SASUHINA

.

.

.

.

Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

.

.

.

.

Heart and Kiss

.

.

.

.

.

Seorang gadis terlihat duduk manis bersandar di bawah pohon yang terletak di bagian belakang gedung Minomiya Gakuen. Rambut panjangnya yang berwarna indigo melambai-lambai mengikuti semilir angin yang menerpanya. Telapak tangannya terlihat tengah mengelus-elus seekor kucing hitam yang berada di pangkuannya.

"Maaf ya, Sasuke. Kamu jadi terlihat berantakan seperti ini," ucap gadis itu pada satu-satunya mahluk yang ada di dekatnya.

Sasuke alias kucing itu terlihat mendengus sebal. Bagaimana tidak sebal coba? Selama 1 jam pelajaran penuh kamu jadi mainan para gadis. Kebetulan 1 jam pelajaran sebelum waktu istirahat, guru matematika yang ada di kelas Hinata tidak bisa hadir. Alhasil, para siswa bebas dari kukungan materi pelajaran.

Walaupun dalam wujud seekor kucing, ternyata aura memikat seorang Uchiha Sasuke tidak pernah pudar. Nyatanya setiap menit dia berpindah tangan, dari satu gadis ke gadis lainnya. Ini merupakan hal yang tidak terlupakan bagi Sasuke. Tetapi hal tidak menyenangkan tersebut terbayarkan dengan perlakuan lembut gadis Hyuuga kepadanya.

Sasuke tidak akan keberatan dengan persyaratan Hinata yang diajukan padanya, jika mendapat perlakuan seperti ini setiap hari. Bahwa dia boleh ikut bersama dengan gadis Hyuuga itu asalkan dalam wujud kucingnya. Pada saat itu, dengan berat hati Sasuke menerima persyaratan tersebut. Karena ini demi tugasnya sebagai pelindung Heart. Selain itu, Sasuke mempunyai firasat yang tidak baik ketika memikirkan pemuda bernama Gaara akan berada di samping Hinata.

"Hmmm. Di sini anginnya sejuk sekali. Rasanya aku jadi mengantuk," gumam Hinata.

Belaian Hinata pada kucingnya perlahan berhenti. Kucing hitam tersebut mendongakkan kepalanya, dia melihat gadis bermanik lavender itu tengah memejamkan kedua matanya. Muncul sebuah seringaian di wajahnya. Dia bangkit dari posisi tidurnya, meletakkan kedua kaki kecilnya di dada Hinata untuk mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

Cup

Wuzz!

Kucing hitam itu berubah kembali dalam sosok manusianya. Sasuke menjauhkan bibirnya dari bibir mungil yang ada di hadapannya. Kali ini benar-benar sebuah senyuman –bukan seringaian lagi– hadir di wajah pemuda Uchiha itu. Dengan perlahan, Sasuke mengangkat Hinata dan menggendong gadis itu di kedua tangannya (ala bridal style). Pemuda itu mulai melangkahkan kedua kakinya dan bermaksud meninggalkan tempat itu.

Namun baru mendapat beberapa langkah, Sasuke berhenti. Ketika seorang pemuda bertato Ai berdiri tegap menghalangi jalannya.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Gaara dengan pandangan tajamnya.

Sasuke sedikit terhenyak dengan pertanyaan Gaara yang dilemparkan padanya. Karena dari pertanyaan pemuda berambut merah itu, Sasuke dapat menebak kalau Gaara telah melihat peristiwa perubahan wujudnya yang baru saja terjadi.

"Itu bukan urusanmu," jawab Sasuke datar.

Gaara terlihat sedikit menaikkan sebeblah kanan bibirnya. "Iya, jika hal itu tidak menyangkut Hinata," balas Gaara.

"Tcik!" decih Sasuke.

"Mau kau bawa kemana Hinata?" selidik Gaara.

Sasuke menyeringai. "Aku tekankan sekali lagi. Ini sama sekali bukan urusanmu," tegas pemuda beriris onyx itu.

"Kau-" Gaara tidak meneruskan perkataannya ketika dia melihat Hinata tiba-tiba membuka sepasang manik lavender-nya.

"Ah! Sa-sasu-ke," ucap Hinata terbata-bata sambil menatap cemas pada sepasang onyx yang ada di hadapannya. Ternyata gadis itu merasakan aura mosuteri yang berada tidak jauh darinya.

'Keahliannya merasakan aura semakin meningkat. Bahkan sekarang lebih cepat daripada aku,' batin Sasuke.

"Iya, aku mengerti," balas Sasuke. Kemudian Sasuke langsung bergegas membawa pergi Hinata. Ketika dia melewati Gaara, Sasuke sekilas mengarahkan ekor matanya pada pemuda Sabaku tersebut.

Sebenarnya Gaara ingin menghentikan pemuda aneh itu. Tetapi mengingat ekspresi kekhawatiran Hinata tadi, pemuda beriris jade itu enggan melakukan keinginannya. Alhasil, dia hanya membiarkan pemuda aneh itu pergi membawa Hinata.

'Aku tidak akan membiarkan Hinata bersama dengan pemuda aneh itu,' batin Gaara. "Mahluk apa sebenarnya dia itu?" gumam Gaara.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sasuke membawa Hinata masuk ke dalam hutan yang terdapat di bukit belakang Minomiya Gakuen. Hutan memang merupakan tempat terbaik untuk melakukan sebuah pertarungan. Selain tempatnya yang luas, juga karena tidak akan ada korban manusia karena peristiwa ini.

"Dia mengejar kita, Sasuke," ucap Hinata.

"Hn," balas Sasuke.

Setelah sampai di tempat yang dirasa Sasuke cukup aman untuk melakukan sebuah pertarungan, dia menurunkan Hinata dan membuat sebuah perisai pelindung untuk gadis itu. Perisai pelindung telah sukses dibuat Sasuke, kemudian pemuda itu menatap lurus ke sepasang lavender milik Hinata. "Tidak usah khawatir. Percayalah padaku, Hyuuga-sama," ucap Sasuke. Pemuda Uchiha itu mencoba memberikan kepercayaan pada Hinata lewat tatapan matanya.

"Hm. Hati-hati, Sasuke," balas Hinata disertai sebuah anggukan.

Kemudian Sasuke lantas pergi menuju ke tempat mosuteri yang sepertinya telah siap menantinya.

"Jadi, kau pelindung gadis Heart itu," ucap mosuteri sambil tersenyum meremehkan pada Sasuke, ketika pemuda itu telah tiba di hadapannya.

"Jangan banyak bicara," balas Sasuke.

Sebuah pertarungan pun terjadi. Kedua sosok yang tengah bertarung itu saling mengeluarkan jurus-jurus yang mereka miliki. Pertarungan itu terlihat seimbang. Kemudian mosuteri itu mengeluarkan jurus andalannya yaitu menggandakan dirinya. Sasuke terlihat sedikit kaget ketika mengetahui mosuteri itu bisa membuat tubuhnya menjadi dua. Yang satu tetap bertarung dengan Sasuke, sedangkan yang satunya lagi pergi melesat ke arah Hinata. Pemuda beriris onyx itu mempunyai firasat buruk akan hal itu.

Hinata terlihat melebarkan sepasang lavender-nya ketika mosuteri berada di hadapannya, walaupun mereka terpisahkan dengan perisai pelindung yang dibuat oleh Sasuke. "Kali ini tidak akan kubiarkan gagal seperti 8 tahun yang lalu," ucap mosuteri sembari memandang tajam ke arah Hinata.

"A-apa maksudmu?" tanya Hinata yang terkejut dengan pernyataan mahluk mengerikan itu.

"Tentu kau tidak mengingatnya, pada saat itu kau memang masih kecil," jawab mosuteri. "Apa kau tidak pernah bertanya tentang penyebab kematian kedua orang tuamu?" pancing mosuteri.

Sepasang lavender milik Hinata tengah melebar mendengar kata demi kata yang keluar dari mahluk mengerikan di hadapannya. Memang benar, selama ini Hinata tidak bertanya perihal kematian orang tuanya. Dia pun juga tidak bisa mengingat bagaimana bisa peristiwa itu bisa terjadi? Hinata hanya diberi tahu bahwa kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil. Menurut penjelasan Hizashi, pada saat peristiwa naas tersebut Hinata juga ada di situ. Tetapi entah kenapa, Hinata sama sekali tidak bisa mengingatnya.

"Jadi kau memang tidak tahu," ucap mosuteri. "Kami harus menyingkirkan siapapun yang menghalangi kami untuk mengambil Heart, termasuk kedua orang tuamu," jelas mosuteri.

"A-apa?! I-itu tidak mungkin," ucap Hinata terbata-bata. Raut kesedihan terpancar jelas di wajah manisnya.

"Itu memang terjadi. Mereka begitu terlihat ketakutan saat itu," ucap mosuteri.

"Hentikan," gumam Hinata.

"Wajah ketakutannya itu terlihat sangat lucu,hahahahaaaa."

"Cukup."

"Bahkan mereka tidak bisa melihat mahluk apa yang tengah menyerangnya. Maka itu kami bisa lebih leluasa bermain-main dengan mereka sebelum ajal menjemputnya."

"Kumohon berhenti."

"Menyenangkan sekali melenyapkan nyawa manusia yang lemah seperti kedua orang tuamu."

"Aku bilang BERHENTIIIII!"

Duarrr!

Sekali lagi ledakan kekuatan Heart terjadi. Perisai pelindung yang dibuat oleh Sasuke, langsung hancur menjadi berkeping-keping. Bahkan mosuteri yang ada di hadapan Hinata terkena imbasnya, hancur seketika dan langsung melebur menjadi debu-debu kecil. Ledakan kekuatan Heart kali ini terjadi lebih besar dari sebelumnya.

Hancurnya mosuteri yang ada di depan Hinata, membuat mosuteri yang tengah dihadapi Sasuke menjadi berkurang kekuatannya. Kesempatan itu dimanfaatkan Sasuke untuk segera menebas mosuteri itu dengan jurusnya andalannya berupa bola petir yang tercipta di telapak tangan kanannya. Setelah mosuteri hancur dan menghilang, Sasuke segera melesat pergi ke tempat Hinata berada.

Hinata tampak diselubungi oleh cahaya putih, yang Sasuke yakini itu adalah kekuatan Heart. Gadis Hyuuga itu nampak duduk termangu dengan pandangan yang kosong. Terlihat ada bekas air mata yang terdapat pada sepasang pipinya. Pemandangan itu membuat hati Sasuke seperti tersayat sebuah belati.

Sasuke perlahan melangkahkan kedua kakinya mendekati Hinata. Tetapi sepertinya Hinata tidak merasakan kehadiran pemuda Uchiha itu. Setelah berada tepat di hadapan gadis itu, Sasuke berjongkok dan menatap pilu seseorang yang menjadi tanggung jawabnya ini.

Pemuda beriris onyx itu mengulurkan sepasang tangannya dan membawa tubuh mungil Hinata ke dalam dekapannya. "Tenanglah, Hyuuga-sama. Aku ada di sini," ucap Sasuke.

Gadis Hyuuga itu sama sekali tidak membuat pergerakan sekecil apapun. Hal itu membuat Sasuke mengurai pelukannya pada Hinata. Suatu cara terlintas di kepalanya. Yaitu dengan cara mengalihkan kekuatan Heart yang ada pada gadis itu ke dalm tubuhnya. Pemuda itu meraih tengkuk Hinata dan mendekatkan wajah gadis itu kepadanya.

Cup

Perlahan namun pasti, sinar putih yang menyelebungi Hinata memudar dan menghilang. Sepasang lavender Hinata yang tadi terlihat kosong, sekarang mulai nampak seperti sedia kala. Sasuke mulai menjauhkan bibirnya dari bibir mungil Hinata.

Kenapa pada saat ciuman kali ini Sasuke tidak berubah ke dalam wujud kucingnya? Itu karena kekuatan Heart yang tersalurkan ke dalam tubuhnya lumayan besar. Jadi wujud kucingnya tidak mampu menampung kekuatan sebesar itu, yang bisa menampungnya adalah dalam wujud manusianya ini. Perlu diketahui bahwa bila dalam wujud kucing, kekuatan Sasuke menjadi kecil. Tidak sebesar saat berubah dalam wujud manusianya.

"Kau tidak apa-apa, Hyuuga-sama?" tanya Sasuke.

"Hiks... Sa-sasukeee," ucap Hinata sembari berhambur ke pelukan pemuda yang ada di hadapannya itu.

Gadis bermarga Hyuuga itu menangis sejadi-jadinya di pelukan Sasuke. Walaupun tidak tahu apa penyebabnya, Sasuke mencoba menenangkan Hinata dengan cara membalas pelukan dan membelai lembut punggung gadis itu.

Beberapa menit kemudian, isak tangis tidak terdengar lagi di kedua telinga Sasuke. Pemuda itu mengurai pelukannya, dia dapat melihat Hinata memejamkan sepasang matanya dan tengah tertidur. Sasuke segera membopong Hinata pergi dari hutan itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sudah 5 jam, Sasuke menanti Hinata yang tengah tertidur di kamar gadis tersebut. Sepertinya Hinata tengah mengalami mimpi buruk. Karena gadis itu tengah bergerak gelisah di dalam tidurnya. Air mata terlihat mengalir dari sepasang lavender yang sekarang tengah menutup itu.

"Ah!" Hinata membuka kedua matanya. Dia langsung bangkit dari posisi tidurnya dan mencari ketenangan dari satu-satunya mahluk yang ada di dekatnya. Yaitu dengan memeluk Sasuke.

"Sa-sasuke, akhirnya aku mengingatnya, hiks," ucap Hinata di sela isak tangisnya.

"Mengingat apa?" tanya Sasuke bingung.

"Hiks... peristiwa kematian kedua orang tuaku, hiks," jawab Hinata. "Aku-lah penyebabnya, Sasuke, hiks," lanjut Hinata.

Sasuke menguraikan pelukannya dan menatap lurus ke sepasang lavender Hinata. "Apa maksudmu?" tanya Sasuke.

"Mereka melindungiku dari serangan mosuteri," jawab Hinata. "Kalau saja aku bukan pemilik Heart, tentu ini semua tidak akan terjadi, hiks," sesal Hinata.

Sasuke menatap sendu pada gadis yang sekarang tengah menangis di hadapannya ini. "Ini semua bukan salahmu. Kalau aku ada di posisi kedua orang tuamu, aku juga pasti akan melakukannya. Melindungi orang yang aku sayangi," jelas Sasuke. "Kalau kau menyalahkan dirimu sendiri seperti ini, itu sama saja kau menyia-nyiakan pengorbanan kedua orang tuamu," lanjut Sasuke.

Pemuda beriris onyx itu mengangkat tangan kanannya untuk menghapus air mata yang ada pipi Hinata. "Sasuke."

"Hn?"

"Kapan ini semua akan berakhir?"

Pemuda itu terlihat menautkan kedua alisnya, bingung akan maksud dari pertanyaan Hinata yang ditujukan kepadanya.

"Aku tidak mau ada korban lagi karena Heart ini," jelas Hinata.

Sasuke menghela napas, dia mulai akan mengerti arah pembicaraan ini. "Oleh karena itu, kau harus berlatih mengendalikan kekuatan Heart," ucap Sasuke. "Selain untuk dirimu sendiri, kau juga bisa melindungi orang-orang yang ada di sekitarmu," lanjut Sasuke.

"Apa itu bisa?" tanya Hinata.

"Hn."

"Kenapa kau tidak bilang dari dulu sih, Sasuke!"

"Aku menunggu kau bisa menerima takdirmu sebagai pemilik Heart. Setelah itu, baru melatihmu untuk mengendalikan kekuatan Heart."

Secercah raut bahagia nampak di wajah manis Hinata setelah mendengar penjelasan dari Sasuke. "Tapi, Sasuke," ucap Hinata.

"Apa lagi?" tanya Sasuke.

"Aku mau kau berjanji," jawab Hinata.

"Janji?" tanya Sasuke bingung.

"Berjanjilah, kau tidak akan pernah meninggalkanku sendirian." Hinata menatap serius pada sepasang onyx yang ada di hadapannya itu. Mencoba meyakinkan Sasuke bahwa dia benar-benar serius akan perintahnya itu.

"Baik, Hyuuga-sama. Aku berjanji."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Review untuk chapter 4:

Haruno Aoi: Iya. Heheheee, Q emang paling suka sama SasuHinaGaa , Makanya di ficQ yang ini Q nempatin pair itu. Q tunggu di kotak review chapter 5,heheheee

Chi-chan: Di chapter 5 ini, Meiru berusaha membuat scene romancenya lebih banyak dan membuat Sasu jadi lebih aktif. Menurutmu gimana?

Dr. Boo-Chan: Disuruh berubah ke dalam wujud kucingnya

Finesta: Jadi kucing,heheheee

Chiaki Arishima: Iyapz, betul 3x

Bonbon 0330: Okey

Lyla Lonyx: Maaf tidak bisa update kilat T,T.

AYUnhomin: Iyaaaa. Menurutmu gimana? Gaara suka ma Hinata apa tidak?

.7: Terima kasih atas usulnya, Arisa-chan. Akan Meiru pertimbangkan usul kamu.

123 Go Go Deigo: Iyaaa,heheee

Dewi Natalia: Terima kasih, Dew-chan. Hina masih belum Meiru buat menyadari perasaannya. Heheheee... Menurut Meiru Sasu di chapter ini keliatan makin mesum dehhh /

Nara Hikari: Iya, Meiru buat di cahpter ini ceritanya lebih panjang. Makasih atas semangatnya, Nara-chan.

Semy: Makasihhhhh

Nazuka Hanami: Ini sudah dilanjutin. Nyuruh Sasu jadi kucing

Chikal: Salam kenal juga, Chikal-chan. Terima kasih atas pujiannya. Ini sudah dilanjutkan. Meiru cewek koq.

White Soul From Snow: Heheheheeee

.

.

.

.

Review kalian selalu menjadi sumber yang penting dalam berlangsungnya fic ini

Tak pernah bosan Meiru ucapkan...

M

O

H

O

N

R

E

V

I

E

W

N

Y

A

.

.

.

Arigatou Gozaimasu