Warning: Fic pertama yang pasti Gaje abiisss .

Saya mendapat ide untuk membuat fic ini cuma berdasarkan ingatan saat saya menonto Anime; Ranma ½ dan sedikit bumbu-bumbu dari otak saya.

DISCLAIMER: Masashi Kishimoto, but the story is mine

Summary: Namikaze Naruto, setelah menyelesaikan Senior High School di New York, dia diminta ayahnya unutk pulang ke Jepang dengan alasan masalah keluarga .

Apa saja yang bakal Naruto alami di Jepang ?

Okayy Happy Reading !

The Namikaze Prince

Chapter 1 : Kesan Pertama

"sial sekali... handphone-ku mati, bagaimana ini aku menemukan rumahnya"

Seorang pria berambut blonde spiky yang cukup tampan dengan birthmark 3buah garis tipis di sepasang pipinya dan mata biru sapphire indahnya, terlihat baru saja keluar dari sebuah Bandara di Tokyo dengan wajah pucat karena panik.

"taksi !"

Pria tersebut menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat .

"Ino cepatlahh nanti keburu sore… aku ingin membeli es krim dulu di taman" ucap seorang gadis berambut pink bermata hijau emerald kepada temannya yang bisa dibilang gila shopping. Yaahh karena mereka sedang berada di salah satu took pakaian di Mall Tokyo .

"Sakura.. coba lihat baju-baju ini, mereka benar-benar terlihat sangat menawan dan juga harganya"

"memangnya kau belum puas dengan semua belanjaan yang kau beli itu"

"tapi kan itu bagus sakura, ekhh… coba lihat gaun itu" ujar gadis berambut blonde dengan poni menutup wajah bagian kanannya dan dikuncir panjang kebalakang menunjuk sebuah gaun berwarna ungu.

"huhh… memangnya kau mau membelinya ?"

"mau banget tapi sepertinya uangku tidak cukup dehh…"

Sakura hanya bisa sweatdrop.

"ya sudah sekarang antar aku ke Taman !"

"tapi sakura-"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya sakura sudah menarik lengannya paksa untuk segera pergi . Mereka menyetop sebuah taksi dan hendak pergi ke Taman pusat Tokyo yang lumayan menarik perhatian banyak warga Tokyo terutama bagi sepasang kekasih yang ingin menikmati waktu bersama.

Kediaman Namikaze

Terlihat seorang wanita paruh baya yang cukup cantik dengan rambut panjang yang terurai dan berwarna merah sedang mondar-mandir di sebuah ruang tamu yang cukup megah dengan wajah kebingungan.

"Minato coba kau hubungi lagi siapa tau tersambung" pinta wanita tersebut dengan harap-harap cemas kepada suaminya yang tengah memegangi handphone-nya.

"percuma saja tadi sudah kuhubungi tetap tidak bisa"

"lalu bagaimana ini, bagaimana jika dia tersesat untuk sampai kesini"

"tenanglah Kushina, putra kita itu sudah besar sekarang. Walaupun keadaan Tokyo sudah berubah sejak 9 tahun yang lalu aku rasa dia tidak akan terlalu kesulitan mencari rumah ini" ucap seorang pria paruh baya seraya menenangkan istrinya tersebut.

"tuan.. kita mau pergi kemana ini ?"

"ke Taman saja pak" jawab Naruto pada sopir taksi taksi tersebut.

Sesampainya di Taman, pria tersebut langsung melihat-lihat ke sekelilingnya untuk memastikan bahwa ini adalah tempat yang sama yang dulu ia sering bermain disini tepatnya 7 yahun yang lalu. Pria tersebut langsung merebahkan dirinya ke sebuah kursi yang berada di pinggiran taman tersebut yang tepat menghadap ke arah air mancur . Dia langsung merebahkan dirinya di kursi tersebut mendongak ke arah langit.

"lama sekali… semua sudah berubah sekarang menjadi lebih baik" gumamnya dalam hati sambil memejamkan matanya seraya menikmati udara segar.

Terasa sudah cukup lama ia berbaring di kursi tersebut merasa tenggorokannya yang kering ia langsung berdiri dan segera melirik ke sekeliling mencari sesuatu untuk bisa melepas dahaga. Yahh wajar saja sejak duduk di pesawat selama bejam-jam dia belum meminum apapun.

Dia melihat sebuah Stand Ice Cream berada di pojokkan, lekas dia beranjak dari kursi dan segera menuju tempat tersebut sambil membawa koper miliknya.

"aku minta rasa strawberry" pinta pria tersebut pada pelayan stand tersebut . Dia langsung merogoh kantong belakang celana miliknya mencari sebuah dompet. Mata sapphire nya langsung melebar dan wajahnya pucat seketika merasa benda yang dicarinya tidak ada.

"dompetku kemana… apa jangan-jangan…" gumamnya. "tunggu sebentar aku akan segera kembali" ucap pria tersebut kepada pelayan yang sedang menyiapkan pesanannya, Naruto langsung berlalri kencang tanpa memperdulikan kopernya, dia berlari menuju kursi yang baru saja ia tiduri, sesampaiya disana ia tersenyum lega ternyata dompetnya ada di kursi tersebut dan segera membukanya, senymunya semakin melebar saat melihat didalamnya msih tetap utuh tanpa ada satupun yang hilang. Dia segera berjalan kembali ke tempat dia meninggalkan kopernya tersebut.

Sementara disisi lain tama nada sebuah taksi yang baru saja berhenti dan keluar dua gadis cantik. "ekhh.. sudah sampai yahh" ucap gadis blonde yang baru keluar dari taksi yang ia tumpangi barusan. Lalu sebuah tangan menariknya dengan cepat.

"ayo Ino aku sudah hauss ingin membeli es krim…" ucap si pinky yang berlari sambil menarik tangan sahabatnya itu. Mereka dengan segera sampai di sebuah stand ice cream.

" aku minta rasa straw… ekhh ternyata sudah ada" ucap si pinky senang sambil langsung mengambil ice yang dari pelayan.

"aku minta vanilla yaa" ucap gadis blonde.

"ekhhh… koper siapa ini kok gak ada orangnya" tanya Ino heran melihat sebuah koper dibawah sampingnya tanpa ada pemiliknya.

"tidak tahu biarkan saja"

Dan tiba-tiba datanglah seorang pria blonde itu menghampiri stand "mba mana es pesananku" ucap pria blonde tersebut yang baru sampai.

"maaf tuan es pesanan anda sudah diambil oleh nona ini" ucap pelayan sambil menunjuk kearah Sakura.

"akhhh kenapa begitu.. yaa sudah aku pesan lagi"

"se-sebenarnya itu yang terakhir… mungkin anda ingin coba vanilla atau coklat ?"

"hahh.. tapi kan aku yang duluan memesan rasa strawberry "

Naruto langsung menoleh kearah sakura dan berkata "heyy.. kau pinky kenapa kau seenaknya mengambil es pesanan orang lain ?" sontak sakura langsung menatap tajam pria tersebut "hahh… kau sendiri yang baru datang.. rambut DURIAN !" balas sakura sambil menekan kata durian.

"tapi aku yang pertama memesannya"

"lantas kenapa kau pergi... itu salahmu kan"

"itu tadi.. dompetku ketinggalan makanya aku pergi dulu untuk mengambilnya"

"itu masalahmu… wekkk…" ledek sakura sambil menjulurkan lidahnya . Sahabatnya, Ino hanya bisa sweatdrop melihat aksi sahabatnya yang bertengkar memperebutkan ice seperti anak kecil. Kedua gadis itupun pergi meninggalkan Naruto yang hanya bisa diam mematung. Selintas otak Naruto memikirkan sesuatu yang jahil di benaknya sepintas dia menyeringai. Dia langsung berjalan menuju gadis pink tersebut dan segera menarik lengannya dan membalikan badannya hingga berhadapan.

"heyy.. kau suka es krim-nya yaa… coba ini" ucap naruto yang langsung mendorong punggung tangan sakura, alhasil ice cream tersebut memenuhi wajahnya dan naruto pun dengan cepat mengambil langkah seribu meninggalkan gadis pink tersebut dengan wajah kesalnya seakan mau meledak hebat."wuaahhaa..haa..hhaahaa.. puas sekali aku mengerjai si pinky itu" ujar naruto sambil lari kegirangan .

"BAKA ! dasar cowok kurang ajar… awas kau kalau bertemu lagi akan kubuat dia menyesal telah bertemu denganku" teriak sakura yang langsung membersihkan wajahnya. Ino hanya bisa tertawa terbahak-bahak atas musibah sahabatnya itu.

"apa yang kau tertawakan Ino-pig"

"lihatlah wajahmu itu forehead, kau benar-benar seperti sakura.. maksudku wajahmu dan rambutmu sama.. hahahhaaa"

"awas dia jika bertemu lagi akan kubunuh dia.. SHANNARO !" teriak inner sakura.

"yaa sudah ayo kita pulang ini sudah sore" ucap ino menggandeng lengan sakura

"heyy… tapi pemuda itu lumayan ganteng lohh" goda ino yang menyenggol-nyenggol sakura.

"shut your mouth up ino-pig !"

"okay-okay.. take it easy honey"

Mereka berdua langsung meninggalkan taman untuk segera pulang ke rumah masing-masing .

Naruto pun langsung mencari taksi setelah puas tertawa. Sebuah taksi berhenti dan langsung ia naiki. Sesaat dia menatap dompetnya untuk melihat uangnya dan segera batinya berkata "ohh sial kenapa aku tidak teringat untuk menanyakan alamat rumahku pada supir taksi.. hingga aku harus bertemu gadis pinky tadi.. tapi ku akui dia manis juga" Naruto hanya tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi.

CONTINUED

Maaf kalo gaje abis ceritanya, abis ini bener" fic pertama banget .

Bingung juga wat nerusinnya, mohon bantuannya melalui review .