Hai *celingak-celinguk* aku kembali dengan fic abalku yang baru setelah hiatus panjang, ku harap para readers, author, bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada disini menyukainya hohoho

Untuk fic 'hanya kau' sebenernya saya ngga punya niat buat ngelanjutin #plakkkk XD hahah

Sudahlah jangan banyak bacot baca aja dulu wkwkwk (lu yang banyak bacot avril)

Summary: Sakura menghidupkan kembali Naruto yang hampir mati akibat pertarungannya pada Sasuke, tapi tanpa di luar batas sakura menggunakan nyawanya untuk menukarnya pada Naruto.

Mungkin akan ada banyak hint NS, tapi bukan di chap ini.

Bagaimana jalan ceritanya? Baca dan review. NO FLAME.

Disclaimer: masashi kishimoto

Warning: OOC, AU, semi canon, abal, lebay, typo banyak mohon maklumi. Membaca fic saya akan menyebabkan penyakit mandul, kanker otak, gatal-gatal, sakit kepala karena tidak mengerti jalan ceritanya *plakkk (ngga lah, tolong abaikan ya hahaha)

DON'T LIKE DON'T READ

Happy reading ^^

"NARUTOOOOOO.."

"Aku masih kuat Sakura-chan, aku akan membawa pulang Sasuke,"

"Ku mohon Naruto hentikan janjimu itu,"

"…"

"Takkan kubiarkan kau hidup Naruto, mati kau. AMATERASU!.."

"RASENGAN"

DUAAARRRRR~

"Narutoooooo"

.

.

.

"Naruto kumohon bertahanlah, hiks.. Naruto"

Langit yang sedari tadi mendung kini sudah mulai menampakkan suryanya.

Naruto kini sudah berhenti bertarung dengan sahabatnya, Sasuke. Kini dia diselimuti oleh darah yang mengalir di bagian dada dan kepala.

"Apa yang harus aku lakukan?" Sakura menangis memeluk tubuh Naruto yang kini tidak sadarkan diri.

Sakura meletakkan kepalanya di atas dada Naruto, detak jantung Naruto tidak berdenyut membuat Sakura semakin sedih akan kejadian ini. Dia bingung harus berbuat apa.

TAP TAP TAP

Seseorang berlari menghampiri Sakura dan Naruto.

"Sakura" suara dari sensei tercinta membuat Sakura terpekik kaget dan menatap senseinya itu dengan tatapan sendu.

"Kakashi-sensei, aku harus menyembuhkan Naruto" Sakura meletakkan kepala Naruto di atas pangkuannya dan mulai mengeluarkan cakra di sekitar tangannya. Kakashi hanya menutup matanya sesaat dan menatap langit yang kini sudah dihiasi pelangi 'Naruto, sampai segitunyakah kau ingin membawa pulang Sasuke'

Sakura terus-menerus mengeluarkan cakranya hingga dia menghabiskan seluruh cakra yang dia punya.

"Aku akan mengeluarkan jurus yang di berikan nenek Chiyo" Sakura berguman sendiri.

"Apa yang akan kau lakukan Sakura" Kakashi mulai curiga dengan jurus yang dikeluarkan Sakura, jurus ini tidak seperti biasanya hawa dari jurus ini sangat kuat.

"Sakura berhenti menggunakan jurus tersebut" Kakashi menahan Sakura agar dia tidak menggunakan jurus transfer jiwa yang akan membahayakan nyawanya.

"Biarkan saja sensei, Naruto harus hidup kembali" Sakura mengelak perkataan Kakashi.

Dengan sekali hentakan cakra yang berada di tangan Sakura membesar dan berubah warna menjadi biru. "Uhuk-uhuk" darah segar keluar dari mulut Sakura.

"Sakura ku mohon hentikan perlakuanmu"

"…"

Badan Sakura sudah lemah, cakra di dalam tubuhnya kini sudah hampir habis. Sayatan-sayatan kunai yang berada di bagian dada Naruto sudah mulai menutup perlahan kini semua luka yang ada di tubuh Naruto sudah mulai pulih.

Perlahan cakra dari tangan Sakura menghilang dan perlahan juga Sakura mulai lunglai dan terjatuh di tanah.

BUKKK~

"Sakura"

"Tsunade-sama bagaimana keadaan Naruto sekarang?"

"Dia baik-baik saja, tapi dia belum siuman"

"Lalu bagaimana dengan Sakura?"

Tsunade menatap tubuh Sakura yang kini terbaling lemah di atas kasur rumah sakit, saat Shizune berkata bagaimana keadaan seorang ninja medis dan juga seorang murid kesayangannya ini dia benar-benar merasa sedih.

"Sakura kau benar-benar menyayangi Naruto" Tsunade menatap Sakura, bulir-bullir air mata kini mengalir di pipinya. Shizune hanya diam mendengar perkataan Tsunade.

(Sakura)

Apa ini, cahaya yang begitu terang dan menyilaukan dan apa yang ada di seberang sana? Aku ada dimana?

Aku berlari kecil menuju ke arah seberang. Ketika sampai disana aku melihat sebuah gerbang tinggi menjulang ke langit aku sedikit bingung sebenarnya di balik gerbang ini ada apa? Aku melangkahkan kakiku mendekati gerbang tersebut.

"Sedang apa kau?"

"AAAAA~" aku kaget melihat seseorang yang tiba-tiba muncul disampingku. Aku melihatnya dengan seksama dia berambut merah panjang, cantik dan wajahnya mirip dengan seseorang yang aku kenal.

"Apa kau tersesat nak?" dia tersenyum padaku, sungguh aku bisa mersakan bahwa senyuman ini mirip dengan seseorang. Tapi mengapa aku lupa siapa orang yang aku pikirkan sekarang.

"Ah.. emh ti-tidak aku sedang berjalan-jalan saja disekitar sini"

Dia tersenyum padaku dan memegang pundakku. "Terima kasih Sakura, tapi kau harus menerima resikonya saat memakai jurus tersebut"

Aku membulatkan mataku, betapa kagetnya aku mendengar perkataanya.

"Da-darimana kau tau namaku?" aku memundurkan diriku untuk menjauhinya.

Dia tersenyum dan menggenggam kedua tanganku "tentu saja aku tau Sakura, karena kaulah yang sudah membuat Naruto, anakku pulih kembali"

Aku yang tadi kaget, sekarang bertambah kaget. Tunggu siapakah wanita ini, mengapa ia tau tentang Naruto? Dan mengapa dia tau kalau akulah yang menyembuhkan Naruto?

"Tunggu-tunggu, dari mana anda tau semuanya?"

"Akan aku ceritakan, tapi tidak disini Sakura. Ayo kita pergi ketaman di sana" dia menunjukkan taman yang ada tidak jauh dari aku berdiri.

Aku hanya menuruti kata-katanya dan berjalan berdampingan dengannya. Sesampai di taman dia menyuruhku duduk di bangku taman tersebut, lalu dia duduk disampingku. Suasana menjadi hening aku hanya menatap sungai yang ada di depan bangku taman ini, ternyata orang ini memilih tempat yang bagus karena pemandangannya sungguh sangat indah.

"Sakura, kau suka pemandangannya?" dia mulai berkata dengan kata pelan.

"Ya aku suka" aku tersenyum "tapi sebenarnya aku ada di mana sekarang?"

Dia terdiam menatap sungai mengalir lalu menghela nafas "Sakura, kau berada di bawah alam sadarmu kau bertemu denganku di mimpimu ini karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan"

Sepertinya nada bicaranya sudah mulai serius, baiklah akan ku dengar ceritanya. Karena aku juga ingin tau siapa dia "ya silahkan berbicara,"

"Baiklah, pertama aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Uzumaki Kushina aku adalah ibu dari Naruto"

"HAH?" aku melotot dan menganga.

"Ada apa Sakura? Apa ada yang salah?" Kushina-san tersenyum padaku.

"Ti-tidak apa-apa Kushina-san" aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan kembali menatapnya.

Dia tersenyum lagi. Tidak tau kenapa aku sekali dengan senyumannya itu, senyumannya mengingatkan aku padanya. Naruto. 'Kenapa aku memikirkan Naruto? Eh? Bagaimana keadaan Naruto sekarang'

"Sebelumnya aku berterima kasih padamu karena ingin menyelamatkan Naruto, tapi.."

Kushina-san terdiam dia menunduk. Itu membuatku bingung Khusina-san cepat katakan tapi kenapa.

"Tapi.. kau menggunakan jurus transfer jiwa pada saat itu" Kushina-san melanjutkan kata-katanya.

Aku terdiam bagaimana aku bisa lupa kalau aku menggunakan jurus itu pada saat itu. Jika aku menggunakan jurus itu maka sekarang aku sudah..

"Kau belum mati sekarang Sakura, karena kami-sama masih ingin kau hidup sampai Naruto benar-benar pulih"

Aku masih terdiam, apakah benar aku belum mati. Terima kasih kami-sama, tapi tadi Kushina-san berkata bahwa aku masih bisa hidup sampai Naruto benar-benar pulih.

"Kau harus melakukan tugasmu menyembuhkan Naruto sampai dia benar-benar pulih Sakura. Ini akibat dari dirimu sendiri karena menggunakan jurus itu"

Aku menunduk 'sampai Naruto benar-benar pulih!'. Aku baru saja merasakan bagaimana perasaanku terhadap Naruto sekarang. Aku membutuhkannya, aku memerlukannya. Apakah ini balasan dari kami-sama karena selama Naruto mengejarku dulu aku selalu menganggapnya orang bodoh atau karena aku selalu membebani Naruto dengan janji konyol yang aku buat dulu.

"Apakah kau menerima perjanjian ini, Sakura?" Kushina-san membuyarkan lamunanku.

Aku menatapnya sesaat dan mulai membuka mulutku perlahan "a-aku.. Baik aku terima."

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

"HAH?" Sakura terbangun dari mimpinya, angin masuk melalui jendela rumah sakit yang kini terbuka sangat lebar.

Dia terdiam, dia memegangi kepalanya dan memijatnya perlahan. "Ukh, eh? Aku masih hidup?" Sakura kaget, jadi yang tadi hanya mimpi. 'Tapi apakah benar aku sudah menyetujui perjanjian tadi?'

"Sakura!" suara yang sangat tidak asing bagi Sakura, Sakurapun menoleh kearah sumber suara.

Yang dilihat Sakura hanya melongo dan menghambur kearah Sakura, menatapnya tidak percaya. "Sakura, be-benarkah ini kau? Kau bukan hantunya Sakurakan!"

Sakura hanya diam, seulas senyum manis tersungging di bibirnya. "Ini aku Ino-pig, aku masih hidup. Tenang saja"

Ino teman Sakura hanya menganga, dengan cepat Ino memeluk Sakura dan disitulah tangisannya pecah.

"Sakura hiks.. ku kira kau sudah tiada, karena kau menggunakan transfer jiwa kepada Naruto" Ino semakin mempererat pelukannya.

"Aku tidak apa-apa Ino, kau tak perlu menangis" Sakura membalas pelukan sahabatnya itu. Rasanya dia tidak melakukannya lagi ketika dia sudah tiada nanti.

Ino melepas pelukannya dan menghapus air matanya itu, mungkin dia terlalu senang karena sahabatnya sudah siuman dan dia masih hidup, dan untuk kali ini Sakura bisa melihat Ino menangis sebelum di tiada nanti.

"Sakura aku sangat senang," senyuman Ino sama sekali tidak memudar, senyuman yang sedari tadi dia sunggingkan hanya untuk Sakura.

"Aku juga senang Ino" Sakura memberikan senyum terbaiknya pada Ino

Dan mereka sekarang sama-sama bahagia, walau sebenarnya ada sesuatu yang di sembunyikan Sakura, karena dia tidak ingin membuat Ino bersedih kembali.

..

..

..

"Tsunade-sama Naruto sudah siuman" suara Shizune menggema keseluruh ruangan hokage.

"Bawa aku kesana Shizune" Tsunade bangun dari kursi hokagenya dan menarik Shizune untuk menuju rumah sakit.

"Naruto!" nafas Tsunade tersengal-sengal karena berlarian menuju rumah sakit.

Naruto hanya menengok sebentar lalu tersenyum pada Tsunade "baa-chan,"

Tsunade berjalan perlahan mendekati Naruto lalu ikut tersenyum padanya. 'Ah berita ini harus ku beri tahu Sakura, tunggu Sakura?'

Muka Tsunade berubah dari bahagia menjadi datar, Naruto yang melihatnya hanya terbingung-bingung. Naruto memegang tangan Tsunade dan berkata "baa-chan ada apa?"

"Hah? Oh tak apa-apa" ucap Tsunade gelagapan.

Naruto mengerutkan dahinya sampai pada akhirnya "ukkkhhh!" Naruto memegangi kepalanya yang berdenyut-denyut lagi.

"Nani Naruto?"

"Tak apa-apa Tsunade baa-chan hanya pusing biasa"

Tsunade menghela nafas panjang. Dia menatap tangan Naruto yang sedang di perban akibat serangan Sasuke.

"Oh ya baa-chan kapan aku bisa pergi dari rumah sakit ini? Dan mana Sakura-chan?"

"kenapa kau buru-buru ingin keluar dari sini?"

Tsunade menatap Naruto dengan tatapan membunuh membuat Naruto begidik ngeri melihatnya. Di lihat dari tatapannya Naruto sudah tau bahwa dia akan di bunuh jika menyuruh Tsunade cepat-cepat menyembuhkannya.

Tsunade membuka jendela rumah sakit agar cahaya dari langit konoha bisa masuk keruangan ini dan membiarkan Naruto menghirup udara diluar sana.

"ehm.. Tsunade-sama" Shizune perlahan membuka suara.

Tsunade menengok ke arah sumber suara, "ada ap…" belum menyelesaikan kata-katanya dia ingat satu kata Shizune sebelum pergi ke rumah sakit tadi 'Sakura juga sudah siuman, dan aku tak boleh memberi tau pada Naruto'

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

Malam sudah datang, sinar matahari sudah tidak memperlihatkan suryanya. Matahari sudah tergantikan dengan sinar rembulan yang akan setia menemani penduduk konoha.

Di taman konoha, Sakura duduk mengamati bintang di langit menghirup udara malam yang selalu membuatnya hangat.

"Yo Sakura" suara dari lelaki berkulit putih pucat mendatangi Sakura yang sedang duduk dengan rileksnya.

"Sai" Sakura tersenyum simpul menatap kedatangan teman setimnya.

"Sedang apa kau disini?"

"Tidak, duduklah Sai" ucap Sakura.

Sai hanya mengangguk dan menerima tawaran Sakura.

Sai terjebak dalam pikirannya, dia teringat pembicaraannya saat itu pada Naruto.

'kalau begitu, aku duluan karena ada perlu. Tolong laporkan hasil misi kita pada kakashi-sensei ya' ucap Sakura

'ya akan ku laporkan' Naruto memberikan cengiran khasnya pada Sakura

Sai menatapnya Naruto yang sedang tersenyum sesaat sebelum berkata 'Naruto..'

'Hm?' Naruto menjawab masih dengan cengirannya.

'Menyukai Sakura kan!'

'Apa' semburat merah terlihat di pipi Naruto.

'Di buku tertulis.. seseorang akan terus tersenyum di depan orang yang ia suka kamu selalu begitu. Apa sudah pernah menyatakan cinta?'

'…'

'?'

Naruto menatap punggung Sakura dari kejauhan 'mana bisa begitu, aku laki-laki yang bahkan tidak bisa menepati janjinya'

Sai berfikir sejenak sebelum dia bertanya pada Sakura, karena Sai ingin Naruto dan Sakura bersatu dan menjalin cinta bersama.

"Sakura.. ada yang ingin aku tanyakan padamu"

"Ya?"

"Janji apa yang kau buat dengan Naruto?"

Sakura kaget mendengar kata-kata Sai, jantungnya berdetak begitu kencang sampai ingin keluar. Dia kebingungan apa yang harus dia katakan.

"Aku mungkin memang tidak tau janji apa yang kau buat dengan Naruto, tapi harus aku katakan.."

Angin menambah keheningan di taman konoha ini. Membuat bulu kuduk Sakura merinding.

"Tentang Naruto yang benar-benar menyukaimu… aku juga tahu!"

DEG

Bagai petir yang menyambar di konoha, Sakura membulatkan matanya.

Karena Sakura-chan benar-benar menyukai Sasuke, kata-kata Naruto saat genin dulu teringat di kepala Naruto. Air mata perlahan turun dari mata emerald Sakura.

Aku sangat mengerti apa yang membuat Sakura-chan menderita sampai terasa sakit.

TESS~

Aku akan membawa Sasuke kembali, itulah janjiku seumur hidup!

TESS~

Sakura-chan aku pasti menepati janjiku.. aku takkan menarik kata-kataku itulah jalan ninjaku…

"Uh.. hiks" Sakura menangis tersendu-sendu mengingat semua kata-kata Naruto yang selalu menghawatirkannya dan kata-kata Sai yang baru saja ia ucapkan tadi.

"Yang membuat Naruto menderita adalah Sasuke, tapi bukankah Sakura juga begitu?"

Sejak tadi kata-kata Sai menusuk kedalam hati Sakura. Tangisannya semakin menjadi Sakura menundukkan kepalanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Maaf Sakura.., tapi kita terlalu bergantung pada Naruto dan kau lihat pertarungannya pada Sasuke seminggu yang lalu! Dia hampir mati"

Sakura semakin menundukkan kepalanya, rasa bersalah sekarang menumpuk di dalam tubuhnya. Ya dia memang terlalu bergantung pada Naruto dan dia menyesalinya. Tapi apakah Sakura bisa membalas semuanya? Karena tidak sebentar lagi nyawanya akan di cabut akibat jururs transfer jiwanya terhadap Naruto.

Karena Sai tidak mengerti Sakura menggunakan jurus itu mungkin Sai mengira bahwa Sakura akan bisa berbahagia bersama Naruto.

"Aku akan bertanggung jawab" ucap Sakura pelan, tapi masih terdengar oleh Sai.

'Akulah yang membuat Naruto paling menderita, aku selalu membuat kesalahan dan gagal.. aku tidak ingin melakukannya lagi, akan aku manfaatkan waktuku sebaik-baiknya sebelum nyawaku akan diambil'

TBC

Bagaimana? Aaaaa~ aku sudah tau kalian akan berkata begitu wkwkwkw,

agak kecepetan alurnya ya heheh*garuk2* oklah dinikmati aja

oh iya pada mau keluar dari ffn ya T_T ahhh jangan dong aku baru dateng lagi nih #plakkkk

Aku berharap kalian suka dengan ficku yang baru ini (fic abal)

Ok sekarang bolehlah minta REVIEWNYA. Walau kurang bagus bagiku moga aja chapter depan bisa bagus hehe

Salam: ladyavril Haruki

Maaf saya ganti nama lagi *bungkuk-bungkuk*