Wrong love?

By : Seira S. Montgomery

Naruto?Masashi Kishimoto

Rated T+

Genre : Romance/Hurt/Tragedy

Pairing : SasuSaku Slight NaruSaku

Warning : ooc, misstypo, bad. No Bashing Chara!

Summary : Haruskah aku mencintai malaikat? Jika aku telah dulu mencintai dia? Aku yang salah, telah jatuh cinta pada orang yang salah, boneka yang salah. SasuSaku slight NaruSaku. Hits NaruHina, ShikaIno.

Happy reading ^^

Chapter 1 : Crossroad

16.45 a.m

'Aku harus cepat!'

Dap Dap Dap! Gadis pink itu berlarian di koridor panjang menuju sebuah ruangan.

"Nona Haruno, anda tidak boleh berlarian di koridor" Tegur seorang pelayan sambil tersenyum.

"Sangat tidak etis" tambahnya.

"Tapi Shizune, dia sebentar lagi lewat sini! Aku tak akan melewatkannya!" sahut gadis itu panik, mata emeraldnya berbinar-binar seakan-akan 'dia' adalah hal yang sangat penting.

"Baiklah nona" kata pelayan Shizune sambil membungkukkan badan.

"Arigato Shizune-san!" gadis pink yang bernama sakura itu langsung berlari menuju pintu berdaun dua yang ukurannya 4 kali tinggi gadis itu.

Brakk! Pintu terbuka karena didorong dengan keras dari dalam. Angin sore membelai wajah Sakura, sehingga lambut soft pinknya melambai lembut. Sakura terdiam, matanya lurus menatap dalam-dalam seorang pemuda berambut raven dengan mata onyx yang tegas dan dingin. Pemuda itu tampan dan keren, memakai seragam sekolah Konoha Internasional Senior Highschool, dia melangkah perlahan bersama teman-temannya. Sakura tidak memikirkan bersama siapa laki-laki itu pergi, kemana dan hal-hal lainya, karena hanya melihat onyxnya saja dada sakura sudah berdebar.

"Sasuke Uchiha..." gumam Sakura, sambil terus menatap pemuda bernama Sasuke itu, dia tersenyum ketika Sasuke telah hilang berbelok di tikungan.

"nona" sapa Shizune dari dalam ruang tamu.

"Shizune, bagaimana pendapatmu tentangnya sore ini? Bukankah dia terlihat sangat keren? he.. he.. " cengir Sakura sambil berbalik badan dan melangkah masuk keruang tamu, dia melirik sekali lagi ke tikungan berharap menemukan Sasuke berbalik dan menjumpainya, setelah tidak menemukan yang diharapkannya dia menutup pintu besar itu. Menatap Shizune yang tersenyum padanya.

"Shizune-san, menurutmu aku bisa dengan nya? Dia benar-benar mengagumkan." Kata sakura sambil bersandar di daun pintu.

"Anda pasti bisa nona, serahkan tugas ini kepada saya" ucap Shizune bangga, Sakura terkekeh kecil melihat perubahan sikap pelayannya yang satu ini.

"Ah, Shizune-san ayo kita menonton rekaman Sasuke ketika bermain basket" ajak sakura menyembunyikan semburat merah di pipinya.

"Baik nona, saya siapkan cemilan dulu" kata pelayan Shizune sambil membungkukkan badan.

"Arigato" Sahut Sakura yang kemudian berjalan ke kamarnya, dia tak habis pikir menggunakan tenaga mata-mata perusahaannya untuk menguntit Sasuke dan merekam kegiatanya, Sangat tidak etis pikirnya. Dia membuka pintu kamrnya, menutupnya perlahan dan melangkah menuju ranjangnya yang bercorak sakura dengan warna pink tipis. Sakura duduk diranjangnya, matanya menatap cermin berukuran besar di seberang tempat tidur. Rambut merah muda sepunggung, kulit putih susu, mata emerald yang indah dan ceria, tubuh ramping, wajah asia dengan literatur yang anggun dan cantik. Sempurna, kata itulah yang paling tepat mendeskripsikan seorang Sakura haruno. Tapi tunggu, Sakura tidak menatap bayangannya di cermin, dia menatap sebuah foto. Foto Sasuke yang diambil diam-diam, didalam foto itu Sasuke sedang duduk di meja dan memandang keluar. Lagi, Sakura tersenyum oleh laki-laki bahkan belum pernah disapanya dan belum mengenalnya.

Kreek! Pintu kamar sakura terbuka, Masuklah seorang pria dengan masker diwajah dan rambut abu-abu.

"cemilannya nona" katanya , dengan suara bass berat khas seorang laki-laki dewasa.

"Kakashi-niisan!" teriak Sakura girang sambil berdiri memeluk kakashi.

"Kapan sampai disini ?" tanya Sakura dengan mata berbinar-binar.

"Beberapa jam yang lalu. Sakura-chan bagaimana keadaanmu? Sekolahmu? Sasuke?" tanya Kakashi dengan penekanan di kata Sasuke, Sakura melepas pelukannya dan berbalik badan. Kelihatanya sekarang dia sedang blushing berat.

"aku baik-baik saja, tahun ini aku lulus ekselerasi, sasuke.. biasa saja, tidak ada yang berubah semenjak aniki pergi. Belum pernah berbicara bahkan belum pernah berhadapan langsung. Aku ini bodoh ya aniki?" kata Sakura menundukkan kepalnya dan menghela nafas.

"Bodoh? Heh, tidak mungkin adikku ini bodoh kan? Errr, Saku-chan.. Kau mau bertemu Sasuke?" Tanya kakashi sambil menggaruk kepalanya. Sakura membulatkan matanya tak percaya dan bingung.

"mulai besok kau sudah bisa bersekolah di Konoha, tapi.. Kau harus lulus EHS " kata kakashi, tentu saja kelulusan di EHS sudah tak perlu diragukan lagi, Sakura bukanlah anak perempuan bodoh yang hanya tergila-gila pada boneka tampan. Bagaimanapun juga dia mempunyai cita-cita dan tanggung jawab.

"Aku se.. tu ju" ucap Sakura terbata-bata.

"Ha..ha..ha.." tawa kakashi sambil mengacak-ngacak rambut Sakura.

"lepaskan aniki! Aku terlihat jelek!" teriak Sakura sebal. Shizune yang sedari tadi memperhatikan Sakura dan Kakashi tertawa pelan.

"Shizune-san, tadi kata Sakura dia mau nonton video Sasuke main basketkan? Ayolah.." goda Kakashi, spontan Sakura mendorong Kakashi keluar kamarnya.

"Sangat tidak etis menggoda seorang gadis, tuan Kakashi" sindir Sakura memakasi bahasa Shizune lengkap dengan gayanya. Shizune dan Kakashi tertawa keras. Merasa tidak ada gunanya mengejek dua orang aneh, Sakura menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur, diluar terdengar Kakashi dan Shizune bercakap-cakap diselingi tawa.

"pasangan weirdo" pikir Sakura kemudian menyalakan TV dan mulai menonton boneka pujaan hatinya bermain basket.

"Boneka tampan" ucapnya sambil tersenyum manis.

Dibagian Sasuke~

"oi, Sasuke! Kau gak penasaran sama cewek pink itu?" tanya seorang anak laki-laki dengan rambut diikat keatas menyerupai nanas.

"Siapa?" Ujar Sasuke tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop didepanya.

"Sakura haruno nama gadis itu, dia yang selalu memperhatikanmu ketika lewat didepan rumahnya. Aku perkirakan, dia sudah memperhatikanmu selama 4 tahun terakhir ini. Jangan berbohong Sasuke, kau tak mungkin tidak menyadarinya. Kau kira aku bodoh tidak menyadari kalau kau juga memperhatikannya." Ujar anak itu dengan sorot mata tajam, onyx-nya mengikuti gerak tangan Sasuke yang menari diatas keyboard laptop.

"huh, benar aku memperhatikannya. Dan aku rasa dia adalah anak kurang kerjaan, jangan-jangan kau menyukainya shikamaru?" tanya Sasuke sinis.

"Jangan gila Sasuke, kau kira aku yang seorang anak berandal yang karena keberuntungan masih bisa hidup didunia ini patut di sejajarkan dengan anak orang kaya seperti dia? Yang benar saja.. mendokusai" ucap Shikamaru dengan nada sarkatik. Sasuke terkekeh dan berjalan kearah Shikamaru, kemudian berbisik ditelinganya.

"memang benar. Seorang mafia hanya ditugaskan untuk membunuh dan melakukan misi, bukan untuk bermain cinta-cintaan dengan seorang putri boneka keluarga kaya" bisik Sasuke. Shikamaru menyeringai dan melirik foto seorang perempuan berambut blonde di meja dekat laptop Sasuke.

"Mision Started" ujarnya kemudian menyeringai lagi.

06.00 p.m

Seorang gadis cantik menggeliat perlahan diatas kasurnya, matanya mengerjap-ngerjap berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya yang menyusup masuk ke jendela kamarnya yang besar.

"hmm, jam berapa sekarang?" tanya Sakura entah pada siapa.

"06.04 nona"

"engg.. Kakashi-niisan? Ada apa ke kamarku?" Tanya Sakura, berjalan kearah kakashi yang sedang berdiri didekat jendela.

"mengingatkan tuan putri agar jangan sampai telat kesekolah barunya" ujar Kakashi. Sakura yang melihat Kakashi tertawa seperti itu pun tersenyum dan memandang keluar.

"Sakura-chan, jika aku tidak ada. Apa yang akan kau lakukan? " tanya Kakashi, Pertanyaan Kakashi yang tiba-tiba itu membuat Sakura memandangnya heran.

"ada apa? Kenapa bertanya seperti itu? Apakah aniki ingin pergi ke paris lagi? Aku kan bisa menyusulmu kesana kalu aku rindu aniki. " ucap sakura keheranan, dia menatap Kakashi dalam-dalam, berusaha mencari informasi dibalik bola mata silver itu.

"Sakura-chan sekarang mandi dulu, nanti terlambat. Soal ini nanti saja kita bicarakan" kata Kakashi menunjuk jam di meja belajar Sakura. Sakura yang tidak mau terlambat walaupun masih penasaran segera masuk ke kamar mandi.

"Aniki janji ya! Nanti cerita!" teriak Sakura dari kamar mandi, kepalanya melongok keluar meminta kepastian kakashi. Kakashi tersenyum dan menggangguk, setelah pintu kamar mandi ditutup dan terdengar suara air Kakashi mengeluarkan Handphone nya dan menelpon seseorang.

-Time Skip-

Sekarang Sakura telah memakai seragam EHS, Jas Abu-abu, rok kotak-kotak selutut, dasi merah menjuntai hingga perut, dan topi model pelaut dengan pin berlambang EHS di atasnya. Dia dengan sangat-tidak-sabar menunggu Kakashi didalam mobil.

"apa-apaan aniki itu? Berbicara dengan Shizune-san saja sampai lama begini" ujar gadis itu, dia melongok keluar keluar jendela mobil, mencari-cari sosok kakashi dan Shizune.

"ah, itu dia!" pekik sakura riang, tapi dia mengerutkan alisnya melihat Shizune memakai jas dan Kakashi memberikan secarik kertas, mencurigakan pikirnya. Sakura berusaha mnganalisis kejadian pagi ini yang menurutnya tidak biasa.

"Ohayou Sakura! Sudah lama?" Sapa Kakashi ketika telah sampai didalam mobil.

"sejak setengah jam yang lalu, tuan Kakashi" ucap Sakura sebal.

"pardon me, we'll go now lady" ucap Kakashi yang kemudian menstarter mobilnya.

"Bye! Shizune-san!" teriak Sakura. Shizune yang berada di beranda pun ikut melambaikan tanganya. Di mobil Sakura terus mendesak Kakashi untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, kakashi yang terus didesak akhirnya bebrbicara juga. Setelah mengambil nafas dia mulai bercerita.

"Saku-chan, sebenarnya aku sedang mengalami masalah yang sangat parah. Yang menyangkut nyawaku, kau, kaasan, dan okaasan. Sekelompok mafia mengincar keluarga kita, Kau sudah tahu kan tentang Organisasi mafia terbesar yang bernama Akatsuki itu? Kabarnya sekarang organisasi itu sudah mulai menyebarkan anak buahnya untuk menyerang keluarga Haruno. Aku tidak terlalu mengkhawatirkan kaasan dan okaasan karena mereka dikawal oleh Kelompok Paman Asuma, tetapi kau? Makanya aku menyewa seorang detektif muda terbaik ke-3 didunia untuk mengawalmu, dia masih muda, tapi berbakat. Karena umurnya yang sama dengan mu kemungkinan besar kelompok mafia itu tidak mencurigainya. Kita akan menjemputnya sekarang Sakura. Dan.. Jika aku terbunuh nanti, Aku harap kau bisa tegar dan menjalani hidup seperti buku cerita yang sudah aku tulis sejak kau masih kecil, tuan putri Sakura" ujar Kakashi tenang. Sakura yang mendengar berita itu tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya, bibirnya pucat. Dia melirik Kakashi gugup. Satu lagi masalah dalam hidupnya, dan sekarang dia merasa hidupnya akan banyak berubah mulai dari sekarang.

"Aniki, kau berjanji akan selalu hidup untukku kan?" tanya Sakura, gadis itu menaruh harpan besar pada jawaban kakaknya, dia tidak mau bersikap egois dengan menolak apa saja hal yang dilakukan kakaknya kepadanya, karena itu yang terbaik bagi mereka semua.

"tentu saja Sakura" ucap Kakashui tenang, padahal dia sedang khawatir setengah mati. Sejenak Sakura bisa bernafas lega, dia tidak tahu bahwa boneka tampan pujaan hatinya adalah boneka kematian keluarganya. Mobil Kakashi berhenti tepat didepan anak laki-laki berseragam konoha internasional senior High school, Jas Putih, Dasi merah, Celana Kotak-kotak merah dan Tas Sekolah tersandang di bahunya. Rambut kuning jabriknya tertiup angin pagi memperlihatkan wajah ceria pemiliknya yang kini tengah tersenyum lebar ke arah Sakura dan Kakashi.

"salam kenal Tuan Putri" ujarnya masih tetap tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"ya" ucap Sakura sambil mempersilahkan anak laki-laki itu masuk.

"Sakura, ini detektif yang aku ceritakan tadi. Namanya Naruto Uzumaki." Kata Kakashi sambil menyetir, membawa ke-tiga orang itu keluar dari kompleks perumahan elit di konoha.

"Naruto-kun, mohon bantuannya" ucap Sakura menundukkan kepalanya hormat.

"sudah kewajiban saya tuan putri" ujar Naruto lagi. Diperjalanan ke Sekolah Sakura terus memikirkan Sasuke, bagaimanapun juga, ini pertma kalinya dia akan bertatapan langsung dengan pujaan hatinya, mendengar suara lagsung, dan mungkin bisa menghirup aroma tubuhnya, berbeda dengan yang selama 4 tahun ini dilakukanya belum apa-apa Sakura sudah blushing berat. Bagaimana jika bertemu nanti? Haruskah dia pingsan seperti artis dorama televisi Hyuuga Hinata? Tidak! Sangat tidak etis, pikir Sakura. Naruto yang sangat jeli menyadari perubahan sikap sakura, memperhatikan majikan barunya dalam-dalam. Cantik, pikirnya.

Ciit!

Mobil mewah berwarna hitam mengkilat terparkir sempurna di areal parkir Konoha Internasional High School, areal parkir yang sangat bagus dalam taraf sebuah sekolah menengah atas. Gedung yang luas dan besar, taman-taman yang tertata rapi dan bersih, dan murid-murid yang sopan dan berpendidikan, itulah ciri khas KISH.

Sakura, Naruto dan Kakashi keluar dari mobil, tanpa komando dari siapapun, semua perhatian yang semula terbagi-bagi kepada hal yang berbeda-beda kini terpusat pada mereka. Kenapa? Lihat saja sekarang, berpuluh-puluh pasang mata kini tertaut pada 3 pasang mata yang memiliki feromon yang kuat. Emerald, safir, dan silver, 3 pribadi yang berbeda yang dapat menarik perhatian siapa saja ke dalam pesona mereka, sungguh karya Tuhan yang terindah.

"Sakura, Naruto sekarang kalian pergilah ke ruang kepala sekolah. Aku masih memiliki tugas lain. Jaa ne!" Ucap Kakashi yang kemudian masuk kemobil dan pergi, meniggalkan sepasang anak manusia yang perlu beradaptasi dengan lingkungan baru mereka.

" ah, Naruto. Ayo kita pergi" Ucap Sakura berusaha mencairkan suasana yang semula sepi dan segera mengakihiri pertunjukkan dirinya dan naruto. Tentu saja dia risih dipandang seperti itu.

"ya" ucap Naruto yang kemudian berjalan duluan dari pada Sakura.

-time skip-

Sakura's POV

"Uhh, bagaimana ini? Sebentar lagi aku akan bertemu Sasuke.. Aku benar-benar gugup" ucap ku dalam hati, kulirik Naruto yang tampaknya tenang-tenang saja. Melihat bola mata Naruto yang damai, aku jadi merasa tenang juga.

"Tenang Sakura, Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan" aku mengikuti kata hatiku sambil menghirup nafas dalam-dalam. Tiba-tiba kurasakan tangan seseorang menyentuh pundakku, hangat. Aku melihat kebelakang dan.. Sasuke! Dia yang menyentuh pundakku! Aku berdebar, lagi. Sasuke tidak tersenyum, dia melihatku dengan pandangan lurus yang seakan bisa menusuk dan menikam hatiku kapan saja dia menginginkannya. Naruto yang menyadari perubahan warna mukaku segera mengambil inisiatif untuk menyapa Sasuke duluan, karena dia yakin kalau aku tidak mungkin bisa berbicara lancar saat ini.

"Hai" Sapa Naruto ramah, sambil menjabat tangan.

"hn" Sasuke hanya bergumam sedikit dan menyambut uluran tangan Naruto.

"Aku Naruto Uzumaki dan dia Sakura Haruno, kami murid baru disini. Mohon bantuannya! Dan aku harap kita bisa jadi teman baik" Ucap Naruto sambil tersenyum lebar, Aku bersyukur memiliki Naruto saat ini kalau tidak, pasti aku tampak seperti orang bodoh yang tak bisa bicara di hadapan Sasuke.

"Ya, aku tahu. Kalian sudah melapor?" Tanya Sasuke, dia memandangku penuh selidik.

"ya, tentu saja uchiha-san" ujarku, aku melihat seseorang di belakang Sasuke, orang itu memiliki potongan rambut yang aneh.

"maaf mengganggu, Aku Nara Shikamaru. Hari ini ada pembagian kelompok yang diadakan setiap 1 tahun sekali, kalian sudah tahu?" Tanya anak laki-laki yang bernama Shikamaru tersebut.

"Salam kenal Tuan Nara, kami belum terlalu mengerti, maukah anda menjelaskannyapada kmai?" tanyaku padanya.

"Langsung saja nona, aku tidak terbiasa dengan basa-basi orang kaya. Kau bisa memanggilku Shikamaru." Ucapnya sambil menguap, sangat tidak etis pikirku. Sekarang Naruto sedang sibuk dengan handphone-nya.

"Ah, maaf. Kelompok apa maksud mu shika? Dan untuk apa" tanyaku padanya, berusaha merubah cara bicaraku, Dapat kulihat Naruto tertawa kecil, dasar Naruto.

"Kelompok bertujuan untuk membiasakan murid-murid bersosialisasi dan berorganisasi, mengerjakan tugas bersama-sama, Mulai dari eksperimen, penelitian, sampai seni dan hal sekecil apapun. Tugas-tugas berat akan diberikan pada setiap kelompok. benar-benar mendokusai, huh?" jelasnya. Menurut pengamatanku, Shikamaru memiliki otak yang jenius, yah.. biasanya pengamatanku tidak pernah salah.

Teet! Teet! Bel Sekolah berbunyi.

Normal POV

Keempat anak manusia itu pun berjalan beriringan menuju kelas mereka. Sasuke dan Shikamaru terus memperhatikan Sakura, Naruto yang menyadari itu bersiap-siap jikalau terjadi sesuatu yang diluar dugaan. Dia mendesah kecewa menyadari bahwa Sakura telah memiliki pujaan hati, tapi bukan Naruto namanya jika dia akan menyerah begitu saja.

Kreek!

Pintu kelas terbuka, Sakura, Sasuke,Shikamaru, dan Naruto masuk ke kelas. Sakura langsung dikerumuni oleh kelompok anak perempuan yang ingin berkenalan denganya, Sasuke dan Naruto bercakap-cakap sedangkan Shikamaru mengambil tempat yang pas untuk tidur. Kegaduhan dikelas itu langsung sirna ketika seorang Sensei perempuan masuk ke kelas, suara sepatunya terdengar nyaring di dalam kelas yang sepi itu. Dia mulai berbicara.

"Salam kenal, Saya sensei kurenai" ucapnya karena menyadari bahwa ada anak baru dikelas itu.

"Anak-anak, sebagaimana yang telah kalian ketahui. Sekarang akan diadakan pemilihan anggota kelompok. Masing-masing dari kalian harap tenang dan jangan ada yang protes." Ucap sensei Kurenai tegas, wanita ini sangat cantik dan berwibawa. Anak-anak KISH mengikuti perintah Kurenai, mereka mengambil undian yang telah disediakan dengan tertib dan menuliskan nama mereka di papan yang telah disediakan. Sakura sangat terkejut ketika menyadari bahwa dia satu kelompok dengan Sasuke dan Naruto, sedangkan Naruto langsung memeluk Sakura dan Sasuke sambil berteriak keras.

"Sasuke, Sakura! Kita satu kelompok sebagai anggota Tim Tujuh!" Seru Naruto dengan cengiran lebar khasnya.

To be continued~

Hallo minna.. ^^ Saya Author baru di FFN dan ini fic pertama saya, Mohon bantuannya ya... ! saya sudah lama sih tahu FFn tapi Cuma sebagi silent reader aja *gak ada yang nanya* saya suka ficnya Kira desuke, aicchan, Masahiro'Night'Seiran, awan hitam, Uchiha Yuki-chan dan masih banyak lagi!

Diterima Kritik, saran, pujian *ngarep*, bahkan flame *muka stres*.

Akhirnya selesai juga chapter pertama ini, Kira-kira saya lanjutkan atau tidak? Jika ada yang minta sih, saya akan berusaha update kilat! ^o^

Kira-kira judulnya cocok gak sih? Karena saya gak dapat inspirasi buat judul..

Minta Review ya minna! Love u all!