Hallo minna-san ! mungkin ini adalah chapter terakhir sebelum saya hiatus selama 2 bulan berhubung ada monster bernama UN yang siap-siap menerkam saya jika saya tak belajar T-T. Tapi, ceritanya belum selesai lho minna XD

Sebelum itu bookmarks fic saya ya.. jangan lupa baca jika sudah publish nanti, karena daripada jadi fic basi karena tak ada readers lebih baik saya tak melanjutkannya nya..

Motto saya : Reader senang saya Senang!

Oh iya, buat reader yang req fic rated M-nya, maaf banget! Saya gak bisa buat yang 'begitu'! minta request aja sama senior lemon *baca : Kira desuke* saya mah, gak bisa T_T. Gomennasai..

Yak! Mari kita mulai..

Chapter 3 : sweet trap—please stay with me

Dilapangan olahraga bebas terlihat sekelompok anak perempuan sedang duduk di bangku istirahat. Seorang anak berambut indigo—Hinata, menjadi perhatian mereka.

"Hi.. Hinata-chan.." panggil Sakura lirih, wajahnya terlihat cemas karena ekspresi temannya—Hinata. Teman-temannya yang lain pun terlihat cemas karena Hinata tak tampak seperti biasanya.

"Ah, maaf kan aku teman-teman, aku hanya—kecewa. Jangan terlalu pedulikan aku" Ucap Hinata, suaranya bergetar dan tangannya tampak meremas jaket olahraganya lebih kencang.

"Kecewa? Kenapa? Kau kan belum mengungkapkan perasaanmu Hinata" Tanya Ino, kemudian dia berjongkok didepan Hinata melihat wajah gadis indigo itu dari bawah.

"Naruto-kun, dia.. sudah memiliki orang yang disukainya..." Ucap Hinata, dan kali ini dia menangis, terlihat dari bahunya yang bergetar menahan tangis.

*Hagure te naku kimi wo

Ima sugu ni dakishime tai kedo

Nakushi ta nukumori wo

Doushite ima boku ni motomeru no

After being separated, you cry

I want to hold you closely now

The warmth is no longger here

Why is it that you seek for me now?

"Apakah itu memang benar? Lalu siapa orang yang disukai Naruto?" tanya Sakura.

"Ah, itu.. Aku diminta Naruto untuk tidak memberitahukannya pada siapapun. Maaf.." kata Hinata dengan air mata yang masih mengalir di matanya.

"Tidak apa-apa Hinata-chan, aku tahu rasanya itu—tapi sebaiknya kau mengungkapkan perasaanmu pada Naruto, karena hal itu akan membuatmu lega—Aku juga kan mengungkapkan perasaanku—besok sore." Ucap Sakura sambil tersenyum. Mata Hinata membulat mendengar hal itu.

Hinata POV's

Apa? Sakura akan mengungkapkan perasaannya? Pada siapa? Lalu bagaimana dengan Naruto—dan aku? Aku yang mencintai Naruto sepenuh hati, tapi kenapa Sakura yang mendapat cinta Naruto? Kamisama—kau—tak adil! Apakah aku terlalu hina untuk berada di samping Naruto? Aku—rela melakukan apapun demi Naruto, kamisama! Walaupun aku harus menggunakan cara yang kotor. Demi melihat senyumnya dan rona merah di pipinya itu—apapun akan kulakukan.

Flashback

"Hinata-chan.." suara itu, suara orang yang aku suka sampai sekarang. Senang sekali rasanya mendengar suara itu memanggil namaku.

"Ada apa Naruto-kun?" Aku berusaha tersenyum semanis mungkin agar terlihat cantik di depan matamu, hanya matamu.

"Kau sudah tau aku akan bersekolah di sekolahmu Hinata-chan?" kau bertanya dengan senyum lebar yang sangat aku suka.

Deg deg deg

Suara jangtungku lagi—ini sudah biasa bila berdekatan denganmu, tapi apakah kau sadar akan hal itu? Aku harap kau sadar.

"Bersekolah? Kau kan sudah lulus Naruto-kun.. aku kira yang kemarin itu hanya bagian dari misimu." Ucapku padamu, sekarang kami sedang berdua—hanya berdua di perpustakaan.

"yah, demi misi juga aku akan bersekolah disini. Misi ku yang ini berkesan sekali, aku sangat dekat dengan mafia pembunuh orang tuaku. Dan aku rasa—aku semakin dekat dengan tempat orang tuaku Hinata.." ucapmu dengan mata yang sendu tapi bibirmu terus saja tersenyum.

"Naruto-kun.. kau.. jangan berkata seperti itu. Apa jadinya aku nanti bila tanpamu" ujarku lirih. Wajah ku memerah karena perkataanku sendiri. Kau memalingkan wajahmu ke arah ku dan tersenyum—lagi.

"Hinata, kau memiliki orang tua dan teman-teman, jadi kau tak apa jika tak ada aku." Ucapmu tanpa beban.

Aku.. Kecewa Naruto

Sugaru sono manazashi wo

Sunao ni uketemo tai kedo

Dareka no omokage wo

Kasane te naku no ha yame te yo

You look to cling

I would like to catch you obediently

While in the shadow of semeone else

And stop the repeated cries

"Apakah kau menyukai seseorang Naruto?" tanyaku, berusaha tegar.

"ya" ucapmu. Bagaikan disambar petir aku kala itu, aku berhenti bernafas. Jantungku rasanya terlalu rapuh untuk memompa darah lagi. Seperti ada sesuatu yang mencabik-cabik hatiku sekarang ini. Kau.. melukai hatiku Naruto. Tidak kah kau menyadari itu? Aku mencintaimu selama 12 tahun ini—dengan tulus. Tidakkah kau menyadari itu? Atau ini salahku karena tidak mengungkapkannya padamu? Tapi seharusnya kau tahu itu. Aku.. tidak bisa membencimu, tak kan pernah bisa. Walau kau telah membunuh semua perasaan cinta di hatiku.

"Benarkah? Siapa orang beruntung itu" tanyaku lagi, aku menahan nafas kala itu. Aku menahan tangis kala itu, tidakkah kau tahu?

"Dia.. klienku.. aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya."ujarmu dengan wajah merona yang sangat indah, kenapa bukan untukku wajah itu? Pandangan pertama? Aku mencintaimu selama 12 tahun Naruto! Dan kau menyukai gadis itu pada pandangan pertama? Sekali lagi—kau tak adil kamisama! Sakit sekali.. rasanya hatiku. Untuk sementara aku tak bisa bersuara. Hanya—diam.

"Namanya sangat indah Hinata.." ucapmu lagi. Nama? Indah? Namaku kenapa memangnya Naruto? Kurang indahkah? Sesuatu di hatiku berteriak agar aku membencimu, tapi aku tak bisa. Aku terlanjur cinta kepadamu, kepada orang yang salah.

I am lured into your sweet trap

I can't shake this feeling from mind

"Benarkah?" kali ini aku tak sanggup Naruto, air mata itu jatuh begitu saja. Kau terkejutkan kenapa aku menangis? Dapat kulihat itu dari mata indahmu Naruto.

"Hinata? Ada apa? Kenapa kau menangis? Apa aku salah bicara?" ucap mu panik. Ya—kau salah bicara Naruto, sangat salah.

"Aku hanya sedikit pusing Naruto-kun, dan—aku terharu karena kau sudah memiliki orang yang kau cintai." Bohong, aku membohongimu dan diriku sendiri. Maafkan aku, aku sudah melanggar perjanjian kita semasa kecil dulu, tapi—apakah kau masih mengingat hal itu? Aku meragukannya.

"Kau tidak berbohongkan Hinata? Mau aku antar ke UKS?" ucapmu memegang dahiku. Aku senang kau memperhatikanku, tapi perasaan sukaku sudah bercampur dengan kesedihan. Aku tak tahu lagi, sekarang aku senang atau sedih.

"Baiklah Naruto antarkan aku ke UKS" Maaf kan aku, aku kabur saat kau sedang membutuhkanku sebagai tempat curahan hatimu dengan berpura-pura sakit. Maafkan aku, telah membuatmu khawatir. Tapi, aku benar-benar tidak sanggup lagi mendengar nama yang akan kau sebutkan nanti.

"Permisi" ucapmu, kemudian memapahku menuju UKS. Kau tahu rasanya jatuh cinta? Manis dan pahit. Aku senang kau menggendongku Naruto, aku tak ingin ini berakhir. Aku benci melihat pintu UKS itu! Seharusnya jalan lebih panjang bila ingin ke UKS. Aneh sekali aku ini.. ironis sekali hidupku. Kau membaringkanku di ranjang UKS ini, dan tersenyum sebelum kemudian berbicara dengan dokter jaga dan meninggalkanku.

Drr..drr..

Handphone ku bergetar dan ada pesan darimu.

From : Naruto-kun 3

Subject : gomennasai

Hinata-chan.. maafkan aku yang meninggalkanmu sendirian ditempat mengerikan itu. Kakashi-san menelpon ku, Dia orang yang memintaku menjalankan misi ini Hinata. Oh iya, kau pasti penasaran siapa orang yang aku sukai itu. Dia adalah teman barumu.

Sakura haruno.

Prakk!

Aku tak sengaja menjatuhkan hp ku. Aku tak tahu kau menyukai Sakura-chan Naruto-kun. Kenapa harus Sakura-chan? Kenapa harus temanku? Kau.. sungguh tega Naruto! Tulang-tulangku seperti akan copot membaca pesanmu. Padahal aku menjauhimu karena tak ingin tahu siapa gadis yang kau sukai, tapi kenapa kau berbuat seperti ini? Aku benar-benar tak siap akan hal ini.

End of flashback

"Hinata-chan.. kau tak apa?" Sakura memanggilku, dia anak baik. Sangat pantas bila dengan Naruto, tapi Sakura tak menyukai Naruto. Sesuatu dalam diriku tertawa karena aku dan Naruto impas, tapi sesuatu yang lain prihatin atas penderitaan Naruto. Sekarang aku percaya pada setan dan malaikat. Aku dan Naruto sama-sama mengalami penderitaan yang sama.

"Sakura.. kau menyukai siapa?" tanyaku pada gadis merah jambu itu.

"Ah, aku.." ucapnya merona wajahnya sangat cantik kala itu, tapi wajah itu bukan milik mu Naruto.

"Aku tahu! Sakura-chan menyukai Naruto kan!" kata Ten-ten sambil menyenggol tubuh ramping Sakura. Naruto? Kau salah Ten..

"Bukan!" kata Sakura. Apa yang aku katakan..

"Lalu?" tanya Ino, dia menghapus jejak air mata di pipiku. Perhatian sekali.

"Aku.. menyukai Sasuke-kun." Sekarang wajah Sakura benar-benar sudah memerah. Sasuke? Aku rasa dia sangat cocok dengan pria dingin itu.

"Wah, Sasuke ya?" ucap Ten-ten. Aku tersenyum pada Sakura, walaupun aku gagal. Sakura tak boleh gagal, dia temanku, aku akan tetap mencintai Naruto walaupun aku yang akan tersakiti nantinya.

Normal POV's

"Dia cinta pertamaku, karena dia juga aku bersekolah disini" ucap Sakura. Temari yang sedari tadi diam tersenyum kemudian berkata.

"Cintamu tulus sekali Sakura, aku mendukungmu. Aku dapat meilhat itu dari matamu." Ucap Temari sambil memeluk Sakura. Hinata, Ino, dan Ten-ten terlihat heran karena sikap aneh Temari. Sakura yang awalnya kaget pun balas memeluk Temari dan tersenyum riang.

Waktu olahraga selesai, semua murid kelas XII berkumpul di taman untuk melepas lelah sehabis olahraga. Sakura celingak-celinguk mencari boneka tampannya, dia mengenggam botol air mineral di tangannya.

"Sakura-chan, ada apa?" tanya Naruto sambil menepuk pundak Sakura, bersamaan dengan itu Sakura melihat Sasuke sedang bersama Shikamaru dibawah pohon.

"Aku mencari Sasuke, ingin memberikan ini, sudah dulu ya!"ucap Sakura yang kemudian berlari kearah Sasuke. Naruto memandang Sakura sendu.

"Aku juga akan memberimu ini Sakura-chan" ucapnya lirih entah pada siapa sambil mengenggam sebotol air mineral ditangannya.

"Naruto-kun" sapa Hinata.

"Ini air untukmu Hinata-chan.. Kau sudah sembuh?" ucap Naruto sambil menyerahkan Air mineral itu kepada Hinata. Hinata menerima Air itu dengan wajah yang merona.

"Terimakasih Naruto-kun! Aku sudah sembuh!" ucap Hinata dengan senyum terkembang. Naruto pun kembali tersenyum dan kemudian duduk berbincang-bincang dengan Hinata dan yang lainnya. Tapi, matanya tetap tidak berpindah dari sosok merah jambu yan sedang asyik dengan bonekanya.

Ditempat Sakura, Sasuke, dan Shikamaru. Sasuke terlihat sedang tersenyum dan meneguk air pemberian Sakura.

"Jangan lupa besok sore Sakura" ucap Sasuke sambil membetulkan letak tempat duduknya.

"ah, iya" ucap Sakura, merona. Shikamaru yang berada didekat Sakura terseyum miris membayangkan hal apa yang akan terjadi besok sore.

"Sakura-chan.. minta no telponmu" kata Shikamaru sambil mengeluarkan hpnya.

"silahkan Shika" ucap Sakura sambil menyerahkan hpnya yang berwarna putih polos.

'Hn, tidak menarik, polos sekali' pikir Sasuke.

"Mau bernyanyi Sasuke?" tawar Shikamaru sambil menyerahkan gitar yang ada didekatnya. Sasuke menerima gitar itu dan memandang Sakura sejenak sebelum mulai memetik gitar.

**Konna ni omotte iru

Jikan wa tomatte kurenai

Karappo no kokoro wa

Anata kimochi wo

Mada mitsukerarenai

Onaji e wo nido to egaku koto wa dekinai no ni

Atashi no kanjou wa tada kuri Kaeshite bakari

Sasuke melirik Sakura yang sekarang sedang memejamkan matanya, menikmati indahnya suara Sasuke dan semilir angin yang memainkan rambutnya.

"Kau tak bisa membohongi dirimu sendiri Sasuke" Sasuke teringat perkataan Shikamaru padanya dan dia akui itu benar.

"Ai no uta wo" kikasete yo

Sono yokogao mitsumeta

Anata no koto shiritai yo

Mou deatte shimatta no

Sasuke memejamkan matanya, berharap waktu berhenti sekarang. Sejenak dia lupa akan ambisi dan balas dendam yang mengakar kuat di relung hatinya.

Donna ni sabishikute mo

Mata aeru ki ga shite iru kara

Ryuu nante iranai

Hiki kaesenai koto wo shitte iru

Kono mama ja wasuremono ni natte

Shimau desho?

Atashi no kanjou wa namida no oku kagayaita

Sakura membuka kelopak matanya dan menatap lekat pujaan hatinya, hatinya berdebar dan dia sangat menyukai sensasi debaran ini. Dia melupakan segalanya kecuali Sasuke. Tapi ada yang mengganjal di hati Sakura..

"Ai no uta wo" kikasete yo

Sono yokogao sono saki ni

Anata ga ima mitsumeteru

Hito ga iruto

Wakatte mo

Kenapa disuasana yang seperti ini Sasuke menyanyikan lagu sedih?

"Ai no uta" wa owaranai

Mou deatte shimatta no

Owaranai.. love and truth

Sasuke mengakhiri pertunjukan kecil-kecilannya dan menatap Sakura yang sedang memberikan applause kepadanya.

"Sejak kapan kau sepandai itu dalam menyanyi sas?" tanya Shikamaru sambil menguap lebar.

"Kau tak sopan Shika" ucap Sasuke.

"Lalu kenapa yang kau bawakan lagu sedih Sasuke-kun?" tanya Sakura, penasaran.

"Itu karena tuan Sasuke sedang bersedih Sakura-chan" ucap Shikamaru.

"Benarkah? Kenapa? Apa yang bisa aku bantu Sasuke-kun?" tanya Sakura, wajahnya menyiratkan kecemasan.

"Cukup satu Sakura, datanglah besok sore." Ucap Sasuke di iringi senyum. Sakura—satu-satunya gadis yang mendapat keberuntungan melihat senyum Sasuke. Satu-satunya gadis di hati Sasuke, selain ibunya.

"Aku berjanji Sasuke-kun!" ucap Sakura sambil menyodorkan jari kelingkingnya. Melihat hal itu, Sasuke pun menautkan jari kelingkingnya dan mereka berdua tertawa. Tak menyadari akan seseorang yang terluka disebrang sana.

-Skip time-

07.00 am

"Ah, hari yang indah ya Sakura-chan!" ucap Naruto ketika sampai didepan pintu rumah Sakura. Sakura yang melihat ulah Naruto tak henti-hentinya tersenyum.

"Ya, Naruto-kun" ucapnya.

"Heh? Kau memanggilku apa Sakura-chan?" tanya Naruto sambil mendekatkan telinganya ke Sakura.

"Naruto-kun!" ucap Sakura Setengah berteriak karena jika berteriak Shizune-san akan memarahinya.

"He.. he.. tetaplah seperti itu Sakura-chan" ujar Naruto sambil tersenyum lebar khasnya.

"Naruto-kun, nanti sore. Aku akan pulang sendiri, jadi tak usah menungguku" ujar Sakura.

"Hee? Kenapa?" tanya Naruto heran. Kan bisa gawat jika Sakura kenapa-napa, apalagi ini masalah mafia.

"Aku ada janji dengan Sasuke dan Shikamaru" jawab Sakura sengaja menambah nama Shikamaru agar tidak terlihat seperti kencan.

"oh, begitu" kata Naruto yang dalam hati penasaran. Dia memutuskan untuk menyelidiki hal ini.

"Baiklah" sambungnya lagi.

"Terimakasih, Naruto-kun!" kata Sakura semangat, dia memeluk Naruto dan tertawa-tawa. Naruto membiarkan Sakura memeluknya dan tersenyum senang.

'Pelukan ini bukan untukku' pikir Naruto.

"Ah, maaf Naruto-kun.. aku—senang sekali" kata Sakura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Hari ini baju seragam Sakura telah selesai, dia mengenakan jas putih, dasi merah berlambang bulan sabit, dan rok kotak-kotak merah diatas lutut. Seragam KISH.

-Time Skip-

04.00 pm

"Naruto-kun! Aku duluan! Bye! Bersenang-senanglah dengan Hinata-chan!" teriak Sakura dari depan pintu kelas yang sudah kosong, hanya ada Ino, Ten-ten, dan Temari yang melongo, Hinata yang sedang merona dan Naruto yang geleng-geleng kepala.

"Ahaha.. Sakura sedang bersemangat agaknya.." kata Temari sambil tersenyum.

"Dasar jenong, semoga dia berhasil ya" kata Ino.

"Berhasil apanya?" Tanya Naruto pada Ino.

"Dia mau mengungkapkan perasaanya sama Sasuke" ucap Ino.

"Oh begitu" ucap Naruto lirih. dia terseyum kecut, mengambil tasnya lalu pergi.

"Orang yang disukai Naruto-kun itu Sakura-chan" ujar Hinata menyadari keheranan teman-temannya karen sikap Naruto tadi.

"Kau, Hinata? Kenapa tidak bilang dari kemarin?" mata Ino terbelalak menyadari betapa peliknya masalah yang dihadapi oleh teman-temannya.

"Aku.. tak sanggup Ino-chan" kata Hinata sambil sesenggukan.

"Hinata-koi, tenanglah.. kau pasti bisa dengan Naruto. Kami mendukungmu—Sakura juga kan? Dia sudah mengatakanya padamu kemarin" ucap Ino sambil memeluk Hinata.

"Aku akan mencoba sabar Ino, rasanya hatiku sudah mendapat teman patah hati." Kata Hinata sambil tersenyum hambar.

.

.

Dap dap dap

Suara langkah kaki berlari dikoridor sekolah menyadarkan Sasuke dari lamunannya. Tak biasanya dia melamun seperti ini, ini salah.

"Sasuke-kun! Sudah lama?" Kata Sakura sambil mengatur nafas setalah berlari-lari di koridor sekolah yang tak bisa dianggap jarak yang pendek, tapi dia sudah terbiasa berlari ketika ingin melihat Sasuke bila berada di rumahnya. Tapi ini beda, bukan 'melihat' tapi 'bertemu', membayangkan hal itu saja Sakura sudah sangat senang.

"Tidak, belum lama. Ayo" kata Sasuke yang kemudian menggandeng tangan Sakura. Mata Sakura membulat dia berulang kali mencubit tangannya memastikan bahwa hal itu bukanlah mimpi. Dan akhirnya dia memutuskan untuk menikmati mimpi indah ini. Dia dan Boneka tampanya.

"Kita akan ke Konoha Wonderland, naik motorku" kata Sasuke sambil tetap memandang kedepan, wajahnya sudah merah sekarang, dan dia tidak ingin Sakura melihat hal itu.

"Ya" jawab Sakura.

"Itu motorku" Sasuke menunjuk sebuah motor berwarna biru dongker khas Sasuke.

"Ayo naik! Pegangan yang erat" katanya sambil menyerahkan helm kepada Sakura.

"Sasuke-kun, kita masih memakai seragam sekolah, bagaimana?" tanya Sakura.

"Kau tahu, peraturan itu dibuat untuk dilanggar. Lagi pula aku ingin menikmati hari terakhir ini dengan pakaian sekolah tercinta bersama—mu." Kata Sasuke yang kemudian menjalankan motornya dan melaju mulus dijalanan Konoha. Sakura tersenyum dan semakin mempererat dekapannya pada Sasuke.

***Soba ni ite kureru?

Jounetsu no sukima de sotto

Will you stay by my side?

Secretly, in between the gaps of passions

Ckiit! Sasuke memarkirkan motornya di parkiran Konoha Wonderland, kemudian mereka berdua turun dan berjalan kearah penjual karcis. Setelah membayar, mereka masuk dan mulai sibuk melihat brosur permainan yang diserahkan petugas tadi.

"Kau tahu Sasuke? Aku baru pertama kali kesini." Kata Sakura dengan mata berbinar.

"Benarkah? Anak orang kaya seperti mu? Bahkan ketenaranmu sudah menyamai artis." Kata Sasuke, menggandeng tangan Sakura menuju ke area rollercoaster.

"Aku tak pernah berfikir untuk bermain, kecuali bersama Sasuke-kun." Ucap Sakura sambil merona.

"Kau ini lucu sekali" kata Sasuke sambil mengacak rambut Sakura.

"Sasuke-kun!" Kata Sakura jengkel sambil balas mengacak rambut Sasuke.

Sore itu, mereka habiskan dengan bermain, semakin lama mereka bermain, semakin erat mereka bergandengan, maka semakin tumbuh perasaan cinta dihati mereka.

Yasuragi wa itsumo

Higeki no saki ni mienaku naru

Peace is never in sight

In the face of tragedy

08.00 pm

"Sakura, sebagai penghabisannya mari kita naik bianglala" kata Sasuke. Hati Sakura sedikit mencelos mendengar kata-kata penghabisan.

"Baiklah, as your wish mr" kata Sakura. Sepasang anak manusia itu terlalu larut dalam kesenangan dan tidak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka.

Chiisaku naru ai no kakera wo

Hiroi atsumete wa

Gathering the fragments

Of this shrinking love

"Sasuke, aku capek. Kita duduk dulu.." Ucap Sakura dan menahan tangan Sasuke.

"Oke" kata Sasuke, kemudian menarik Sakura untuk duduk dibangku taman. Sasuke menengadahkan kepalanya menatap bintang-bintang yang bertebaran bagai mutiara di langit malam kala itu, angin malam membelai lembut rambutnya. Sesaat mereka berdua terdiam menikmati suasana malam.

"Sasuke aku.. ingin mengatakan seusatu.." kata Sakura memecah suasana.

"Hn," gumam Sasuke.

"Sesuatu yang sudah aku simpan selama 3 tahun ini, sesuatu yang membuat aku selalu berlari dikoridor unruk melihat jalan pada jam 3 sore, sesuatu yang membuat aku menerima ajakanmu—Sasuke." Kata Sakura. Sasuke menatap Sakura, dan mengelus rambutnya.

"Aku tahu, biarkan aku yang mengawalinya Sakura." Ujar Sasuke, kemudian Sasuke merapatkan bibirnya dengan Sakura. Lembut—rasa Cherry dan Mint berputar dan menggantikan untaian kata cinta. Kini mereka memasuki satu sama lain, merasakan perihnya penderitaan seorang Sakura haruno dan Sasuke Uchiha.

"Aishiteru, Sakura" ucap Sasuke, kemudian merengkuh tubuh Sakura kepelukannya.

"Aishiteru mo, Sasuke" jawab Sakura sambil memejamkan mata dan tersenyum bahagia. Bagaikan terbang ke angkasa, sekarang impiannya tercapai. Dia—Sakura sekarang adalah gadis terbahagia sedunia. Bersamaan dengan itu, air mata mengalir di pipi sepasang mata yang mengawasi mereka berdua.

Hitotsu

Futatsu

Kasanete iru no

One piece

Two piece

I'm pilling them up

Aitai to

Tada negau dake de

Konna ni mo

Namida afureru kara

Just by wishing that

I could see you

My TEARS are already

Overflowing so MUCH

My love

"Sudah malam, aku antarkan kau pulang Sakura." Kata Sasuke, sambil mengusap kepala gadisnya.

"Tapi, aku ingin bersamamu" Ucap Sakura.

"Tidak boleh, kau harus tetap berada di tempat yang terang Sakura." Ucap Sasuke. Sakura terlihat heran dengan perkataan Sasuke.

'Terang?' pikir Sakura.

"Ayo" Kata Sasuke.

-Skip Time-

Sasuke memberhentikan motornya tepat didepan gerbang rumah Sakura, rumah yang akan ada penghuninya yang mati di tangannya, rumah dimana gadis-nya dibesarkan, rumah dimana gadisnya selalu menunggu dirinya berjalan ditikungan itu, rumah dimana perasaan cinta Sakura haruno tumbuh dengan subur.

"Masuklah Sakura" Ucap Sasuke, setelah Sakura memberikan helmnya.

"Ya, Sasuke.. Oyasumi!" Kata Sakura. Dia memberikan ciuman singkat di pipi Sasuke.

"Sakura! Ini " ujar Sasuke sambil menyerahkan gantungan Hp berlambangkan SS dengan tulisan bermotif bulan sabit.

"Sasuke.. ini cantik sekali.. terimakasih" Ucap Sakura menerima gantungan Hp itu dengan mata berbinar-binar.

"Ya—sudah malam.."

"Aku tau! Bye! Trimakasih untuk malam ini Sasuke-kun!" ucap Sakura kemudian berlari menuju rumahnya. Sasuke tersenyum, senyum menyakitkan, dia menatap Sakuranya berlari dengan riang dan menghilang dibalik daun pintu lebar rumah keluarga Haruno.

07.00 am

Drr.. drr..

Handphone Sakura bergetar. Sakura baru saja selesai berpakaian dan ingin turun karena dipanggil Shizune, memutuskan untuk menjawab telpon setelah melihat nama penelponnya.

"halo?" sapa Sakura pada penelpon yang ternyata adalah Shikamaru.

"Sakura, maukah kau mengucapkan selamat tinggal pada Sasuke?"

"Hah? Ada apa? Selamat tinggal? Memangnya Sasuke mau kemana Shikamaru?" tanya Sakura heran.

"Kami, mau pergi.. dan kemungkinan tak kan pernah kembali lagi" sahut suara disebrang sana, tak ada kesan sedang berbohong dari nada suaranya.

"Kenapa? Sekarang kalian ada dimana?" tanya Sakura yang kemudian berlari turun.

"Tidak bisa dijelaskan sekarang Sakura, kumohon.. temuilah Sasuke."

Yozora ni ukabeta

Tameiki ga koboreru

My high escapes

Floating up into the night sky

Please stay with me

Dap dap dap

Lagi, berlari di koridor, tapi bukan untuk 'melihat' atau 'bertemu' tapi ingin mengucapkan 'selamat tinggal'. Sakura tak menghiraukan teriakan Shizune dan Kakashi dia terus saja berlari di koridor rumah yang besar itu.

Brukk!

Dia terjatuh dan kulit putih pualamnya terluka, tapi dia terus berlari.

Brakk!

Pintu berdaun lebar itu terbuka kasar. Tapi tidak seperti dulu—dulu Sakura akan berhenti di depan pintu itu kemudian menatap 'dia' dengan mata berbinar, sekarang— Sakura terus berlari, membuka pagar, dan menyusuri jejak boneka tampannya. Dia tak menghiraukan tatapan orang-orang disekitarnya yang penting saat ini..

"Sasuke." Ujarnya pelan, sambil terus berlari. Dan akhirnya langkahnya terhenti di sebuah taman bermain anak-anak. Matanya bergerak mencari seseorang yang sangat dia inginkan sekarang ini. Dan dapat!

"Sasuke.." panggilnya pada seseorang yang sedang duduk dibangku taman. Orang yang dipanggil kemudian menatap Sakura dan tersenyum.

"Sakura.. kemarilah.. " panggil Sasuke.

Koraeteru keredo

Sokkenaku naranai de ne

You're holding it in but

Don't grow so cold, okay?

Sakura berlari dan memeluk Sasuke erat.

"Kau akan pergi? Kemana? Kenapa secepat ini?" ujarnya sambil menangis.

"Ini sudah jalan hidupku Sakura, kau tahu? Aku ini seorang mafia" ucap Sasuke sambil mengelus puncak kepala Sakura. Mata Sakura membulat mendengar hal itu.

"Aku tak peduli Sasuke.. aku tak peduli! Kumohon jangan pergi!" Tangis Sakura semakin menjadi-jadi. Dia memeluk Sasuke sangat erat seakan tak ingin melepasnya, tapi memang itu faktanya.

Kotoba tte itsuka wa

Shinjitsu ni kawaru kara

Because words will someday

Change into the TRUTH

"Maafkan aku Sakura.. semuanya harus berakhir seperti ini." Kata Sasuke melepas pelukannya dari Sakura. Dia menatap emerald yang sekarang sudah banjir air mata.

Puraido sainou kikoenai

Yume no mama owarenai

I can't hear your pride or your talents

This can't just end as a DREAM

"Tidak.. komohon Sasuke.. jangan tinggalkan aku. Tidak.." ucap Sakura sesenggukan, bahunya bergetar menahan tangis. Tak bisa di gambarkan betapa sakit perasaannya saat ini, kemarin dia begitu bahagia. Sekarang dia begitu terpuruk dan terjatuh.

"Sakura, bukankah aku sudah pernah bilang, bahwa kau harus tetap berada dalam tempat yang terang" Ujar Sasuke membelai wajah Sakura. Mata Sakura membulat setelah mengetahui arti kata terang yang diucapkan Sasuke tadi malam.

"Aku dan Shikamaru adalah kegelapan, kami tak berhak membawa mu ke dalam kegelapan juga. Aku jadi seperti ini karena mafia terkutuk yang membunuh keluargaku dan hanya aku dan kakakku yang dibiarkan hidup agar menjadi anak buah mereka. Aku menolak—kakakku tidak. Aku dikuasai oleh kebencian dan keinginan untuk balas dendam. Bertahun-tahun terlunta-lunta dijalanan mengajarkanku betapa kerasnya hidup ini. Akhirnya aku bertemu Shikamaru pada sebuah panti asuhan, kami berdua belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi siswa teladan. Tujuan kami sama—balas dendam. Aku tak menyangka akan jatuh cinta padamu dan akhirnya merasakan kembali perasaan cinta yang hangat seperti ini. Aku dapat melupakan sejenak rasa benci itu dan merasakan hangat nya dicintai dan mencintai. Tapi.. aku tak ingin menggagalkan rencana aku dan Shikamaru yang telah kami rancang selama bertahun-tahun. Sakura.. ku mohon.. jangan pernah terpuruk seperti ini.." kata Sasuke sambil mendekap Sakura—lagi.

Hati Sakura seakan teriris mendengar jalan hidup Sasuke yang penuh penderitaan, dia selama ini—hidup bersenang-senang. Rasanya hidup Sakura sealama 17 tahun ini terbuang percuma tanpa sempat melakukan apa-apa yang berarti.

"Sasuke.. aku tak tahu.. maaf" ucapnya pelan. Sakura mencium kepala Sasuke lembut.

Hitotsu

Futatsu

Tokiakashite yo

One thing

Two thing

Explain them all to me

"Sakura.. aku harus pergi, maafkan aku.." ucap Sasuke, dia mencium Sakura untuk yang terakhir kalinya.

Aitai to

Ieba

Mata kurushimete shimau?

Namida afureru noni

If i could say

"i miss you"

Would i end up in pain again?

My tears are already overflowing

My love

"Sasuke.. kumohon.. bawalah aku.." ucap Sakura lagi, dia menatap mata onyx Sasuke dalam-dalam mencoba mencari setitik harapan di matanya.

Surechigau tabi ni

Itoshiku natte yuku

Every time we pass by one another

You become more precious to me

Please stay with me

"Tidak Sakura.. terimakasih.. Aishiteru " ucap Sasuke, dia melepas tangan Sakura dan berjalan meninggalkannya.

"Sasuke! Jangan pergi! Komohon jangan tinggalkan aku!" Teriak Sakura, kakinya tak sanggup menopang tubuhnya lagi. Sakura menangis sambil memanggil nama Sasuke. Dia ingin berlari mengejar Sasuke, tapi kakinya tak sanggup berlari. Tenggorokannya kering dan tercekat, tak sanggup meneriakkan namanya lagi. Lelah— sekali.

"Sasuke-kun, kumohon jangan tinggalkan aku." Gumammnya lirih, dia meremas tanah kasar di dekat bangku taman itu sampai tangan halusnya lecet dan mengeluarkan darah. Dia menangis tapi bukan karena Sakit berdarah, tapi sakit di hati yang takkan pernah ada obatnya. Dia—Sakura Haruno telah kehilangan cintanya, nafasnya, dan segalanya.

Motto shiritai

Anata no koe ga kikitai

I want to hear you more

I want to hear your voice

Sasuke terus berjalan, seiring lagkahnya dia menangis—air mata yang tak pernah jatuh lagi selama 14 tahun ini jatuh sudah. Dia tak menyangka akan sesakit ini berpisah dengan gadis yang dicintainya dan membiarkan dia menangis sendiri di taman itu. Sasuke menelpon Naruto dan menyuruhnya menjemput Sakura di taman itu.

"Halo? Naruto tolong jemput Sakura di taman dekat rumahku sekarang" ucap Sasuke dengan suara yang bergetar.

"Kau menangis Sasuke?" tanya Naruto. Sasuke menutup telponnya dan masuk ke mobil yang sudah disiapkan Shikamaru.

"Lama sekali Sasuke? Kau menangis?" tanya Shikamaru, yang langsung menjalankan mobilnya menuju ke tempat 'gelap' di Konoha.

Sasuke tidak menjawab, dia masih menangis memikirkan betapa sakitnya hati Sakura ditinggalkan, setelah mereka baru saja mengucapkan kata 'Aishiteru'. Ironis sekali jalan hidup mereka, Sakura, Sasuke, Naruto, dan Hinata terjebak dalam jebakan yang manis—sweet trap.

I want to CRY

I'm so CONFUSED

I'm so WEAK, aren't i?

If i could say

"i miss you"

Would i end up in pain again?

My TEARS are already overflowing

My love

Every time we pass by one another

You become more precious to me

Please Stay With Me

Sasuke memandang keluar dan bergumam..

"Sayonara Sakura-chan"

To be Continued..

* : Sweet trap – Megurine Luka

** : Love and Truth – YUI Yoshioka

*** : Please Stay With Me – YUI Yoshioka

Yak! Selesai sudah chapter 3! Semoga reader suka ya! Saya mau Hiatus 2 bulan berhubung UN.. omong-omong.. saya kurang bisa buat adegan kissu.. jadi maaf ya! Kurang greget!

Saya... Minta Review reader

Tolong berikan kesan dan pesan, kritik dan saran..

Review