Hai-hai, hallo-hallo, holla-holla...

Meiru datang lagi dengan fanfic yang terbaru...

Entah kenapa ketika akan melanjutkan MIO, terlintas suatu ide baru di otak Meiru

Dan akhirnya bukannya menyelesaikan fanfic yang sudah ada, malah membuat fanfic yang baru lagi...

Tcik...tcik...tcik...sungguh TERLALU! (Kata Bang Haji Roma)...

Gomenasai...

Tanpa menyelesaikan fanfic yang sudah ada terlebih dahulu, sudah memunculkan yang baru...

Saking senengnya sama Sasuhina, Meiru ingin membuat fanfic yang berbeda-beda

Yang tentu saja dengan pairing Sasuhina...

Untuk kesekian kalinya Meiru minta maaf

Kalau ternyata di fanfic kali ini masih terdapat banyak kesalahan

Namun, Meiru sudah berusaha membuat fanfic ini menjadi sebaik mungkin

Tanpa banyak bicara lagi

Hamba persembahkan...

SASUHINA

Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

My Jewel

Matahari terlihat begitu ceria pagi ini. Ini terbukti karena sinarnya yang terang itu, telah memberikan warna berbeda. Ketika sang malam tenggelam dalam peraduannya.

Sinar matahari memang selalu disambut baik oleh para mahluk yang ada di bumi. Burung-burung berkicau, mengeluarkan suara emasnya. Bunga-bunga bermekaran, menampakkan betapa elok warnanya. Pepohonan menggoyang-goyangkan dahannya, menunjukkan betapa indah tarian dedaunannya.

Kegembiaraan itu, sepertinya juga dialami oleh gadis manis ini. Seorang gadis yang tengah membuka kedua kelopak matanya. Pertanda bahwa dia baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Senyum ceria langsung menghiasi wajah manisnya. Setelah menyadari keberadaan seseorang di sampingnya, yang sekarang masih memejamkan kedua matanya.

Entah sudah berapa lama, dia menghabiskan sebagian hidupnya dengan orang yang wajahnya berada tepat di hadapannya kini. Suka dan duka selalu dia bagi bersamanya. Tidak pernah sekali pun, dia berada jauh dari orang ini.

Sebenarnya dia masih ingin menghabiskan waktu dengan posisi seperti ini, lebih lama lagi dengannya. Namun, sang waktu telah menunjukkan kuasanya. Jam dinding telah mengarahkan kedua jarumnya pada angka 6 dan 12. Itu berarti mereka harus segera bangun dari ranjang empuknya, kalau tidak mau berurusan dengan penjaga gerbang sekolah. Yang tentu saja, penyebabnya adalah keterlambatan mereka tiba di sekolah.

"Sasuke, banguunnn..." ucap gadis manis ini seraya sedikit mengguncang-guncangkan bahu pemuda yang masih tidur di sampingnya.

"Ehmm..." erang pemuda yang diketahui bernama Sasuke itu.

Sepertinya pemuda itu masih malas untuk membuka kedua matanya itu. Sebab kalau hal itu dilakukannya, berarti dia harus segera bangun dari tidurnya. Sedangkan pemuda itu masih ingin sedikit menghabiskan waktunya di ranjang tersebut.

Pemuda yang dipanggil Sasuke itu, masih enggan beranjak dari posisi tidurnya. Itu terbukti dengan berubahnya posisi tidur pemuda itu, yang semula tidur terlentang. Menjadi memeluk gadis manis yang sejak tadi ada di sampingnya itu.

Tentu saja, perlakuan Sasuke itu membuat kedua pipi gadis manis ini menjadi sedikit merona. Walaupun mereka telah sering melakukan hal itu, namun pelukan Sasuke tetap saja mampu membuat semburat merah menghiasi wajah cantiknya.

"Sa-sasuke, ini sudah jam 6 lebih. Kalau kita tidak bangun sekarang, nanti kita akan terlambat tiba di sekolah," bujuk gadis itu agar Sasuke mau mengikuti sarannya untuk segera bangun dari tempat tidur.

"Hn."

Satu deheman dari Sasuke itu dapat membuat gadis ini bernafas lega. Karena dia mengetahui arti dari deheman Sasuke, yang berarti bahwa dia menyutujui permintaan gadis ini. Kenyataannya, Sasuke mau membuka kedua matanya. Hal itu menunjukkan bahwa usaha sang gadis untuk membangunkan Sasuke telah berhasil.

"Ohayou..." sapa gadis ini sambil tersenyum lembut kepada Sasuke.

"Ohayou," jawab Sasuke.

"Tidurmu nyenyak sekali. Padahal biasanya kamu duluan yang membangunkan aku," ucap gadis itu.

"Hn. Tadi malam aku baru menyelesaikan banyak tugas, jadi seluruh badanku terasa pegal. Pagi ini pun rasanya aku tidak mau bangun dari tempat tidur ini," jelas Sasuke.

"Jangan begitu, kalau kamu tetap seperti ini nanti kita berdua akan terlambat mengikuti pelajaran jam pertama."

"Hn."

"Ayo bangun, Sasuke."

Bukannya bangun, Sasuke malah semakin mempererat pelukannya pada gadis yang ada di sampingnya itu. Kemudian dia membenamkan wajahnya di rambut gadis itu. Sasuke memang suka mencium wangi khas dari gadis ini. Hal itu telah membuat Sasuke menyunggingkan senyum di wajahnya.

"Sa-sasuke, jangan seperti ini. Kita harus segera banguunn..." ronta gadis itu sambil berusaha melepaskan pelukan Sasuke di tubuhnya ini.

"Iya-iya, dasar bawel!" gerutu Sasuke sambil melepas pelukannya pada gadis itu.

Sasuke bangun dari tidurnya, kemudian merentangkan kedua meregangkan otot-otot dan tulang yang terasa kaku ketika tidur tadi. Kemudian dia menurunkan kedua kakinya dan segera beranjak bangun dari tempat tidur.

Sasuke melangkahkan kedua kakinya menuju ke pintu kamar. Ketika tangan kanannya akan meraih knop pintu. Sasuke mengurungkan niatnya, sepertinya dia teringat akan suatu hal.

"Oh ya, Hinata. Nanti saat istirahat makan siang, datanglah ke ruang OSIS. Aku membutuhkan bantuanmu," ucap Sasuke sambil memalingkan wajahnya ke arah gadis ,yang telah kita ketahui bersama ternyata bernama Hinata.

"Hm, baik," jawab Hinata.

Setelah mengatakan hal itu, Sasuke memegang knop pintu dan memutarnya. Pintu terbuka dan Sasuke kembali melangkahkan kedua kakinya untuk keluar dari kamar Hinata.

Setelah segala persiapan sekolah telah Hinata persiapkan, dia keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar untuk menuju ke dapur. Ketika akan menuju dapur, Hinata terlebih dahulu melewati meja makan.

Di meja makan tersebut, masih belum nampak satu orang pun penghuni rumah yang mendiami salah satu kursinya. Memang biasanya baru 15 menit kemudian, meja makan tersebut akan penuh dengan anggota keluarga yang mendiami rumah mewah ini.

Di dapur nampak beberapa koki yang tengah sibuk mempersiapkan menu sarapan pagi. Selain itu, juga terlihat Uchiha Mikoto yang membantu mempersiapkan beberapa makanan. Nyonya Besar Uchiha itu menyadari kedatangan Hinata, kemudian dia tersenyum lembut ke arah Hinata.

"Ohayou, Hinata-chan," sapa Mikoto.

"Ohayou, Okaa-san," jawab Hinata seraya menyunggingkan senyuman di wajahnya.

"Hari ini kamu akan membawa bekal apa?" tanya Mikoto.

"Seadanya saja, Okaa-san. Bekalnya biar Hinata yang mempersiapkan. Okaa-san tinggal menyiapkan sarapan untuk Tou-san saja," jelas Hinata.

"Kamu memang anak yang rajin. Okaa-san sangat beruntung, karena Kami-sama telah mendatangkanmu di tengah-tengah keluarga ini."

"Okaa-san, terlalu berlebihan. Yang beruntung itu adalah Hinata. Telah dipertemukan dan dipersatukan di dalam keluarga ini."

Hinata dan Mikoto saling melempar senyum. Di dalam hatinya masing-masing, mereka sangat bersyukur kepada Kami-sama yang telah mempertemukan mereka di kehidupan ini. Dan akhirnya, Mikoto dan Hinata saling mengerjakan tugas masing-masing. Setelah sarapan siap untuk dihidangkan, para koki membawa makanan-makanan tersebut ke meja makan.

Di meja makan, nampak Fugaku, Itachi dan Sasuke. Yang tentu saja sedang menunggu sarapan mereka masing-masing. Fugaku menempati kursi yang ada di paling ujung, karena biasanya tempat itu akan diperuntukkan hanya untuk sang Kepala Keluarga.

Kemudian kursi pertama yang ada di sebelah kanan Fugaku, ditempati oleh Nyonya Besar Uchiha, Mikoto. Dan di sebelah Mikoto, biasanya ditempati oleh si sulung Uchiha. Itachi.

Sedangkan kursi yang ada di samping kiri Fugaku biasanya diduduki oleh Sasuke. Sedangkan kursi yang ada di samping Sasuke, ditempati oleh anggota keluarga Uchiha yang terakhir. Siapa lagi kalau bukan Hinata.

Setelah semua makanan sudah dihidangkan, akhirnya para anggota keluarga Uchiha memulai acara sarapan pagi mereka. Keheningan. Itulah suasana yang terjadi di meja makan. Karena keluarga ini telah mempunyai komitmen untuk tidak membicarakan hal apapun di meja makan. Jadi, sudah menjadi suatu kebiasaan bagi Hinata untuk sarapan pagi dalam suasana yang hening dan tentunya tenang.

Setelah acara sarapan pagi selesai, dan sudah menyiapkan segala keperluan sekolah. Akhirnya Sasuke dan Hinata berangkat bersama ke sekolah dengan mobil pribadi milik keluarga Uchiha.

Jam yang sejak dulu tertempel di gedung sekolah, menunjukkan pukul 07.50. Ketika Sasuke dan Hinata turun dari mobil, yang berhenti tepat di depan gerbang Uchikaze Gakuen. Dengan ini, akhirnya mereka tidak terlambat mengikuti jam pelajaran pertama. Karena masih ada sisa waktu 10 menit, sehingga mereka mempunyai banyak waktu untuk sampai ke kelas.

Baru beberapa langkah mereka berjalan memasuki gerbang sekolah. Ada seorang pemuda yang menghentikan langkah Sasuke dan Hinata. Karena pemuda tersebut muncul di hadapan mereka berdua. Pemuda itu tersenyum ke arah mereka berdua. Hinata sedikit merasa aneh, dengan kelakuan pemuda yang sekarang ada di hadapannya ini.

Kalau yang sekarang berdiri di hadapannya ini adalah seorang gadis, mungkin Hinata tidak akan menganggapnya dengan suatu hal yang aneh. Karena tentunya, senyuman gadis itu ditujukan kepada pemuda yang ada di sampingnya ini. Uchiha Sasuke memang telah diakui sebagai salah satu pemuda yang berkarismatik di Uchikaze Gakuen ini. Tentunya kita sudah mengetahui, kelebihan-kelebihan apa saja yang dimiliki oleh bungsu Uchiha ini.

Nah, ini. Yang tersenyum adalah seorang pemuda, bukannya seorang gadis. Jangan-jangan pemuda ini juga terinfeksi virus (Sasuke Uchiha), seperti para gadis yang selalu mengejar-ngejar Sasuke. (*di-chidori Sasuke*).

Pemuda itu mengalihkan pandangannya pada satu-satunya gadis yang ada di situ. Dan untuk kedua kalinya, Pemuda itu menyunggingkan senyuman lembutnya di wajahnya itu.

"Uchiha Hinata, bisa kita bicara sebentar."

^TBC^

Menurut kalian, apa sebenarnya hubungan antara Sasuke dan Hinata ?

Apakah fanfic kali ini telah sedikit memunculkan suatu reaksi di dalam kepala para reader ?

Kalau iya, reaksi apakah itu ?

Oleh karena itu...

Meiru sangat membutuhkan review dari kalian...

R

E

V

I

E

W

^ Arigatou ^