WARNING : AU, Typos, OOC, etc.

Genre : Fantasy, Drama, Romance.

Pairing : Narusaku (main) and other.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Summary : Naruto, Ninja dari masa lalu datang ke masa depan. Tiba-tiba saja dia di ajak untuk sekolah disana, dan penjelasan atas kejadian ini mulai terungkap. Dan sekarang dia harus mencari cara untuk kembali ke jamannya.

Don't Like Don't Read !

Battousai Namikaze

There's a Ninja In My School

Chapter 1


Tokyo, kota yang bisa dibilang tidak pernah tidur.
Apa mungkin orang-orang yang tinggal di kota ini tidak pernah memejamkan matanya... ? Oke itu anehApa malah kota itu sendiri yang tidak pernah memejamkan matanya... ? Itu lebih tidak rasional
Mungkin itu karena selalu saja ada aktifitas yang orang-orang lakukan selama bumi berotasi penuh, entah suatu tuntutan pekerjaan atau yang lainnya.
Tapi itu tidak memungkinkan seluruh pelosok kota ini selalu ramai, di sebuah jalan yang bisa dibilang cukup sepi ada sebuah mobil sedan berwarna gelap melaju dengan kecepatan rata-rata. Perlahan speedometer mobil itu menunjukkan arah jarumnya yang mulai bergerak ke arah angka yang semakin rendah.

'Stttt'

'Cklek'

Pintu mobil itu terbuka saat mobil itu berhenti di pinggiran jalan menunjukkan sosok yang baru saja membuka pintu mobil tersebut.

"kau yakin tidak mau aku antar sampai apartemenmu forehead ?" tanya seseorang dari dalam mobil yang sedang memegang kemudi mobil.

"sampai sini saja Ino, aku mau mampir dulu... lagipula kau harus cepat mengembalikkan mobil ini bukan ?" jawabnya, dia menatap gadis berambut pirang pucat yang baru saja mangantarnya.

"iyaa juga sihh... aku bisa dimarahi bibi nanti kalau terlalu lama meminjam mobil suaminya ini Hihihihi...
yaa sudah yaa Sakura, hati-hati kau dijalan... Jaa~"

'Brumm'

Dan dengan terdengarnya suara suara mobil yang melaju meninggalkan gadis berambut pinkish yang masih berdiri di tempatnya.

Di malam yang mencekam ini, gadis yang dipanggil Sakura itu terus berjalan menyusuri trotoar pinggir jalan, sesekali ia melirik ke jam tangannya yang bertengger di pergelang tangan kirinya.
'10.57'

"sudah selarut ini rupanya" gumam gadis itu. Ia sedikit senang karena tempat ini sudah sepi, kalau sampai ada orang yang melihatnya pasti akan berpikiran yang aneh-aneh tentangnya.
Untuk apa seorang gadis yang masih terlihat sangat muda yang kalau dilihat dari fisiknya bisa ditebak umurnya sekitar 16-19 tahun ini berjalan sendirian di jalan yang sepi ini.

"Hahhh~" helaan nafasnya yang terdengar cukup berat menunjukkan bahwa gadis itu sudah cukup lelah.

Sakura PoV

"Hahhh~"

'kenapa aku tidak terima saja tadi tawaran Ino, aku malas kalau harus berjalan terus, apalagi tempat ini sudah sangat sepi' batinku.

Aku terus berjalan sambil mengedarkan pandanganku ke segala arah, mungkin ada sesuatu lebih tepatnya aku takut kalau ada sesuatu. Aku berbelok ke sebuah gang sempit yang akan mempercepatku menuju tempat tujuanku.

'sepi sekali' batinku terus mengucapkan itu tiap kurasakan tubuhku menggigil dan bulukuduku berdiri.

'Wishhh'

Ada suatu cahaya yang terang dibelakangku, saat aku melewati perempatan gang. Rasa penasaranku yang benar-benar lapar ini sangat menggangguku, dengan sedikit keberanian aku berbalik dan mencoba mencapai tempat asal cahaya yang amat terang itu, dan tempat itu ada di... pojok gang sempit.

'Glekk'

Apa aku benar-benar yakin ingin melihat sumber cahaya itu, dan kali ini aku harus benar-benar menyalahkan rasa keingintahuanku.
Aku terus berjalan dan sampai akhirnya tinggal satu belokan menuju ujung gang tempat cahaya tadi. Aku mengendap-ngendap mencoba untuk tidak diketahui, mungkin itu tadi adalah alien yang baru saja turun untuk mendominasi dunia... dan sekarang aku harus menyalahkan imajinasiku yang berlebihan.

'Poof'

Aku melihat asap keluar dari arah gang itu, dan saat asap itu memudar tampak sebuah bayangan di dinding seperti... monster. Dan bayangan itu berjalan mendekat

'Ohh tidak'

'Lari !'

'bodoh bodoh bodoh' aku terus merutuki diriku sendiri, entah sebodoh apa aku sampai-sampai ingin melihat cahaya aneh yang pasti itu sangat membahayakan bagi seorang gadis sepertiku. Aku terus berlari, sampai di perempatan gang tadi aku malah berbelok ke arah yang tidak aku ketahui menuju kemana, aku benar-benar bingung sekarang. Aku terus berlari melewati gang itu dan akhirnya sampai menuju ujung gang lain dan... para pria yang terlihat berantakan seperti sedang mabuk.

'Ohh Tidak'

Normal PoV

Gadis berambut pink itu benar-benar terjebak sekarang, dihadapannya beberapa pria mabuk yang masih memegang botol.
"Wahh... Wahh... sepertinya ini malam keberuntungan kita teman-teman" ucap salah seorang pria
"bagaimana kalau kita ajak bermain juga" pria yang lainnya ikut bicara
"kau benar... dia terlihat cukup 'hot', sama seperti kita yang sudah mulai panas"

Tubuh gadis itu gemetaran melihat para pria paruh baya itu terus mendekat ke arahnya, dia mencoba menjauh dengan mundur beberapa langkah.

'Grepp'

"AKKHHHHHH…"

Sialnya lagi, Sakura tidak menyadari ada seseorang dari mereka berada tepat dibelakangnya dan sekarang menangkap tubuhnya dari belakang.
Gadis itu terus berteriak-teriak memberontak, tapi sepertinya percuma untuk mendapat pertolongan di tempat sesepi ini. Dan dia menangis.

"Ohh jangan menangis, aku tidak akan melukaimu...
kami hanya ingin mengajakmu bermain bersama kami"

Dia tahu 'bermain' yang mereka maksud bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Lelah rasanya ia berteriak karena sepertinya percuma saja, pasrah.
Salah satu pria sudah ada dihadapannya, dia melepas botol yang ada di tangan kanannya.

"aku tidak ingin melihat wajah cantikmu rusak gara-gara air matamu nona"

'Swing'

'Cleb'

"Arrghhh"

Pria itu berteriak karena rasa sakit hebat yang ia rasakan, tubuhnya terhempas menempel di dinding dan tangan kanannya yang baru saja akan menyentuh wajah Sakura tertemel di dinding dengan sesuatu menancapnya, sesuatu seperti sebuah pisau, tapi sedikit berbeda karena memiliki gagang yang tebalut kain putih dan ujung gagangnya berlubang.

"Siapa disana ! tunjukkan dirimu !"

Para pria itu terlihat sangat panik.

"kalian mengganggu seorang gadis yang tidak berdaya... itu sungguh tidak bisa kuterima"

Para pria itu mendongak mencoba melihat sosok yang baru saja berkata seperti itu. Dia berdiri di atas genting salah satu bangunan yang cukup tinggi.

Sakura ikut mendongakkan kepalanya, tapi tidak bisa melihat jelas sosok itu, penglihatannya buram karena air mata yang tadi sempat keluar.
Sosok misterius itu menghilang dari atas genting.

"kau tidak apa-apa kan ?" Sakura sangat kaget sosok itu sudah ada dihdapannya. Para pria disana pun tidak kalah shock. Bagaimana tidak, ada orang yang bisa tiba-tiba menghilang dan muncul dalam sekejap. Mereka semua langsung berlari kearah sosok itu hendak menyerangnya .

'Stttt'

"Hahhh dimana dia ?"

"mencariku eh... "

Dan sekarang mereka benar-benar tidak bisa mempercayai penglihatan mereka sendiri, sosok itu sudah ada di belakang mereka. Lagi-lagi dia berpindah tempat bagai hantu.

"Ba-bagaima-mana dia-"

'Buagh... Buagh... Buagh...'

'Duagh… Duagh... Duagh...'

Terdengar suara tubuh yang terhempas keras ke dinding, semua pria itu sudah tidak sadarkan diri.
Sakura mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi dihadapannya. Ada orang misterius, dia bisa bergerak sangat cepat, dan sekarang mengahajar para pria yang mau menggodanya.
Sakura keluar dari lamunannya saat sosok itu sudah ada dihadapannya lagi sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

"Hey kau tidak apa-apa kan ?"

Sakura masih terdiam melongo, dia mencoba mendongakkan kepalanya melihat orang itu, dia menghapus airmata yang menggenang dimatanya, setelah mengedipkan matanya beberapa kali, akhirnya mata emeraldnya bisa menangkap jelas sosok misterius dihadapannya.

Rambut spiky pirang menyala, mata sewarna sapphire, kulit wajah tan kecoklatan juga ada seperti kumis di kedua pipinya, memakai sebuah ikat kepala bergambar aneh lebih mirip seperti sebuah lambang, memakai jaket orange dengan garis hitam di lengan dan bagian tengah dan celana orange panjang, serta sebuah jubah merah dengan corak api berwarna hitam di bagian bawah jubahnya.

"Hey kenapa kau diam saja seperti itu, apa kau terkena genjutsu ?"

'gen- apa tadi, apa sebenarnya yang dia bicarakan ?' Sakura masih berpikir tentang orang dihadapannya sampai-sampi tidak sadar dia sedang melongo memperhatikan penampilannya.

"ka-kau ini ap-apa ?"

"Hahh... tentu saja kan aku ini...
seorang Shinobi"

To Be Continued

Maaf kalo ceritanya yang garing, juga alurnya mungkin kecepetan. Tapi makasih kalo udah mau baca :D.

Mohon Reviewnya…