnya memandang Xanxus, tidak lupa dengan mengedip-ngedipkan matanya kearah Xanxus. Mumpung Squalo sedang tidak sadarkan diri pikirnya.

Xanxus langsung mendengus jijik, dan mengalihkan pandangannya dari Lussuria "aku tidak butuh" Jawab Xanxus datar.

"Bos~ aku yang masak loh~ pasti makanannya sangat enak…, aku buat khusus untu bos kok.." Ujar Lussuria tidak menyerah.

Xanxus langsung memandang Luxuria tajam bercampur horror. Siapapun tahu, kalau makan makanan buatan Lussuria lebih baik "MATI" sekalian. "Keluar kau Dari sini" Ujar Xanxus. Tapi pemuda berambut ayam itu sama sekali tidak menggubrinya dan masih tetap melancarkan rayuannya.

Dengan berat hati dalam kamar itu akhirnya terdengar suara benda pecah. Sebuah asbak kaca yang dilempar Xanxus pecah berkeping-keping tepat disebelah wajah Lussuria. Dengan menelan ludah paksa Lussuria langsung kabur dari kamar itu. Dia tidak ingin menjadi pengganti Squalo dalam hal ini.

"Fu fu fu…" Fran terkekeh sambil merendam handuk kedalam air es tadi, cepat memerasnya dan meletakkan dengan perlahan dikening Squalo. "Ne…, bos aku keluar dulu, dan tolong berikan Squalo obat penurun panas ini…." Fran meletakkan beberapa obat disamping baskom tadi "Minimal 3 jam sekali bos…" pemuda itu berdiri dan berjalan keluar kamar Xanxus.

Xanxus hanya diam dan tidak merespon Fran sama sekali. Setelah melihat pintu itu tertutup, baru pemuda bermata semerah ruby itu beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Squalo. Duduk disamping sang hiu. Cukup lama Xanxus hanya memandang wajah pucat Squalo.

Xanxus menghela nafas lelah sebelum akhirnya mengelus wajah Squalo lembut, dan menyeka keringat Squalo yang sangat banyak. Dengan perlahan Xanxus menurunkan wajahnya kearah wajah Squalo. Diam sejenak memandang wajah itu dari jarak yang sangat dekat, dan dengan lebut akhirnya Xanxus menempelkan bibirnya keatas bibir Squalo.

"Good Night Stronzo…" Bisik Xanxus lembut.


Tbc~

Setelah dibaca berapa kalipun, rin tetap merasa fic ini aneh. Dan banyak sekali Typonya T,T.

Sigh, selamat membaca . Kalau berminat silah kan review :{