DISCLAIMER

EYESHIELD 21 © RIICHIRO INAGAKI & YUSUKE MURATA


[Kediaman Raimon Tarou dan keluarga….]

Monta tengah melamun sambil duduk di jendela dekat ruang tamu. Tak lama kemudian, Suzuna datang membawakan segelas kopi dan teh hangat, lalu kemudian meletakkannya diatas meja.

.

S : *berjalan menghampiri suaminya* Kau sedang memandangi apa, Monta-kun?

M : *menoleh ke arah Suzuna* Hmm? Nani? Gomen sayang, aku tidak menangkap apa yang kau katakan tadi.

S : *menghela nafas* Hhh.. Kau ini kenapa sih, sayang? *overprotective mode: on* Sakit kepala? Atau kau kelelahan? Atau apa? Katakan saja padaku, Monta-kun. *khawatir*

M: *kaget* Mukyaa! A-aku tidak apa-apa sayang, sungguh!

S : *diam sejenak* Lalu, kenapa kau akhir-akhir ini jadi pendiam seperti ini? *berjalan ke arah sofa, kemudian duduk diatasnya* Kau tahu kan dirimu yang biasanya seperti apa?

M : He? *bingung* Memangnya seperti apa? *menatap Suzuna*

S : *tersenyum* Ahaha.. Yaah, seperti pemain sirkus yang tidak bisa diam. *tertawa kecil* Hihihi.

M : *kaget setengah hidup* Mukyaa! Apa maksudmu, he? *horror* Kalau kau tidak bilang yang sesungguhnya, aku akan…. *berjalan ke arah Suzuna*

S : *takut* A-akan?

M : Akan…*wajah masih horror* Menggelitikimu! *teriak gajelas*

S : *kegelian* KYAHAHAHA! HE-HENTIKAN MONTA-KUN! KYAHAHAHA!

M : Ayo! Katakan yang jujur! *berhenti menggelitiki* Apa maksudmu tadi?

S : Uuhh… *ngambek* Monta-kun jahat… *manja mode: on*

M : *mencubit kedua pipi Suzuna* Makanya bicaranya langsung saja, sayang. Nah, sekarang katakan apa maksudmu barusan!

S: *memegang kedua pipinya* Uuh.. Ma-maksudku kan cuma mau bilang kalau kamu ini nggak bisa diam sehari-harinya, masa kamu nggak ngerti sih? *sebel*

M : *mikir sejenak* Ooh…! *LOLA* Aku mengerti sekarang, MAX! Dari tadi dong, bilangnya…

S : *nyindir* Itu kan karena kamunya aja yang loading kerja otaknya lambat. *tertawa geli* Hahaha.

M : *merasa tersindir* Mukyaa! Apa katamuu?

S: *lari dari jangkauan Monta* Ahahahaha!

M : *kaget* Hei! Jangan lari dariku, Suzu-chan!

S : Ahaha, tangkap aku kalau bisa, Monta-kun! *nantangin*

M : *gemes* Suzuu-himee… Kita bukan anak kecil lagi! Jadi ayo kesini!

S : Nggak mauu! Ntar aku dikelitiki lagi! Weeekk! *:P*

M : *sweatdropped* Astaga, Suzu-chan, siapa yang kaya anak kecil sekarang?

S : Kamu! *:P*

M : *jawdropped* Suzu-chan! Astaga! Ayo kemari cepat! Ini perintah dari suamimu! Ayo kesini sekarang juga! *ikutan lari ngejar Suzuna*

S : NGGAK MAUUUU! *ngegemesin* *masih tetep lari*

M : Grrr! Awas kau! Kalau kau berhasil kutangkap, akan kuberi hukuman! *kesel* *masih tetep ngejar*

S : Tuuh kan Monta-kun suami yang jahat! Aku nggak mau lagi tinggal sama Monta-kun! *ngambek* Aku mau kabur kerumah.. rumah.. *tiba-tiba berhenti lari* Rumah siapa ya? *bingung*

M : *meluk Suzuna dari belakang* KENA KAU!

S : *kaget setengah idup* KYAAA!

M : *senyum devil* Ketangkep juga akhirnya… *gendong Suzuna di bahu* *jalan ke kamar*

S : NGGAK MAU! TURUNIN AKU! MONTA-KUUUNN! *berontak*

M : *ngelepas Suzuna di atas kasur* Nah, mumpung lagi di dalam kamar…. *acting weird*

S : …. *diem aja*

M : Pintu gerbang, depan dan kamar dikunci… *ngunci pintu kamar sambil senyum horror*

S : …. *mulai takut + gelisah*

M : Dan jangan lupa kordennya ditutup juga…. *nutup korden* *ruangan gelap meremang*

S : Mo-monta-kun? *gugup* *meluk guling buat defense*

M : Oleh karena itu, Tak akan ada yang bisa mendengar suara teriakanmu, sayang… Khukhukhu… *tawa psikopat*

S : Ka-kau mau apa, Monta-kun? *berusaha ngejauh dari Monta* Hu-hukumannya bukan berupa siksaan kejam bukan? *ketakutan*

M : *Cuma senyum psikopat sambil ngambil sesuatu dari laci*

S : Mo-monta-kun? *bingung tapi penasaran* A-apa yang se-sedang kaulakukan?

M : *senyum psikopat* Kau lihat ini? *nunjukin sesuatu ke Suzuna*

S : It-itu… *memicingkan mata* PI-PISAU! *kaget setengah mati*

M : Kau pintar sekali, hime… *langsung naik ke atas kasur, all of sudden nindihin badan Suzuna*

S : Eegh! *kaget banget* *shivered*

M : Kita akan bersenang-senang sekarang… HAHAHAHAHAHA! *tawa psikopat*

S : Ku-kumohon, sayang! *shivered* A-aku kan tadi hanya bercan—AAH!

.

.

.

[To be continued (dengan gaje)]

Kritik? Atau saran? Are welcome~ ^^

Sign,

Mayumi W.