Disclaimer :

KHR © Akira Amano
My Youth With You © Satou-ichi
Genre : Romance, Fluff , Humor

Rate : T

Pair : XS

Spoiler Warning :OOC, BL, Gaje

Don't like Don't read!

.

My Youth With You
Ch. 1 :The Night Before Christmas

By : Satou-ichi

.

.

Sekitar jam satu di Varia HQ,

Angin malam bertiup cukup kencang di Varia HQ, entah kenapa malam ini tempat itu menjadi sepi. Sama sekali tak terdengar suara penghuni-penghuni tempat ini, ups kecuali Xanxus yang tiduran di tempat tidur King Size-nya sambil berusaha tidur (Posenya bikin author geregetan *mimisan). Gedung yang biasanya seperti mall yang ada obral besar-besaran tiba-tiba berubah menjadi seperti gedung tak berpenghuni. Ya, suasananya menjadi begitu tenang. Momen itu berlangsung dengan tenang sampai —

BRAK!

Pintu utama kediaman Varia didobrak oleh seorang pemuda berambut perak panjang dengan baju yang masih bernoda darah. Ya, dia adalah Superbia Squalo sang Second Sword Emperor Varia, yang super berisik dan urak-urakan (Hey, bukan kurapa lho ya!). Hari ini dia merasa begitu gerah. Dia baru menyelesaikan misinya dengan keluarga—

"Uggh…"

Ah, lelaki itu terlalu pusing mengingatnya. Yang pasti, gara-gara bermain 'hide and seek' dengan para anggota keluarga itu dan orang yang dikeluarkan tak tanggung-tanggung dengan beberapa yang memiliki kekuatan yang bisa dibilang lumayan meski masih belum bisa mengalahkannya, ia keringatan dan serius rambutnya juga jadi gerah. Bayangin aja, ia mengemban misi itu sendiri karna yang lain mengurus misi yang lain.

Akhirnya, karna tak tahan menahan gerah lebih lama ia pun bergegas ke kamar mengambil sehelai handuk lalu mandi. Dan.. sepertinya ada yang kelupaan..?

-The Night Before Christmas-

Crassh..

Air hangat mengalir dan tertampung di bath tub kamar mandi umum Varia. Ya, hanya bos yang memiliki kamar mandi pribadi. Setelah bath tub sudah terisi 3/4 nya, ia pun melucuti pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa pakaian. Setelah itu, ia pun mulai berendam.

'Fuahh~ leganya ' batinnya

Saat ia sedang menikmati 'kesenangannya itu'

Tiba-tiba…

Jeglek!

"VOOOI! APA-APAAN INI!" teriak Squalo sampai mengalahkan pak uztad sebelah yang lagi ceramah berefek pake toak pinjaman. Ia betul-betul kesal, apa lagi ini lampu mati pas dia lagi keramas, "Uugh,. PASTI INI KERJAAN SI KACANG KUNTET ITU LAGI! SUDAH BERAPA KALI SIH, DIA DIINGATIN BAYAR UANG LISTRIK! MASIIH AJA KAGA DIBAYAR, MALAH DIJADIIN UANG TARUHAN! SEMPAT KETEMU TUH SAMA SI KACANG KUNTET, BAKAL GUE KUNTETIN LAGI SAMPAI MASUK KE GUINESS BOOK!" omel Squalo dengan suara 'indah'nya.

Tau kalau ia lebih lama berendam bakal masuk angin, akhirnya ia cepat-cepat membasuh rambutnya dan badannya dengan air dingin (karna, pemanas airnya mati gara-gara mati lampu). Dan jelas itu membuatnya kedinginan , ya mau diapain lagi? Yang berlalu biarlah berlalu. Sekarang dia kudu selesai mandi atau ni badan bakalan beku (maklum, udah musim dingin). Lalu,ia langsung memakai baju —

Lho..? baju gue mana?

-The Night Before Christmas-

Sementara di tempat lain,

"Hngg..?" kata Xanxus yang terbangun dari tidurnya. Ah, entah kenapa ia terbangun lagi dari tidur untuk ke sekian kalinya. Entah kenapa malam ini ia tak bisa tidur, ia entah kenapa teringat Squalo. Ya, rasanya sepi bila tak ada lelaki cerewet itu. (Eh, bukannya dia sudah pulang?). Ah, tenggorokannya terasa kering. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil segelas susu hangat, dan ia berharap itu dapat membantunya tidur.

Humm.. sepertinya dia dan Squalo belum menyadari satu sama lain.

-The Night Before Christmas-

Brr….

Bibirnya bergetar karna kedinginan, rambut peraknya yang panjang itu masih basah itu di bungkus dengan handuk. Ya, setelah itu, mau tak mau ia mesti pakai baju mandi yang tersedia di situ, tampak jelas itu masih baru dan belum pernah dipakai. Tapi ada hal yang membuatnya kesal,yaitu...

"NIH BAJU KO PENDEK AMAT SIH?" amuk Squalo sekali lagi. Ya, baju itu panjangnya di atas lutut, dan tanpa ia sadari itu bajunya berwarna pink! (tebak saja sendiri siapa yang beli baju ini).

Ternyata kesialannya belum selesai sampai di sini, entah tersengat apa, tiba-tiba ia lupa. Tadi kamarnya di lorong yang mana,ya?

'VROOOOIIII! DEMI DEWA HIU DAN PENGIKUTNYA, SEBENARNYA APA-APAAN INI SEMUA?' jeritnya dalam hati.

Ok, sekarang dia udah tak mau ambil pusing, asal masuk aja sudah, dia sudah benar-benar kedinginan! Lagi pula, yang lain kan belum pulang dari misi, paling pulangnya besok pagi. Lalu, ia menyusuri salah satu lorong, setelah sedari tadi belum menemukan kamar yang tak terkunci, ia akhirnya berhenti di satu pintu yang terbuka, 'Aah, masa bodoh ini kamar siapa, brrr…. Aku udah kedinginan'

Langsung saja Squalo menjalankan aksinya. Ia langsung masuk ke dalam kamar itu dan langsung menyusup ke tempat tidur king size yang ada di situ, menyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut tebal kamar itu. Ahh, entah kenapa tempat tidur ini rasanya hangat, samar-samar tercium bau tequila.

Dia tak sadar,ya itu kamarnya…

-The Night Before Christmas-

Cklek!

Ganggang pintu kamar itu bergerak, dan setelahnya pintu kamar itu terbuka dengan pelan dan sepertinya itu sampai tak terdengar di telinga Squalo yang sedang tertidur di balik selimut tempat tidur. Ya, karna ia sudah terlalu lelah dan capek!.

Ya, setelah pintu itu terbuka, tampaklah pemuda dengan iris merah indah bak batu ruby. Ia pun melangkah ke pinggir tempat tidur lalu duduk di sana. Lalu, ia meminum segelas susu hangat dan ia pun berbaring di tempat tidurnya . Saat ia nyaris memasuki alam tidurnya..

Jduk!

EEhk….? Apa ini?

Ya, ia melihat buntalan (?) aneh di kasurnya. Karna penasaran dan geram siapa yang sembarangan memasuki wilayah pribadinya, akhirnya ia menarik dengan kasar selimut yang menutupi buntalan misterius itu.

Semburat merah muncul di kedua pipinya, apa yang ia lihat itu benar-benar membuatnya terkejut dan.. malu (?)

Yang dilihatnya di balik selimut itu ialah, sosok Squalo yang tertidur pulas dengan wajah yang manis dan semburat pink menghiasi wajahnya yang membuatnya tampak .. tsundere , dengan pakaian mandi mini yang panjangnya di atas lutut, ya, dengan posisi tidurnya, itu membuat sebagian pahanya nampak.

Serius, pemandangan itu membuat wajahnya merah dan untung saja, entah ia sadar atau tidak, perlahan wajahnya mulai mendekati Squalo makin dekat.. dekat.. sampai..

"Unggh.. dingin" igau Squalo dengan bibirnya gemetaran.

Akh, Xanxus tersadar dari alam bawah sadarnya. Ia pun menyelimuti Squalo. Entah kenapa saat itu ia tidak berfikir untuk membangunkan Squalo seperti biasanya, yaitu dengan melemparnya dengan gelas. Tapi, malah malam itu ia membiarkan Squalo tertidur di tempat tidurnya. Ia tersenyum tipis dan dengan tulus dan lembut yang sangat jarang ia perlihatkan pada orang lain. Lalu, ia mengecup bibir peach Squalo singkat. Kini bibir yang dingin itu pun menjadi hangat. Setelah itu, ia tidur di sebelah Squalo dan melingkarkan tangannya di pinggang Squalo lalu ia berbisik di telinganya "Buon anotte, Stronzo"

Kemudian, ia pun terlelap sambil memeluk Second Sword Emperornya itu.

~TBC~

Sato : Wahahaha mina-san! Konnichiwa! Saya author baru, Umm.. kalau masih ada yang kurang tolong di maklumi, lalu kalau ada yang mau ditambahkan, Silahkan di Review! Anoo, Sepertinya cerita ini bakalan bersambung deh! Hahaha… dan bagi yang sudah berpengalaman membuat fict, mohom di review! Mohon bantuannya